29 March 2024
4 menit baca

Memahami Resesi Global, Tanda-tanda, & Cara Mengatasinya

4 menit baca

Resesi global

 

Resesi global adalah kondisi yang sangat mempengaruhi perekonomian dunia. Saat resesi terjadi, pertumbuhan ekonomi mengalami perlambatan yang signifikan, bahkan bisa berubah menjadi negatif. Hal ini dapat berdampak luas, termasuk pada lapangan kerja, harga barang dan jasa, serta kestabilan pasar keuangan. 

 

Apa itu Resesi Global?

 

Resesi global adalah kondisi ekonomi di mana pertumbuhan ekonomi secara signifikan melambat atau bahkan negatif di berbagai negara di seluruh dunia. Hal ini berbeda dengan resesi yang terjadi hanya di satu negara atau wilayah tertentu. 

 

Resesi global biasanya terjadi karena adanya faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi banyak negara secara bersamaan, seperti krisis keuangan global, penurunan permintaan konsumen secara internasional, atau gangguan besar dalam rantai pasokan global. Resesi global memiliki dampak yang luas dan seringkali sulit untuk diatasi karena memerlukan kerjasama antarnegara dalam menghadapinya.

 

Baca Juga: Kenapa Harga Saham Naik Turun? Ini Penyebabnya!

 

Penyebab Resesi Global

 

Penyebab resesi global dapat bervariasi dan seringkali kompleks, melibatkan interaksi antara berbagai faktor ekonomi, politik, dan sosial.

 

  • Krisis Keuangan 

Krisis keuangan yang melanda sektor perbankan atau pasar keuangan global dapat memicu resesi. Contohnya adalah Krisis Keuangan Global 2008 yang dipicu oleh krisis perumahan di Amerika Serikat.

 

  • Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi

Penurunan pertumbuhan ekonomi global juga dapat menjadi penyebab resesi. Faktor-faktor seperti penurunan investasi, konsumsi, atau ekspor dapat menyebabkan perlambatan ekonomi global.

 

  • Perubahan Permintaan

Perubahan pola konsumsi atau permintaan global dapat mempengaruhi ekonomi dunia. Misalnya, penurunan permintaan terhadap komoditas tertentu dapat berdampak pada ekonomi negara-negara produsen komoditas tersebut.

 

  • Ketidakstabilan Politik

Ketidakstabilan politik di beberapa negara atau wilayah dapat menyebabkan ketidakpastian ekonomi yang dapat berdampak negatif pada ekonomi global.

 

  • Perubahan Kebijakan Ekonomi

Kebijakan ekonomi yang tidak tepat atau tidak sesuai dengan kondisi ekonomi saat itu juga dapat memicu resesi. Misalnya, kebijakan moneter yang terlalu ketat atau fiskal yang kurang efektif.

 

  • Krisis Energi

Krisis energi global, seperti kenaikan harga minyak yang drastis, juga dapat mempengaruhi ekonomi global dengan menaikkan biaya produksi dan transportasi.

 

  • Bencana Alam

Bencana alam besar seperti gempa bumi, tsunami, atau badai tropis juga dapat menyebabkan resesi dengan merusak infrastruktur dan mengganggu aktivitas ekonomi.

 

  • Pandemi Global

Pandemi seperti COVID-19 dapat memiliki dampak besar pada ekonomi global dengan menekan aktivitas ekonomi, mengganggu rantai pasokan, dan meningkatkan ketidakpastian.

 

Baca Juga: Kuasai Rumus Mengatur Keuangan Ini dan Raih Financial Freedom!

 

Tanda-tanda Resesi Global

 

Tanda-tanda resesi global dapat bervariasi, tetapi beberapa yang umum meliputi:

 

  1. Pertumbuhan Ekonomi Negatif: Pertumbuhan ekonomi negatif atau stagnan adalah salah satu tanda utama resesi. Ini terjadi ketika output ekonomi suatu negara menurun selama dua kuartal berturut-turut atau lebih.
  2. Peningkatan Pengangguran: Resesi seringkali disertai dengan peningkatan tingkat pengangguran karena perusahaan mengurangi produksi dan memotong tenaga kerja untuk menghemat biaya.
  3. Penurunan Konsumsi: Konsumen cenderung mengurangi pengeluaran mereka selama resesi karena kekhawatiran tentang masa depan ekonomi, yang dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi lebih lanjut.
  4. Penurunan Investasi: Perusahaan cenderung menunda atau mengurangi investasi selama resesi karena ketidakpastian ekonomi, yang dapat memperburuk situasi ekonomi.
  5. Penurunan Harga Aset: Selama resesi, harga aset seperti saham dan properti cenderung turun karena investor kehilangan kepercayaan pada pertumbuhan ekonomi.
  6. Perlambatan Perdagangan Internasional: Resesi global sering disertai dengan perlambatan perdagangan internasional karena permintaan global menurun.
  7. Kebijakan Moneter yang Longgar: Pada umumnya, bank sentral akan menerapkan kebijakan moneter yang longgar selama resesi untuk merangsang pertumbuhan ekonomi.
  8. Deflasi: Resesi dapat menyebabkan deflasi, yaitu penurunan umum dalam harga barang dan jasa, yang dapat mengurangi pendapatan perusahaan dan rumah tangga.
  9. Penurunan Produksi Industri: Produksi industri cenderung turun selama resesi karena permintaan konsumen menurun.
  10. Peningkatan Utang Pemerintah: Selama resesi, pemerintah cenderung meningkatkan pengeluaran untuk merangsang ekonomi, yang dapat mengakibatkan peningkatan utang pemerintah.

