25 May 2023
6 menit baca

Pelajari Cara Menghitung Obligasi yang Benar

6 menit baca

cara menghitung obligasi

 

Apakah Anda seorang investor pemula yang tertarik untuk membeli obligasi sebagai instrumen investasi? Jika iya, maka penting untuk memahami cara menghitung obligasi yang benar sebelum memulainya, lengkap dengan istilah dan rumus-rumusnya.

 

Apa Itu Obligasi?

 

Obligasi adalah surat berharga yang diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah sebagai alat untuk mengumpulkan dana dari publik. Obligasi memiliki karakteristik yang berbeda dengan saham, di mana pemegang obligasi meminjamkan uang kepada penerbit obligasi dan akan menerima pembayaran kembali dengan bunga sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan.

 

Baca Juga: Penjelasan Obligasi, Jenis, dan Perbedaan dengan Saham

 

Karakteristik Obligasi

 

Obligasi memiliki beberapa karakteristik khusus yang tidak dimiliki oleh instrumen investasi lainnya. Berikut daftar lengkapnya!

 

  • Jadwal Pembayaran

Jadwal pembayaran obligasi merujuk pada waktu pembayaran kupon dan waktu pembayaran pokok atau nilai nominal. Kupon adalah bunga yang dibayarkan oleh penerbit obligasi kepada pemilik obligasi dalam jangka waktu tertentu. 

 

Kupon dibayarkan secara periodik, misalnya setiap tiga bulan atau setiap enam bulan. Waktu pembayaran pokok atau nilai nominal adalah saat obligasi jatuh tempo atau saat berakhirnya jangka waktu obligasi.

 

  • Principal dan Coupon Rate

Principal adalah nilai nominal obligasi atau nilai pokok yang harus dibayarkan oleh penerbit obligasi kepada pemilik obligasi pada saat jatuh tempo. Coupon rate atau tingkat kupon adalah tingkat bunga atau yield yang dibayarkan oleh penerbit obligasi kepada pemilik obligasi.

 

  • Jangka Waktu Obligasi

Jangka waktu obligasi adalah periode waktu dari saat obligasi diterbitkan hingga saat jatuh tempo atau saat berakhirnya kewajiban pembayaran. Jangka waktu ini dapat bervariasi, dari beberapa bulan hingga puluhan tahun.

 

  • Nilai Obligasi

Nilai obligasi dipengaruhi oleh tingkat suku bunga saat ini dan masa depan, risiko kredit penerbit obligasi, jangka waktu obligasi, dan karakteristik lainnya. Harga obligasi yang lebih rendah dari nilai nominal disebut sebagai harga diskonto, sedangkan harga obligasi yang lebih tinggi dari nilai nominal disebut sebagai harga premi.

 

Baca Juga: Panduan Lengkap Investasi Finansial untuk Pemula

 

Cara Menghitung Obligasi yang Dijual pada Harga Diskonto

 

Obligasi yang dijual pada harga diskonto adalah obligasi yang dijual di bawah harga nominal. Untuk menghitungnya, pertama-tama tentukan nilai nominal, tingkat kupon, jangka waktu, dan harga jual obligasi. 

 

Kemudian hitunglah diskonto obligasi dengan cara mengurangi harga jual obligasi dengan nilai nominal. Setelah itu, hitunglah jumlah diskonto yang diterima selama masa jatuh tempo obligasi dan tambahkan dengan jumlah kupon yang diterima.

 

Rumus:

 

Diskonto = Nilai Nominal – Harga Jual Obligasi

Jumlah Diskonto = Diskonto x Jumlah Obligasi

Pendapatan Total = Jumlah Diskonto + (Kupon x Jumlah Obligasi)

 

Contoh:

 

Jika sebuah obligasi dengan nilai nominal sebesar Rp10.000.000 dijual pada harga Rp9.000.000, tingkat kupon 8%, dan masa jatuh tempo selama 5 tahun. Maka:

 

Diskonto = 10.000.000 – 9.000.000 = 1.000.000

Jumlah Diskonto = 1.000.000 x 10 = 10.000.000

Pendapatan Total = 10.000.000 + (0.08 x 10.000.000 x 5) = Rp14.000.000

 

Cara Menghitung Obligasi yang Dijual pada Harga Premi

 

Obligasi yang dijual pada harga premi adalah obligasi yang dijual di atas harga nominal. Untuk menghitungnya, pertama-tama tentukan nilai nominal, tingkat kupon, jangka waktu, dan harga jual obligasi. 

 

Kemudian hitunglah premi obligasi dengan cara mengurangi harga jual obligasi dengan nilai nominal. Setelah itu, hitunglah jumlah premi yang dibayarkan selama masa jatuh tempo obligasi dan kurangkan dengan jumlah kupon yang diterima.

