05 February 2024
3 menit baca

Kenapa Harga Saham Naik Turun? Ini Penyebabnya!

3 menit baca

 

Apakah Anda bingung saat melihat pergerakan harga saham di pasar modal? Memang, saham sangat fluktuatif dan mampu berubah-ubah nilainya dalam waktu singkat. Itu sebabnya, risiko investasi saham terbilang tinggi. Berikut faktor penyebab harga saham naik dan turun!

 

Apa Itu Saham?

 

Saham adalah salah satu instrumen investasi yang dikeluarkan oleh perusahaan publik. Dalam menjalankan usahanya, perusahaan membutuhkan modal. Nah, salah satu cara untuk mendapatkan modal adalah dengan menerbitkan saham.

 

Investor yang membeli saham menjadi pemilik sebagian kecil dari perusahaan tersebut. Sebagai pemilik, investor memiliki hak untuk mendapatkan dividen dan keuntungan dari kenaikan harga saham.

 

Namun, harga saham bisa naik dan turun dalam waktu singkat. Oleh karena itu, investor perlu memahami faktor-faktor apa saja yang memengaruhi pergerakan harga saham.

 

Baca Juga: Cara Kerja Investasi Saham dalam Memberikan Keuntungan untuk Investor

 

Faktor Penyebab Harga Saham Naik dan Turun

 

Investasi di pasar saham dapat memberikan keuntungan yang besar dalam jangka panjang, Namun, kenaikan dan penurunan harga saham dapat menyebabkan kecemasan bagi para investor. Berikut faktor-faktor yang dapat menyebabkan harga saham berfluktuasi.

 

  • Kondisi Ekonomi Makro

Kondisi ekonomi makro seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan suku bunga memengaruhi harga saham. Saat pertumbuhan ekonomi meningkat, perusahaan-perusahaan biasanya memiliki kinerja yang baik dan bonafit. Hal tersebut akan berdampak positif bagi naiknya harga saham.

 

Namun, jika terjadi inflasi, suku bunga akan naik. Hal ini dapat memengaruhi kinerja perusahaan dan membuat harga saham bisa turun. Oleh karena itu, investor perlu memantau kondisi ekonomi makro dan mempertimbangkan dampaknya pada perusahaan yang dimiliki sahamnya.

 

Baca Juga: Peluang Resesi Ekonomi di 2023 dan Solusinya, Indonesia Aman?

 

  • Kinerja Perusahaan

Kinerja perusahaan adalah salah satu faktor utama yang memengaruhi harga saham. Jika perusahaan memiliki kinerja yang baik, seperti peningkatan laba per tahun atau pendapatan yang stabil, maka harga saham cenderung naik. 

 

Sebaliknya, jika kinerja perusahaan buruk, seperti laba yang menurun atau merugi, harga saham cenderung turun. Maka dari itu, sebelum melakukan investasi saham, investor harus mengecek profil perusahaan beserta track recordnya.

 

  • Sentimen Pasar

Sentimen pasar adalah persepsi investor terhadap kondisi pasar. Jika investor optimis terhadap kondisi pasar, maka harga saham cenderung naik. Sebaliknya, jika investor pesimis, maka harga saham cenderung turun.

 

Sentimen pasar bisa dipengaruhi oleh banyak hal, seperti isu politik, kebijakan pemerintah, atau bahkan rumor-rumor yang tidak berdasar. Oleh karena itu, investor perlu memahami sentimen pasar dan mempertimbangkan dampaknya terhadap saham.

 

Baca Juga: Apa Itu Indeks Saham: Kegunaan, Fungsi, dan Jenis-Jenisnya

 

  • Kondisi Industri dan Sektor Tertentu

Kondisi industri dan sektor tertentu juga dapat memengaruhi pergerakan harga saham. Jika suatu industri atau sektor tersebut sedang naik daun, maka saham perusahaan dalam industri atau sektor tersebut cenderung naik. 

 

Sebaliknya, jika suatu industri atau sektor sedang mengalami kesulitan, maka saham perusahaannya tersebut cenderung turun. Tentu saja, hal ini juga dipengaruhi beberapa faktor internal dan eksternal yang terjadi.

 

  • Perkembangan Pasar Saham

Perkembangan pasar saham secara keseluruhan juga dapat memengaruhi harga saham. Jika pasar saham sedang mengalami tren naik, maka harga saham cenderung naik. 

 

Namun, jika pasar saham sedang mengalami tren turun, maka harga saham cenderung turun. Hal ini dapat terjadi karena investor cenderung mengikuti tren pasar saham, dan jika tren pasar saham sedang naik

 

  • Panic Selling

Dalam fenomena panic selling, para investor akan segera melepas sahamnya tanpa peduli harganya, karena takut harganya akan semakin jatuh. Hal ini tak lepas dari isu-isu yang muncul berkaitan dengan kondisi ekonomi atau perusahaan penerbit saham.

 

Padahal, tindakan ini akan membuat harga saham langsung terjun bebas karena adanya tekanan pasar. Sebaiknya, hindari menjual saham karena terbawa kepanikan. Lakukan analisis terlebih dahulu, apakah apakah secara fundamental saham tersebut masih layak dipegang.

 

  • Faktor Manipulasi Pasar

Penyebab naik turun harga saham yang terakhir adalah manipulasi pasar. Uniknya, fenomena ini sengaja dilakukan investor-investor berpengalaman dan bermodal besar. Mereka memanfaatkan media massa untuk memanipulasi kondisi pasar demi tujuan mereka, baik menurunkan maupun meningkatkan harga saham.

 

Beruntungnya, fenomena ini biasanya tidak akan bertahan lama. Fundamental perusahaan yang tercermin di laporan keuangan akan segera mengambil kendali terhadap tren harga saham.

 

Dari artikel di atas, bisa disimpulkan bahwa ada banyak faktor yang menyebabkan harga saham naik dan turun, baik secara internal maupun eksternal. 

 

Bagi Teman Bizharian yang melakukan investasi saham, sebaiknya tetap lakukan analisis dan riset pasar modal secara intens. Dengan demikian, Anda tidak mengalami kerugian dan tetap mendapat keuntungan maksimal.

14785 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
728 Suka