11 January 2024
5 menit baca

Apa itu Leverage? Pahami Leverage Ratio, Jenis, dan Rumusnya

5 menit baca

apa itu leverage ratio

 

Dalam dunia keuangan, terdapat banyak istilah dan konsep yang penting untuk dipahami. Salah satunya adalah leverage ratio atau rasio utang. Berikut penjelasan konsep ini secara mendalam, meliputi pengertian, perhitungan, serta pentingnya leverage ratio dalam analisis keuangan.

 

Definisi Leverage Menurut Para Ahli

 

Pengertian leverage sendiri bervariasi di antara para expert finansial. Berikut ini adalah beberapa definisi leverage menurut para ahli terkemuka!

 

  1. Franco Modigliani dan Merton Miller: Leverage adalah penggunaan utang dalam struktur modal perusahaan untuk memperoleh keuntungan finansial. Mereka menyatakan bahwa nilai perusahaan tidak dipengaruhi oleh kebijakan utangnya.
  2. Robert C. Merton: Leverage adalah penggunaan dana pinjaman untuk meningkatkan potensi pengembalian investasi. Menurutnya, leverage memainkan peran penting dalam mengoptimalkan alokasi risiko dan imbal hasil.
  3. Benjamin Graham: Leverage merupakan penggunaan dana pinjaman dalam investasi. Ia menekankan pentingnya mengelola risiko dan memilih leverage yang seimbang untuk mencapai hasil yang optimal.
  4. John Maynard Keynes: Leverage adalah penggunaan dana pinjaman untuk meningkatkan daya beli dan investasi. Ia menganggap leverage sebagai salah satu cara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
  5. David Durand: Leverage merupakan penggunaan utang yang meningkatkan imbal hasil dan risiko dalam investasi. Ia menekankan pentingnya pemahaman yang matang tentang risiko leverage dalam pengambilan keputusan keuangan.

 

Baca Juga: Laporan Keuangan Perusahaan: Manfaat, Jenis, dan Unsurnya

 

Jenis Leverage

 

Ada beberapa jenis leverage yang umum ditemui, yaitu leverage keuangan, leverage operasi, dan leverage gabungan. Mari kita bahas satu per satu.

 

  • Leverage Keuangan (Financial Leverage)

Leverage keuangan merujuk pada penggunaan dana pinjaman untuk memperbesar potensi keuntungan. Dalam leverage keuangan, perusahaan menggunakan utang untuk meningkatkan modal yang digunakan dalam investasi. 

 

Dengan menggunakan leverage keuangan, perusahaan dapat menghasilkan laba yang lebih tinggi daripada yang dapat dicapai hanya dengan menggunakan modal sendiri. Namun, perlu diingat bahwa leverage keuangan juga dapat meningkatkan risiko kerugian jika hasil investasi tidak memenuhi harapan.

 

  • Leverage Operasi (Operating Leverage)

Leverage operasi merujuk pada penggunaan biaya tetap dalam operasional perusahaan untuk memperbesar perubahan laba. Dalam leverage operasi, perusahaan memiliki biaya tetap yang harus dibayarkan terlepas dari tingkat penjualan. 

 

Dengan menggunakan leverage operasi, perusahaan dapat meningkatkan keuntungan saat penjualan meningkat. Namun, jika penjualan menurun, leverage operasi juga dapat memperbesar kerugian. Oleh karena itu, perusahaan harus berhati-hati dalam mengelola biaya tetap agar leverage operasi dapat memberikan manfaat yang diinginkan.

 

  • Leverage Gabungan (Combined Leverage)

Leverage gabungan menggabungkan penggunaan leverage keuangan dan leverage operasi. Dalam leverage gabungan, perusahaan menggunakan dana pinjaman untuk memperbesar potensi keuntungan melalui peningkatan penjualan dan efisiensi operasional. 

 

Dengan menggabungkan kedua jenis leverage ini, perusahaan dapat mencapai laba yang lebih besar daripada jika hanya mengandalkan modal sendiri. Namun, perusahaan juga harus memperhatikan risiko yang terkait dengan leverage gabungan, seperti risiko keuangan dan risiko operasional.

