26 October 2023
4 menit baca

Literasi Keuangan: Pengertian, Manfaat, dan Penerapannya

4 menit baca

literasi keuangan

 

Di tengah dinamika keuangan global yang semakin kompleks, literasi keuangan adalah aset berharga yang tidak bisa diabaikan. Kemampuan untuk memahami dan mengelola keuangan pribadi telah menjadi faktor penting dalam mencapai stabilitas ekonomi dan kemerdekaan finansial. Berikut ulasan lengkap mengenai apa itu literasi keuangan, manfaat, hingga penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

Pengertian Literasi Keuangan

 

Literasi keuangan adalah pengetahuan dan keterampilan individu terhadap berbagai konsep keuangan, seperti pengelolaan uang, investasi, tabungan, utang, perencanaan keuangan, dan lain sebagainya.

 

Memiliki pengetahuan dalam hal literasi keuangan akan membantu individu untuk menjaga stabilitas keuangannya sendiri. Tidak hanya itu, literasi keuangan masyarakat menjadi salah satu indikator bahwa perekonomian suatu negara terhitung maju.

 

Dikutip dari laman milik Otoritas Jasa Keuangan (OJK), literasi keuangan merupakan keterampilan penting dalam rangka pemberdayaan masyarakat, kesejahteraan individu, perlindungan konsumen, dan peningkatan inklusi keuangan. 

 

Dengan literasi keuangan yang baik, seseorang dapat membuat keputusan keuangan yang lebih bijak, mengelola risiko keuangan dengan lebih baik, dan mencapai tujuan keuangan pribadi mereka.

 

Sayangnya, indeks literasi keuangan Indonesia berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2019, menunjukkan angka sebesar 38,03%. Angka ini tergolong rendah, yang menunjukkan masyarakat Indonesia secara umum belum paham mengenai produk dan layanan jasa keuangan oleh lembaga keuangan negara. 

 

Baca Juga: Budgeting: Tips dan Trik Mengelola Uang dengan Baik

 

Tingkat Literasi Keuangan

 

OJK pernah melakukan survei literasi keuangan dan membagi tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia ke dalam empat tingkatan literasi keuangan.

 

  • Well Literate

Well literate adalah tingkatan yang memiliki pengetahuan dan keyakinan mengenai lembaga jasa keuangan. Tingkat ini memahami apa saja produk jasa keuangan, fitur-fiturnya, hingga manfaat, risiko, hak, dan kewajiban terkait produk dan jasa keuangan. Pemahaman yang baik membuat mereka mampu memanfaatkan produk tersebut dengan maksimal.

 

  • Sufficient Literate

Tingkatan ini merupakan sebagian masyarakat yang memiliki pengetahuan dan keyakinan terkait jasa keuangan serta produknya dan sudah mengenal terkait produk, manfaat, risiko, hingga hak dan kewajiban terkait produk jasa keuangan.

 

  • Less Literate

Pengetahuan masyarakat pada tingkatan ini hanya sampai pada pengetahuan terkait lembaga jasa keuangan beserta produk dan layanannya.

 

  • Not Literate

Tingkatan paling akhir adalah not literate atau tidak memiliki pengetahuan dan keyakinan yang baik terhadap lembaga jasa keuangan serta produk-produknya.

 

Literasi Keuangan dan Inklusi Keuangan

 

Literasi keuangan berkaitan erat dengan inklusi keuangan sehingga perlu adanya kesinambungan antara dua kegiatan ini. Keselarasan tersebut penting dilakukan untuk mencapai efisiensi dalam memperluas akses masyarakat ke sektor keuangan.

 

Inklusi keuangan adalah kondisi yang dapat menjangkau seluruh masyarakat dalam mengakses produk dan layanan keuangan. Hal ini mencakup kredit, tabungan, sistem pembayaran, investasi, hingga asuransi, dari seluruh penyedia layanan finansial.

 

Sehingga, program ini tidak hanya berhenti pada memberikan pengetahuan dan keterampilan pada produk dan layanan keuangan, namun masyarakat juga diharapkan memiliki akses yang cukup efektif terhadap produk-produk dan layanan tersebut.

 

Baca Juga: Inklusi Keuangan: Pengertian, Tujuan, dan Manfaat

 

Pentingnya Literasi Keuangan pada Masyarakat

 

Literasi keuangan dibutuhkan untuk mendukung banyak fungsi ekonomi sehingga mampu menggerakkan roda perekonomian dengan cepat.

