04 December 2023
4 menit baca

Menabung atau Investasi, Mana yang Lebih Penting?

4 menit baca

 

Menabung atau investasi, mana yang harus didahulukan? Perdebatan mengenai kedua opsi tersebut masih berlangsung sengit hingga kini. Padahal, semuanya berkutat pada prioritas dan tujuan yang hendak diambil di masa mendatang. Berikut ulasan selengkapnya.

 

Pengertian Menabung

 

Menabung adalah adalah kegiatan menyisihkan sebagian pendapatan hari ini untuk disimpan. Tujuannya adalah mengantisipasi kebutuhan di masa depan, baik yang terduga maupun tak terduga.

 

Secara teori, menabung hampir selalu digunakan untuk kebutuhan jangka pendek, di mana asetnya bisa dicairkan kapanpun dan di manapun. Dengan demikian, faktor risiko yang muncul akan jauh lebih rendah dibandingkan investasi. 

 

Hanya saja, nilai uang yang tersimpan di dalam tabungan tidak akan bertambah. Hal ini mengingat faktor inflasi yang bisa membuat nilai tabungan menyusut seiring berjalannya waktu. Ini sebabnya, tabungan tidak cocok jika disimpan atau ditujukan dalam jangka panjang.

 

Contoh konkritnya, dana tabungan Anda sebesar Rp1 juta mungkin saja cocok untuk belanja sembako selama 1 bulan. Namun, 10 hingga 20 tahun mendatang, bisa jadi dana tersebut bakal kurang.

 

Alasannya, bila diasumsikan tingkat inflasi atau kenaikan harga barang per tahun rata-rata sebesar 6% dan tingkat bunga acuan 4%, maka nilai Rp1 juta dalam 20 tahun mendatang akan menyusut menjadi Rp 683.203 saja.

 

Pengertian Investasi

 

Investasi adalah aktivitas penanaman uang atau modal (aset berharga) dengan tujuan memperoleh keuntungan. Aset yang biasa dibeli contohnya saham, obligasi, reksadana, hingga properti.

 

Konsepnya adalah orang tersebut bersedia untuk mengalokasikan uang atau sumber daya berharganya saat ini, lalu menahannya hingga waktu yang ditentukan. Harapannya, nilai aset tersebut akan bertambah di masa mendatang.

 

Hal inilah yang membedakan investasi dengan kegiatan menabung. Investasi sangat cocok dilakukan untuk kebutuhan jangka panjang di atas 5 tahun. Contohnya, jika Anda hendak merencanakan biaya pendidikan anak, maka Anda bisa menginvestasikannya lewat berbagai macam aset yang menguntungkan.

 

Hanya saja, investasi tidak sefluid tabungan. Instrumen investasi membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama untuk dicairkan. Itu sebabnya, jika Anda hendak berinvestasi, pastikan tujuannya bukan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek. 

 

Jenis Investasi dan Menabung

 

Baik kegiatan investasi maupun menabung memiliki jenisnya masing-masing. Berikut jenis investasi yang populer di Indonesia.

 

Deposito

Deposito adalah produk investasi dari perbankan dengan tingkat pengembalian lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan, yakni sekitar 5-6% per tahunnya. Semakin banyak uang yang diinvestasikan, biasanya bunga depositonya semakin tinggi. Hanya saja, deposito ini tidak bisa diambil sewaktu-waktu layaknya tabungan. 

 

Baca Juga: Investasi Bisnis atau Deposito?

 

Emas

Emas adalah bentuk investasi jangka panjang. Sama halnya dengan deposito, risikonya rendah dan memiliki nilai yang cenderung stabil, bahkan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Investasi emas bisa dilakukan secara offline dalam bentuk batangan ataupun secara online lewat aplikasi-aplikasi investasi.

 

Baca Juga: Mengenal Jenis-jenis Investasi Jangka Panjang dan Tips Memulainya

 

Properti

Investasi properti tergolong sebagai investasi jangka panjang. Jika Anda hendak mendapatkan return yang tinggi, Anda memang harus menahannya dalam waktu yang cukup lama. Lokasi yang strategis dan fasilitas yang lengkap akan membuat harganya melambung dari waktu ke waktu.

 

Baca Juga: Keuntungan Investasi di Bisnis Properti

 

Saham

Saham adalah salah satu bentuk investasi yang potensial namun memiliki risiko tinggi. Keuntungannya saat membeli saham, Anda bisa memiliki sebagian kepemilikan perusahaan, tergantung besaran saham yang dibeli. Investasi ini cocok untuk kebutuhan jangka panjang, mengingat returnnya baru terlihat cuan dalam jangka waktu lama.