 

Baca Juga: Akuisisi Perusahaan: Pengertian, Jenis, dan Alasannya

 

Kenali Juga Rasio Leverage

 

Rasio leverage adalah ukuran yang digunakan untuk mengevaluasi tingkat penggunaan dana pinjaman oleh perusahaan. Rasio ini membantu mengidentifikasi sejauh mana perusahaan mengandalkan utang dalam struktur keuangannya. 

 

Berikut ini adalah beberapa rasio leverage yang penting untuk diketahui:

 

  • Rasio utang Terhadap Ekuitas (Debt-to-Equity Ratio)

Rasio ini mengukur seberapa besar utang perusahaan dibandingkan dengan ekuitasnya. Rasio ini memberikan gambaran tentang tingkat ketergantungan perusahaan terhadap utang. Semakin tinggi rasio ini, semakin besar penggunaan utang oleh perusahaan.

 

  • Rasio utang Terhadap Aset (Debt-to-Asset Ratio)

Rasio ini mengukur proporsi total utang perusahaan terhadap total asetnya. Rasio ini menunjukkan seberapa besar bagian aset perusahaan yang dibiayai dengan utang. Semakin tinggi rasio ini, semakin besar proporsi aset yang dibiayai dengan utang.

 

  • Rasio Bunga Terhadap Laba Sebelum Bunga dan Pajak (Interest Coverage Ratio)

Rasio ini menggambarkan kemampuan perusahaan untuk membayar bunga utang dengan menggunakan laba sebelum bunga dan pajak. Rasio ini digunakan untuk menilai risiko pembayaran bunga oleh perusahaan. Semakin tinggi rasio ini, semakin baik kemampuan perusahaan dalam membayar bunga.

 

Fungsi Rasio Leverage

 

Rasio leverage memiliki beberapa fungsi penting dalam analisis keuangan perusahaan, antara lain:

 

  • Evaluasi Risiko Keuangan

Rasio leverage membantu mengukur tingkat risiko keuangan yang dihadapi perusahaan. Rasio utang terhadap ekuitas dan utang terhadap aset memberikan gambaran tentang sejauh mana perusahaan mengandalkan utang dalam pendanaannya. Rasio ini dapat digunakan untuk mengevaluasi stabilitas keuangan dan kemampuan perusahaan membayar utangnya.

 

  • Pengambilan Keputusan Investasi

Rasio leverage dapat membantu investor dan manajemen perusahaan dalam mengambil keputusan investasi. Dengan mengetahui tingkat penggunaan utang oleh perusahaan, investor dapat menilai risiko dan potensi pengembalian investasi. Manajemen perusahaan juga dapat menggunakan rasio leverage sebagai panduan dalam mengatur struktur modal yang optimal.

 

  • Perbandingan dengan Industri dan Pesaing

Rasio leverage juga digunakan untuk membandingkan kinerja keuangan perusahaan dengan pesaing di industri yang sama. Dengan membandingkan rasio leverage, perusahaan dapat melihat posisinya dalam hal penggunaan utang dan mengidentifikasi apakah mereka terlalu bergantung pada utang dibandingkan dengan pesaing.

 

Rumus dan Cara Menghitung Leverage

 

Berikut ini adalah beberapa rumus penting yang digunakan untuk menghitung leverage ratio!

 

  • Debt to Total Asset Ratio (DAR)

Rasio utang terhadap Total Aset mengukur proporsi total utang perusahaan terhadap total asetnya.

 

Rumus:

 

DAR = Utang Total / Total Aset

 

  • Debt to Equity Ratio (DER)

Rasio utang terhadap Ekuitas mengukur proporsi utang perusahaan terhadap ekuitasnya.

 

Rumus:

 

DER = Utang Total / Ekuitas

 

  • Long Term Debt to Equity (LTDER)

Rasio utang Jangka Panjang terhadap Ekuitas mengukur proporsi utang jangka panjang perusahaan terhadap ekuitasnya.

