23 April 2024
3 menit baca

Market Timing: Pengertian, Tujuan, dan Risiko bagi Pemula

3 menit baca

market timing

 

Market timing adalah strategi yang digunakan oleh investor untuk mencoba memprediksi pergerakan pasar saham, dengan tujuan membeli saham pada harga terendah dan menjualnya pada harga tertinggi. Namun, strategi ini seringkali dianggap berisiko tinggi dan sulit dilakukan dengan akurat. Bagi pemula, penting untuk memahami konsep dan risiko yang terkait dengan market timing sebelum memutuskan untuk menggunakannya dalam investasi saham.

 

Apa Itu Market Timing?

 

Market timing adalah usaha untuk memprediksi pergerakan harga saham dengan cara membeli saham pada saat dianggap harga terendah, lalu menjualnya saat harga dianggap tertinggi. Tujuan market timing sendiri adalah untuk mendapatkan keuntungan sebesar mungkin dari selisih harga beli dan harga jual saham.

 

Pendekatan ini mencoba untuk memanfaatkan fluktuasi pasar untuk mendapatkan keuntungan, tetapi sangat sulit dilakukan dengan konsisten karena pasar keuangan cenderung tidak terduga. Banyak ahli keuangan merekomendasikan pendekatan jangka panjang yang berfokus pada kualitas investasi daripada mencoba mengikuti perubahan pasar secara cepat.

 

Baca Juga: 10 Cara Mengelola Keuangan Bisnis atau Perusahaan agar Tetap Stabil

 

Risiko Market Timing untuk Pemula

 

Sebelum memutuskan untuk menggunakan strategi ini, penting untuk memahami risiko yang terkait. Berikut adalah beberapa risiko market timing yang perlu diperhatikan oleh pemula.

 

  • Kesulitan Memprediksi Pasar

Pasar saham sangat fluktuatif dan sulit diprediksi dengan akurat. Pemula cenderung kurang memiliki pengetahuan dan pengalaman untuk melakukan prediksi pasar yang tepat.

 

  • Rugi Akibat Salah Memprediksi Pasar

Salah memprediksi pergerakan pasar bisa menyebabkan investor kehilangan kesempatan untuk membeli atau menjual saham pada harga yang lebih menguntungkan.

 

  • Biaya Transaksi yang Tinggi

Melakukan transaksi saham secara terus-menerus untuk mengikuti pergerakan pasar bisa meningkatkan biaya transaksi, yang pada akhirnya akan mengurangi potensi keuntungan.

 

Baca Juga: 10 Cara Mengelola Keuangan Bisnis atau Perusahaan agar Tetap Stabil

 

Kelebihan Market Timing

 

Meskipun market timing memiliki risiko, strategi ini juga memiliki kelebihan tertentu yang menarik bagi sebagian investor. Berikut adalah beberapa kelebihan market timing yang perlu dipertimbangkan.

 

  • Potensi Keuntungan Lebih Besar

Dengan melakukan prediksi pasar yang tepat, investor dapat membeli saham pada harga terendah dan menjualnya pada harga tertinggi, sehingga berpotensi mendapatkan keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan strategi investasi lainnya.

 

  • Fleksibel dalam Mengelola Portofolio

Market timing memberikan fleksibilitas kepada investor untuk mengelola portofolio investasinya dengan lebih dinamis. Mereka dapat mengambil keputusan beli atau jual saham berdasarkan kondisi pasar yang sedang berlangsung.

 

  • Mengurangi Risiko Kerugian

Dengan memanfaatkan analisis pasar yang cermat, investor dapat mengurangi risiko kerugian dengan menjual saham sebelum harga turun drastis atau membeli saham pada saat harga sudah mencapai level terendah.

 

  • Memanfaatkan Peluang Pasar

Dalam kondisi pasar tertentu, seperti saat terjadi krisis atau gejolak ekonomi, market timing dapat membantu investor untuk memanfaatkan peluang investasi yang muncul.

 

Market timing bisa menjadi strategi yang menarik bagi investor yang berpengalaman dan memiliki pengetahuan yang cukup tentang pasar saham. Namun, untuk pemula, strategi ini cenderung berisiko tinggi dan sulit dilakukan dengan akurat. Bizhare sarankan untuk memilih strategi investasi yang lebih konservatif untuk mengurangi risiko kerugian.

 

Baca Juga: Mengenal Instrumen Investasi, Jangka Waktu, Hingga Jenis-Jenisnya

 

#AmankanPerusahaanMu dengan Investasi di Bizhare Institusi

 

Pernahkah Anda berpikir untuk menginvestasikan dana idle perusahaan Anda ke platform investasi tepercaya? Tak hanya efektif, strategi ini sangat bagus untuk mengembangkan meningkatkan dana perusahaan Anda secara signifikan, loh.

 

Bizhare Institusi adalah fitur bagi perusahaan yang ingin mengelola dan mengembangkan dana idle mereka ke berbagai efek yang tersedia, mulai dari saham, obligasi dan sukuk secara urun dana atau crowdfunding di platform Bizhare.

 

Menariknya, Bizhare Institusi tidak hanya menyediakan akses eksklusif ke berbagai instrumen investasi, tetapi juga menawarkan kemudahan dalam pengelolaan dana perusahaan. 

 

Dengan berinvestasi melalui crowdfunding di Bizhare, perusahaan dapat memanfaatkan dana idlenya secara efisien dan meraih potensi keuntungan yang optimal. Keuntungan dari investasi tersebut tidak hanya dirasakan oleh perusahaan, tetapi juga oleh para investor yang berpartisipasi dalam crowdfunding.

 

Yang paling menarik, dividend yield yang bisa Anda terima dari investasi di Bizhare Institusi adalah 10–18% per tahun berdasarkan data historis. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan Anda berinvestasi di instrumen lainnya. 

 

Jadi, Anda bisa menikmati liburan dengan nyaman karena dana idle perusahaan Anda berada di tangan yang tepat untuk dikembangkan secara optimal. Tenang saja, Anda memantau perkembangannya melalui platform Bizhare Institusi. 

 

Jika tertarik, silakan membaca panduan pendaftaran dan investasi akun Bizhare Institusi melalui tautan di bawah ini.

 

Baca Lengkap: Bizhare Institusi: Investasikan Dana Perusahaan Anda

 

Kesimpulannya, board of directors memiliki peran yang sangat penting dalam manajemen perusahaan. Mereka bertanggung jawab untuk menetapkan arah strategis perusahaan, mengawasi kinerja manajemen, menjaga kepentingan pemegang saham, memastikan kepatuhan hukum dan etika, serta memberikan dukungan dan pengarahan kepada manajemen. 

 

Dengan menjalankan peran mereka dengan baik, board of directors dapat membantu menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan dan pemegang sahamnya.

 

Jika ingin tahu lebih banyak mengenai Bizhare Institusi, Anda bisa mengeklik button di bawah ini.

 

#AmankanPerusahaanMu Sekarang

179 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
30 Suka