25 November 2022
5 menit baca

Mengerti Bisnis Franchise: Arti, Cara Kerja, dan Keuntungannya!

5 menit baca

 

Apakah Anda ingin memulai usaha dalam waktu dekat? Mungkin Anda bisa memulai dengan bisnis Franchise, terlebih bila Anda sedang dilanda kebingungan ingin bisnis apa, bagaimana cara memulainya, serta tidak tahu cara me-marketingkan bisnis Anda. Bila kondisi tersebut Anda rasakan, berarti Anda berada di tulisan yang tepat, simak artikel ini sampai habis ya!

 

Pengertian Franchise 

Bisnis Franchise adalah bentuk kerja sama usaha antara pemilik merk dagang, produk, atau sistem operasional dengan pihak yang mendapatkan izin untuk pemakaian merek, produk, serta sistem operasional tersebut dalam menjalankan sebuah usaha. Secara terjemahan dari bahasa Inggris ke Indonesia, franchise adalah waralaba. Pihak yang memberi franchise disebut sebagai franchisor dan bertindak sebagai pemberi waralaba, sedangkan orang yang menerima waralaba disebut franchisee.

 

Cara Kerja Bisnis Franchise

Jika tertarik dengan model bisnis franchise, nantinya Anda akan berperan sebagai pemegang franchise setelah membayar royalti dan biaya awal kepada pihak pemilik merek franchise tersebut. Sebagai franchisee, Anda diwajibkan membayar sejumlah biaya seperti biaya awal dan royalti sesuai syarat dan ketentuan dari pemberi waralaba. Keuntungan yang diperoleh sepenuhnya adalah milik Anda tanpa perlu bagi hasil dengan pemilik franchise. Namun, ada juga franchise yang masih mematok sistem bagi hasil kepada pemegang franchise. 

 

Ada dua bentuk bisnis waralaba, pertama pemilik franchise melisensikan atau menjual hal untuk memakai merek dagang tertentu kepada mitra yang akan bergabung. Kedua, franchise dengan format bisnis yakni pemilik franchise akan menyediakan dukungan dan layanan kepada Anda sebagai pemegang franchise. Namun, umumnya, bisnis waralaba justru menggabungkan dua bentuk bisnis tersebut untuk memaksimalkan penjualan produk bagi para mitranya. 

 

Franchise di Berbagai Bidang Usaha 

Apakah Anda tahu bahwa bisnis franchise hadir dari berbagai macam bidang? Sebut saja kuliner, ekspedisi, retail, energi, jasa, hiburan, dan masih banyak lagi. Tentu, setiap bidang usaha memiliki potensi yang berbeda-beda, hal ini akan mempengaruhi biaya franchisenya. Di sisi lain, semakin “besar” sebuah brand, akan semakin mahal juga biaya franchisenya ya!

 

Contoh Franchise Kuliner

Konsep bisnis kuliner adalah menyediakan makanan dan minuman dalam bentuk apa pun. Jika berbicara tentang makanan, Anda setuju bila Ayam menjadi makanan favorit di Indonesia? Sebab kali ini Bizhare ingin memberikan contoh franchise brand kuliner Sabana. Franchise Sabana fried chicken adalah sebuah usaha olahan ayam yang di bangun sejak tahun 2006 lalu dan kini berkembang di banyak lokasi. Harga franchise Sabana diketahui mulai dari sekitar Rp 22 juta hingga Rp 23 juta tergantung lokasi Anda, harga tersebut sudah termasuk Gerobak full stainless, deep fryer, peralatan masak, modal bahan, survey dan biaya training. Harga franchise kuliner Sabana ini bisa dibilang cukup terjangkau mengingat brand ini sudah banyak diketahui orang.

 

Contoh Franchise Retail Minimarket

Pada dasarnya, bisnis retail minimarket adalah bisnis yang melibatkan penjualan barang atau jasa kepada konsumen dalam jumlah satuan atau eceran. Salah satu bisnis market yang banyak diketahui adalah Alfamart. Biaya yang dibutuhkan untuk skema gerai baru Alfamart mulai dari Rp 300 juta – Rp 500 juta. Investasi tersebut mencakup Franchise Fee sebesar 45 juta untuk 5 tahun, instalasi listrik, peralatan gerai dan air conditioner, cash register dan sistem informasi ritel, perijinan gerai, hingga promosi serta persiapan pembukaan gerai.

 

Contoh Franchise Energi Pengisian Bahan Bakar

Anda pasti sudah tahu dong dengan Pertamina? Perusahaan BUMN yang bertugas mengelola penambangan minyak dan gas bumi di Indonesia. Salah satu lini bisnis Pertamina adalah Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU). Mengutip dari berbagai sumber, franchise Pertamina memiliki 2 jenis, yaitu Reguler dan Mini (Pertashop). Biaya tertinggi adalah SPBU reguler (Rp 5 – 8 miliar), lalu selanjutnya adalah SPBU Mini (Rp 250 – 500 juta). 

 

Sebenarnya masih banyak brand di masing-masing industri bisnis, Anda bisa riset bila tertarik terhadap model bisnis ini. Namun, sebelum Anda melangkah lebih jauh, simak pembahasan berikutnya mengenai kelebihan dan kelemahan bisnis Franchise ya!

