04 July 2024
4 menit baca

Pengajuan Kartu Kredit Anda Ditolak? Ini 7 Alasannya!

4 menit baca

Pengajuan Kartu Kredit Anda Ditolak

 

Pengajuan kartu kredit yang ditolak bisa menjadi pengalaman yang mengecewakan. Meskipun Anda mungkin merasa telah memenuhi semua persyaratan, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan penolakan tersebut. Artikel ini akan membahas berbagai alasan mengapa pengajuan kartu kredit Anda bisa ditolak dan memberikan solusi untuk mengatasinya.

 

  • Skor Kredit yang Rendah

 

Skor kredit mencerminkan riwayat kredit Anda, termasuk pembayaran tagihan tepat waktu, jumlah utang yang dimiliki, dan riwayat kredit lainnya. Jika Anda memiliki skor kredit yang rendah, penerbit kartu kredit mungkin menganggap Anda sebagai calon peminjam yang berisiko tinggi. Untuk meningkatkan skor kredit, pastikan Anda membayar tagihan tepat waktu, menjaga saldo kartu kredit tetap rendah, dan menghindari pembukaan akun kredit baru yang tidak perlu.

 

Baca Juga: 12 Tips Menggunakan Kartu Kredit dengan Bijak dan Cermat

 

  • Penghasilan yang Tidak Memadai

 

Jika penghasilan Anda tidak memenuhi persyaratan minimum yang ditetapkan oleh penerbit kartu kredit, aplikasi Anda mungkin akan ditolak. Untuk mengatasi hal ini, pastikan Anda hanya mengajukan kartu kredit yang sesuai dengan tingkat penghasilan Anda. Selain itu, pertimbangkan untuk meningkatkan penghasilan Anda sebelum mengajukan kartu kredit baru.

 

  • Riwayat Kredit yang Terbatas

 

Penerbit kartu kredit biasanya ingin melihat bukti bahwa Anda dapat mengelola kredit dengan baik. Jika Anda baru memulai perjalanan kredit Anda atau belum memiliki riwayat kredit yang cukup, pertimbangkan untuk membuka rekening kredit pemula atau kartu kredit yang dirancang untuk pemula. Selain itu, membayar tagihan utilitas dan sewa tepat waktu juga dapat membantu membangun riwayat kredit Anda.

 

Baca Juga: Cara Menaikkan Limit Kartu Kredit Paling Cepat, Auto Approved!

 

  • Rasio Utang Terhadap Penghasilan yang Tinggi

 

Penerbit kartu kredit menggunakan rasio utang terhadap penghasilan untuk menilai kemampuan Anda dalam mengelola utang tambahan. Jika rasio ini terlalu tinggi, Anda dianggap memiliki risiko gagal bayar yang tinggi. Untuk menurunkan rasio ini, fokuslah pada pelunasan utang yang ada dan hindari mengambil utang baru sebelum mengajukan kartu kredit.

 

  • Informasi Pribadi yang Tidak Akurat

 

Penerbit kartu kredit mengandalkan informasi yang Anda berikan untuk memverifikasi identitas dan menilai kelayakan kredit Anda. Kesalahan dalam informasi seperti alamat, nomor telepon, atau nomor identifikasi dapat menyebabkan penolakan. Pastikan Anda mengisi formulir aplikasi dengan benar dan memverifikasi semua informasi sebelum mengajukannya.

 

Baca Juga: Cara Pemutihan BI Checking di SLIK, Biar Mudah Urus Kredit!

 

  • Terlalu Banyak Aplikasi Kredit Baru

 

Setiap kali Anda mengajukan kredit baru, penyelidikan keras (hard inquiry) akan muncul di laporan kredit Anda. Terlalu banyak penyelidikan keras dalam waktu singkat dapat menurunkan skor kredit Anda dan memberi kesan bahwa Anda sangat membutuhkan kredit. Cobalah untuk membatasi jumlah aplikasi kredit dan hanya mengajukan ketika benar-benar diperlukan.