 

Baca Juga: Cara Kerja Investasi Saham dalam Memberikan Keuntungan untuk Investor

 

Reksadana

Reksadana adalah sebuah instrumen investasi di mana dana dari beberapa investor dikumpulkan menjadi satu, lalu disalurkan ke berbagai instrumen yang ada di pasar modal. Faktor risiko yang ada tergantung dari reksadana yang dipilih.

 

Baca Juga: Reksadana: Pengertian, Jenis, Keuntungan, dan Risikonya

 

Sementara itu, jenis tabungan yang populer di Indonesia masih berkutat pada metode konvensional, namun ada juga yang peruntukannya untuk kebutuhan jangka panjang. Berikut ulasan lengkapnya.

 

Tabungan Konvensional

Tabungan ini merupakan jenis tabungan yang paling umum di masyarakat. Anda akan mendapat beberapa fasilitas seperti buku tabungan, kartu debit, serta mendapat layanan banking secara offline atau online. Bunganya rendah, karena tujuan dari tabungan konvensional adalah untuk menyimpan uang, bukan untuk investasi, kira-kira 0-2% saja.

 

Tabungan Berjangka

Tabungan berjangka sangat cocok bagi Anda yang hendak menabung dalam waktu cukup lama. Hal ini dikarenakan bunganya yang relatif tinggi, yaitu sekitar 3-7% per tahun. Hanya saja, sama seperti deposito, tabungan jenis ini hanya bisa diambil pada waktu tertentu saja.

 

Tabungan Mata Uang Asing

Sering disebut tabungan valas atau valuta asing, tabungan ini memberikan keuntungan yang lebih besar karena nilai dari konversi mata uang asing biasanya lebih tinggi jika dibandingkan dengan Rupiah. Mata uang yang digunakan seperti Dollar, Euro, Poundsterling, dan sebagainya.

 

Tabungan Giro

Tabungan giro sering disebut sebagai tabungan bisnis karena biasanya digunakan untuk kebutuhan transaksi bisnis, mulai dari transfer ke beberapa rekening hingga transaksi menggunakan cek dan bilyet.

 

Tabungan Haji

Jenis tabungan yang satu ini digunakan untuk Anda yang memiliki rencana untuk pergi berhaji dalam beberapa tahun ke depan. Ketika kita sudah mencapai nominal tertentu, dana ini bisa dicairkan dan digunakan untuk biaya keberangkatan pergi berhaji.

 

 Keuntungan Investasi dan Menabung

 

Baik kegiatan investasi maupun menabung memiliki keuntungannya masing-masing. Tentu saja, hal ini harus disesuaikan dengan kebutuhan Anda selaku pelaku untuk memilih mana yang terbaik dan sesuai dengan profil risiko.

 

Berikut adalah beberapa keuntungan menabung di bank:

 

  • Mendapatkan manfaat bunga bank biarpun tidak terlalu besar.
  • Keamanan uang lebih terjamin.
  • Dipermudah dengan adanya ATM, jadi mudah melakukan transaksi uang kapanpun.
  • Risiko yang sangat kecil.
  • Dilindungi oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan).

 

Sementara itu, berikut keuntungan investasi :

 

  • Pertumbuhan atau penambahan nilai aset lebih cepat.
  • Dana lebih aman karena diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
  • Dana dikelola oleh pihak profesional atau badan/lembaga resmi yang memiliki legalitas yang jelas.
  • Dapat melawan inflasi.
  • Dapat memenuhi kebutuhan di masa depan karena nilainya yang selalu bertambah tiap tahun.

 

Apakah Investasi Jauh Lebih Penting Dibandingkan Menabung?

 

Secara singkat, investasi dikatakan jauh lebih penting dibandingkan dengan menabung. Hal ini didasarkan oleh beberapa faktor besar. Salah satunya, investasi lebih menjanjikan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan menabung biasa.

 

Memang tabungan memiliki risiko yang lebih kecil daripada investasi. Tetapi, imbal hasilnya justru lebih kecil daripada nilai awal. Hal ini tak lepas dari faktor inflasi yang bisa menyusutkan aset maupun nilai mata uang.

 

Berbeda dengan investasi, di mana meskipun risikonya cukup besar, namun imbal hasil yang didapat cenderung tinggi, apalagi jika Anda menginvestasikan dana pada aset-aset berharga untuk jangka panjang.

 

Akhir kata, meskipun investasi dan menabung sama-sama penting, namun Anda harus bisa membedakan prioritas dan tujuan akhirnya. Jika Anda memang ingin menyimpan uang untuk jangka pendek, Anda bisa memilih opsi menabung. 

 

Sebaliknya, jika Anda memilih untuk menyimpan uang dengan harapan nilainya akan naik dalam jangka panjang, pilihlah investasi. Semoga Teman Bizharian bisa semakin bijak dalam memilih strategi keuangan demi kesejahteraan di masa mendatang.

1420 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
315 Suka