01 July 2024
5 menit baca

Perbedaan Reksa Dana dan Saham, Mana yang Lebih Cocok untuk Anda?

5 menit baca

Perbedaan Reksa Dana dan Saham

 

Secara umum, ada dua instrumen investasi yang populer di Indonesia, yakni reksa dana dan saham. Meskipun keduanya menawarkan peluang investasi menarik, ada perbedaan signifikan antara reksa dana dan saham yang harus dipertimbangkan oleh para investor. Berikut ulasan lengkapnya sekaligus panduan untuk memilih instrumen yang paling cocok untuk portofolio investasi Anda.

 

Perbedaan Reksa Dana dan Saham

 

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai perbedaannya, Anda perlu memahami lebih dalam mengenai definisi reksa dana maupun saham.

 

Apa Itu Reksa Dana?

Reksa dana adalah tipe investasi di mana Anda menitipkan uang untuk dikelola oleh pihak ketiga. Pihak ini biasa disebut sebagai manajer investasi, di mana tugas dan wewenangnya mendapat pengawasan penuh dari bank.

 

Sementara itu, menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), reksa dana adalah wadah untuk menghimpun dana masyarakat yang dikelola oleh badan hukum bernama manajer investasi. Nantinya, dana tersebut diinvestasikan ke dalam surat berharga seperti saham, obligasi, dan instrumen pasar uang.

 

Baca Juga: Reksa Dana: Pengertian, Jenis, Keuntungan, dan Risikonya

 

Apa Itu Saham?

Saham adalah surat berharga yang menunjukkan bagian kepemilikan atas suatu perusahaan. Dengan membeli saham, investor menjadi salah satu pemilik perusahaan tersebut dan berhak atas sebagian keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan dalam bentuk dividen. Selain itu, investor juga dapat mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga saham di pasar.

 

Baca Juga: Apa itu Saham: Pengertian, Risiko, dan Cara Membelinya

 

Perbandingan Reksa Dana dan Saham

 

Ada beberapa faktor yang membedakan reksa dana maupun saham. Memahami keduanya akan membantu Anda menentukan mana instrumen yang paling cocok untuk Anda kembangkan.

 

  • Sifat Investasi

Reksa dana adalah investasi kolektif di mana dana dari banyak investor digabungkan dan dikelola oleh manajer investasi profesional. Hal ini memberikan keuntungan diversifikasi karena dana diinvestasikan dalam berbagai aset. Sebaliknya, saham adalah investasi individu di mana investor membeli saham perusahaan tertentu dan secara langsung memiliki bagian dari perusahaan tersebut.

 

  • Risiko dan Potensi Keuntungan

Investasi di reksa dana cenderung memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan dengan saham karena diversifikasi yang dilakukan oleh manajer investasi. Namun, potensi keuntungan juga biasanya lebih rendah dibandingkan dengan saham. Saham memiliki risiko yang lebih tinggi karena harga saham bisa sangat fluktuatif tergantung pada kinerja perusahaan dan kondisi pasar. Namun, jika perusahaan tersebut berkinerja baik, potensi keuntungannya bisa sangat tinggi.

 

Baca Juga: Risiko Investasi: Pengertian dan Cara Meminimalisirnya

 

  • Likuiditas

Reksa dana umumnya lebih likuid dibandingkan saham. Investor bisa menjual unit penyertaan reksa dana mereka kembali ke manajer investasi kapan saja, meskipun ada beberapa reksa dana yang memiliki periode penguncian. Saham juga likuid, tetapi tingkat likuiditasnya tergantung pada volume perdagangan saham tersebut di pasar. Saham dengan volume perdagangan tinggi lebih mudah dijual dibandingkan saham dengan volume perdagangan rendah.

 

Baca Juga: Memahami Likuiditas Investasi dan Cara Menghitungnya

 

  • Pengelolaan Investasi

Pengelolaan investasi di reksa dana dilakukan oleh manajer investasi profesional yang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam mengelola portofolio investasi. Investor tidak perlu aktif mengelola investasinya sehari-hari. Di sisi lain, investasi saham memerlukan keterlibatan aktif dari investor dalam memilih dan mengelola portofolio saham mereka. Investor perlu memantau kinerja perusahaan dan kondisi pasar secara rutin.

