30 May 2023
4 menit baca

Pengertian Stock Split Saham dan Keuntungannya

4 menit baca

stock split saham

 

Stock split adalah adalah salah satu strategi yang digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan likuiditas saham mereka. Dengan memperbanyak jumlah saham yang beredar, perusahaan dapat menarik lebih banyak investor ke pasar saham dan meningkatkan likuiditas saham mereka. 

 

Apa itu Stock Split dalam Saham

 

Stock split atau pembagian saham adalah suatu kebijakan perusahaan untuk meningkatkan jumlah saham yang beredar dengan cara membagi saham yang sudah ada menjadi beberapa saham baru. 

 

Misalnya, jika sebuah perusahaan melakukan stock split 2:1, maka setiap saham lama akan diganti dengan dua saham baru. Dengan demikian, jumlah saham yang beredar akan menjadi dua kali lipat dari sebelumnya.

 

Contoh sederhana dari stock split adalah ketika sebuah perusahaan memiliki 10.000 saham yang beredar dengan harga per saham sebesar Rp100. Jika perusahaan melakukan stock split 2:1, maka setelah stock split, jumlah saham yang beredar akan menjadi 20.000 saham dengan harga per saham sebesar Rp50.

 

Baca Juga: Apa Itu Indeks Saham: Kegunaan, Fungsi, dan Jenis-Jenisnya

 

Pengertian Reverse Stock

 

Reverse stock atau stock reverse split adalah kebijakan perusahaan untuk mengurangi jumlah saham yang beredar dengan cara menggabungkan beberapa saham menjadi satu saham baru. 

 

Misalnya, jika sebuah perusahaan melakukan reverse stock 1:5, maka setiap lima saham lama akan digabungkan menjadi satu saham baru. Dengan demikian, jumlah saham yang beredar akan menjadi lima kali lebih sedikit dari sebelumnya.

 

Contoh sederhana dari reverse stock adalah ketika sebuah perusahaan memiliki 10.000 saham yang beredar dengan harga per saham sebesar Rp10. Jika perusahaan melakukan reverse stock 1:5, maka setelah reverse stock, jumlah saham yang beredar akan menjadi 2.000 saham dengan harga per saham sebesar Rp50.

 

Baca Juga: Buyback Saham: Pengertian, Cara Kerja, dan Keuntungannya

 

Tujuan Stock Split

 

Ada beberapa tujuan dari stock split yang sengaja dilakukan perusahaan. Berikut daftar lengkapnya!

 

  • Meningkatkan Likuiditas Saham

Salah satu tujuan stock split adalah untuk meningkatkan likuiditas saham. Dengan meningkatkan jumlah saham yang beredar, harga per saham menjadi lebih terjangkau bagi investor kecil. Hal ini juga dapat meningkatkan volume perdagangan saham, sehingga membuat saham lebih mudah untuk dibeli dan dijual.

 

  • Memperbaiki Citra Perusahaan

Stock split juga dapat meningkatkan citra perusahaan di kalangan investor dan pasar. Kebijakan stock split dapat memberikan sinyal positif bahwa perusahaan memiliki kinerja yang baik dan potensi pertumbuhan yang besar.

 

  • Meningkatkan Aksesibilitas

Stock split juga dapat meningkatkan aksesibilitas saham bagi investor institusional dan investor asing. Beberapa lembaga dan negara hanya memperbolehkan investasi dalam saham dengan harga yang terjangkau, sehingga stock split dapat meningkatkan aksesibilitas saham bagi investor tersebut.

 

Contoh Stock Split

 

Salah satu contoh penerapan stock split yang terkenal adalah pada perusahaan teknologi Apple pada tahun 2014. Pada saat itu, Apple melakukan stock split sebanyak 7 kali, sehingga membuat harga per saham menjadi lebih terjangkau bagi investor kecil.

 

Sebelum stock split dilakukan, harga per saham Apple mencapai sekitar $700. Namun, setelah stock split, harga per saham menjadi sekitar $100. Hal ini membuat Apple menjadi lebih terjangkau bagi investor kecil dan meningkatkan likuiditas saham.

 

Keuntungan Stock Split Bagi Emiten

 

Salah satu keuntungan dari stock split bagi emitennya adalah meningkatkan likuiditas saham. Dengan meningkatkan jumlah saham yang beredar, harga per saham menjadi lebih terjangkau bagi investor kecil. Hal ini dapat meningkatkan volume perdagangan saham dan membuat saham lebih mudah untuk dibeli dan dijual.

 

Selain itu, stock split juga dapat meningkatkan citra perusahaan di kalangan investor dan pasar. Kebijakan stock split dapat memberikan sinyal positif bahwa perusahaan memiliki kinerja yang baik dan potensi pertumbuhan yang besar. Hal ini dapat meningkatkan minat investor dan mendorong kenaikan harga saham.

 

Keuntungan Stock Split Bagi Pemegang Saham/Investor

 

Keuntungan bagi pemegang saham atau investor adalah harga per saham menjadi lebih terjangkau. Dengan stock split, jumlah saham yang dimiliki akan menjadi lebih banyak, meskipun nilai total investasi tetap sama. 

 

Hal ini dapat memberikan keuntungan dalam jangka panjang, karena pemegang saham memiliki lebih banyak saham untuk dijual atau dapat dijadikan sebagai jaminan kredit.

 

Selain itu, stock split juga dapat meningkatkan likuiditas saham, sehingga membuat saham lebih mudah untuk dibeli dan dijual. Hal ini juga dapat meningkatkan volum perdagangan saham dan membuat saham menjadi lebih likuid.

 

Kerugian Stock Split

 

Meskipun stock split dapat memberikan keuntungan, ada juga beberapa kerugian yang perlu diperhatikan. Berikut ini adalah dua kerugian yang sering terjadi akibat stock split:

 

  • Berakibat Meningkatnya Volatilitas

Setelah stock split dilakukan, volatilitas saham cenderung meningkat. Hal ini terjadi karena banyak investor kecil yang masuk dan keluar dari pasar, sehingga mempengaruhi harga saham secara dramatis. Jika tidak ditangani dengan baik, meningkatnya volatilitas dapat membuat saham menjadi tidak stabil dan berisiko bagi investor.

 

  • Tidak Membuat Harga Saham Naik

Stock split tidak secara otomatis membuat harga saham naik. Walaupun jumlah saham yang beredar menjadi lebih banyak, harga per saham tetap sama. Harga saham hanya akan naik jika investor memiliki keyakinan bahwa perusahaan memiliki potensi pertumbuhan yang baik.

 

Baca Juga: Kenapa Harga Saham Naik Turun? Ini Penyebabnya!

 

Akhir kata, meskipun stock split tidak memengaruhi nilai investasi Anda, pergerakan harga saham setelah stock split adalah masih dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor lainnya. 

 

Oleh karena itu, penting untuk terus memantau pergerakan harga saham dan informasi terbaru tentang perusahaan sebelum membuat keputusan investasi.

443 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
127 Suka