07 February 2024
3 menit baca

Laporan Keuangan Perusahaan: Manfaat, Jenis, dan Unsurnya

3 menit baca

 

Laporan keuangan perusahaan adalah dokumentasi yang sangat penting bagi bisnis. Di dalamnya termuat informasi tentang aset, kewajiban, dan modal perusahaan, serta laporan-laporan keuangan lainnya. Dokumen ini juga sangat penting dalam menentukan pengambilan keputusan bisnis, seperti pembiayaan, investasi, hingga ekspansi usaha.

 

Apa Itu Laporan Keuangan Perusahaan?

 

Laporan keuangan perusahaan adalah sebuah dokumen resmi yang berisikan informasi finansial suatu usaha bisnis dalam satu periode akuntansi tertentu. Laporan ini bisa digunakan untuk menggambarkan situasi kinerja usaha atau perusahaan tersebut.

 

Informasi laporan keuangan suatu perusahaan berisi seluruh pencatatan transaksi pembelian, penjualan, maupun transaksi bisnis lainnya yang bernilai ekonomi dan moneter. Pembuatannya diagendakan dalam periode tertentu saja, entah sebulan sekali, atau setahun sekali, semua tergantung dari kebijakan perusahaan.

 

Tujuan dari laporan keuangan ini adalah untuk memberikan informasi keuangan yang akurat dan transparan kepada stakeholder perusahaan. Data-data empiris yang terdapat dalam laporan dapat digunakan oleh manajemen perusahaan, pemegang saham, kreditor, dan pihak-pihak lain untuk menilai kinerja keuangan perusahaan dan mengambil keputusan bisnis.

 

Baca Juga: Panduan Membuat Perencanaan Keuangan Pribadi

 

Jenis-Jenis Laporan Keuangan Perusahaan

 

Terdapat lima jenis laporan keuangan dalam sebuah perusahaan menurut Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). Berikut ulasan lengkapnya!

 

  • Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi berfokus pada tiga unsur-unsur laporan keuangan, yaitu pendapatan, pengeluaran, dan untung-rugi. Dokumen ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui apakah perusahaan atau bisnis mengalami keuntungan atau kerugian. Laporan laba rugi juga dapat membantu perusahaan dalam merencanakan kegiatan usaha yang akan datang.

 

  • Laporan Neraca

Laporan neraca menyajikan informasi seputar aset, kewajiban, dan modal dalam satu periode secara menyeluruh dan terperinci. Dokumen ini juga sering disebut sebagai laporan posisi keuangan perusahaan. Laporan neraca dapat digunakan untuk mengetahui keadaan keuangan perusahaan pada saat tertentu.

 

  • Laporan Perubahan Modal

Laporan perubahan modal dibuat untuk mengetahui seberapa besar perubahan modal yang terjadi beserta penyebab perubahannya. Unsur-unsurnya sendiri adalah modal awal, pengambilan dana dari periode yang diinginkan, dan total laba rugi bersih yang diperoleh. Karena itu, laporan perubahan modal hanya bisa selesai dibuat jika perusahaan telah memiliki laporan laba rugi.

 

  • Laporan Arus Kas

Laporan arus kas membantu memahami cash flow perputaran arus uang perusahaan, khususnya arus kas yang masuk (pendapatan) maupun arus kas yang keluar (pengeluaran). Laporan ini dapat berfungsi sebagai indikator untuk memprediksi arus kas di periode akuntansi yang akan datang.

 

  • Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK)

CaLK berisi penjelasan lebih rinci tentang laporan keuangan neraca, laba rugi, perubahan modal, dan arus kas perusahaan. Dokumen ini juga menjelaskan perhitungan item tertentu yang ada di laporan keuangan dan signifikansinya terhadap kondisi finansial perusahaan. CaLK juga dapat membantu pihak luar seperti investor atau kreditor dalam memahami informasi keuangan usaha bisnis.

 

Baca Juga: Opportunity Cost: Pengertian, Contoh, dan Cara Menghitungnya

 

Unsur-unsur Laporan Keuangan

 

Ada empat unsur dalam laporan keuangan sebuah perusahaan, yaitu aset, liabilitas, ekuitas, dan pendapatan. Berikut ulasan lengkapnya!

 

  • Aset

Aset merupakan salah satu unsur terpenting dalam laporan keuangan sebuah perusahaan. Aset terdiri dari dua jenis, yaitu aset tidak lancar dan aset lancar. Pertama, aset tidak lancar adalah aset yang dimiliki oleh perusahaan dan tidak mudah diubah menjadi uang tunai dalam waktu yang singkat. Contohnya adalah gedung, mesin, dan tanah. 

 

Sementara itu, aset lancar adalah aset yang bisa dengan mudah diubah menjadi uang tunai dalam waktu singkat. Contohnya adalah kas, surat berharga, piutang, beban dibayar di muka, dan persediaan dagang.

 

  • Liabilitas

Liabilitas adalah kewajiban yang harus dipenuhi oleh perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Kewajiban ini bisa berupa utang jangka pendek, utang jangka panjang, beban yang perlu dibayarkan, penghasilan yang ditangguhkan, utang gaji karyawan, dan utang dividen pemegang saham. 

 

Utang jangka pendek adalah utang yang harus dilunasi dalam waktu satu tahun atau kurang. Sementara itu, utang jangka panjang adalah utang yang harus dilunasi dalam waktu lebih dari satu tahun.

 

  • Ekuitas

Ekuitas adalah selisih antara nilai aset dan nilai kewajiban perusahaan. Ekuitas juga disebut modal. Jika nilai aset perusahaan terus bertambah, sementara nilai kewajiban tetap atau menurun, maka ekuitas akan meningkat. Sebaliknya, jika nilai kewajiban perusahaan terus bertambah, sementara nilai aset tetap atau menurun, maka ekuitas akan menurun.

 

  • Pendapatan

Pendapatan dalam laporan keuangan adalah total penerimaan yang dihasilkan oleh perusahaan melalui penjualan produk, jasa, atau aktivitas bisnis lainnya. Unsur ini juga bisa berupa bunga bank, sewa, royalti, atau keuntungan dari penjualan aset. Pendapatan sangat penting karena bisa menjadi indikator kekuatan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya.

 

  • Pengeluaran

Pengeluaran adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memproduksi barang, memberikan layanan, atau melakukan aktivitas lain terkait operasional bisnis. Contohnya adalah upah atau gaji, biaya administrasi, biaya penjualan, biaya depresiasi aset, dan biaya bunga yang dibayarkan atas pinjaman.

 

Membuat laporan keuangan yang akurat sangat penting bagi perusahaan. Hal ini dapat membantu perusahaan dalam memahami keuangan mereka secara lebih baik dan mengambil keputusan bisnis yang tepat. 

 

Itu sebabnya, perusahaan harus memahami jenis-jenis laporan keuangan dan unsur-unsur yang terkait dengan laporan tersebut. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang hendak membuat laporan keuangan periodik.

 

 

9177 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
752 Suka