27 September 2023
4 menit baca

11 Jenis Investasi Terbaik untuk Keamanan Finansial di Masa Depan

4 menit baca

jenis investasi terbaik

 

Investasi adalah kunci untuk memastikan keamanan finansial di masa depan. Semakin awal Anda mulai berinvestasi, semakin besar potensi keuntungannya. Namun, dengan begitu banyak pilihan investasi yang tersedia, penting untuk memahami jenis investasi yang tepat untuk tujuan keuangan Anda. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi sepuluh jenis investasi terbaik untuk mencapai keamanan finansial di masa depan.

 

  • Deposito

 

Deposito adalah salah satu jenis investasi yang cocok untuk mereka yang mencari keamanan dan likuiditas dalam jangka pendek. Anda dapat memilih periode deposito mulai dari 1 bulan hingga 2 tahun. Salah satu keunggulan utama deposito adalah tingkat keamanannya yang terjamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). 

 

Selain itu, suku bunga yang ditawarkan untuk produk ini juga cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan biasa, menjadikannya pilihan yang menarik untuk mengoptimalkan pendapatan Anda dalam jangka pendek.

 

Baca Juga: Cek Suku Bunga Deposito Hari Ini (Data Terbaru 2023)

 

  • Reksa Dana

 

Reksa dana adalah salah satu cara terbaik untuk memasuki dunia investasi bagi para pemula. Dalam investasi ini, uang Anda akan dikelola oleh seorang manajer investasi yang berpengalaman. 

 

Hal ini memungkinkan Anda untuk berinvestasi dalam berbagai instrumen finansial tanpa harus memikirkan pengelolaannya secara detail. Reksa dana sangat cocok untuk mereka yang ingin terlibat dalam pasar modal tanpa harus memiliki pengetahuan yang mendalam tentang investasi.

 

Baca Juga: Reksa Dana: Pengertian, Jenis, Keuntungan, dan Risikonya

 

  •  Saham

 

Saham adalah salah satu jenis investasi yang paling dikenal dan populer. Saham mewakili kepemilikan Anda dalam suatu perusahaan dan dapat diperdagangkan di pasar saham. Potensi keuntungan dari investasi saham sangat besar, namun, Anda juga harus siap menghadapi risiko yang tinggi.

 

Sebagai informasi, harga saham bisa berfluktuasi secara signifikan, dan hasilnya tidak selalu positif. Dalam memilih saham, riset dan diversifikasi portofolio sangat penting untuk mengurangi risiko.

 

Baca Juga: Apa itu Saham: Pengertian, Risiko, dan Cara Membelinya

 

  • Obligasi

 

Obligasi adalah surat hutang yang diterbitkan oleh pihak piutang dan dijual kepada masyarakat. Dengan membeli obligasi, Anda sebenarnya meminjamkan sejumlah dana kepada penerbit obligasi. Salah satu keuntungan utama dari obligasi adalah stabilitasnya. 

 

Nantinya, Anda akan menerima pembayaran bunga berkala serta pengembalian pokok saat obligasi jatuh tempo. Ini membuat obligasi menjadi pilihan yang menarik untuk investasi dengan pendapatan rutin.

 

Baca Juga: Penjelasan Obligasi, Jenis, dan Perbedaan dengan Saham

 

  • Sukuk

 

Sukuk adalah instrumen investasi yang diterbitkan oleh pihak piutang dengan prinsip syariah. Ini sering dianggap sebagai bentuk syariah dari obligasi. Sukuk menawarkan alternatif investasi yang sesuai dengan nilai-nilai syariah, sehingga cocok untuk investor yang memperhatikan aspek kepatuhan syariah dalam investasi mereka.

 

Baca Juga: Apa itu Sukuk: Pengertian, Jenis, dan Cara Membelinya

 

  • Surat Utang Negara (SUN)

 

Surat Utang Negara (SUN) adalah salah satu bentuk investasi jangka pendek yang sangat aman. SUN berbentuk surat pernyataan utang yang diterbitkan oleh pemerintah dan dijual kepada investor. 

 

Keamanan investasi ini terletak pada fakta bahwa dana yang Anda investasikan dikelola langsung oleh negara itu sendiri. Selain itu, SUN juga menawarkan tingkat keuntungan yang menarik, menjadikannya pilihan yang cocok untuk mengamankan kekayaan Anda dalam jangka pendek.

 

Baca Juga: Jenis dan Keuntungan Investasi di Surat Berharga Negara (SBN)

 

  • Fintech Peer to Peer (P2P) Lending

 

Fintech peer to peer (P2P) lending adalah cara bagi investor untuk mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Dalam investasi ini, Anda menanamkan modal Anda pada UMKM dan mendapatkan profit dari hasil keuntungan usaha. 

