03 October 2023
4 menit baca

Jelajahi Taman Apsari Surabaya: Potensi Cuan di Tengah Rindang Pepohonan

4 menit baca

taman apsari surabaya

 

Taman Apsari Surabaya bukan sekadar taman biasa, melainkan bagian dari sejarah panjang kota ini sejak zaman kolonial Surabaya. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi asal-usul Taman Apsari, sejarahnya yang kaya, serta pesona dan keunikan yang ditawarkannya kepada pengunjung. Selain itu, kita juga akan menyinggung mengenai bagaimana Taman Apsari menjadi pusat ekspansi bisnis terkenal seperti Holycow. 

 

Berdiri Sejak Tahun 1795

 

Taman Apsari merupakan warisan dari pemerintah kolonial Belanda yang telah berdiri sejak tahun 1795, bersamaan dengan pembangunan Gedung Grahadi.

 

Menurut Kuncarsono Prasetyo, seorang pemerhati sejarah kota Surabaya, Taman Apsari awalnya berhadapan langsung dengan Gedung Grahadi, yang dulunya merupakan tempat tinggal resmi Gubernur Jawa Timur. 

 

Inisiatif pembangunan Taman Apsari berasal dari Dirk Van Hogendorp, seorang warga Belanda yang pernah menjadi penguasa Jawa Timur pada masa 1794-1798. Saat itu, Dirk Van Hogendorp tinggal di dekat Jembatan Merah, tetapi merasa tidak nyaman dengan kediamannya tersebut. Akhirnya, ia membangun rumah dinas baru yang menghadap Sungai Kalimas, yang sekarang dikenal sebagai Gedung Grahadi.

 

Taman ini dulunya juga dikenal dengan nama Taman Simpang atau Kroesen Park pada masa kolonial Belanda. Nama Taman Simpang berasal dari lokasi taman yang terletak di suatu simpang jalan. 

 

Taman Apsari menjadi salah satu dari tiga taman peninggalan Belanda lainnya, bersama dengan Taman Surya dan Taman Jayengrono. Nama Kroesen Park diambil dari nama Residen J.C. Th Kroesen, yang memerintah pada tahun 1888-1896.

 

Taman Rindang dan Sejuk di Tengah Metropolitan

 

Saat ini, Taman Apsari telah menjadi rumah bagi puluhan jenis tanaman yang berkolaborasi dengan berbagai bunga berwarna-warni. Keberadaannya memberikan kesan teduh, sejuk, dan menyegarkan mata para pengunjung. 

 

Salah satu hal yang membuat Taman Apsari istimewa adalah kehadiran Pohon Tabebuya yang mempercantik suasana. Taman ini juga dilengkapi dengan fasilitas lapangan futsal untuk olahraga.

 

Taman Apsari juga menawarkan berbagai kegiatan bagi pengunjungnya. Di antara tanaman dan bunga yang menawan, terdapat jogging track dan Monumen Gubernur Suryo. Monumen ini dibangun untuk mengenang perjuangan Gubernur pertama Jawa Timur pada masa kemerdekaan (1946-1948). 

 

Di belakang taman ini, Anda dapat menemukan patung Joko Dolog yang berasal dari kerajaan Singasari, masa pemerintahan Raja Kertanegara, dan hingga saat ini tetap berdiri kokoh.

 

Baca Juga: Rasakan Kelezatan Bisnis: Investasikan Uang Anda di Holycow Surabaya!

 

Potensi Keuntungan Bisnis Menarik

 

Taman Apsari bukan hanya sebuah tempat yang indah, tetapi juga memiliki potensi bisnis yang besar. Keberadaannya yang strategis di jalan utama kota, berseberangan dengan Alun-alun Kota Surabaya, menjadikannya tempat yang ideal untuk bisnis dan investasi. 

 

Apalagi, hampir setiap hari Taman Apsari selalu jadi pusat kegiatan masyarakat Surabaya. Aneka lapisan masyarakat, dari anak-anak hingga lanjut usia, berkumpul di sini untuk berbagai aktivitas. 

 

Ada yang datang untuk berolahraga di jogging track, sementara yang lain datang untuk menikmati keindahan taman atau sekadar berjalan-jalan santai. Keluarga sering kali menghabiskan waktu berkualitas bersama di sini, sambil menikmati pemandangan yang menenangkan.

 

Selain itu, Taman Apsari juga menjadi tuan rumah berbagai acara komunitas dan kebudayaan. Konser musik, pameran seni, dan pertemuan sosial seringkali diadakan di taman ini. Hal ini menunjukkan bahwa Taman Apsari bukan hanya tempat rekreasi, tetapi juga menjadi bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat Surabaya.

