05 June 2023
4 menit baca

Pengertian Rasio Solvabilitas, Jenis, Rumus, dan Cara Menghitungnya

4 menit baca

rasio solvabilitas

 

Ketika berinvestasi pada suatu perusahaan, penting untuk mengetahui apakah bisnis tersebut memiliki kemampuan untuk mengelola risiko keuangan. Salah satu ukuran untuk mengukur kemampuan tersebut adalah dengan menggunakan rasio solvabilitas

 

Pengertian Rasio Solvabilitas

 

Rasio solvabilitas adalah ukuran kemampuan suatu perusahaan untuk membayar utang-utangnya dalam jangka panjang, baik melalui sumber daya internal maupun eksternal. Rasio ini mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mengelola risiko keuangan dan memenuhi kewajiban keuangan jangka panjangnya. 

 

Dalam istilah yang lebih sederhana, rasio solvabilitas mengukur apakah perusahaan memiliki aset yang cukup untuk membayar utangnya jika perusahaan tersebut berhenti beroperasi atau bangkrut. Rasio ini juga menunjukkan bagaimana tingkat kesehatan keuangan dari perusahaan terkait.

 

Baca Juga: 7 Faktor Penyebab Kegagalan Usaha, Calon Pengusaha Wajib Tahu!

 

Jenis-Jenis Rasio Solvabilitas dan Cara Perhitungannya

 

Terdapat beberapa jenis rasio solvabilitas, di mana masing-masing memiliki pendekatan dan perhitungannya sendiri. Berikut ulasan lengkapnya!

 

  • Debt to Equity Ratio (Rasio Utang Terhadap Ekuitas)

Rasio solvabilitas yang pertama adalah debt to equity ratio atau rasio utang terhadap ekuitas. Rasio ini mengukur seberapa besar jumlah utang perusahaan dibandingkan dengan ekuitas atau modal yang dimiliki oleh perusahaan.

 

Selain itu, rasio utang terhadap ekuitas digunakan untuk mengevaluasi kemampuan perusahaan untuk membayar utang dengan modal yang mereka miliki. 

 

Semakin rendah rasio utang terhadap ekuitas, semakin sedikit jumlah utang yang dimiliki perusahaan dibandingkan dengan modal mereka, sehingga semakin baik kondisi keuangan perusahaan.

 

Rumus debt to equity ratio dihitung dengan pembagian total utang dengan total modal yang dimiliki oleh perusahaan.

 

  • Debt Ratio (Rasio Utang)

Total debt to assets ratio atau bisa disebut juga sebagai rasio utang berguna untuk menunjukkan sejauh mana kemampuan total aset (total aktiva) dalam menutupi utang yang dimiliki oleh perusahaan. Apabila angka rasio semakin kecil, maka semakin baik (solvable) serta disukai oleh kreditor dan investor.

 

Rumus total debt to assets ratio dihitung dengan perbandingan total utang dengan total aset yang dimiliki perusahaan.

 

  • Times Interest Earned Ratio

 

Times interest earned ratio mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar bunga atas utang jangka panjangnya. Rasio ini mengukur seberapa besar laba operasional perusahaan yang tersedia untuk membayar bunga. 

 

Rumus times interest earned ratio dihitung menggunakan rumus yang membandingkan laba sebelum bayar pajak dan bunga dengan besar bunga yang harus mereka bayarkan.

 

Baca Juga: Ekspansi Bisnis: Pengertian, Tujuan, dan Strateginya

 

Rumus dan Cara Menghitung Rasio Solvabilitas

 

Setelah memahami penjelasan mengenai jenis rasio solvabilitas, kini Anda harus menguasai rumus-rumus untuk menghitungnya. Berikut penjelasan selengkapnya!

