04 March 2023
3 menit baca

7 Cara Merencanakan Strategi Investasi yang Efektif, Cepat Cuan!

3 menit baca

 

Pernahkah Anda bertanya-tanya, bagaimana cara merencanakan strategi investasi yang efektif? Ternyata sangat mudah, loh! Tidak hanya mengenal dan menguasai macam-macam strategi investasi, Anda juga harus menyusun langkah-langkah berinvestasi bahkan jauh sebelum memulainya. 

 

Punya Tujuan Investasi yang Jelas

 

Memang, tujuan utama investasi adalah mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Namun, pastinya ada tujuan lain yang hendak dicapai dari investasi tersebut. Hal ini penting, mengingat tujuan yang jelas bakal memotivasi Anda untuk terus berinvestasi apapun yang terjadi. 

 

Contohnya, selain mendapatkan imbal hasil besar, Anda juga punya cita-cita untuk melanjutkan studi atau membeli rumah dari hasil investasi. Tidak ada batasan dalam menentukan tujuan investasi, semua terserah pada Anda.

 

Alokasikan Dana dari Penghasilan Utama

 

Salah satu kesalahan umum yang dilakukan investor pemula adalah menginvestasikan hampir seluruh penghasilannya. Hal ini tidak tepat, bahkan cenderung berbahaya karena tidak semua aset bisa langsung dicairkan. Anda pun juga harus memenuhi kebutuhan harian dengan penghasilan Anda, bukan?

 

Maka dari itu, alokasikan modal maksimal 20-30% dari penghasilan saja. Angka ini sudah terbilang logis, mengingat biasanya orang mengalokasikan sebagian besar dananya untuk hal lain, misalnya membayar cicilan atau untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 

Baca Juga: Panduan Membuat Perencanaan Keuangan Pribadi

 

Pelajari Lebih Banyak Instrumen Investasi

 

Strategi investasi bagi pemula selanjutnya adalah belajar lebih banyak mengenai instrumen investasi. Anda bisa memperoleh sumber belajar dari mana saja, entah buku, seminar, video panduan, atau berkonsultasi langsung dari para expert, seperti contohnya dalam perhelatan Bizhare Investment Conference.

 

Dengan mengenal instrumen investasi lebih baik, Anda bisa mengambil keputusan lebih matang dan tepat. Sebagai contoh, Anda jadi tahu kapan waktu yang baik untuk membeli ataupun menjual emas.

 

Baca Juga: Mengenal Instrumen Investasi, Jangka Waktu, Hingga Jenis-Jenisnya

 

Buat Portofolio Investasi

 

Setelah mempelajari berbagai instrumen investasi, Anda bisa mulai membuat portofolio. Sesuaikan dengan tujuan berinvestasi yang Anda tetapkan sedari awal, misalkan untuk biaya perkawinan, membeli rumah, atau membeli kendaraan bermotor.

 

Ada baiknya jika Anda mulai berfokus pada investasi yang dapat memberikan pendapatan cash flow atau pendapatan rutin setiap bulan. Perhatikan juga risiko yang muncul. Jika tidak telaten, pilihlah aset dengan risiko rendah seperti reksadana pasar uang.

 

Lakukan Diversifikasi Investasi

 

Diversifikasi adalah salah satu strategi investasi yang wajib dilakukan. Dengan melakukan diversifikasi, Anda tidak harus fokus pada satu aset saja. Sebagai contoh, Anda bisa melakukan investasi pada emas, reksadana, saham, dan equity crowdfunding sekaligus.

 

Dampaknya akan terasa saat terjadi pergolakan ekonomi. Ketika harga saham turun drastis, harga emas cenderung stabil bahkan naik. Dengan kata lain, biarpun saham Anda merugi, namun Anda tetap mendapat keuntungan dari investasi emas. Strategi ini sangat penting untuk meminimalisir risiko investasi.

 

Baca Juga: Risiko Investasi: Pengertian dan Cara Meminimalisirnya

 

Tentukan Jangka Waktunya Investasi

 

Setelah mempelajari instrumen investasi yang mau diambil atau didiversifikasi, langkah merencanakan strategi investasi selanjutnya adalah menentukan jangka waktu investasi. Apakah untuk jangka pendek, jangka menengah, atau jangka panjang, semua harus dipikirkan matang-matang.

 

Semakin panjang jangka waktunya, maka semakin besar modal yang dibutuhkan. Jika Anda memiliki dana terbatas, maka contoh rencana investasi yang tepat untuk Anda adalah ikut urun dana dalam platform crowdfunding.

 

Baca Juga: Perbedaan Securities Crowdfunding dan Equity Crowdfunding

 

Pantau Pasar Umum dan Sektor

 

Keadaan ekonomi sebuah negara sangat memengaruhi iklim investasi. Itu sebabnya, Anda perlu memantau sentimen apa saja yang terjadi di pasar umum, khususnya pasar modal.

 

Anda juga perlu memantau sentimen yang terjadi di masing-masing sektor, misalnya di properti, perbankan, pertambangan, dan sebagainya. Jika ada harga yang jatuh, Anda bisa langsung paham apa yang harus dilakukan.

 

Lakukan Review Berkala

 

Cara merencanakan strategi investasi selanjutnya adalah melakukan evaluasi aset secara berkala. Hal ini perlu dilakukan karena dalam praktiknya, Anda pasti menemukan banyak kelemahan yang membuat keuntungan yang didapat jadi kurang maksimal.

 

Jika Anda hendak menjual atau membeli aset baru, pastikan langkah tersebut memang sesuai dengan hasil riset yang sudah Anda lakukan sebelumnya. Jangan sampai strategi investasi Anda malah membuat rugi.

 

Seperti yang Teman Bizharian pahami, investasi tidak semudah membalik telapak tangan. Agar mencapai strategi investasi yang efektif, Anda harus melalui banyak mengalami trial and error. Dengan demikian, Anda jadi belajar dari kesalahan dan mampu menghasilkan return lebih baik lagi di masa mendatang. 

 

Semoga dengan membaca artikel ini, Teman Bizharian makin berani untuk berinvestasi dan mampu beradaptasi dengan pasar agar investasi semakin optimal. Selamat berinvestasi!

 

1816 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
399 Suka