13 October 2022
4 menit baca

Investasi Bisnis atau Deposito?

4 menit baca

 

Belakangan ini, beberapa investor kami yang baru bergabung, banyak yang menanyakan, apakah bedanya investasi di bisnis dengan Deposito?

 

Secara mendasar, jenis aset kelasnya sudah berbeda antara Aset kelas Bisnis dengan Paper Asset, dimana deposito merupakan paper asset. Tentu memiliki karakteristik yang berbeda.

 

Deposito

 

 

Deposito memang instrumen investasi yang cukup umum di kalangan masyarakat Indonesia, bentuknya berupa simpanan berjangka dengan bunga tetap per tahunnya, sesuai dengan kontrak di awal pembukaan. Biasanya ada jangka waktunya seperti 6 bulan, 1 tahun dan kalau kita ambil sebelum jatuh tempo, bunganya bisa tidak dibayarkan secara utuh atau hilang sama sekali.

 

Biasanya deposito sangat berpengaruh terhadap suku bunga bank BI, dan sebagai salah satu cara mengontrol inflasi. Misalkan, ketika pemerintah mau mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat, biasanya Suku bunga Bank Indonesia akan ditingkatkan, dengan demikian akan meningkatkan Bunga deposito secara umum, untuk memicu banyak masyarakat yang memasukkan uangnya ke Deposito.

 

Baca juga: Kenali Resiko Berinvestasi sebelum Memulai Investasi

 

Bisnis model dari perbankan sendiri adalah memberikan bunga deposito yang lebih kecil daripada jumlah pinjaman kredit kepada masyarakat, sehingga bank bisa mendapatkan selisih bunga tersebut sebagai pemasukkan.

 

Jika secara nasional, sudah terlalu banyak uang yang tersimpan di bank, dan perlu untuk menyalurkan uang lebih banyak ke masyarakat, Maka Suku bunga Bank Indonesia akan diturunkan, dengan begitu, semakin banyak orang yang memutuskan menarik uangnya dari deposito, atau meminjam uang lebih banyak, karena mendapatkan bunga dengan rate lebih murah dari biasa, dengan begitu, semakin banyak uang beredar di masyarakat.

 

Lalu apa hubungannya dengan kita investasi?

 

Kelebihan anda berinvestasi di deposito adalah Bunga nya yang tetap/fix serta ada jaminan dari LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) pada nominal tertentu, sehingga uang anda bisa relatif sangat aman, dibandingkan dengan instrumen lainnya, termasuk Bisnis dan saham. Apalagi kalau di deposito ada fitur Automatic Roll Over, yaitu bunga yang anda dapat, bisa digulung kembali, sehingga bisa terus meningkat dari tahun ke tahun.

 

Yang perlu anda perhatikan disini, apakah bunga deposito ini lebih tinggi daripada inflasi di negara tersebut? Ya, inflasi merupakan penurunan nilai mata uang di sebuah negara. Nah, kalau misalkan inflasi terjadi sebesar 7%, sedangkan deposito anda per tahun mendapat bunga 5%, sebenarnya secara umum, nilai uang anda bukannya bertambah, malahan berkurang 2% setiap tahunnya. Darimana kita ketahui tentang nilai inflasi ini?

 

Sebaiknya anda bukan hanya cek dari inflasi yang diumumkan pemerintah. Lebih bagus lagi, anda bisa cek secara detail di setiap kebutuhan pengeluaran anda dari tahun ke tahun, misalkan sektor pendidikan. Berapa % kenaikan SPP sekolah anak anda atau anda sendiri (jika masih kuliah/sekolah), kenaikan itu bisa menggambarkan inflasi secara umum juga.

 

Bisnis

 

 

Bisnis ini merupakan jenis aset kelas yang berbeda dengan Deposito. Kalau deposito termasuk paper asset, yang berfokus pada capital gain jangka panjang, yang dimana anda akan mendapatkan keuntungan, setelah deposito itu dicairkan.