 

Rumus:

 

LTDER = Utang Jangka Panjang / Ekuitas

 

  • Times Interest Earned (TIE)

Rasio Times Interest Earned mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar bunga utang dengan menggunakan laba sebelum bunga dan pajak.

 

Rumus:

 

TIE = Laba Sebelum Bunga dan Pajak / Bunga

 

  • Tangible Assets Debt Coverage (TAD)

Rasio Tangible Assets Debt Coverage mengukur kemampuan perusahaan untuk melunasi utang dengan menggunakan aset yang dapat dilikuidasi.

 

Rumus:

 

TAD = Aset yang Dapat Dilikuidasi / Utang

 

Contoh Menghitung Leverage

 

Berikut ini adalah contoh soal dan jawaban per poin untuk menghitung rasio leverage:

 

  • Debt to Total Asset Ratio (DAR)

 

Contoh Soal:

 

PT ABC memiliki total hutang sebesar Rp 500.000.000 dan total aset sebesar Rp 1.500.000.000. Hitunglah rasio Debt to Total Asset (DAR) perusahaan tersebut.

 

Jawaban:

 

DAR = Utang Total / Total Aset

DAR = Rp 500.000.000 / Rp 1.500.000.000

DAR = 0,33

 

  • Debt to Equity Ratio (DER)

 

Contoh Soal:

 

PT XYZ memiliki total utang sebesar Rp 800.000.000 dan ekuitas sebesar Rp 400.000.000. Hitunglah rasio Debt to Equity (DER) perusahaan tersebut.

 

Jawaban:

 

DER = Utang Total / Ekuitas

DER = Rp 800.000.000 / Rp 400.000.000

DER = 2

 

  • Long Term Debt to Equity (LTDER)

 

Contoh Soal:

 

PT QWERTY memiliki utang jangka panjang sebesar Rp 600.000.000 dan ekuitas sebesar Rp 1.200.000.000. Hitunglah rasio Long Term Debt to Equity (LTDER) perusahaan tersebut.

 

Jawaban:

 

LTDER = Utang Jangka Panjang / Ekuitas

LTDER = Rp 600.000.000 / Rp 1.200.000.000

LTDER = 0,5

 

  • Times Interest Earned (TIE)

 

Contoh Soal:

 

PT MNO memiliki laba sebelum bunga dan pajak sebesar Rp 2.000.000.000 dan beban bunga sebesar Rp 500.000.000. Hitunglah rasio Times Interest Earned (TIE) perusahaan tersebut.

 

Jawaban:

 

TIE = Laba Sebelum Bunga dan Pajak / Bunga

TIE = Rp 2.000.000.000 / Rp 500.000.000

TIE = 4

 

  • Tangible Assets Debt Coverage (TAD)

 

Contoh Soal:

 

PT UVW memiliki aset yang dapat dilikuidasi sebesar Rp 1.000.000.000 dan utang sebesar Rp 400.000.000. Hitunglah rasio Tangible Assets Debt Coverage (TAD) perusahaan tersebut.

 

Jawaban:

 

TAD = Aset yang Dapat Dilikuidasi / Utang

TAD = Rp 1.000.000.000 / Rp 400.000.000

TAD = 2,5

 

Dengan menggunakan contoh soal di atas, Anda dapat menghitung rasio leverage perusahaan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang tingkat penggunaan hutang dan kesehatan keuangan perusahaan tersebut.

 

Baca Juga: Laporan Keuangan Perusahaan: Manfaat, Jenis, dan Unsurnya

 

Bisa disimpulkan, dengan mengetahui leverage ratio, analis dapat menilai risiko keuangan yang dihadapi perusahaan dan sejauh mana perusahaan menggunakan modal utang untuk memperoleh keuntungan. 

 

Leverage ratio juga dapat memberikan petunjuk tentang kemampuan perusahaan untuk mengatasi pembayaran utang dan menjaga stabilitas keuangan jangka panjang.

2698 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
319 Suka