 

Kelebihan dan Kelemahan Bisnis Franchise

Franchise merupakan salah satu alternatif dan jawaban bagi Anda yang baru ingin memulai sebuah bisnis, yang tidak memiliki waktu untuk “membangun” bisnis, dan bagi Anda yang mau memulai bisnis dengan produk yang dikenal luas oleh masyarakat. 

 

Kelebihan Bisnis Franchise

Bagi franchisor atau pemilik bisnis, franchise merupakan salah satu cara cepat untuk mengembangkan dan memperluas jaringan usaha tanpa perlu pinjaman modal dari lembaga keuangan. Di sisi lain, bisnis franchise juga banyak menghadirkan keuntungan bagi franchisee atau orang yang ingin memiliki usahanya tersebut: 

 

  • Risiko gagal usaha yang bisa diminimalisir karena serupa dengan bisnis pemilik pemegang hak merek;
  • Hemat biaya karena sudah berkaca dari pemilik bisnis sebelumnya;
  • Cepat dapat memulai bisnis dan dapat keuntungan;
  • Tidak perlu repot buat menyiapkan promosi, karena biasanya ;
  • Adanya daya beli kolektif;
  • Memperoleh pengawasan dan konsultasi dari ahli;
  • Adanya sistem keuangan;
  • Dibantu dalam pemilihan lokasi;
  • Ada SOP;
  • Bantuan pemasaran untuk tingkatkan penjualan;
  • Ada standarisasi produk dan sistem.

 

Di balik segala macam keuntungan atau kelebihan tersebut, tentu saja bisnis franchise juga memiliki beberapa kelemahan yang Anda harus tahu dan pertimbangkan juga!

 

Kekurangan dari franchise

Tidak ada bisnis yang seratus persen akan terdiri dari keuntungan saja. Dalam menjalankannya seseorang juga harus melihat faktor resiko dan juga kekurangan dari jenis bisnis yang dijalankan. Untuk Franchise sendiri, Anda perlu menyimak beberapa kekurangannya.

 

Kendali Penuh dari Franchisor

Jadi jika Anda ingin jalankan bisnis sesuai dengan cara Anda, maka tidak cocok, ada sistem pakem dan seragam di dalamnya yang sudah merata pada semua franchisee. Kecil kemungkinan untuk berinovasi dan merubah produk.

 

Supplier Barang atau Bahan Baku Produk Tunggal

Dalam bisnis franchise, Anda tentu akan terikat dengan sebuah perjanjian usaha. Di mana mungkin saja isi dari salah satu perjanjian tersebut mengharuskan Anda memesan bahan baku ke supplier kebutuhan operasional akan disediakan oleh franchisor. Jika Anda ingin mencari supplier dengan bebas, franchise mungkin bukanlah jawaban untuk Anda.

 

Reputasi Bisnis yang Mudah Terpengaruh

Dengan banyaknya mitra di suatu merek dagang, maka reputasi franchise jadi satu kesatuan. Karena brand yang digunakan sama, maka pengaruhnya akan besar. Jadi jika ada masalah dari pihak franchise atau mitra lain maka bisnis Anda juga bisa terpengaruh.

 

Fee Franchisor

Pemilik brand umumnya akan menerapkan sistem fee kepada mitra usahanya, mulai dari pembayaran kemitraan di awal dan membayar biaya lain seperti pelatihan atau dukungan.

 

Nah, itu adalah sejumlah penjelasan mengenai apa itu franchise. Setelah menelaah apa saja yang ada di dalam model bisnis ini, semoga Anda bisa mempertimbangkan langkah selanjutnya untuk memaksimalkan bisnis dan potensi keuangan melalui franchise. Apakah Anda tertarik sama bisnis yang satu ini? Kalau Anda tertarik jangan berhenti di sini ya! 

 

Miliki Bisnis Franchise Secara Terjangkau

Bizhare sebagai Securities Crowdfunding, memungkinkan Anda untuk berinvestasi saham pada outlet bisnis UMKM dan Waralaba/Kemitraan. Nantinya, Anda akan mendapatkan dividen sesuai dengan porsi kepemilikan saham pada bisnis tersebut dan kepemilikan saham berlaku selama bisnis berjalan. 

 

Tapi, ada juga beberapa bisnis yang dapat diperpanjang dengan membayarkan biaya kemitraan, biaya sewa, ataupun renovasi. Hal seperti ini biasanya untuk pendanaan pada bisnis Franchise. Mungkin Anda bertanya-tanya nih, apakah setiap bisnis Franchise yang dibuka akan terkena biaya sewa lahan secara terus-menerus? Tidak juga! Beberapa penerbit ada juga yang kerjasama dengan pemilik tanah (Landlord) untuk membuka suatu bisnis, sehingga tidak perlu lagi membayar sewa atau bahkan termasuk kepemilikan properti nya. 

 

Anda bisa mulai berinvestasi bisnis melalui Bizhare dengan klik link ini!

139 Reads
Author: Bizhare Contributor
7 Suka