06 April 2023
3 menit baca

Reinvestasi: Pengertian, Manfaat, dan Risikonya

3 menit baca

 

Reinvestasi adalah istilah yang sering digunakan dalam dunia investasi. Namun, banyak orang yang belum paham betul apa arti dari reinvestasi dan bagaimana cara melakukannya. Dalam artikel ini, kita akan membahas apa itu reinvestasi, manfaatnya, risiko yang muncul, dan tips untuk melakukan reinvestasi yang sukses.

 

Apa itu Reinvestasi?

 

Reinvestasi adalah tindakan untuk menginvestasikan kembali keuntungan atau pendapatan yang diperoleh dari investasi sebelumnya. Dalam investasi, reinvestasi seringkali dilakukan dalam bentuk membeli saham atau reksadana baru dengan menggunakan keuntungan dari investasi sebelumnya. 

 

Dengan melakukan reinvestasi, investor dapat memperbesar nilai portofolio investasi mereka. Cara ini sering dilakukan banyak investor untuk melipatgandakan keuntungan yang mereka peroleh. Dengan demikian, perputaran uang terus berjalan dan mampu mencapai keseimbangan finansial.

 

Baca Juga: 7 Cara Merencanakan Strategi Investasi yang Efektif, Cepat Cuan!

 

Manfaat Reinvestasi 

 

Reinvestasi adalah strategi investasi yang cerdas dan efektif untuk meningkatkan keuntungan Anda. Tak heran, reinvestasi memiliki segudang manfaat yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Berikut daftarnya!

 

  1. Memperbesar Nilai Portofolio

Dengan melakukan reinvestasi, Anda dapat memperbesar nilai portofolio. Semakin besar nilainya, semakin besar pula potensi keuntungan yang bisa diperoleh. Nah, keuntungan tersebut bisa digunakan lagi untuk membeli lebih banyak aset saham atau lainnya. 

 

  1. Meningkatkan Potensi Dividen

Jika Anda berinvestasi pada saham yang membayar dividen, reinvestasi dapat meningkatkan jumlah dividen yang diterima. Kerennya, dividen tersebut bisa digunakan kembali untuk membeli lebih banyak saham, sehingga meningkatkan potensi dividen Anda di masa depan.

 

  1. Diversifikasi Investasi

Dengan melakukan reinvestasi, Anda dapat melakukan diversifikasi investasi. Jika salah satu jenis investasi mengalami kerugian, maka masih ada jenis investasi lain yang bisa memberikan keuntungan.

 

Baca Juga: Diversifikasi Investasi, Kunci Keberhasilan Finansial Anda

 

  1. Mengurangi Risiko Investasi

Salah satu manfaat reinvestasi terbesar adalah mengurangi risiko yang muncul. Dengan melakukan diversifikasi investasi, Anda bisa membeli beragam aset, mulai dari emas, saham, obligasi, dan sebagainya. Tindakan ini mampu menyeimbangkan portofolio dan menyelamatkan investasi saat terjadi kerugian di salah satu aset.

 

Baca Juga: Risiko Investasi: Pengertian dan Cara Meminimalisirnya

 

  1. Mengurangi Biaya Transaksi

Reinvestasi juga membantu mengurangi biaya transaksi, apalagi jika Anda memutuskan untuk membeli instrumen dalam jumlah besar dan beragam. Ingat, biaya transaksi dapat mengurangi keuntungan Anda dalam jangka panjang.

 

Risiko Reinvestasi

 

Risiko reinvestasi terjadi saat seseorang tidak dapat menginvestasikan kembali uang yang dihasilkan dari investasi awal dengan tingkat pengembalian yang sama atau yang lebih tinggi. 

 

Idealnya saat melakukan investasi, Anda mengharapkan tingkat return atau imbal hasil dalam jumlah tertentu. Namun, jika suku bunga turun atau kondisi pasar berubah, kemungkinan besar tingkat return yang dihasilkan bakal turun drastis.

 

Hal tersebut dapat mengurangi penghasilan investasi dan dapat mempengaruhi tujuan keuangan jangka panjang Anda. Berikut beberapa risiko investasi lain yang harus diwaspadai.

 

  1. Inflasi

Inflasi dapat mengurangi keuntungan Anda di masa depan. Apalagi, inflasi sulit dihentikan dan hanya bisa dikendalikan dengan beberapa strategi fiskal ketat. Jika tidak segera dikontrol, inflasi bisa menimbulkan resesi ekonomi. Solusinya, Anda harus memilih instrumen yang tahan terhadap inflasi, contohnya emas. 

 

Baca Juga: Peluang Resesi Ekonomi di 2023 dan Solusinya, Indonesia Aman?

 

  1. Penurunan Nilai Aset

Saat melakukan reinvestasi, penurunan nilai aset jadi salah satu hal yang harus Anda waspadai. Contohnya ketika Anda membeli obligasi di tahun 2021, di mana besaran kuponnya mencapai 5% per tahun. 

 

Kemudian, Anda memutuskan membeli obligasi yang sama kembali dengan bunga sebesar 4%. Konsekuensinya, keuntungan yang diraih pun tidak akan sebesar sebelumnya. Perbedaan ini terjadi karena adanya penurunan nilai aset.

 

  1. Risiko Ekonomi dan Politik

Jangan lupa, salah satu risiko dalam reinvestasi adalah pergolakan ekonomi dan politik yang ada dalam sebuah negara, atau bahkan global. Akibatnya, para investor melakukan panic selling yang membuat pasar investasi dalam negeri anjlok. 

 

  1. Suku Bunga Acuan yang Naik

Biasanya, suku bunga acuan mengalami kenaikan untuk mengendalikan inflasi. Masalahnya, kenaikan ini bisa mengakibatkan penurunan nilai investasi juga. Itu sebabnya, Anda harus melakukan diversifikasi portofolio dengan memilih instrumen yang tidak terpengaruh suku bunga acuan.

 

Kapan Hasil Reinvestasi bisa Dinikmati?

 

Hasil reinvestasi bisa dinikmati kapanpun Anda mau. Hanya saja, waktu yang dibutuhkan untuk mulai menikmati hasilnya tergantung pada berbagai faktor, mulai dari jenis investasi yang dipilih, jumlah investasi awal, dan tingkat pengembalian yang diharapkan. Namun, pada umumnya, Anda bisa mengharapkan hasil reinvestasi dalam beberapa tahun, terutama jika Anda melakukan reinvestasi secara teratur.

 

Dari artikel di atas, bisa disimpulkan bahwa reinvestasi adalah tindakan untuk menginvestasikan kembali keuntungan atau pendapatan yang diperoleh dari investasi sebelumnya. 

 

Terjawablah sudah pertanyaan apa itu reinvestasi. Dengan melakukannya secara tepat, Anda dapat memperoleh keuntungan yang lebih stabil dan beragam. Selamat mencoba dan semoga sukses!

1530 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
307 Suka