16 February 2024
5 menit baca

Money Market: Pengertian, Fungsi, dan Manfaat

5 menit baca

 

Pasti Ada pernah bertanya-tanya, apa itu money market atau pasar uang? Kehadiran tempat ini sangat vital dalam menunjang lancarnya transaksi finansial. Di sinilah, pembeli dan korporasi bisa bertemu untuk melakukan aktivitas jual-beli sekuritas keuangan.

 

Pengertian Money Market

 

Money market adalah pasar yang menyediakan sarana pengalokasikan pinjaman dana jangka pendek. Di sini, instrumen finansial dengan likuiditas yang tinggi dan jangka waktu jatuh tempo yang relatif singkat diperdagangkan. 

 

Durasi peminjaman sendiri biasanya di bawah 1 tahun saja. Jika lebih dari setahun, pinjaman tersebut akan digolongkan sebagai pasar utang. Transaksi pasar uang sendiri bisa dilakukan secara langsung atau melalui broker. 

 

Sementara itu, dilansir Bank Indonesia, money market adalah bagian dari sistem keuangan yang berhubungan dengan kegiatan perdagangan, pinjam-meminjam, atau pendanaan berjangka pendek sampai dengan 1 (satu) tahun dalam mata uang rupiah dan valuta asing, yang berperan dalam transmisi kebijakan moneter, pencapaian stabilitas sistem keuangan, dan kelancaran sistem pembayaran.

 

Dari sini bisa disimpulkan bahwa money market adalah tempat perdagangan instrumen oleh pemilik modal kepada peminjam modal dengan jangka pendek. Instrumen yang dijual di sini mampu dikonversi menjadi uang tunai dengan cepat dan dengan biaya relatif rendah. 

 

Tak hanya itu, return atau tingkat keuntungan yang ditawarkan oleh produk money market biasanya lebih rendah. Alasannya karena memiliki risiko harga rendah akibat rentan waktu yang singkat. Tak heran, produk tersebut masih menjadi primadona di masa kini.

 

Baca Juga: Mengenal Instrumen Investasi, Jangka Waktu, Hingga Jenis-Jenisnya

 

Perbedaan Money Market dan Capital Market

 

Sekilas, baik money market dan capital market sama-sama menjadi sarana bagi para investor untuk melakukan investasi. Namun, keduanya memiliki perbedaan karakteristik dari segi jangka waktu, instrumen yang diperjualbelikan, tempat penjualan, maupun tujuan para penjual dan pembelinya. 

 

Untuk informasi lebih jelas dan lengkap, berikut adalah perbedaan money market dan capital market.

 

Instrumen yang Diperjualbelikan

Pada capital market, instrumen yang diperjualbelikan adalah surat-surat berharga jangka panjang. Dananya pun bersifat permanen dan semi permanen. Sementara itu, instrumen yang diperjualbelikan pada money market berada dalam kurun waktu jangka pendek yang tidak lebih dari satu tahun, serta merupakan likuiditas primer.

 

Tempat Transaksi

Capital market memiliki suatu tempat transaksi yang disebut dengan bursa efek. Sedangkan tempat transaksi money market bersifat abstrak. Artinya, seluruh kegiatan pembelian dan penjualan tidak dilakukan di pasar tertentu.

 

Struktur Organisasi

Karena memiliki tempat transaksi khusus, maka struktur organisasi capital market lebih terorganisir. Apalagi dalam pelaksanaannya, market ini diatur dan diawasi oleh otoritas pasar modal. Sebaliknya, money market tidak dapat terorganisasi karena tempatnya abstrak.

 

Tujuan Penjual atau Pemilik Modal

Money market ditujukan untuk memenuhi kebutuhan modal jangka pendek seperti modal kerja. Sedangkan capital market lebih bertujuan sebagai instrumen investasi atau untuk ekspansi perusahaan. 

 

Jika seorang investor membeli surat-surat berharga di pasar uang, maka dia mencari keuntungan semata. Sementara itu, jika seorang investor membeli aset di capital market, ia bisa menguasai perusahaan dan meraup lebih banyak keuntungan sekaligus.

 

Jenis Money Market

 

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di money market, Anda harus mengetahui terlebih dahulu jenis-jenis instrumen yang terdapat di pasar uang Indonesia. Berikut daftar lengkapnya.

 

Sertifikat Bank Indonesia

Instrumen money market pertama yang bisa Anda lirik adalah Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Produk ini diterbitkan oleh Bank Indonesia dengan jangka waktu antara 1-3 bulan menggunakan sistem diskonto, di mana imbal hasil yang akan didapatkan berupa bunga. 

 

Jika Anda membeli jenis pasar uang ini, Anda tidak hanya akan mendapatkan keuntungan saja, namun juga membantu pemerintah dalam melaksanakan kebijakan moneter. Tujuannya agar nilai mata uang Rupiah tetap stabil. Penyebabnya, penjualan SBI mampu menurunkan peredaran uang.

 

Sertifikat Deposito

Sertifikat deposito merupakan surat berharga yang diterbitkan oleh bank dan dapat dipindahtangankan. Instrumen pasar uang yang satu ini mudah diperjualbelikan dan dicairkan karena merupakan surat atas tunjuk.