 

Kalau bisnis ini sebuah kendaraan yang menghasilkan cash flow bulanan untuk anda dari performa bisnisnya. Misalkan ketika anda berinvestasi ke bisnis retail, laundry, F&B, otomotif atau apapun, selama bisnis tersebut berjalan, anda akan mendapatkan income dari bisnis tersebut terus menerus ke rekening anda. Walaupun, secara umum, anda bisa sebagai pengelola langsung dan menjadi karyawan untuk bisnis anda sendiri (Self Employee), ataupun hanya invest saja dan dapat profit dari bisnis tersebut, tanpa harus terlibat di operasional (Business Owner).

 

Baca juga: Tips Investasi untuk Pemula Supaya Tidak Salah Langkah

 

Nah, investasi bisnis disini sebenarnya lebih ke kategori ke 2 yaitu anda sebagai business owner yang ketika ditinggal pun, bisnisnya tetap menghasilkan income untuk anda. Tentu Returnnya berbeda-beda tiap bisnis, misalkan Retail 20-25%/tahun, F&B bisa 30-40%/ Tahun.

 

Anda bisa cek bisnis-bisnis yang bisa anda invest juga di Bizhare Disana kami membantu banyak teman-teman investor seperti anda untuk menjadi investor dan business owner, bekerjasama dengan yang terbaik di bidangnya untuk pengelolaan bisnisnya dan tentunya anda tidak lagi perlu mengeluarkan uang ratusan juta, hingga miliaran untuk satu bisnis, karena bisa joinan bersama teman-teman yang lainnya.

 

Kembali ke aset bisnisnya sendiri, bisnis memiliki banyak jenis industrinya, dan return yang berbeda-beda, tapi secara umum, returnnya tentunya lebih tinggi daripada deposito dan profit yang anda terima secara berkala tiap bulannya dapat diakui sebagai pemasukkan anda tiap bulannya di mata bank. Dengan begitu menambah kapasitas anda sebagai nasabah, jika kedepannya anda mau mengajukan untuk KPR atau kredit lainnya.

 

Karena itulah, karakteristik aset bisnis ini merupakan kendaraan yang tepat jika anda ingin menghasilkan pasif income untuk anda. Walaupun tentunya, anda perlu pelajari dulu segala macam resikonya dan tetap melakukan diversifikasi ke berbagai aset kelas yang lain seperti komoditi, paper asset, properti juga.

 

Seperti yang sudah kita ketahui bersama. Investasi merupakan salah satu cara kita mencapai kebebasan finansial. Bayangkan saja, jika anda tidak melakukan investasi dan hanya bekerja untuk mendapatkan uang dan memenuhi kebutuhan hidup saja setiap bulannya, apa yang terjadi ketika anda sudah pensiun atau tidak bekerja lagi.

 

Padahal anda masih dengar, cerita dari anggota keluarga anda yang masih memerlukan uang, untuk kebutuhan hidup atau hal lain sebagainya. Itu alasannya mengapa beberapa investor seperti anda, rasakan sangat beruntung jika bisa memulai investasi sejak dini, sehingga bisa mempersiapkan untuk masa depan anda. Mudahnya ketika anda ingin meraih kebebasan finansial, kita harus membuat Pasif income kita lebih besar dari pengeluaran kita, sehingga bisa bebas secara finansial, tanpa kita harus bekerja sekalipun. Biarkan uang yang bekerja untuk kita.

 

Sebenarnya goal kita untuk berinvestasi tentu bisa berbeda-beda. Sebelum anda memutuskan instrumen mana yang tepat untuk anda, kita perlu tentukan dulu apa golnya.

 

Banyak orang diluar sana, ketika ditanya, kenapa mau berinvestasi, mereka menjawab : “Mau mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya?”. Tentu itu kurang spesifik. Tapi, karena anda sudah baca artikel ini, bergabung di komunitas investor kami dan menjadi investor yang lebih terbuka, anda jadi tau kalau Kita perlu menentukan standar dulu, misalkan return 20-25% atau 30-40%, atau anda lebih memilih investasi ke yang returnnya biasa saja, tapi lebih rendah resikonya. Jadi kalau ada instrumen seperti itu, anda sudah tau apa yang harus anda lakukan.

 

Lalu, apakah anda sudah ketahui, anda ingin investasi ke deposito atau bisnis? Tentu hanya hati anda yang bisa menjawabnya.

100 Reads
Author: Bizhare Editor
22 Suka