 

  • Rasio Total Utang terhadap Total Modal (Debt-to-Equity Ratio)

Rumus rasio solvabilitas debt to equity ratio dihitung menggunakan rumus sebagai berikut:

 

Debt-to-Equity Ratio = Total Utang / Modal x 100%

 

  • Rasio Total Utang terhadap Total Asset (Debt Ratio)

Rumus rasio solvabilitas jenis debt ratio dihitung menggunakan rumus berikut:

 

Debt Ratio = Total Utang / Total Aset x 100%

 

  • Time Interest-Earned Ratio

Time interest-earned ratio dihitung menggunakan rumus rasio solvabilitas sebagai berikut:

 

Debt to Equity Ratio = Total Utang / Modal x 100%

 

Perbedaan Solvabilitas, Likuiditas, & Viabilitas

 

Secara garis besar, solvabilitas adalah perbandingan jumlah hutang perusahaan dengan aktiva-aktiva yang dimilikinya sendiri. Likuiditas merupakan perbandingan berapa banyak aset lancar/kas milik perusahaan dibanding aset tak lancarnya. Sementara itu, viabilitas adalah rasio antara solvabilitas dan likuiditas.

 

Nah, sebuah perusahaan dinyatakan sehat apabila likuiditasnya minimal setara dengan solvabilitasnya. Jika solvabilitas lebih tinggi daripada likuiditas, kondisi finansial perusahaan tersebut sedang tidak sehat. Alhasil, mereka harus melakukan restrukturisasi neraca atau strategi keuangan lainnya.

 

Manfaat dan Pentingnya Rasio Solvabilitas

 

Saat Anda mengetahui rasio solvabilitas sebuah perusahaan, Anda bisa mengukur kemampuan bisnis tersebut dalam memenuhi kewajiban finansial jangka panjangnya. Berikut manfaat dan pentingnya rasio solvabilitas!

 

  • Menunjukkan Kemampuan Perusahaan untuk Membayar Utang

Rasio solvabilitas membantu menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar hutangnya dalam jangka panjang. Ini sangat penting bagi kreditor, investor, dan pihak lain yang mempertimbangkan untuk memberikan pinjaman atau berinvestasi di perusahaan tersebut.

 

  • Membantu Perusahaan dalam Pengambilan Keputusan Keuangan

Rasio solvabilitas juga membantu manajemen perusahaan dalam membuat keputusan keuangan yang lebih baik. Dengan memantau rasio solvabilitas secara teratur, manajemen dapat memperkirakan risiko keuangan dan memutuskan apakah perusahaan perlu mencari sumber pembiayaan tambahan atau tidak.

 

  • Memberikan Informasi tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan

Rasio solvabilitas adalah salah satu cara untuk mengukur kesehatan keuangan perusahaan. Jika rasio solvabilitas perusahaan terlalu rendah, ini menunjukkan bahwa perusahaan mungkin menghadapi kesulitan keuangan dan tidak mampu membayar hutangnya. Sebaliknya, jika rasio solvabilitas perusahaan terlalu tinggi, ini mungkin menunjukkan bahwa perusahaan tidak memanfaatkan dana yang tersedia secara efisien.

 

  • Mengurangi Risiko Kredit

Bagi kreditor, rasio solvabilitas sangat penting karena dapat membantu mengurangi risiko kredit. Dengan mengevaluasi rasio solvabilitas perusahaan, kreditor dapat menentukan apakah perusahaan layak untuk diberikan pinjaman atau tidak. Jika rasio solvabilitas perusahaan terlalu rendah, kreditor mungkin memutuskan untuk menolak permintaan pinjaman.

 

  • Memperkuat Reputasi Perusahaan

Dalam jangka panjang, rasio solvabilitas yang baik dapat membantu memperkuat reputasi perusahaan. Perusahaan yang mampu membayar hutangnya dengan lancar dan memiliki rasio solvabilitas yang baik dianggap sebagai perusahaan yang sehat dan dapat diandalkan.

 

Baca Juga: Skema Investasi Bisnis & Pendanaan di Bizhare, Aman & Transparan!

 

Demikian penjelasan Bizhare tentang rasio solvabilitas. Semoga setelah membaca artikel ini, Teman Bizharian jadi semakin berhati-hati dalam memilih perusahaan yang tepat untuk berinvestasi.

25937 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
581 Suka