13 March 2024
5 menit baca

Investasi Syariah: Cara Mendapat Keuntungan dengan Halal

5 menit baca

 

Saat ini, banyak orang mencari cara untuk menabung dan menginvestasikan uang mereka tanpa melanggar prinsip-prinsip syariah. Tenang saja, sudah ada solusinya yakni investasi syariah. Tidak hanya menghindari riba, tetapi juga mengikuti prinsip-prinsip etis dan moral Islam dalam bisnis. Berikut ulasan selengkapnya!

 

Apa itu Investasi Syariah?

 

Investasi syariah adalah investasi yang dilakukan dengan memperhatikan prinsip-prinsip syariah Islam. Prinsip-prinsip ini mencakup larangan untuk berinvestasi dalam bisnis yang terkait dengan alkohol, tembakau, perjudian, dan industri hiburan yang tidak islami. 

 

Selain itu, investasi syariah juga harus sesuai dengan prinsip-prinsip keuangan Islam, seperti larangan riba dan gharar (ketidakpastian). Dengan demikian, investasi ini terjamin halal dan sesuai dengan etis dan moral Islam. 

 

Itu sebabnya, dalam pelaksanaannya, prinsip hukum syariah dan seluruh operasional investasi syariah secara sah dinaungi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN).

 

Mengenai peraturan investasi syariah, sekurang-kurangnya ada 29 fatwa yang dikeluarkan oleh MUI dengan nama fatwa DSN MUI. fatwa ini menjadi rujukan utama ketika ingin mengembangkan pasar modal syariah Indonesia. Beberapa contoh fatwa DSN-MUI yang jadi dasar pengembangan investasi syariah antara lain:

 

  • Fatwa DSN-MUI Nomor 20/DSN-MUI/IV/2001 tentang Pedoman Pelaksanaan Investasi Untuk Reksa dana Syariah.
  • Fatwa DSN-MUI Nomor 40/DSN-MUI/X/2003 tentang Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal.
  • Fatwa DSN-MUI Nomor 80/DSN-MUI/III/2011 tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Reguler Bursa Efek.

 

Ciri-ciri Investasi Syariah

 

Dengan memperhatikan ciri-ciri investasi syariah di bawah ini, investor dapat memilih jenis investasi yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam dan membantu mengembangkan kekayaan secara halal dan berkah.

 

  1. Investasi harus dilakukan pada bisnis-bisnis yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah Islam, seperti bisnis yang bergerak di bidang makanan, pakaian, teknologi, dan sebagainya.
  2. Investasi harus dilakukan dengan cara yang jelas dan transparan, sehingga investor mengetahui bagaimana investasi tersebut dikelola dan keuntungan yang diperoleh.
  3. Keuntungan yang diperoleh harus dibagi secara adil antara investor dan pengelola investasi, sesuai dengan prinsip syariah Islam. Sistem ini biasa disebut sebagai skema bagi hasil.
  4. Tidak ada unsur riba dalam investasi, seperti bunga atau pengembalian uang yang tidak wajar.
  5. Investasi harus dilakukan dengan cara yang tidak merugikan masyarakat atau lingkungan. Sebagai contoh, investasi pada bisnis yang merusak lingkungan atau merugikan masyarakat tidak sesuai dengan prinsip syariah Islam.

 

Jenis atau Produk Investasi Syariah

 

Investasi syariah menjadi pilihan banyak investor karena mengutamakan prinsip-prinsip Islam dalam melakukan investasi. Ada beberapa jenis atau produk investasi syariah yang dapat dipilih. Berikut ulasan selengkapnya!

 

  • Saham Syariah

Saham syariah adalah saham yang memenuhi kriteria syariah dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam. Kriteria syariah dalam saham antara lain tidak terlibat dalam kegiatan haram seperti perjudian, minuman keras, dan lain sebagainya. 

 

Saham syariah dipilih karena dapat memberikan potensi keuntungan yang tinggi, namun tetap mengutamakan prinsip-prinsip syariah dalam berinvestasi. Dengan demikian, Anda tetap bisa berinvestasi secara halal dan berkah.

 

  • Obligasi Syariah atau Sukuk

Obligasi syariah atau sukuk adalah surat berharga yang diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah dengan memenuhi prinsip-prinsip syariah. Obligasi syariah atau sukuk dapat memberikan imbal hasil yang stabil dan aman karena didukung oleh aset yang nyata. 

 

Selain itu, obligasi syariah atau sukuk juga memiliki tingkat risiko yang lebih rendah dibandingkan dengan saham syariah. Untuk info selengkapnya, silakan baca artikel mengenai sukuk di bawah ini.

 

Baca Juga: Apa itu Sukuk: Pengertian, Jenis, dan Cara Membelinya

 

  • Reksadana Syariah

 

Reksadana syariah adalah jenis investasi yang dikelola oleh manajer investasi dengan prinsip-prinsip syariah. Reksadana syariah investasinya terdiversifikasi di beberapa instrumen investasi seperti saham syariah, obligasi syariah atau sukuk, dan instrumen investasi syariah lainnya. 

 

Reksadana syariah cocok bagi investor yang ingin berinvestasi secara syariah namun tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang pasar saham atau obligasi syariah. Dengan demikian, investasi ini sangat cocok bagi pemula.

