08 September 2023
6 menit baca

Apa Itu Investasi: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

6 menit baca

 

Apakah Anda ingin memiliki keuangan yang stabil dan menghasilkan uang lebih banyak? Salah satu cara terbaik untuk mencapai tujuan itu adalah dengan berinvestasi. Namun, jika Anda masih awam tentang apa itu investasi dan bagaimana memulainya, artikel ini akan memberikan panduan lengkap untuk memahami investasi bagi pemula.

 

Apa Itu Investasi?

 

Investasi adalah cara untuk menempatkan uang Anda pada instrumen keuangan seperti saham, obligasi, reksadana, atau properti, dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa depan. 

 

Dalam hal ini, Anda memperoleh pendapatan pasif atau memperoleh keuntungan modal jika menjual investasi dengan harga lebih tinggi daripada saat membeli. Makanya, investasi dianggap sebagai suatu hal yang penting karena dapat meningkatkan nilai aset atau kekayaan sebuah perusahaan.

 

Keuntungan yang didapatkan saat melakukan investasi sendiri beragam. Mulai dari keuntungan finansial seperti bunga atau dividen, atau bisa juga berupa keuntungan non-finansial seperti prestise atau pengalaman. 

 

Pengertian Investasi Menurut Para Ahli

 

Beberapa expert dan ekonom mendefinisikan investasi ke dalam beberapa narasi ilmiah. Berikut ini adalah beberapa definisi investasi menurut para ahli!

 

  • Webster (1999): Investasi adalah penanaman uang dengan harapan mendapat hasil dan nilai tambah.
  • Sutha (2000): Investasi adalah penempatan sejumlah dana dengan harapan dapat memelihara, menaikkan nilai, atau memberikan return yang positif.
  • Bambang Riyanto (2014): Investasi adalah penanaman modal dalam bentuk uang atau barang yang dilakukan dengan tujuan memperoleh keuntungan di masa yang akan datang.
  • Brigham dan Houston (2016): Investasi adalah pengorbanan sumber daya yang dilakukan pada saat ini dengan harapan memperoleh manfaat di masa yang akan datang.
  • Jogiyanto (2017): Investasi adalah penanaman modal pada suatu aset dengan harapan mendapatkan keuntungan atau penghasilan di masa yang akan datang.

 

Jenis Investasi Berdasarkan Waktu

 

Investasi dapat dibedakan berdasarkan jangka waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh keuntungan. Berikut ini adalah beberapa jenis investasi berdasarkan waktu!

 

  • Investasi Jangka Pendek

Investasi jangka pendek adalah investasi yang dilakukan dengan jangka waktu kurang dari satu tahun. Jenis investasi ini biasanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dana dalam waktu dekat, seperti pembelian barang atau pembayaran cicilan.

 

Beberapa contoh investasi jangka pendek antara lain tabungan, deposito, dan reksadana pasar uang. Investasi jenis ini memiliki risiko yang relatif rendah, namun keuntungannya juga cenderung rendah.

 

Baca Juga: Investasi Jangka Pendek untuk Pemula: Pengertian, Jenis, dan Keuntungan

 

  • Investasi Jangka Menengah

Investasi jangka menengah adalah investasi yang dilakukan dengan jangka waktu antara satu hingga lima tahun. Jenis investasi ini biasanya dilakukan untuk mempersiapkan dana untuk kebutuhan yang lebih jauh di masa depan, seperti membeli mobil atau membayar biaya pendidikan.

 

Beberapa contoh investasi jangka menengah antara lain obligasi, reksadana pendapatan tetap, dan reksadana campuran. Investasi jenis ini memiliki risiko yang lebih tinggi daripada investasi jangka pendek, namun juga memberikan potensi keuntungan yang lebih tinggi.

 

Baca Juga: Investasi Jangka Menengah: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

 

  • Investasi Jangka Panjang

Investasi jangka panjang adalah investasi yang dilakukan dengan jangka waktu lebih dari lima tahun. Jenis investasi ini biasanya dilakukan untuk mempersiapkan dana untuk kebutuhan di masa depan yang lebih jauh lagi, seperti pensiun atau membeli rumah.

 

Beberapa contoh investasi jangka panjang antara lain saham, reksadana saham, dan properti. Investasi jenis ini memiliki risiko yang paling tinggi, namun juga memberikan potensi keuntungan yang paling tinggi.