 

  • Tujuan Investasi

Tujuan investasi reksa dana adalah untuk memberikan pengembalian yang stabil dan terdiversifikasi bagi investor. Reksa dana cocok untuk investor yang mencari pertumbuhan modal jangka panjang dengan risiko yang lebih rendah. Saham, di sisi lain, lebih cocok untuk investor yang bersedia mengambil risiko lebih tinggi untuk mendapatkan potensi keuntungan yang lebih besar dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

 

Baca Juga: Pentingnya Investasi untuk Membangun Keuangan yang Sehat dan Aman

 

Kelebihan dan Kekurangan Reksa Dana dan Saham

 

Dalam mempertimbangkan investasi antara reksa dana dan saham, penting untuk memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing. Keduanya menawarkan berbagai manfaat dan tantangan yang perlu diperhatikan oleh para investor.

 

Pertama, kita akan membahas terlebih dahulu kelebihan reksa dana, yakni:

 

  • Diversifikasi

Reksa dana memungkinkan investor untuk memiliki portofolio yang terdiversifikasi dengan dana yang relatif kecil. Diversifikasi ini membantu mengurangi risiko karena investasi tersebar di berbagai aset.

 

  • Manajemen Profesional

Investasi di reksa dana dikelola oleh manajer investasi profesional yang memiliki keahlian dan pengetahuan mendalam tentang pasar. Ini memberikan keuntungan bagi investor yang tidak memiliki waktu atau pengetahuan untuk mengelola investasinya sendiri.

 

  • Kemudahan Akses

Reksa dana dapat diakses oleh investor dengan berbagai tingkat pengalaman dan modal. Dengan investasi awal yang rendah, reksa dana menjadi pilihan yang baik untuk pemula.

 

  • Likuiditas

Reksa dana umumnya lebih likuid dibandingkan dengan beberapa jenis investasi lainnya. Investor dapat menjual unit reksa dana mereka kapan saja, meskipun ada beberapa yang memiliki periode penguncian.

 

Selanjutnya, Anda harus memahami lebih dalam mengenai kekurangan reksa dana, yakni: 

 

  • Biaya Pengelolaan

Reksa dana sering kali memiliki biaya pengelolaan dan biaya lainnya yang dapat mengurangi pengembalian investasi. Biaya ini mencakup biaya manajer investasi, biaya administrasi, dan biaya lain yang terkait.

 

  • Kurangnya Kontrol Langsung

Investor tidak memiliki kontrol langsung atas aset yang diinvestasikan dalam reksa dana. Keputusan investasi sepenuhnya di tangan manajer investasi, yang bisa menjadi kelemahan bagi investor yang ingin lebih terlibat.

 

  • Potensi Keuntungan Terbatas

Karena diversifikasi dan manajemen yang konservatif, potensi keuntungan dari reksa dana mungkin lebih terbatas dibandingkan dengan investasi langsung di saham.

 

Baca Juga: Panduan Membuat Perencanaan Keuangan Pribadi, Bisa Untuk Jangka Panjang!

 

Setelah memahami kekurangan dan kelebihan reksa dana, sekarang Anda perlu memahami kelebihan saham, yaitu:

 

  • Potensi Keuntungan Tinggi

Investasi di saham menawarkan potensi keuntungan yang tinggi, terutama jika investor memilih saham dari perusahaan yang berkinerja baik. Kenaikan harga saham dapat menghasilkan keuntungan yang signifikan.

 

  • Kontrol Langsung

Investor memiliki kontrol langsung atas investasi saham mereka. Ini memungkinkan investor untuk membuat keputusan investasi berdasarkan analisis dan strategi mereka sendiri.

 

  • Adanya Dividen

Saham dapat memberikan pendapatan pasif dalam bentuk dividen. Beberapa perusahaan secara rutin membagikan sebagian keuntungan mereka kepada pemegang saham.