 

Baca Juga: Akad Sukuk, Pentingnya Memahami Kontrak Investasi Islami

 

Resiko Investasi Syariah

 

Meskipun dianggap lebih aman, investasi syariah juga memiliki risiko yang perlu diperhatikan. Berikut ulasan selengkapnya!

 

  • Risiko Pasar

Risiko pasar adalah resiko yang muncul akibat fluktuasi harga pasar. Meskipun investasi syariah tidak terikat dengan saham dan pasar sekuler, investasi syariah tetap terpengaruh oleh fluktuasi harga pada pasar investasi Islam.

 

  • Risiko Bisnis

Risiko bisnis muncul akibat kinerja perusahaan yang buruk, seperti kerugian atau kebangkrutan. Investasi syariah juga memiliki risiko bisnis yang sama seperti investasi konvensional, terutama jika terkait dengan sektor bisnis yang tidak stabil atau terkena krisis.

 

  • Risiko Pengambilan Keputusan

Resiko pengambilan keputusan terjadi ketika seseorang membuat keputusan investasi yang buruk. Misalnya, jika seseorang tidak melakukan pengecekan yang cukup sebelum berinvestasi, maka dia bisa saja berinvestasi pada perusahaan yang memiliki kinerja buruk atau sedang mengalami krisis.

 

Bizhare sendiri sudah membuat mitigasi risiko sukuk yang terjamin aman dan transparan. Anda bisa membacanya pada artikel di bawah ini.

 

Baca Juga: Risiko Investasi Sukuk dan Cara Mitigasinya

 

Cara Berinvestasi Syariah yang Aman dan Menguntungkan

 

Setelah mengetahui beberapa risikonya, berikut adalah beberapa cara berinvestasi syariah yang aman dan menguntungkan. Tujuannya, selain berkah, investasi yang Anda lakukan tetap mampu mendulang keuntungan maksimal.

 

  • Memilih Perusahaan Terpercaya

Pilihlah perusahaan investasi syariah yang terpercaya dan memiliki reputasi baik. Pastikan bahwa perusahaan tersebut tidak terlibat dalam bisnis haram atau riba, dan memiliki izin resmi dari otoritas regulasi yang berwenang.

 

Salah satu contoh platform investasi yang juga menyediakan instrumen obligasi syariah atau sukuk adalah Bizhare. Tercatat, sudah ada puluhan bisnis yang menerbitkan sukuk di platform ini. Daftarnya bisa dilihat di sini.

 

  • Diversifikasi Portofolio

Diversifikasi portofolio adalah cara untuk meminimalkan resiko investasi. Dalam berinvestasi syariah, pilihlah beberapa jenis investasi syariah yang berbeda agar tidak terlalu tergantung pada satu jenis investasi saja.

 

Baca Juga: Pentingnya Diversifikasi Investasi untuk Keberhasilan Finansial Anda

 

  • Pahami Prospek Bisnis

Sebelum berinvestasi, pelajari terlebih dahulu prospek bisnis dari perusahaan yang ingin diinvestasikan. Pastikan bahwa perusahaan tersebut memiliki prospek bisnis yang baik dan memiliki keunggulan kompetitif yang dapat membedakan dengan perusahaan sejenisnya.

 

  • Cek Kinerja Perusahaan

Pastikan bahwa perusahaan yang akan diinvestasikan memiliki kinerja yang baik, seperti pertumbuhan laba yang stabil dan prospek yang baik ke depannya. Hal ini dapat diketahui melalui laporan keuangan perusahaan, analisis pasar, dan riset sebelumnya.

 

  • Pilih Jenis Investasi yang Sesuai

Investasi syariah memiliki banyak jenis, seperti saham syariah, obligasi syariah, reksa dana syariah, dan lain-lain. Pilihlah jenis investasi yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi Anda.

 

  • Berinvestasi Jangka Panjang

Berinvestasi jangka panjang dapat membantu meminimalkan resiko investasi. Investasi syariah juga tidak berbeda, Anda dapat mempertahankan investasi Anda dalam jangka waktu yang lama untuk mendapatkan keuntungan yang lebih maksimal.

 

  • Berinvestasi melalui Wakaf

Anda juga dapat berinvestasi melalui wakaf. Wakaf adalah investasi yang diberikan ke lembaga amil zakat atau lembaga sosial Islam yang memiliki program wakaf. Dalam wakaf, Anda dapat memberikan harta benda seperti tanah atau bangunan sebagai bentuk investasi jangka panjang.

 

  • Investasi Sukuk di Securities Crowdfunding Bizhare

Salah satu platform yang sudah terpercaya dalam investasi sukuk adalah Bizhare. Sejak berdiri tahun 2018, puluhan proyek investasi sukuk sudah berhasil dijalankan dengan sempurna. Hal ini yang menjadikan Bizhare pilihan tepat bagi Anda yang ingin berinvestasi halal. Daftar bisnisnya bisa Anda lihat di tautan ini.

 

Berinvestasi syariah memang dianggap lebih aman dan menguntungkan. Namun, investasi ini juga memiliki beberapa risiko yang patut diperhatikan dengan seksama. 

 

Pastikan untuk memilih perusahaan investasi syariah yang terpercaya dan memiliki reputasi baik, serta melakukan diversifikasi portofolio dan memahami prospek bisnis dari perusahaan yang ingin diinvestasikan.

 

1318 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
262 Suka