 

Baca Juga: Mengenal Jenis-jenis Investasi Jangka Panjang dan Tips Memulainya

 

Jenis Investasi Berdasarkan Bentuknya

 

Secara garis besar, investasi dibedakan berdasarkan bentuk-bentuknya, mulai dari properti, emas, reksadana, hingga saham. Berikut penjelasan lengkapnya!

 

  • Investasi Properti

Investasi properti adalah investasi dalam bentuk kepemilikan aset berupa bangunan seperti rumah, apartemen, indekos, bangunan komersial, bahkan hingga tanah. Sebagai investor properti, tujuan utamanya adalah untuk memperoleh keuntungan dari apresiasi nilai properti dan hasil sewa.

 

Ada beragam keuntungan dari investasi properti, salah satunya adalah nilainya yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Hanya saja, kelemahan utamanya adalah sulit dicairkan dalam waktu singkat hingga biaya perawatannya yang mahal.

 

Baca Juga: 7 Cara Jitu Memulai Bisnis Properti Dari Nol, Khusus Pemula

 

  • Investasi Emas

Investasi emas adalah cara lain untuk menambah kekayaan. Emas dianggap sebagai aset yang stabil dan cenderung naik nilainya seiring waktu. Logam mulia ini dapat dibeli dalam berbagai bentuk seperti emas batangan, perhiasan, atau bahkan dalam bentuk saham.

 

Keuntungan utama dari investasi emas adalah nilainya hampir pasti selalu naik sepanjang tahun. Likuiditasnya pun tinggi karena mudah dijual. Sayangnya, investasi emas tidak cocok untuk jangka pendek dan harganya cenderung melambat saat ekonomi stabil.

 

  • Investasi Saham

Investasi saham adalah investasi dalam bentuk kepemilikan saham perusahaan. Saham dapat dibeli dan dijual di pasar saham. Investor berharap bahwa nilai saham akan naik dan mereka dapat menjual saham mereka untuk mendapatkan keuntungan.

 

Investasi saham sendiri memegang prinsip high risk high return. Memang risikonya terlampau tinggi dan tidak bisa diterima orang-orang yang profil risikonya termasuk rendah. Namun, jika Anda berencana melakukan investasi jangka panjang dan terbiasa dengan risiko tinggi, maka saham akan jadi opsi terbaik, apalagi returnnya terbilang tinggi.

 

  • Investasi Crowdfunding

Crowdfunding atau urun dana adalah jenis investasi yang baru dan semakin populer. Crowdfunding memungkinkan investor untuk menginvestasikan uang mereka dalam bentuk donasi atau pinjaman kepada individu atau perusahaan yang mencari modal. Ini memberikan kesempatan kepada investor kecil untuk berinvestasi dalam proyek-proyek besar.

 

Dibandingkan jenis investasi lain, crowdfunding punya keuntungan yang jauh lebih banyak. Mulai dari kemudahan dan kenyamanan dalam berinvestasi, proyek-proyek yang jauh lebih banyak dan punya dampak sosial, hingga memiliki potensi return yang tinggi.

 

Nah, Anda bisa mulai berinvestasi crowdfunding melalui platform Bizhare. Berdiri sejak tahun 2018, Bizhare sudah dipercaya lebih dari seratus investor Indonesia dengan puluhan proyek prestisius. Anda bisa membaca ulasan lengkapnya pada artikel di bawah ini.

 

Baca Juga: Skema Investasi Bisnis & Pendanaan di Bizhare, Aman & Transparan! 

 

  • Investasi Reksadana

Reksadana merupakan jenis investasi yang terdiri dari sekelompok investor yang mengumpulkan uang mereka untuk dibelikan oleh manajer investasi. Nantinya, mereka akan memutar uang tersebut pada berbagai jenis instrumen keuangan, seperti saham, obligasi, dan surat utang. 

 

Keuntungan utama dari investasi reksadana adalah diversifikasi risiko, sehingga keuntungan yang diterima bisa maksimal dan kerugian bisa diminimalisir. Hanya saja, kelemahannya terletak pada kompetensi dan performa manajer investasi, serta biaya pembelian dan manajemen yang harus dibayarkan pula.

