17 October 2023
7 menit baca

Apa Itu Brand Positioning? Simak juga Strategi dan Cara Menentukannya!

7 menit baca

brand positioning adalah

 

Brand positioning adalah konsep yang sangat penting dalam dunia bisnis. Ini adalah cara di mana sebuah merek mengambil tempatnya dalam pikiran pelanggan dan di pasar. Dalam artikel ini, Bizhare akan menjelaskan apa itu brand positioning, manfaatnya, cara membuatnya, serta memberikan beberapa contoh dan tips yang berguna.

 

Apa itu Brand Positioning?

 

Brand positioning adalah cara di mana sebuah merek dilihat oleh pelanggan dalam perbandingan dengan pesaingnya. Ini adalah tentang menciptakan citra dan persepsi yang unik sehingga merek Anda membedakan diri dari yang lain. 

 

Selain itu, brand positioning mencakup segala hal mulai dari bagaimana merek Anda mengomunikasikan nilai-nilai, kepribadian, hingga manfaat produk atau layanan Anda.

 

Baca Juga: Perbedaan Branding dan Marketing untuk Perkembangan Bisnis

 

Manfaat dan Tujuan Brand Positioning untuk Bisnis Anda

 

Brand positioning yang baik memiliki banyak manfaat dan tujuan untuk bisnis Anda. Berikut ulasan selengkapnya yang bisa diaplikasikan sebaik-baiknya.

 

  1. Menciptakan Identitas yang Kuat: Brand positioning membantu menciptakan identitas unik untuk bisnis Anda di mata pelanggan. Poin ini membantu bisnis Anda membedakan diri dari pesaing.
  2. Meningkatkan Kesetiaan Pelanggan: Pelanggan cenderung tetap setia pada merek yang mereka anggap relate serta memenuhi kebutuhan mereka. 
  3. Meningkatkan Nilai Merek: Merek dengan posisi kuat di pasar mampu menetapkan harga yang lebih tinggi untuk produk atau layanan mereka. Alasannya, pelanggan percaya pada nilai yang mereka tawarkan.
  4. Memudahkan Keputusan Pembelian: Ketika pelanggan memiliki pemahaman yang jelas tentang apa yang merek Anda tawarkan dan bagaimana itu memenuhi kebutuhan mereka, mereka lebih mudah membuat keputusan pembelian.
  5. Mengarahkan Strategi Pemasaran: Brand positioning memberikan arahan yang jelas untuk strategi pemasaran. Poin ini membantu dalam pembuatan pesan dan kampanye yang lebih efektif.
  6. Menciptakan Fokus Bisnis: Dengan brand positioning yang jelas, bisnis memiliki fokus yang lebih tajam dalam mengembangkan produk, layanan, dan inovasi yang sesuai dengan citra merek.
  7. Mencapai Kepuasan Pelanggan: Salah satu tujuan brand positioning adalah menciptakan kepuasan pelanggan dengan memenuhi harapan mereka. Hal ini dapat menghasilkan umpan balik positif dan rekomendasi dari pelanggan.
  8. Membangun Citra Positif: Brand positioning yang baik dapat membantu membangun citra positif di antara pelanggan dan masyarakat luas, yang penting untuk keberlanjutan bisnis.
  9. Menetapkan Landasan untuk Pertumbuhan: Dengan brand positioning yang kuat, bisnis dapat merencanakan pertumbuhan dan ekspansi ke pasar yang lebih luas.
  10. Meningkatkan Pengenalan Merek: Brand positioning yang efektif membantu dalam meningkatkan pengenalan merek, sehingga pelanggan lebih mudah mengidentifikasi dan mengingat merek Anda.
  11. Memfasilitasi Kerja Tim: Brand positioning juga memudahkan tim dalam mengembangkan dan menjalankan strategi pemasaran, karena semua anggota tim memiliki pemahaman yang sama tentang identitas merek.
  12. Mengukur Kesuksesan: Brand positioning juga berfungsi sebagai parameter untuk mengukur kesuksesan bisnis. Jika brand positioning tercapai dengan baik, maka bisnis akan mencapai tujuannya.
  13. Menghasilkan Keunggulan Bersaing: Dengan brand positioning yang kuat, bisnis dapat menciptakan keunggulan kompetitif yang membedakan mereka dari pesaing dan membuatnya sulit untuk ditiru.
  14. Mengarahkan Inovasi Produk: Brand positioning yang baik dapat membantu dalam mengarahkan inovasi produk. Bisnis dapat mengembangkan produk yang sesuai dengan citra merek dan kebutuhan pelanggan.
  15. Meningkatkan Kepercayaan Pelanggan: Pelanggan cenderung percaya pada merek yang memiliki posisi yang kuat di pasar, karena ini mengindikasikan konsistensi dan integritas merek.