 

Surat Berharga Pasar Uang (SBPU)

Surat Berharga Pasar Uang atau SBPU adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh bank sebagai surat pelunasan utang atas persetujuan nasabah. Instrumen pasar uang yang satu ini juga yang dapat diperjualbelikan di pasar uang.

 

Call Money

Call money memiliki fungsi untuk pengalihan sementara kelebihan uang jangka pendek dari bank. Karena bersifat jangka pendek, jatuh tempo pada call money sangatlah singkat, hanya sampai tujuh hari saja.

 

Commercial Paper

Commercial paper adalah produk pasar uang yang merupakan perdagangan inventaris atau biaya pengelolaan modal kerja dalam jangka waktu pendek. Instrumen yang satu ini sering dimanfaatkan oleh pengusaha untuk mendapatkan tambahan modal dalam pasar uang. 

 

Treasury Bills

Treasury bills atau T-Bills adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah dan dibuka untuk masyarakat luas dalam jangka waktu pendek. Kerap kali, instrumen ini disebut sebagai surat obligasi pemerintah.

 

Instrumen Pasar Uang Syariah 

Instrumen pasar uang yang satu ini dikhususkan bagi pihak perbankan yang menerapkan sistem syariah. Beberapa contohnya seperti Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS), Repurchase Agreement (Repo) SBSN, Repurchase Agreement (Repo) SBIS, Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), Instrumen Pasar Uang Antarbank Syariah (PUAS), dan surat berharga pasar uang lainnya.

 

Banker’s Acceptance

Banker’s Acceptance adalah produk pasar uang sebagai solusi atas permasalahan kegagalan pembayaran dari perdagangan luar negeri, contohnya ekspor maupun impor. Bentuknya berupa wesel berjangka dilegalkan dengan cap accepted.

 

Fungsi Money Market

 

Money market atau pasar uang memiliki beberapa fungsi yang erat kaitannya dalam pelaksanaan kebijakan moneter Bank Indonesia. Berikut ulasan lengkapnya!

 

Fungsi Likuiditas

Money market berfungsi sebagai instrumen finansial dengan likuiditas yang tinggi. Hal ini dimanfaatkan oleh pengusaha untuk memperoleh modal jangka pendek yang berasal dari perputaran pinjam-meminjam dan jual-beli.

 

Nantinya, modal tersebut akan dimanfaatkan untuk kelangsungan usaha atau biaya modal kerja. Hal ini sejalan dengan harapan Bank Indonesia agar pasar uang di Indonesia bisa menjadi alternatif sumber pendanaan.

 

Fungsi Kebijakan

Bank Indonesia menganggap money market sebagai instrumen yang efisien, likuid, dan mampu memberikan fleksibilitas bagi pelaku pasar dalam rangka pengelolaan dana.

 

Untuk menjaga perekonomian secara makro, produk surat berharga pemerintah atau yang diterbitkan oleh bank sentral seperti Sertifikat Bank Indonesia dapat berfungsi dengan baik, khususnya sebagai alat kontrol likuiditas dan stabilitas nilai tukar mata uang.

 

Fungsi Informasi

Fungsi money market selanjutnya adalah sebagai sarana informasi mengenai perkembangan pasar itu sendiri, serta menjadi gambaran mengenai kondisi atau prospek ekonomi domestik dan luar negeri. 

 

Keberadaan pasar uang menunjang aktivitas para pelaku pasar uang seperti perbankan, perusahaan, pemerintah, hingga otoritas terkait seperti Bank Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan.

 

Akumulasi Kekayaan

Ketika seseorang meminjamkan kekayaan atau menjualnya dalam pasar uang, surat berharga jangka pendek yang diterbitkan pemerintah dapat mendukung pelaksanaan pembangunan negara. 

 

Jika dikumpulkan, aset-aset tersebut dapat diakumulasikan dan dapat bekerja sebagai imbal hasil keuntungan dari aktivitas investasi. Tentu saja, jumlahnya sangat bergantung pada produk-produk yang dipilih, contohnya deposito, SBI, dan sebagainya.

 

Apakah Benar Money Market merupakan Investasi yang Baik?

 

Iya, money market atau pasar uang merupakan investasi yang baik jika Anda memang mengincar imbal hasil jangka pendek (kurang dari setahun). Namun jika Anda lebih menginginkan keuntungan jangka panjang, money market bukan pilihan yang tepat.

 

Jika Anda tertarik untuk melakukan investasi jangka panjang, Anda bisa berinvestasi melalui skema securities crowdfunding. Di sini, Anda bisa menyalurkan dana ke bisnis potensial lewat sistem urun dana bersama masyarakat luas. Salah satu platform terpercaya dan legal untuk melakukan investasi jenis ini adalah Bizhare.

 

Baca Juga: Panduan Berinvestasi di Bizhare

 

Dari sini bisa disimpulkan bahwa money market merupakan sarana transaksi instrumen investasi antara investor dengan pembeli dengan jangka waktu yang pendek, yakni kurang dari 1 tahun.

 

Semoga lewat artikel di atas, Teman Bizharian jadi lebih memahami lebih banyak mengenai money market dan instrumen-instrumennya. Tentu saja sebelum memutuskan berinvestasi di sini, Anda harus menyesuaikannya dengan profil risiko yang Anda miliki. Selamat mencoba!

5060 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
623 Suka