 

Baca Juga: Reksadana: Pengertian, Jenis, Keuntungan, dan Risikonya

 

  • Investasi Deposito

Deposito adalah jenis investasi yang dilakukan dengan menyetorkan uang pada bank dalam jangka waktu tertentu. Bank akan memberikan bunga kepada nasabah sebagai imbalan atas uang yang disetorkan tersebut. Bunga yang diberikan biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan biasa.

 

Keuntungan dari investasi deposito adalah risiko kerugian yang sangat kecil, karena uang nasabah akan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga sebesar Rp2 miliar. Hanya saja, deposito tidak bisa diambil sebelum jangka waktunya berakhir, kecuali dengan membayar denda.

 

  • Investasi Obligasi

Obligasi adalah jenis investasi yang memberikan imbal hasil berupa bunga dalam jangka waktu tertentu. Obligasi diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah untuk meminjam uang dari investor. Keuntungan dari investasi obligasi adalah risiko yang lebih rendah dibandingkan dengan investasi saham, karena imbal hasilnya cenderung stabil.

 

Selain itu, investasi obligasi juga memberikan diversifikasi risiko, karena Anda bisa membeli obligasi dari berbagai jenis perusahaan atau pemerintah. Namun, risiko dari investasi obligasi adalah risiko kredit, yaitu kemungkinan perusahaan atau pemerintah tidak bisa membayar bunga atau pokok hutang. Selain itu, imbal hasil dari investasi obligasi cenderung lebih rendah dibandingkan dengan investasi saham.

 

  • Investasi Cryptocurrency

Cryptocurrency adalah jenis investasi yang menggunakan teknologi blockchain dan digital, seperti Bitcoin, Ethereum, dan Litecoin. Cryptocurrency diperoleh melalui proses mining atau pembelian langsung di pasar kripto. Keuntungan dari investasi cryptocurrency adalah potensi keuntungannya yang sangat tinggi dengan kecepatan transaksi dan biaya rendah.

 

Namun, risiko dari investasi ini tak kalah tinggi mengingat harganya sangat fluktuatif dan bisa berubah dalam waktu singkat. Selain itu, keamanan cryptocurrency juga menjadi perhatian karena sering terjadi kasus pencurian dan kebocoran data. Maka dari itu, pertimbangkan semua risiko tersebut dengan matang.

 

Contoh Investasi dalam Kehidupan Sehari-hari

 

Ada beberapa contoh investasi yang bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Kasus yang akan diberikan di bawah bisa jadi referensi bagi calon investor seperti Anda.

 

  • Pada 2016, Robert membeli rumah di perumahan Greenland Surabaya seharga Rp200 juta, dengan maksud untuk investasi tanpa di huni. Kemudian, di tahun 2023, rumah di perumahaan tersebut sudah di harga Rp500 jutaan. Maka keuntungan investasi yang di dapat Asri jika menjual rumah tersebut di tahun 2023 adalah sebesar Rp300 jutaan.

 

  • Pada 2018, Sarah membeli 3 gram emas batangan seharga Rp600.000 per gram. Emas tersebut ia simpan di brankas pribadi miliknya. Lima tahun kemudian yakni pada tahun 2023, harga emas batangan mencapai Rp1.000.000 per gram. Maka, keuntungan yang didapat Sarah jika menjual emas tersebut di tahun 2023 adalah Rp 400.000 per gram. 

 

  • Pada 2019, Raden melakukan investasi di franchise A via platform crowdfunding sebesar Rp5 juta. Dengan rata-rata dividend yield per tahun 21 – 33%, maka Raden bisa mendapatkan keuntungan sekitar Rp878.289 – Rp1.380.168 per tahun.

 

Dari sini bisa disimpulkan bahwa investasi adalah cara yang efektif untuk menambah kekayaan dan mencapai tujuan keuangan. Ada banyak jenis investasi yang tersedia, dan setiap jenis memiliki risiko dan potensi keuntungan yang berbeda-beda. 

 

Sebagai investor, tentukan profil risiko dan tujuan keuangan Anda, dan pilih jenis investasi yang sesuai. Lakukan riset dan analisis yang matang sebelum memutuskan untuk berinvestasi, dan diversifikasi portofolio investasi Anda untuk mengurangi risiko yang muncul. Semoga berhasil!

1987 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
322 Suka