31 May 2024
4 menit baca

Petty Cash atau Kas Kecil: Simak Pengertian, Fungsi, Penggunaan, dan Contoh Laporannya

4 menit baca

Petty Cash atau Kas Kecil: Simak Pengertian, Fungsi, Penggunaan, dan Contoh Laporannya

 

Pengelolaan keuangan dalam sebuah bisnis bukan hanya berkutat pada jumlah uang yang besar. Ada juga aspek-aspek penting terkait uang dalam jumlah kecil yang sering kali digunakan untuk kebutuhan operasional sehari-hari. Salah satunya adalah petty cash atau kas kecil. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pengertian, fungsi, penggunaan, dan contoh laporan dari petty cash atau kas kecil.

 

Pengertian Petty Cash atau Kas Kecil

 

Dilansir situs Kemenkop UKM, petty cash adalah alat pembayaran harian yang bersifat rutin untuk kebutuhan operasional perusahaan.

 

Sementara itu menurut Investopedia, petty cash adalah sejumlah dana perusahaan yang disimpan untuk membayar kebutuhan mendadak, seperti perlengkapan kantor atau reimbursement/penggantian karyawan.

 

Bisa disimpulkan bahwa petty cash adalah sejumlah uang tunai yang disediakan oleh perusahaan untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran kecil yang tidak efisien jika dibayar melalui sistem pembayaran utama perusahaan, seperti transfer bank. 

 

Kas kecil biasanya digunakan untuk keperluan operasional sehari-hari yang mendesak dan memerlukan pembayaran segera, misalnya untuk membeli alat tulis, membayar biaya parkir, atau membeli konsumsi rapat.

 

Baca Juga: 30 Ide Bisnis Digital yang Bisa Anda Coba di Tahun 2024

 

Fungsi dan Manfaat Kas Kecil

 

Pengelolaan petty cash yang baik dapat membantu menjaga efisiensi dan kelancaran operasional perusahaan. Berikut ini adalah beberapa fungsi dan manfaat dari kas kecil:

 

  • Mempercepat Proses Pembayaran

Petty cash memungkinkan perusahaan untuk segera membayar kebutuhan-kebutuhan kecil tanpa harus melalui proses administrasi yang panjang dan rumit. Hal ini sangat berguna dalam situasi-situasi yang membutuhkan pembayaran segera, seperti membeli alat tulis yang habis, membayar biaya parkir, atau membeli konsumsi rapat.

 

  • Memudahkan Pengelolaan Pengeluaran Kecil

Dengan adanya petty cash, perusahaan dapat mengelola pengeluaran-pengeluaran kecil dengan lebih mudah dan terorganisir. Pengeluaran tersebut tidak perlu dicatat dalam buku besar perusahaan secara langsung, sehingga mengurangi beban administrasi.

 

  • Menjaga Efisiensi Operasional

Petty cash berperan penting dalam menjaga kelancaran operasional perusahaan. Dengan adanya dana tunai yang siap digunakan, karyawan dapat fokus pada pekerjaan utama mereka tanpa terganggu oleh hal-hal kecil yang membutuhkan pembayaran segera. Hal ini membantu menjaga produktivitas dan efisiensi operasional.

 

  • Mengurangi Beban Administrasi

Penggunaan kas kecil membantu mengurangi jumlah transaksi yang harus dicatat dalam buku besar atau sistem akuntansi utama perusahaan. Dengan demikian, beban administrasi menjadi lebih ringan, dan proses pencatatan keuangan menjadi lebih sederhana.

 

  • Mengontrol Pengeluaran

Kas kecil memberikan kontrol yang lebih baik terhadap pengeluaran kecil. Setiap penggunaan kas kecil biasanya harus didukung oleh bukti pengeluaran seperti kwitansi atau nota. Hal ini memudahkan perusahaan untuk memantau dan mengaudit penggunaan dana, serta memastikan tidak ada penyalahgunaan.

 

  • Menyediakan Dana Tunai

Dengan adanya kas kecil, perusahaan selalu memiliki sejumlah uang tunai yang siap digunakan untuk berbagai kebutuhan mendesak. Ini sangat membantu dalam situasi-situasi di mana pembayaran non-tunai tidak praktis atau tidak memungkinkan.

 

Baca Juga: 15 Ide Bisnis Kreatif untuk Pemula, Raih Cuan dengan Mudah!

 

Petunjuk dan Metode Penggunaan Petty Cash

 

Dalam penggunaannya, petty cash atau kas kecil dapat dikelola dengan dua metode utama, yaitu imprest fund system (metode tetap) dan fluctuating fund system (metode tidak tetap atau berubah-ubah).

 

  • Imprest Fund System (Metode Tetap)

Metode tetap atau imprest fund system adalah metode pengelolaan kas kecil di mana jumlah kas kecil ditetapkan pada jumlah tertentu. Setiap kali ada pengeluaran, jumlah kas kecil akan dikurangi sesuai dengan pengeluaran tersebut. 