 

Cara Mengatasi Resesi Global

 

Mengatasi resesi global memerlukan tindakan yang koordinatif dan terencana dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, bisnis, dan masyarakat umum. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi resesi global.

 

  1. Stimulus Ekonomi: Pemerintah dapat memberlakukan stimulus ekonomi untuk meningkatkan pengeluaran publik dan swasta. Stimulus ini dapat berupa insentif pajak, program infrastruktur, atau bantuan langsung kepada individu dan bisnis.
  2. Kebijakan Moneter Longgar: Bank sentral dapat menerapkan kebijakan moneter longgar, seperti menurunkan suku bunga dan memperluas pasokan uang, untuk merangsang aktivitas ekonomi dan meningkatkan kredit.
  3. Pelatihan Keterampilan dan Pendidikan: Investasi dalam pelatihan keterampilan dan pendidikan dapat membantu pekerja yang kehilangan pekerjaan akibat resesi untuk bersiap kembali ke pasar tenaga kerja yang lebih kuat.
  4. Bantuan Sosial: Pemerintah dapat memberikan bantuan sosial kepada individu dan keluarga yang terdampak resesi untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka.
  5. Penggalakan Konsumsi: Kampanye untuk menggalakkan konsumsi domestik dapat membantu memulihkan permintaan dalam negeri dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
  6. Pengembangan Infrastruktur: Investasi dalam infrastruktur dapat menciptakan lapangan kerja baru dan merangsang pertumbuhan jangka panjang.
  7. Reformasi Struktural: Pemerintah dapat melakukan reformasi struktural untuk meningkatkan daya saing ekonomi, seperti reformasi perpajakan atau deregulasi sektor tertentu.
  8. Kolaborasi Internasional: Kerjasama antar negara dalam mengatasi resesi global dapat membantu mengurangi dampak negatifnya dan mempercepat pemulihan ekonomi.
  9. Diversifikasi Ekonomi: Mendorong diversifikasi ekonomi dapat membuat negara lebih tahan terhadap goncangan ekonomi global.
  10. Peningkatan Kesejahteraan Sosial: Pemerintah dapat meningkatkan kesejahteraan sosial melalui program-program seperti jaminan sosial dan akses yang lebih luas terhadap layanan kesehatan.

 

Mengatasi resesi global memerlukan waktu dan upaya yang berkelanjutan dari semua pihak terkait. Dengan langkah-langkah yang tepat, resesi dapat diatasi dan ekonomi dapat pulih kembali ke jalur pertumbuhan yang stabil.

 

Baca Juga: Cara Mempersiapkan Dana Pensiun dengan 4% Rule

 

Investasi Aman di Bizhare karena #TransparanBikinAman

 

Bizhare, platform securities crowdfunding nomor 1 di Indonesia telah berkomitmen untuk menjunjung asas transparansi dan keamanan, tak hanya bagi investor, tapi juga bisnis-bisnis yang listing.

 

Melalui Bizhare, Anda dapat berinvestasi dalam proyek-proyek properti yang menjanjikan dengan lebih percaya diri. Dukungan dari Bizhare dalam menerapkan tips-tips aman bertransaksi online, seperti menggunakan sistem pembayaran yang aman dan memeriksa track record bisnis, berhasil memberikan kepastian bahwa investasi Anda dilakukan sesuai dengan prosedur yang benar dan dijamin terhindar dari risiko penipuan.

 

Secara rutin, Bizhare juga melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap bisnis-bisnis tersebut secara berkala. Laporan keuangan tiap bisnis juga selalu diterbitkan tiap bulan agar bisa dipantau oleh para investor.

 

Hal ini merupakan komitmen Bizhare agar para investor, baik lama maupun baru, bisa terus berinvestasi di Bizhare, karena seperti slogan andalannya, #TransparanBikinAman.

 

Tak heran, berkat konsistensi Bizhare dalam menjunjung transparansi dan keamanan berinvestasi, Bizhare berhasil mendapatkan izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor SK: 38/D.04/2021 sebagai Penyelenggara Securities Crowdfunding. Artinya, Bizhare beroperasi sesuai dengan standar dan regulasi yang ketat.

 

Bizhare juga sudah mendapatkan Sertifikasi ISO/IEC 27001:2013 dari Société Générale de Surveillance (SGS), auditor independen yang terdaftar resmi di Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Dengan demikian, Bizhare memastikan bahwa data investor aman dan tidak akan bocor. 

 

Untuk informasi lebih lengkap mengenai #TransparanBikinAman, silakan tekan button di bawah ini.

 

#TransparanBikinAman

59 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
15 Suka