04 February 2023
4 menit baca

5 Langkah Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak, Dari TK sampai Kuliah!

4 menit baca

 

Mempersiapkan dana pendidikan anak menjadi PR bagi orang tua. Apalagi, pendidikan merupakan gerbang awal untuk menuju kesuksesan. Itu sebabnya, dibutuhkan strategi dan trik yang matang agar dana bisa didapat sedini mungkin. Harapannya, tidak ada lagi kesulitan atau kekurangan biaya saat anak-anak memulai pendidikannya.

 

Pengertian Dana Pendidikan

 

Dana pendidikan adalah seluruh pengeluaran baik berupa barang maupun uang yang digunakan untuk menunjang proses pembelajaran di sekolah. Terminologi ini juga berlaku bagi orang-orang yang hendak menempuh pendidikan lanjut hingga strata magister atau doktoral.

 

Sedangkan pengelolaan dana pendidikan adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengevaluasian dana untuk kegiatan-kegiatan pendidikan. Dalam konteks ini, dana pendidikan direncanakan dan dilaksanakan oleh orang tua untuk menyekolahkan anak setinggi-tingginya.

 

Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Mempersiapkan Dana Pendidikan

 

Ada banyak alasan mengapa orangtua harus mempersiapkan dana pendidikan anak sedini mungkin. Beberapa di antaranya seperti biaya pendidikan yang terus mengalami kenaikan, ketidakpastian ekonomi di masa mendatang, hingga ketidakmampuan orang tua secara fisik di masa mendatang.

 

Tentu saja, persiapan dana pendidikan ini harus sejalan dengan perencanaan keuangan jangka panjang yang telah Anda buat sebelumnya. Dengan demikian, Anda tak perlu merasa panik dan cemas di masa depan.

 

Berikut strategi mempersiapkan dana pendidikan yang bisa Anda dilakukan. 

 

Tentukan Sekolah yang Diinginkan

Masih banyak orang tua yang tidak melakukan survei terhadap institusi pendidikan yang akan dipilih. Padahal, langkah ini wajib dilakukan pertama kali saat hendak menyekolahkan anak-anak.

 

Dengan menentukan sekolah yang diinginkan, orang tua dapat memberikan gambaran yang jelas terhadap kualitas institusi pendidikan serta biaya yang dibutuhkan untuk perencanaan keuangan ke depan.

 

Untuk itu, orang tua sangat dianjurkan melakukan survei ke sejumlah sekolah lebih awal. Tujuannya agar orang tua bisa menemukan pembanding sekolah yang sesuai dengan prinsip keluarga dan gambaran keuangan, entah itu negeri, swasta, boarding school, maupun internasional. 

 

Buat Perencanaan Biaya

Setelah menentukan pilihan institusi pendidikan, saatnya mulai menghitung estimasi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan. Rinciannya terdiri dari biaya pendidikan bulanan, uang gedung, hingga kebutuhan harian anak.

 

Perlu diingat, cara pembayaran sekolah pada jenjang pendidikan TK hingga sekolah menengah atas (SMA) dan perguruan tinggi memiliki perbedaan. Misalnya, uang sekolah di jenjang TK sampai SMA bisa dibayar bulanan, tetapi biaya pendidikan kuliah harus dibayar per semester atau enam bulan. Bahkan, ada pula yang tahunan.

 

Biasanya, setiap sekolah sudah menyediakan informasi tuition fee secara rinci dan lengkap. Fee tersebut terdiri dari uang pangkal, biaya pendaftaran, biaya kegiatan tahunan, hingga SPP per bulan.

 

Jika Anda memang tidak mampu membayar seluruh tuition fee, Anda bisa mengajukan keringanan kepada pihak sekolah. Biasanya, institusi terkait akan memberikan potongan atau bahkan bebas bayar, loh.

 

Baca Juga: Panduan Membuat Perencanaan Keuangan Pribadi, Bisa Untuk Jangka Panjang!

 

Hitung Inflasi yang Muncul

Inflasi berdampak pada seluruh sektor perekonomian, tak terkecuali biaya pendidikan anak. Oleh karena itu, sebelum mendapat perkiraan biaya masuk sekolah, pastikan Anda sudah memasukkan inflasi ke dalam perhitungan.

 

Asumsikan saja inflasi saat ini berada di angka 3-4%, artinya ada kemungkinan bahwa inflasi biaya pendidikan berada di atas angka tersebut. Maka, Anda bisa memasukkan 5-10% untuk kenaikan biaya pendidikan di tahun ini.

 

Contohnya, seorang anak berusia 1 tahun akan masuk SD lima tahun lagi. Anggap saja uang pangkal untuk masuk SD saat ini adalah Rp20.000.000. Maka, yang perlu dilakukan adalah menambah jumlah tersebut dengan angka inflasi dengan rumus sebagai berikut:

 

Uang pangkal sekolah tujuan tahun ini + (Rentang waktu x nilai inflasi tiap tahun) =

Rp10.000.000 + (5 x (10% x 10.000.000)) =

Rp10.000.000 + (5 x Rp 1.000.000) =

Rp10.000.000 + Rp 5.000.000 = Rp15.000.000

 

Dari hitung-hitungan di atas bisa disimpulkan bahwa dalam 5 tahun, orang tua harus mengumpulkan uang hingga Rp15.000.000. Target ini bisa disiasati dengan menabung per bulannya sebesar Rp250.000 selama 60 bulan/5 tahun.

 

Pilih Instrumen Investasi yang Tepat

Mahalnya pendidikan anak dari tahun ke tahun bisa disiasati dengan wawasan mengenai investasi. Betul, Anda bisa memasukkan dana pendidikan tersebut ke dalam berbagai jenis instrumen investasi. Contohnya yang paling sering dipakai adalah deposito.

 

Secara garis besar, deposito tidak jauh berbeda dengan tabungan biasa. Bedanya, bunga deposito tinggi (4-6% per tahun) dan tidak dapat diambil sewaktu-waktu. Penarikannya pun hanya bisa dilakukan dalam jangka waktu tertentu, yakni satu, tiga, enam, hingga 12 bulan tergantung perjanjian.

 

Deposito juga memiliki risiko investasi yang lebih rendah sehingga Anda tidak perlu khawatir akan mengalami kerugian. Jangan lupa saat membuka rekening deposito ke bank, Anda minta kepada petugas untuk memilih program auto roll over. Lewat program ini, bunga akan ditambahkan secara otomatis ke saldo deposito tiap bulan.

 

Evaluasi Keuangan

Setelah melakukan perencanaan dana pendidikan dari awal sampai akhir, Anda perlu melakukan evaluasi keuangan. Apakah sudah tetap sasaran? Apakah sudah sesuai dengan yang dianggarkan setiap bulan?

 

Sebagai informasi, biaya pendidikan akan meningkat setiap tahunnya. Tak tanggung, kenaikannya bisa mencapai 10-15% per tahun. Selain itu, standar pendidikan setiap sekolah juga bisa memengaruhi iuran dan uang pangkalnya.

 

Sangat disarankan untuk memperhitungkan seluruh alokasi pengeluaran sebaik-baiknya. Tujuannya agar Anda masih bisa menabung untuk hal lain dan neraca keuangan keluarga tetap seimbang.

 

Dari semua informasi yang diberikan di atas, bisa disimpulkan bahwa menyiapkan dana pendidikan anak sangatlah penting. Hal ini tak lepas dari biaya sekolah yang akan terus naik karena adanya inflasi. Jadi tunggu apalagi, segera rencanakan dana pendidikan anak sedini mungkin!

1923 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
585 Suka