 

Pada akhir periode tertentu, kas kecil akan diisi kembali ke jumlah awal dengan cara menggantikan jumlah yang telah digunakan. Sistem ini memastikan adanya kontrol yang ketat terhadap penggunaan kas kecil karena setiap pengeluaran harus dicatat dan ada bukti pengeluarannya.

 

  • Fluctuating Fund System (Metode Tidak Tetap atau Berubah-ubah)

Metode fluctuating fund system adalah metode pengelolaan kas kecil di mana jumlah kas kecil dapat berubah-ubah sesuai dengan kebutuhan. Tidak ada jumlah tetap yang harus dipertahankan. 

 

Pada metode ini, setiap kali kas kecil diisi, jumlahnya bisa berbeda tergantung pada penggunaan sebelumnya. Sistem ini lebih fleksibel namun memerlukan pengawasan yang lebih ketat untuk memastikan tidak terjadi penyalahgunaan.

 

Baca Juga: 21 Peluang Usaha yang Belum Banyak Pesaing, Cepat Cuan!

 

Contoh Laporan Penggunaan Petty Cash

 

Berikut adalah contoh laporan penggunaan petty cash yang bisa dijadikan referensi:

 

Laporan Penggunaan Petty Cash

 

Periode: 1 – 31 Maret 2024

Jumlah Awal Kas Kecil: Rp2.000.000

 

Petty Cash atau Kas Kecil: Simak Pengertian, Fungsi, Penggunaan, dan Contoh Laporannya

 

 

Total Pengeluaran: Rp800.000

Total Saldo Akhir: Rp2.000.000

 

Laporan ini menunjukkan penggunaan kas kecil selama periode tertentu, mencakup deskripsi pengeluaran, jumlah pengeluaran, dan saldo setelah setiap transaksi. 

 

Dengan laporan ini, perusahaan dapat memonitor penggunaan kas kecil secara efektif dan memastikan bahwa pengeluaran-pengeluaran kecil tersebut tercatat dengan baik.

 

Baca Juga: Fluktuasi: Pengertian, Penyebab, & Cara Mengatasinya

 

#AmankanPerusahaanMu dengan Investasi di Bizhare Institusi

 

Pernahkah Anda berpikir untuk menginvestasikan dana idle perusahaan Anda ke platform investasi tepercaya? Tak hanya efektif, strategi ini sangat bagus untuk mengembangkan meningkatkan dana perusahaan Anda secara signifikan, loh.

 

Bizhare Institusi adalah fitur bagi perusahaan yang ingin mengelola dan mengembangkan dana idle mereka ke berbagai efek yang tersedia, mulai dari saham, obligasi dan sukuk secara urun dana atau crowdfunding di platform Bizhare.

 

Menariknya, Bizhare Institusi tidak hanya menyediakan akses eksklusif ke berbagai instrumen investasi, tetapi juga menawarkan kemudahan dalam pengelolaan dana perusahaan. 

 

Baca Juga: 7 Cara Amankan Keuangan Perusahaan, Mari Investasi!

 

Dengan berinvestasi melalui crowdfunding di Bizhare, perusahaan dapat memanfaatkan dana idlenya secara efisien dan meraih potensi keuntungan yang optimal. Keuntungan dari investasi tersebut tidak hanya dirasakan oleh perusahaan, tetapi juga oleh para investor yang berpartisipasi dalam crowdfunding.

 

Yang paling menarik, dividend yield yang bisa Anda terima dari investasi di Bizhare Institusi adalah 10–18% per tahun berdasarkan data historis. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan Anda berinvestasi di instrumen lainnya. 

 

Jadi, Anda bisa menikmati liburan dengan nyaman karena dana idle perusahaan Anda berada di tangan yang tepat untuk dikembangkan secara optimal. Tenang saja, Anda memantau perkembangannya melalui platform Bizhare Institusi. 

 

Jika tertarik, silakan membaca panduan pendaftaran dan investasi akun Bizhare Institusi melalui tautan di bawah ini.

 

Baca Lengkap: Bizhare Institusi: Investasikan Dana Perusahaan Anda

 

Kesimpulannya, board of directors memiliki peran yang sangat penting dalam manajemen perusahaan. Mereka bertanggung jawab untuk menetapkan arah strategis perusahaan, mengawasi kinerja manajemen, menjaga kepentingan pemegang saham, memastikan kepatuhan hukum dan etika, serta memberikan dukungan dan pengarahan kepada manajemen. 

 

Dengan menjalankan peran mereka dengan baik, board of directors dapat membantu menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan dan pemegang sahamnya.

 

Jika ingin tahu lebih banyak mengenai Bizhare Institusi, Anda bisa mengeklik button di bawah ini.

 

#AmankanPerusahaanMu Sekarang

135 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
28 Suka