 

Sementara itu, ada beberapa kekurangan saham yang harus menjadi perhatian Anda sebelum memutuskan untuk berinvestasi, yakni:

 

  • Risiko Tinggi

Investasi di saham memiliki risiko yang tinggi karena harga saham bisa sangat fluktuatif. Perubahan dalam kinerja perusahaan atau kondisi pasar dapat berdampak besar pada nilai investasi.

 

  • Butuh Jam Terbang Tinggi

Investasi saham memerlukan pengetahuan yang mendalam tentang pasar dan perusahaan. Selain itu, investor perlu meluangkan waktu untuk memantau kinerja saham dan membuat keputusan investasi.

 

  • Volatilitas

Harga saham bisa sangat volatil, yang berarti nilainya dapat naik atau turun secara signifikan dalam waktu singkat. Ini bisa menjadi tantangan bagi investor yang tidak siap menghadapi fluktuasi pasar.

 

Memilih Antara Reksa Dana dan Saham

 

Memilih antara reksa dana dan saham tergantung pada profil risiko, tujuan investasi, dan waktu yang Anda miliki untuk mengelola investasi. Jika Anda mencari investasi dengan risiko lebih rendah dan tidak ingin terlibat aktif dalam pengelolaan, reksa dana mungkin lebih cocok. 

 

Namun, jika Anda bersedia mengambil risiko lebih tinggi untuk potensi keuntungan yang lebih besar dan memiliki waktu serta pengetahuan untuk mengelola investasi, saham bisa menjadi pilihan yang tepat.

 

Kesimpulannya, baik reksa dana maupun saham memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Menentukan mana yang lebih cocok untuk portofolio investasi Anda memerlukan pertimbangan matang terhadap tujuan finansial dan toleransi risiko Anda. 

 

Dengan pemahaman yang baik tentang perbedaan antara kedua instrumen ini, Anda dapat membuat keputusan investasi yang lebih bijaksana dan sesuai dengan kebutuhan Anda.

 

Baca Juga: 7 Tips Memilih Financial Advisor yang Tepat Sesuai Kebutuhan

 

Investasi Crowdfunding lewat Bizhare dan #AmankanMasaDepanMu Sekarang

 

Mengelola investasi dengan bijak menjadi semakin penting di tengah dinamika ekonomi yang makin tidak bisa ditebak. Salah satu cara untuk melindungi diri dari dampak risiko penyusutan nilai ekonomi adalah dengan melakukan investasi yang cerdas, cermat, dan terukur.

 

Apabila Anda menginvestasikan uang pada saham, sukuk, reksa dana, emas, berlian, atau bisnis franchise, Anda akan menghasilkan uang lewat passive income selama 24 jam, bahkan saat tidur sekalipun. 

 

Baca Lengkap: Skema Investasi Bisnis & Pendanaan di Bizhare, Transparan & Aman!

 

Dengan memiliki sumber passive income yang stabil, Anda dapat lebih siap menghadapi ketidakpastian ekonomi, khususnya selama resesi. Masa depan Anda akan terjamin damai, tenang, dan bahagia. 

 

Salah satunya, Anda bisa berinvestasi di aneka jenis platform crowdfunding seperti Bizhare. Bizhare menyediakan layanan investasi dengan jumlah mulai dari Rp10 juta. Secara eksklusif, Bizhare juga menawarkan investasi khusus dengan nilai mulai dari Rp50 juta, tentunya dengan jaminan dividend yield yang lebih besar.

 

Ada banyak keunggulan yang ditawarkan Bizhare, salah satunya adalah kenyamanan dalam berinvestasi dengan jumlah yang sesuai dengan kemampuan Anda. Selain itu, Bizhare telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang memberikan perlindungan tambahan bagi para investor.

 

Baca Lengkap: Panduan Berinvestasi di Bizhare

 

Bersama platform securities crowdfunding pertama Indonesia Bizhare, amankan masa depan Anda dengan kemerdekaan finansial seutuhnya. Jika Anda adalah salah satu orang yang ingin masa depannya cerah, silakan klik button di bawah ini.

 

#AmankanMasaDepanMu Sekarang

96 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
15 Suka