 

Rumus:

 

Premi = Harga Jual Obligasi – Nilai Nominal

Jumlah Premi = Premi x Jumlah Obligasi

Pendapatan Total = (Kupon x Jumlah Obligasi x Jangka Waktu) – Jumlah Premi

 

Contoh:

 

Jika sebuah obligasi dengan nilai nominal sebesar Rp10.000.000 dijual pada harga Rp11.000.000, tingkat kupon 8%, dan masa jatuh tempo selama 5 tahun. Maka:

 

Premi = 11.000.000 – 10.000.000 = 1.000.000

Jumlah Premi = 1.000.000 x 10 = 10.000.000

Pendapatan Total = (0.08 x 10.000.000 x 5) – 10.000.000 = Rp4.000.000

 

Cara Menghitung Obligasi yang Dijual pada Harga Nominal

 

Obligasi yang dijual pada harga nominal adalah obligasi yang dijual pada harga yang sama dengan nilai nominalnya. Jadi, tidak ada perhitungan yang perlu dilakukan.

 

Contoh:

Jika sebuah obligasi dengan nilai nominal sebesar Rp10.000.000 dijual pada harga Rp10.000.000, tingkat kupon 8%, dan masa jatuh tempo selama 5 tahun. Maka pendapatan total adalah 0.08 x 10.000.

 

Cara Menghitung Obligasi dan Bunganya

 

Cara menghitung nilai obligasi dan bunganya bergantung pada jenis obligasi dan kondisi pasar keuangan pada saat itu. Secara umum, terdapat dua jenis obligasi yaitu obligasi dengan bunga tetap dan obligasi dengan bunga mengambang (floating rate). Berikut adalah rumus dan contoh perhitungan untuk masing-masing jenis obligasi!

 

  • Obligasi dengan bunga tetap

 

Rumus:

 

P = B/(1+r)^n + C/(1+r)^n

 

Keterangan:

 

P = harga obligasi

B = nilai nominal obligasi

r = tingkat bunga per tahun

n = jangka waktu obligasi dalam tahun

C = bunga yang akan diterima setiap tahun

 

Contoh:

 

Sebuah obligasi diterbitkan dengan nilai nominal Rp1.000.000, bunga tetap sebesar 8% per tahun, dan jangka waktu 5 tahun. Berapakah harga obligasi tersebut jika suku bunga saat itu adalah 10%?

 

P = 1.000.000/(1+10%)^5 + 80.000/(1+10%)^1

P = Rp754.420,20

 

  • Obligasi dengan bunga mengambang (floating rate)

 

Rumus:

 

P = (B + B x (r + m)) / (1 + r + m)^n

 

Keterangan:

 

P = harga obligasi

B = nilai nominal obligasi

r = tingkat bunga pokok

m = tingkat bunga spread

n = jangka waktu obligasi dalam tahun

 

Contoh:

 

Sebuah obligasi diterbitkan dengan nilai nominal Rp1.000.000, tingkat bunga pokok sebesar 7%, tingkat bunga spread sebesar 2%, dan jangka waktu 3 tahun. Berapakah harga obligasi tersebut jika suku bunga saat itu adalah 9%?

 

P = (1.000.000 + 1.000.000 x (7% + 2%)) / (1 + 9% + 2%)^3

P = Rp1.069.088,32

 

Perlu diingat bahwa perhitungan ini hanya sebagai ilustrasi umum, dan bisa berbeda tergantung pada kondisi pasar keuangan dan jenis obligasi yang berbeda.

 

Baca Juga: Pentingnya Diversifikasi Investasi untuk Keberhasilan Finansial Anda

 

Jenis-jenis Obligasi

 

Ada beberapa jenis obligasi yang harus Anda kuasai dan pahami. Berikut daftar selengkapnya!

 

  • Berdasarkan Siapa Penerbitnya

Pertama adalah obligasi berdasarkan penerbitnya. Daftarnya adalah sebagai berikut!

 

  • Obligasi Pemerintah

Obligasi pemerintah adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah pusat atau daerah. Obligasi ini dijamin oleh pemerintah, sehingga dianggap sebagai instrumen investasi yang relatif aman. Bunga yang diberikan oleh obligasi pemerintah cenderung lebih rendah dibandingkan dengan obligasi korporasi.

 

  • Obligasi Korporasi

Obligasi korporasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan swasta sebagai sumber pendanaan. Obligasi ini tidak dijamin oleh pemerintah, sehingga dianggap sebagai instrumen investasi yang lebih berisiko. Namun, obligasi korporasi cenderung memberikan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan obligasi pemerintah.

 

  • Berdasarkan Besar Nilai Nominal

Selanjutnya adalah obligasi berdasarkan besar nilai nominalnya. Daftarnya adalah sebagai berikut!