 

Dalam konteks ini, potensi keuntungan bisnis di Taman Apsari semakin terlihat jelas. Keberagaman pengunjung dan beragam kegiatan yang terjadi di taman ini menciptakan pangsa pasar yang luas dan peluang pertumbuhan bisnis yang signifikan.  

 

Kenapa Holycow Buka Outlet di Taman Apsari?

 

Keaktifan dan keramaian yang terjadi di Taman Apsari menciptakan peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Pengusaha kuliner seperti Holycow menyadari potensi tersebut dan memilih untuk membuka gerai mereka di lokasi ini. Dengan demikian, Taman Apsari menjadi pusat kuliner yang ramai, menarik pelanggan dari berbagai lapisan masyarakat yang mengunjungi taman ini setiap hari.

 

Holycow sendiri sudah membuka puluhan gerai di seluruh Indonesia dengan potensi keuntungan besar. Mulai di Jakarta, Depok, Tangerang, Bandung, Semarang, Pekanbaru, hingga Cirebon, semua gerainya selalu ramai oleh pengunjung, khususnya bagi para penikmat steak autentik.

 

Nah, guna mengembangkan bisnisnya secara lebih intens, Holycow akan melakukan ekspansi gerainya yang berlokasi di Jl. Taman Apsari No.1, Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya, Jawa Timur.

 

Lokasi ini dinilai strategis dikarenakan berada di jalan utama kota Surabaya. Bahkan, ada ungkapan, “Bukan orang Surabaya kalau tidak kenal Taman Apsari”. Gerai ini akan berseberangan dengan Alun-alun Kota Surabaya, dengan jarak 500 meter ke Tunjungan Plaza serta berjarak kurang lebih 21 meter dari Kampi Hotel Tunjungan Surabaya.

 

Nantinya, gerai Holycow Surabaya akan menyatu dengan Coffee Toffee Taman Apsari. Hal tersebut menjadikan lokasi ini berpotensi mendulang keuntungan besar karena banyaknya konsumen, khususnya pada weekend.

 

Meskipun di daerah Surabaya sudah terdapat beberapa pesaing dengan jenis makanan yang serupa, namun produk steak dari Holycow mendapat tempat tersendiri bagi masyarakat sekitar.

 

Hal ini dikarenakan kualitas dagingnya yang premium dengan cita rasa yang autentik dan tak ditemukan di kompetitor lain. Tak heran, gerai Holycow Surabaya berpotensi ramai pengunjung, khususnya pada jam makan siang maupun weekend.

 

Baca Juga: Daftar Bisnis Franchise Murah dengan Sistem Crowdfunding

 

Investasi Saham di Bisnis Holycow Mulai Dari Rp1 Juta

 

Idealnya, jika tertarik untuk berbisnis outlet atau franchise sendiri, seorang investor harus mengeluarkan dana pribadi hingga ratusan juta Rupiah. Tentu saja, tidak semua orang memiliki dana sebesar ini.

 

Misalnya, beberapa sumber menyebut harga satu franchise Holycow! STEAKHOUSE By Chef Atlit adalah Rp45 juta. Angka ini sudah termasuk franchise fee dan pendirian gerai, lengkap dengan seluruh peralatan masak, dan supporting utilities lainnya. 

 

Namun, pengeluaran tersebut belum termasuk biaya sewa lokasi serta variable cost bulanan seperti operasional, gaji karyawan, dan pembelian bahan baku. 

 

Jika Anda tidak memiliki modal untuk memiliki satu franchise, jangan khawatir. Anda bisa membeli saham Holycow dengan harga yang murah, yakni minimal Rp1 juta saja. 

 

Nah, agar Anda menikmati keuntungan investasi berupa biaya layanan dan nominal pembelian yang terjangkau, maka Bizhare membuat skema investasi berjenjang. Silakan cek detailnya di bawah ya!

 

Baca Lengkap: Skema Investasi Holycow Surabaya

 

Dari sini bisa disimpulkan bahwa bisnis Holycow banyak digemari oleh para investor. Salah satu cabang yang telah mendapatkan pendanaan penuh melalui Bizhare yakni Holycow Cirebon.

 

Sebagai informasi, kesempatan untuk berinvestasi Holycow sangatlah jarang didapatkan, apalagi dengan harga cuma Rp1 juta saja. Jadi tunggu apalagi, Teman Bizharian, segera miliki “peluang emas” untuk mendapatkan keuntungan maksimal dengan berbisnis Holycow!

609 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
168 Suka