 

Baca Juga: Apa itu Branding: Pengertian, Manfaat, dan Cara Membangunnya

 

Cara Membuat Brand Positioning

 

Membuat brand positioning yang efektif memerlukan pemahaman mendalam tentang pelanggan Anda dan persaingan di pasar. Langkah-langkah untuk membuat brand positioning yang kuat meliputi:

 

  • Mengidentifikasi Sasaran Audience

Mulailah dengan memahami siapa target audiens Anda. Siapa mereka, apa yang mereka inginkan, dan bagaimana merek Anda bisa memenuhi kebutuhan mereka.

 

  • Menetapkan Nilai dan Manfaat Unik

Identifikasi nilai-nilai dan manfaat unik yang hanya dimiliki oleh merek Anda. Pastikan poin ini mampu menjadi nilai jual yang mumpuni dan membuat perbedaan yang signifikan dari pesaing Anda.

 

  • Mengkomunikasikan Pesan yang Konsisten

Pastikan pesan Anda konsisten di semua saluran komunikasi. Ini termasuk situs web, media sosial, materi pemasaran, dan lainnya.

 

  • Pantau dan Sesuaikan dengan Perubahan

Brand positioning bukanlah sesuatu yang tetap. Anda perlu terus memantau perubahan dalam pasar dan selalu siap untuk menyesuaikan strategi Anda.

 

Contoh Brand Positioning

 

Berikut beberapa contoh brand positioning dari merek terkenal:

 

  • Contoh Brand Positioning Coca-Cola

Coca-Cola telah berhasil menciptakan posisi yang sangat kuat di pasar minuman berkarbonasi. Merek ini dikenal sebagai ikon global yang menghadirkan rasa yang menyegarkan dan merangsang perasaan bahagia. 

 

Dengan strategi pemasaran yang luar biasa, Coca-Cola telah berhasil mengaitkan merek mereka dengan momen kebahagiaan, persahabatan, dan kebersamaan. 

 

Ketika Anda meminum Coca-Cola, Anda merasakan semacam koneksi universal dengan orang-orang di seluruh dunia. Hal ini menjadikan Coca-Cola bukan minuman biasa, melainkan simbol budaya yang menghadirkan kegembiraan dan kesegaran.

 

  • Contoh Brand Positioning Indomie

Indomie telah memposisikan diri sebagai pilihan mi instan yang praktis dan lezat bagi semua orang, terutama bagi mereka yang memiliki waktu terbatas. Merek ini tidak hanya menawarkan kecepatan dalam persiapan, tetapi juga menghadirkan beragam varian rasa yang memanjakan lidah. 

 

Dengan kata lain, Indomie telah menjadi solusi makanan siap saji yang memenuhi kebutuhan banyak orang yang ingin makan enak dalam waktu singkat. Bahkan, di tanggal tua, Indomie menjadi “sahabat” anak indekos dan budak korporat yang ingin makan kenyang dan hemat.

 

  • Contoh Brand Positioning Aqua

Aqua telah berhasil membangun reputasi sebagai penyedia air mineral berkualitas tinggi yang mengutamakan kesehatan Anda. Merek ini berdedikasi untuk memberikan hidrasi terbaik bagi tubuh Anda. Dengan proses pemurnian yang canggih, Aqua menghadirkan air yang murni dan segar dengan setiap tegukan. 

 

Mereka tidak hanya menjual air, tetapi juga jaminan akan kualitas dan kesejahteraan pelanggan. Aqua adalah pilihan yang bijaksana bagi mereka yang peduli dengan kesehatan dan ingin memastikan bahwa mereka mengonsumsi air yang terbaik untuk tubuh mereka.

 

Baca Juga: 7 Cara Menarik Konsumen Baru untuk Naikkan Omset Penjualan Anda

 

Kesalahan yang Terjadi dalam Melakukan Brand Positioning

 

Ketika tidak dilakukan dengan benar, brand positioning bisa menjadi bumerang mematikan. Beberapa kesalahan umum dalam brand positioning adalah:

 