 

  • Status Pekerjaan yang Tidak Stabil

 

Jika Anda sering berganti pekerjaan atau memiliki riwayat pekerjaan yang tidak stabil, penerbit kartu kredit mungkin merasa ragu untuk menyetujui aplikasi Anda. Untuk meningkatkan peluang Anda, pertahankan pekerjaan yang stabil dan tunjukkan bahwa Anda memiliki sumber pendapatan yang konsisten.

 

Baca Juga: 10 Keuntungan Pakai Kartu Kredit di Luar Negeri, Lebih Hemat!

 

Bagaimana Cara Mengatasi Penolakan Pengajuan Kartu Kredit?

 

Setelah mengetahui alasan-alasan umum penolakan kartu kredit, penting untuk mengambil langkah-langkah perbaikan agar pengajuan Anda berikutnya berhasil.

 

  1. Perbaiki Skor Kredit Anda: Lakukan pembayaran tepat waktu, lunasi utang yang ada, dan hindari pembukaan akun kredit baru yang tidak perlu.
  2. Tingkatkan Penghasilan Anda: Cari sumber pendapatan tambahan atau pertimbangkan kenaikan gaji sebelum mengajukan kartu kredit baru.
  3. Bangun Riwayat Kredit: Mulailah dengan kartu kredit pemula atau secured credit card untuk membangun riwayat kredit Anda.
  4. Kurangi Rasio Utang terhadap Penghasilan: Fokuslah pada pelunasan utang yang ada sebelum mengajukan kredit baru.
  5. Periksa Informasi Pribadi: Pastikan semua informasi dalam aplikasi Anda akurat dan terbaru.
  6. Batasi Aplikasi Kredit: Ajukan kartu kredit hanya ketika benar-benar diperlukan untuk menghindari terlalu banyak penyelidikan keras.
  7. Pertahankan Pekerjaan yang Stabil: Tunjukkan bahwa Anda memiliki sumber pendapatan yang konsisten dan stabil.

 

Baca Juga: 10 Bank dengan Suku Bunga Tertinggi di 2024

 

Awas Investasi Bodong! Investasi #TransparanBikinAman Hanya di Bizhare

 

Seiring makin banyaknya kasus investasi bodong di Indonesia, Bizhare, platform securities crowdfunding nomor 1 di Indonesia berkomitmen untuk menjunjung asas transparansi dan keamanan secara end-to-end.

 

Melalui Bizhare, Anda dapat berinvestasi dalam aneka bisnis franchise dengan lebih percaya diri. Dukungan dari Bizhare dalam menerapkan tips-tips aman bertransaksi online, seperti menggunakan sistem pembayaran yang terverifikasi dan memeriksa track record bisnis, berhasil memberikan kepastian bahwa investasi Anda dilakukan sesuai dengan prosedur yang benar dan dijamin terhindar dari risiko penipuan.

 

Secara rutin, Bizhare juga melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap bisnis-bisnis tersebut secara berkala. Laporan keuangan tiap bisnis juga selalu diterbitkan tiap bulan agar bisa dipantau oleh para investor.

 

Hal ini merupakan komitmen Bizhare agar para investor, baik lama maupun baru, bisa terus berinvestasi di Bizhare, karena seperti slogan andalannya, #TransparanBikinAman.

 

Baca Lengkap: Skema Investasi Bisnis & Pendanaan di Bizhare, Transparan & Aman!

 

Tak heran, berkat konsistensi Bizhare dalam menjunjung transparansi dan keamanan berinvestasi, Bizhare berhasil mendapatkan izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor SK: 38/D.04/2021 sebagai Penyelenggara Securities Crowdfunding. Artinya, Bizhare beroperasi sesuai dengan standar dan regulasi yang ketat.

 

Bizhare juga sudah mendapatkan Sertifikasi ISO/IEC 27001:2013 dari Société Générale de Surveillance (SGS), auditor independen yang terdaftar resmi di Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Dengan demikian, Bizhare memastikan bahwa data investor aman dan tidak akan bocor. 

 

Untuk informasi lebih lengkap mengenai #TransparanBikinAman, silakan tekan button di bawah ini.

 

#TransparanBikinAman Sekarang

71 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
23 Suka