 

Meskipun laba yang diperoleh secara rutin tiap bulan, tingkat risikonya cukup tinggi karena terkait dengan kinerja UMKM yang dapat berfluktuasi. Namun, penting untuk dicatat bahwa investasi ini telah terdaftar secara resmi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), memberikan rasa percaya diri kepada para investor.

 

  • Emas

 

Emas telah menjadi instrumen investasi yang dikenal sejak lama dan terbukti stabil dalam jangka panjang. Harga emas cenderung naik seiring waktu, terutama ketika ada ketidakstabilan ekonomi atau inflasi. 

 

Selain itu, tingkat likuiditas emas sangat tinggi, memungkinkan Anda untuk dengan mudah membeli atau menjual emas sesuai kebutuhan Anda. Ini menjadikan emas sebagai pilihan investasi yang dapat diandalkan untuk melindungi kekayaan Anda.

 

Baca Juga: Cara Investasi Emas yang Benar untuk Pemula, Dijamin Untung!

 

  • Properti

 

Investasi dalam properti adalah cara yang menarik untuk membangun kekayaan dalam jangka panjang. Harga tanah dan bangunan cenderung naik seiring berjalannya waktu, memberikan potensi keuntungan yang besar. 

 

Meskipun memulai investasi dalam properti memerlukan modal yang signifikan, laba yang dapat diperoleh juga meningkat seiring dengan nilai properti yang terus meningkat.

 

Baca Juga: 7 Cara Jitu Memulai Bisnis Properti Dari Nol, Khusus Pemula

 

  • Logam Mulia Lain

 

Investasi dalam logam mulia, seperti perak dan platinum, adalah pilihan yang cocok untuk para pemula. Logam mulia tahan terhadap korosi dan oksidasi, membuatnya cocok untuk disimpan dalam jangka waktu yang lama sebagai aset pribadi atau perusahaan. 

 

Keuntungan dari investasi logam mulia diperoleh dari harga jual yang lebih tinggi daripada harga beli, dan tingkat keuntungan yang dapat Anda peroleh dapat meningkat seiring waktu.

 

Baca Juga: Sudah Tahu Logam Mulia? Yuk Kenali Jenis dan Contohnya!

 

  • Crowdfunding

 

Di zaman sekarang, Anda bisa menemukan beragam instrumen investasi menarik. Namun, tahukah Anda bahwa investasi di platform securities crowdfunding sangat dianjurkan untuk financial freedom di masa depan?

 

Alasannya, skema crowdfunding atau urun dana menawarkan keuntungan yang menarik, termasuk dividend yield yang lebih besar dibandingkan dengan beberapa instrumen investasi lainnya.

 

Kelebihan skema crowdfunding lainnya adalah diversifikasi portofolio yang lebih mudah. Di sini, Anda dapat berinvestasi dalam berbagai proyek atau bisnis dengan jumlah investasi yang relatif kecil. Ini berarti risiko Anda tersebar dengan baik, sehingga jika satu investasi tidak berhasil, investasi lainnya masih bisa memberikan imbal hasil yang positif.

 

Selain itu, crowdfunding juga memberikan kesempatan untuk berinvestasi dalam bisnis-bisnis yang biasanya sulit diakses oleh investor individu, seperti proyek-proyek properti, startup, atau bisnis kecil yang memiliki potensi pertumbuhan besar. Dengan crowdfunding, Anda dapat menjadi bagian dari pertumbuhan bisnis-bisnis ini dan berpotensi mendapatkan dividend yield yang signifikan.

 

Salah satu platform securities crowdfunding yang sedang naik daun saat ini adalah Bizhare. Bizhare menyediakan layanan investasi dengan jumlah mulai dari Rp1 juta. Secara eksklusif, Bizhare juga menawarkan investasi khusus dengan nilai mulai dari Rp50 juta, tentunya dengan jaminan dividend yield yang lebih besar.

 

Ada banyak keunggulan yang ditawarkan Bizhare, salah satunya adalah kenyamanan dalam berinvestasi dengan jumlah yang sesuai dengan kemampuan Anda. Selain itu, Bizhare telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang memberikan perlindungan tambahan bagi para investor.

 

Baca Lengkap: Panduan Berinvestasi di Bizhare

 

Memilih jenis investasi yang tepat sesuai dengan tujuan keuangan Anda adalah kunci sukses masa depan yang cerah. Diversifikasi portofolio Anda untuk mengurangi risiko, dan selalu lakukan riset sebelum berinvestasi. Dengan memulai investasi sejak dini dan memiliki rencana keuangan yang baik, Anda dapat mencapai keamanan finansial yang Anda impikan.

1192 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
166 Suka