 

  • Meningkatkan Transaksi Keuangan

Ketika masyarakat sadar dan paham mengenai literasi keuangan, transaksi pun ikut meningkat. Hal ini akan berdampak pada bergulirnya roda perekonomian dengan cepat.

 

  • Masyarakat Mampu Mengelola Keuangan dengan Baik

Ketika masyarakat memiliki kemampuan literasi keuangan yang baik, maka mereka akan mampu pula mengelola keuangan dengan baik. Mereka bisa menempatkan pendapatannya pada pos-pos produktif seperti investasi alih-alih menghabiskannya untuk kebutuhan konsumtif.

 

  • Peningkatan Pemanfaatan Produk Jasa Keuangan

Literasi keuangan yang tinggi di masyarakat, akan mendorong mereka terhadap akses dan penggunaan produk jasa keuangan. Hal ini pun berpotensi untuk dapat menjadi digunakan secara berkelanjutan.

 

Baca Juga: Panduan Membuat Rencana Keuangan Pribadi, Bisa Untuk Jangka Panjang!

 

Manfaat Literasi Keuangan

 

Setiap individu bisa merasakan manfaat jangka panjang dari terbukanya pengetahuan dan keyakinan mereka terhadap lembaga keuangan melalui literasi keuangan.

 

  • Meningkatkan Pemahaman Literasi Keuangan

Jika Anda sebelumnya memiliki literasi keuangan yang kurang memadai, memberikan atensi pada literasi keuangan dapat meningkatkan tahapan tingkat literasi keuangan Anda. Misalnya, ketika sebelumnya Anda berada pada tingkatan less literate, maka literasi keuangan Anda bisa meningkat pada tahapan well literate di mana Anda bisa memanfaatkan berbagai produk dari lembaga jasa keuangan.

 

  • Mampu Mengelola Keuangan Menjadi Produktif

Saat Anda memiliki pemahaman terkait literasi keuangan, Anda akan bisa mengelola keuangan dengan benar dan tahu cara pengalokasiannya. Seperti mengalokasikan sebagain pendapatan untuk investasi dan mengurangi alokasi untuk tujuan konsumtif.

 

  • Akses Produk Layanan Keuangan Meningkat

Semakin tinggi literasi masyarakat terkait keuangan, maka mereka akan terbuka pada akses produk layanan keuangan dan dapat memanfaatkannya dengan baik sesuai dengan fungsi, manfaat, serta hak dan kewajiban yang melekat pada produk-produk tersebut.

 

Menerapkan Literasi Keuangan

 

Penerapan literasi keuangan bisa dilakukan sedini mungkin dari usia kanak-kanak. Orangtua dan lembaga pendidikan dapat bekerja sama dalam mengajarkan tata cara pengelolaan keuangan.

 

Pengelolaan keuangan bisa dilakukan dengan cara menabung, menggunakan rekening bank, membuat anggaran dana untuk masing-masing pos sesuai kebutuhan, melakukan investasi di pasar modal atau menggunakan jasa pembiayaan atau multifinance.

 

 

Baca Juga: Pentingnya Investasi untuk Membangun Keuangan yang Sehat dan Aman

 

Informasi terkait literasi keuangan beserta pengertian, manfaat, hingga penerapannya di atas semoga bisa membantu Anda dalam mengelola finansial dan memanfaatkan berbagai fitur dan produk layanan keuangan.

 

Nah, jika Anda adalah pemilik bisnis yang ingin memiliki kemudahan dalam membuat laporan keuangan berstandar akuntansi keuangan atau PSAK, legalitas, hingga membutuhkan solusi dan pengembangan terkait bisnis, konsultasikan secara GRATIS dengan MBN Consulting.

 

MBN Consulting adalah agensi konsultan dengan berbagai layanan konsultasi dan perencanaan bisnis terpercaya. Telah berpengalaman dalam membantu para pelaku usaha dalam mengembangkan bisnis dan kualitas kinerja. MBN Consulting memiliki misi untuk dapat memberikan bantuan layanan yang berkesinambungan terhadap peningkatan kualitas bisnis dan UKM di Indonesia.

 

MBN Consulting

3297 Reads
Author: Bizhare Contributor
424 Suka