11 January 2024
3 menit baca

Strategi Diversifikasi Portofolio Investasi untuk Keberhasilan Finansial Anda

3 menit baca

 

Diversifikasi investasi merupakan strategi untuk mengalokasikan dana Anda ke beberapa jenis instrumen yang berbeda. Tujuannya untuk mengurangi risiko dan meningkatkan potensi keuntungan.

 

Apa Itu Diversifikasi Investasi?

 

Diversifikasi investasi adalah tindakan menyebarkan dana di berbagai portofolio aset untuk mengurangi risiko. Mudahnya, Anda bisa menginvestasikan uang Anda di beberapa produk investasi yang berbeda, contohnya pada reksadana, saham, dan obligasi.

 

Tujuan diversifikasi sendiri adalah mengurangi risiko investasi dengan menghindari ketergantungan pada satu instrumen investasi atau sektor tertentu secara berlebihan. 

 

Dengan adanya diversifikasi investasi, kerugian pada satu aset dapat diimbangi oleh keuntungan pada aset lainnya, sehingga mengurangi risiko secara keseluruhan dalam portofolio investasi.

 

Baca Juga: 5 Keuntungan yang Didapatkan Dari Investasi Saham

 

Jenis-Jenis Diversifikasi Investasi

 

Ada beberapa jenis instrumen investasi yang dapat di-diversifikasi. Berikut contoh dan penjelasan singkat yang bisa Anda pahami.

 

  • Saham: Instrumen investasi yang memberikan potensi keuntungan besar, namun memiliki risiko yang tinggi.
  • Obligasi: Instrumen investasi yang memberikan penghasilan tetap dan risiko yang lebih rendah dari saham.
  • Sukuk: Instrumen investasi yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan memiliki risiko rendah.
  • Reksadana: Instrumen investasi yang mengumpulkan dana dari investor dan menginvestasikannya ke beberapa jenis instrumen.
  • Emas: Instrumen investasi yang paling stabil dan dapat menjadi pelindung portofolio saat terjadi ketidakstabilan ekonomi atau politik.
  • Properti: Instrumen investasi yang memberikan penghasilan dari sewa dan peningkatan harga properti.

 

Bagaimana Cara Kerja Diversifikasi Investasi?

 

Diversifikasi dalam investasi bekerja dengan membagi dana investasi ke dalam berbagai jenis aset atau instrumen portofolio. Seperti yang Anda tahu, aset-aset tersebut memiliki risiko dan potensi keuntungan yang berbeda. 

 

Dengan mendiversifikasi portofolio investasi, investor dapat mengurangi risiko investasi karena kerugian pada satu jenis aset atau instrumen. Di satu sisi, kerugian tersebut dapat diimbangi oleh keuntungan pada jenis aset atau instrumen lainnya.

 

Contohnya, jika seorang investor hanya menginvestasikan dana mereka dalam satu saham, maka risiko investasinya sangat tergantung pada kinerja saham tersebut. Jika saham tersebut mengalami penurunan nilai, maka nilai investasi juga akan ikut turun.

 

Lain halnya jika investor melakukan diversifikasi dengan mengalokasikan dana mereka ke beberapa saham atau jenis aset investasi lainnya seperti obligasi atau emas. Nantinya, risiko saham dapat diimbangi dengan keuntungan saham dan obligasi yang lebih stabil.

 

Perlu diperhatikan bahwa diversifikasi investasi tidak sepenuhnya menghilangkan risiko investasi, melainkan menguranginya secara keseluruhan dalam portofolio.

 

Tips Melakukan Diversifikasi Investasi yang Efektif

 

Sangat penting bagi Anda untuk mengetahui strategi terbaik dalam mengurangi risiko dan meningkatkan potensi keuntungan dalam investasi. Berikut adalah beberapa tips untuk melakukan diversifikasi investasi yang efektif.

 

1. Kenali Profil Risiko Investasi

Tips melakukan diversifikasi investasi pertama adalah mengenal profil risiko yang Anda punya. Sering kali, investor mengharapkan imbal hasil yang tinggi, tetapi tidak bisa menoleransi risiko yang tinggi juga. Padahal, prinsip dasar dari investasi adalah “high risk, high return”.

 

Dengan mengenal profil risiko, harapannya Anda bisa lebih mengenal mengenai seberapa besar risiko yang bisa ditanggung. Tak hanya itu, Anda bisa lebih punya wawasan mengenai aset apa saja yang hendak diambil sesuai dengan tingkatan risikonya.

 

Baca Juga: Risiko Investasi: Pengertian dan Cara Meminimalisirnya

 

2. Lakukan Riset tentang Aset Investasi 

Sebelum melakukan investasi, pastikan untuk melakukan riset terlebih dahulu. Pelajari tentang jenis investasi yang ingin Anda lakukan, lengkap dengan risiko dan potensi keuntungan yang akan didapat. Dengan memahami instrumen investasi secara lebih mendalam, Anda akan dapat membuat keputusan investasi yang lebih baik.

 

Nantinya, alokasikan dana Anda secara proporsional dan sesuai dengan profil risiko Anda. Jangan mengambil terlalu banyak risiko jika merasa tidak nyaman dengan risiko yang tinggi. 

 

Baca Juga: Mengenal Instrumen Investasi, Jangka Waktu, Hingga Jenis-Jenisnya

 

3. Sesuaikan dengan Tujuan dan Jangka Waktu Investasi

Diversifikasi investasi juga harus disesuaikan dengan tujuan dan jangka waktu yang telah direncanakan. Misalnya, jangka waktu Anda berinvestasi untuk mencapai tujuan keuangan masih cukup panjang. 

 

Selain itu, Anda adalah seorang risk taker yang mengharapkan imbal hasil tinggi. Maka, Anda bisa memperbanyak porsi aset di produk reksadana saham. Meskipun begitu, jangan lupa untuk mempersiapkan dana darurat pada aset berisiko rendah agar mudah dicairkan.

 

4. Jangan Terlalu Bergantung Pada Satu Aset

Hindari menempatkan semua dana investasi dalam satu jenis aset. Sebaliknya, alokasikan dana Anda ke berbagai jenis investasi seperti saham, obligasi, reksadana, properti, atau bahkan emas.

 

Selain itu, pastikan bahwa aset yang Anda pilih memiliki korelasi yang rendah atau negatif. Artinya, ketika satu jenis investasi mengalami penurunan, jenis investasi lainnya tetap stabil atau bahkan naik. Ini akan membantu mengurangi risiko dan meningkatkan potensi keuntungan Anda.

 

5. Pantau Investasi Anda secara Berkala 

Terakhir, pantau instrumen investasi Anda secara berkala. Lakukan evaluasi setiap beberapa bulan atau setidaknya setahun sekali untuk melihat kinerja portofolio investasi Anda. Jika diperlukan, ubah alokasi investasi untuk memastikan bahwa investasi Anda tetap sesuai dengan tujuan investasi dan profil risiko awal.

 

Demikianlah ulasan mengenai apa itu diversifikasi investasi. Semoga Teman Bizharian semakin paham mengapa diversifikasi sangat penting, jenis-jenis instrumen investasi yang dapat di-diversifikasi, serta tips-tips untuk melakukan diversifikasi yang efektif. Akhir kata, selamat berinvestasi!

1758 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
285 Suka