  1. Kurangnya Pemahaman tentang Pelanggan: Salah satu kesalahan utama adalah kurangnya pemahaman mendalam tentang siapa pelanggan Anda dan apa yang mereka butuhkan. Tanpa pemahaman ini, Anda mungkin mengembangkan posisi yang tidak sesuai dengan keinginan pelanggan.
  2. Kurangnya Diferensiasi: Jika merek Anda tidak memiliki nilai atau manfaat yang unik dibandingkan dengan pesaing, maka brand positioning Anda akan lemah. Penting untuk menonjolkan apa yang membuat Anda berbeda.
  3. Ketidaksesuaian dengan Realitas Produk: Menjanjikan sesuatu yang tidak sesuai dengan kualitas atau kinerja produk Anda bisa merusak reputasi merek. Ini adalah kesalahan umum yang harus dihindari.
  4. Tidak Konsisten dalam Komunikasi: Pesan yang tidak konsisten di berbagai saluran komunikasi dapat membingungkan pelanggan. Brand positioning yang kuat memerlukan konsistensi dalam pesan dan citra yang disampaikan.
  5. Tidak Beradaptasi dengan Perubahan Pasar: Pasar selalu berubah, dan brand positioning yang efektif harus dapat beradaptasi dengan perubahan tren, teknologi, dan preferensi pelanggan.
  6. Tidak Mendengarkan Umpan Balik Pelanggan: Jika Anda tidak mendengarkan umpan balik pelanggan, Anda mungkin tidak menyadari perubahan dalam persepsi merek Anda. Mengabaikan umpan balik pelanggan bisa berakibat buruk.
  7. Kurangnya Kepribadian Merek yang Jelas: Merek yang tidak memiliki kepribadian yang khas mungkin kesulitan untuk terhubung dengan pelanggan. Kepribadian merek yang jelas membantu dalam menciptakan ikatan emosional dengan pelanggan.
  8. Meniru Pesaing: Meniru strategi brand positioning pesaing tanpa pertimbangan yang baik bisa merusak citra merek Anda. Penting untuk mengembangkan posisi yang autentik dan sesuai dengan nilai merek Anda.
  9. Tidak Memantau dan Menyesuaikan: Brand positioning bukanlah sesuatu yang statis. Jika Anda tidak memantau kinerjanya dan bersedia menyesuaikan strategi jika diperlukan, Anda mungkin kehilangan relevansi.
  10. Ketidakcocokan dengan Nilai Merek: Jika brand positioning tidak mencerminkan nilai inti merek Anda, ini dapat menyebabkan konfusi di antara pelanggan dan merusak citra merek.
  11. Kurangnya Kepemimpinan dan Konsistensi: Brand positioning yang kuat memerlukan dukungan dari kepemimpinan dan konsistensi dalam menjalankan strategi. Jika ada ketidaksepakatan atau perubahan terlalu sering, ini dapat membingungkan pelanggan.
  12. Tidak Mengukur Kinerja: Tanpa pengukuran yang tepat, sulit untuk mengetahui sejauh mana brand positioning Anda berhasil. Ini membuat sulit untuk mengidentifikasi perbaikan yang diperlukan.
  13. Mengabaikan Segmen Pasar yang Tepat: Tidak memahami segmen pasar yang tepat untuk merek Anda bisa menyebabkan posisi yang tidak efektif. Penting untuk mengidentifikasi segmen yang paling sesuai dengan produk atau layanan Anda.
  14. Ketidaksesuaian dengan Visi Merek Jangka Panjang: Brand positioning harus sesuai dengan visi jangka panjang merek Anda. Tidak mempertimbangkan visi ini dapat mengarah pada perubahan strategi yang kontraproduktif.
  15. Tidak Menginvestasikan dalam Brand Positioning: Posisi merek yang kuat memerlukan investasi dalam penelitian, pemasaran, dan pengembangan strategi. Tidak mengalokasikan sumber daya yang cukup dapat menghambat kemajuan merek Anda.

 

Baca Juga: 15 Faktor Penyebab Kegagalan Usaha dan Solusinya

 

Jenis Strategi Brand Positioning

 

Ada beberapa jenis strategi brand positioning yang bisa Anda pertimbangkan. Sebagai informasi, tidak semuanya bisa diterapkan dalam merek Anda, jadi silakan dipelajari baik-baik.

 

  • Customer Service Strategy Positioning

Strategi brand positioning ini menitikberatkan pada pemanfaatan layanan pelanggan yang andal untuk menjangkau dan memperoleh pelanggan baru. Keuntungan utama dari strategi ini adalah bahwa layanan pelanggan yang baik dapat membantu memastikan harga yang lebih tinggi. Interaksi layanan pelanggan juga merupakan bagian penting dari lingkaran pemasaran.

 

  • Convenience-Based Positioning Strategy

Strategi yang satu ini menunjukkan bagaimana sebuah merek bisa membuat para penggunanya merasa nyaman. Nah, Kenyamanan yang dimaksud dapat didasarkan pada faktor-faktor seperti lokasi strategis, mudah digunakan, mudah diakses, didukung oleh platform yang beragam, atau bahkan desain produk yang modern dalam era pemasaran digital seperti saat ini.