 

  • Obligasi Satu Kali Bayar (Zero Coupon Bond)

Obligasi satu kali bayar adalah obligasi yang memberikan bunga pada saat jatuh tempo, bukan secara berkala. Obligasi ini umumnya dijual dengan diskon dari nilai nominalnya. Investor memperoleh keuntungan dari selisih antara harga jual dan nilai nominal pada saat jatuh tempo.

 

  • Obligasi Berbunga Tetap (Fixed Rate Bond)

Obligasi berbunga tetap adalah obligasi yang memberikan bunga tetap selama jangka waktu tertentu. Bunga yang diberikan biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan suku bunga deposito atau tabungan biasa.

 

  • Obligasi Berbunga Mengambang (Floating Rate Bond)

Obligasi berbunga mengambang adalah obligasi yang memberikan bunga yang disesuaikan dengan perubahan suku bunga pasar. Bunga yang diberikan dapat berubah-ubah selama jangka waktu investasi.

 

  • Obligasi Tanpa Jatuh Tempo (Perpetual Bond)

Obligasi tanpa jatuh tempo adalah obligasi yang tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Investor menerima bunga secara berkala selama jangka waktu investasi.

 

  • Berdasarkan Cara Pembayaran Bunga

Selanjutnya, obligasi juga dibedakan berdasarkan cara pembayaran bunganya. Berikut ulasan lengkapnya!

 

  • Obligasi Nol Kupon (Zero Coupon Bond)

Obligasi nol kupon adalah obligasi yang tidak memberikan bunga secara berkala. Bunga dibayarkan pada saat jatuh tempo.

 

  • Obligasi Kupon (Coupon Bond)

Obligasi kupon adalah obligasi yang memberikan bunga secara berkala selama jangka waktu investasi. Bunga yang diberikan biasanya dalam bentuk pembayaran kupon.

 

  • Berdasarkan Imbal Hasil

Terakhir, obligasi dibedakan berdasarkan imbal hasilnya. Berikut daftar selengkapnya!

 

  • Obligasi Investment Grade

Obligasi investment grade adalah obligasi dengan peringkat kredit yang tinggi, di atas ambang batas minimum. Obligasi ini dianggap relatif aman dan memberikan imbal hasil yang moderat.

 

  • Obligasi High Yield

Obligasi high yield adalah obligasi dengan peringkat kredit yang rendah, di bawah ambang batas minimum. Obligasi ini dianggap lebih berisiko dan memberikan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan obligasi investment grade.

 

Keuntungan Berinvestasi Obligasi

 

Obligasi adalah instrumen investasi yang menawarkan sejumlah keuntungan bagi investor. Berikut adalah beberapa keuntungan berinvestasi obligasi!

 

  • Pendapatan Tetap

Obligasi memberikan pendapatan tetap pada investor, berupa bunga atau kupon yang dibayarkan secara berkala. Investor dapat mengandalkan pendapatan ini sebagai sumber penghasilan pasif.

 

  • Diversifikasi Portofolio

Investor dapat menggunakan obligasi sebagai bagian dari diversifikasi portofolio mereka. Dengan memiliki portofolio yang terdiversifikasi, investor dapat mengurangi risiko investasi mereka.

 

  • Stabilitas Nilai Investasi

Obligasi biasanya memiliki stabilitas nilai investasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan saham. Hal ini karena obligasi memiliki risiko yang lebih rendah dan memberikan pendapatan tetap pada investor.

 

Risiko Obligasi

 

Namun, seperti instrumen investasi lainnya, obligasi juga memiliki risiko yang perlu diperhatikan oleh investor. Berikut adalah beberapa risiko yang terkait dengan investasi obligasi!

 

  • Risiko Likuiditas

Obligasi mungkin sulit untuk dijual ketika investor membutuhkan uang tunai. Obligasi dengan likuiditas yang rendah mungkin sulit untuk dijual dengan harga yang wajar atau bahkan tidak dapat dijual sama sekali.

 

  • Risiko Maturitas

Obligasi dengan jangka waktu yang lebih lama cenderung lebih berisiko daripada obligasi dengan jangka waktu yang lebih pendek. Risiko maturitas adalah risiko bahwa tingkat suku bunga akan naik dan mengurangi nilai pasar obligasi.

 

  • Risiko Default

Risiko default adalah risiko bahwa penerbit obligasi tidak dapat membayar kembali utangnya atau bunga yang seharusnya dibayarkan kepada investor. Hal ini bisa terjadi karena kebangkrutan atau masalah keuangan lainnya.

 

Baca Juga: Risk Averse: Strategi Investasi Minim Risiko

 

Itulah tadi ulasan lengkap mengenai obligasi dan cara menghitungnya. Semoga setelah membaca artikel ini, Teman Bizharian menjadi semakin paham dan mampu menentukan instrumen investasi terbaik bagi diri Anda.

16187 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
364 Suka