 

  • Price-Based Positioning Strategy

Positioning berdasarkan harga adalah strategi pemasaran di mana sebuah merek memosisikan dirinya sebagai pilihan harga terbaik bagi konsumen. Strategi ini biasanya dilakukan dengan menawarkan produk atau layanan dengan harga lebih rendah daripada pesaing, atau dengan menawarkan kualitas yang setara dengan harga yang lebih murah. 

 

Tujuan dari strategi ini adalah untuk membedakan merek dari pesaing dan memenangkan pangsa pasar melalui harga yang kompetitif. Dengan demikian, merek yang hendak ditonjolkan menjadi unggul dan mampu bersaing.

 

  • Quality-Based Positioning Strategy

Strategi pemasaran ini merujuk pada upaya merek untuk menempatkan dirinya sebagai pilihan terbaik bagi konsumen berdasarkan kualitas produk atau layanannya. Biasanya, suatu merek menawarkan produk atau layanan dengan kualitas tinggi, bahan baku terbaik, dan proses produksi yang cermat untuk mencapai posisi ini. 

 

Akibatnya, merek yang mengadopsi strategi ini cenderung menetapkan harga yang lebih tinggi daripada pesaing, karena konsumen cenderung mengutamakan kualitas dan bersedia membayar lebih mahal untuk mendapatkannya.

 

Baca Juga: 15 Cara Mengembangkan Usaha dengan Cepat dan Terarah

 

Tips Melakukan Brand Positioning

 

Setelah mempelajari seluk beluk brand positioning, kini Anda perlu memahami secara lebih dalam mengenai bagaimana cara melakukan brand positioning agar berhasil.

  • Pahami Pelanggan Anda Sedalam-dalamnya

Untuk berhasil dalam brand positioning, Anda harus memahami pelanggan Anda dengan baik. Pelajari secara mendalam tentang siapa mereka, apa yang mereka cari, dan bagaimana mereka melihat merek Anda. Ini akan membantu Anda menciptakan strategi yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi pelanggan.

 

  • Identifikasi Unique Value Unik Merek Anda

Identifikasi apa yang membuat merek Anda unik dan bernilai. Fokus pada keunggulan dan manfaat yang hanya dimiliki oleh merek Anda. Ini bisa berupa kualitas produk, harga yang kompetitif, atau pengalaman pelanggan yang istimewa.

 

  • Sampaikan Pesan Utama sebuah Merek

Pesan utama merek Anda harus jelas dan mudah dimengerti oleh pelanggan. Pesan ini harus mampu menjelaskan apa yang membuat Anda berbeda dari pesaing Anda dalam beberapa kata. Ini akan membantu pelanggan mengingat dan mengidentifikasi merek Anda dengan mudah.

 

  • Pahami Pesaing Anda

Lakukan analisis komprehensif tentang pesaing Anda. Pahami bagaimana mereka memosisikan merek mereka di pasar. Identifikasi kesempatan untuk membedakan diri dari pesaing dengan menonjolkan keunikan Anda.

 

  • Kembangkan Strategi Komunikasi yang Konsisten

Pastikan pesan dan citra merek Anda konsisten di semua saluran komunikasi, termasuk iklan, media sosial, dan situs web. Penggunaan bahasa, gaya, dan elemen visual yang konsisten akan memperkuat brand positioning Anda.

 

  • Beradaptasi dengan Perubahan Pasar

Ingatlah bahwa pasar selalu berubah. Oleh karena itu, jadilah fleksibel dalam strategi Anda dan siap untuk beradaptasi dengan tren dan perubahan perilaku konsumen. Teruslah memantau perubahan dan respons pasar dengan cepat.

 

  • Lakukan Riset Pasar Secara Teratur

Lakukan riset pasar secara teratur untuk tetap terkini tentang perubahan dalam preferensi pelanggan dan persepsi merek Anda. Gunakan data ini untuk menyempurnakan strategi Anda agar tetap relevan di pasar yang dinamis.

 

Baca Juga: Business Plan: Pengertian, Jenis, & Manfaatnya

 

Kesimpulannya, brand positioning adalah kunci untuk membedakan diri Anda dalam pasar yang kompetitif. Dengan memahami target audiens Anda, menetapkan nilai unik, dan komunikasi yang konsisten, Anda dapat menciptakan citra merek yang kuat dan menguntungkan. Jangan lupa untuk terus memantau dan menyesuaikan strategi Anda agar tetap relevan.

819 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
127 Suka