05 March 2023
4 menit baca

Akuisisi Perusahaan: Pengertian, Jenis, dan Alasannya

4 menit baca

 

Akuisisi perusahaan adalah pemindahan kepemilikan suatu bisnis dengan cara menguasai saham atau aset bisnis tersebut. Bukan tanpa alasan, akuisi memiliki alasan dan tujuan tersendiri demi keuntungan perusahaan. Untuk info lebih lengkap, silakan baca artikel Bizhare berikut ini.

 

Pengertian Akuisisi Perusahaan

 

Dilansir laman Merriam-Webster, akuisisi adalah tindakan mengambil alih sesuatu yang dilakukan oleh seseorang atau sesuatu, baik organisasi, lembaga, atau perusahaan.

 

Sementara itu, menurut Investopedia, akuisisi adalah aksi korporasi yang dilakukan oleh perusahaan dengan membeli sebagian besar aset atau saham dari perusahaan lain untuk mendapatkan kontrol perusahan tersebut. Biasanya, kegiatan akuisisi perusahaan membeli lebih dari 50 persen saham perusahaan.

 

Sementara itu, PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) No. 2 Paragraf 08 Tahun 1999 menyatakan bahwa akuisisi perusahaan adalah tindakan penggabungan usaha yang dilakukan oleh salah satu perusahaan sebagai pengakuisisi (acquirer) yang mendapatkan kendali atas aktiva neto atau operasional perusahaan yang diakuisisi (acquiree).

 

Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa akuisisi adalah tindakan pengambilalihan suatu kepemilikan, baik aset maupun perusahaan oleh pihak lain yang sudah ditetapkan dalam perjanjian atau kesepakatan sebelumnya.

 

Baca Juga: Peluang Resesi Ekonomi di 2023 dan Solusinya, Indonesia Aman?

 

Jenis-Jenis Akuisisi dalam Perusahaan

 

Dalam dunia bisnis, akuisisi bukanlah istilah yang asing. Sebaliknya, akuisisi merupakan salah satu strategi bisnis yang sarat akan riset dan analisis yang matang. Berikut jenis-jenis akuisisi perusahaan yang sering dilakukan di pasar.

 

Akuisisi Berdasarkan Bentuk Dasar atau Objek

Jenis akuisisi pertama yang satu ini dibedakan berdasarkan bentuk dasar atau objek perusahaan itu sendiri. Dari sana, terdapat empat prosedur dasar yang harus diperhatikan, yaitu:

 

  • Merger: Kegiatan penggabungan dua perusahaan atau lebih, di mana  perusahaan yang bergabung akan memilih nama dari salah satu perusahaan. 
  • Konsolidasi: Tindakan penggabungan perusahaan, di mana setelah terjadi konsolidasi, perusahaan sebelumnya akan menghilang dan muncul dengan entitas bisnis baru.
  • Akuisisi saham: Pembelian lebih dari 50 persen saham perusahaan yang diakuisisi secara tunai atau menggantinya dengan sekuritas lain.
  • Akuisisi aset: Pembelian aset suatu perusahaan dengan memindahkan hak kepemilikan aktiva tetap yang dibeli.

 

Akuisisi Berdasarkan Keterkaitan Jenis Usaha

Jenis akuisisi kedua yaitu berdasarkan keterkaitan jenis usaha. Jenis ini terbagi ke dalam tiga prosedur besar, yaitu:

 

  • Akuisisi horizontal: Proses pemindahan kepemilikan oleh satu perusahaan atas perusahaan sasaran yang memiliki bidang usaha yang sama (kompetitor). Tujuannya untuk memperluas pasar sekaligus mengurangi persaingan.
  • Akuisisi vertikal: Proses pemindahan kepemilikan oleh satu perusahaan atas perusahaan yang masih dalam satu rantai produksi, contohnya distributor dan supplier. Tujuannya untuk mendapatkan kepastian atas pasokan dan penjualan barang.
  • Akuisisi konglomerat: Proses pengambilalihan kepemilikan perusahaan yang tidak terkait dengan perusahaan lain, baik secara horizontal maupun vertikal.

 

Kelebihan dan Kekurangan Akuisisi Perusahaan

 

Ketika sebuah perusahaan mengalami krisis, akuisisi menjadi salah satu strategi bisnis terbaik yang bisa dilakukan. Akuisisi sendiri memiliki beberapa kelebihan yang bisa jadi bahan pertimbangan.

 

  • Akuisisi merupakan metode yang efisien untuk mendapatkan aset yang dibutuhkan perusahaan.
  • Akuisisi memberi kesempatan untuk menciptakan lebih banyak manfaat bagi pengusaha maupun pasar.
  • Akuisisi memungkinkan untuk mengembangkan model bisnis menjadi lebih luas dan beragam.
  • Akuisisi bisa mengurangi hambatan bisnis, apalagi jika dilakukan secara vertikal.
  • Akuisisi dapat memenuhi harapan para stakeholders untuk meningkatkan skala ekonomi.
  • Akuisisi membantu mengurangi biaya pelatihan.

 

Namun, di balik keuntungan sebuah strategis bisnis, tentunya memiliki sisi kekurangan yang dapat menjadi pertimbangan kembali bagi sebuah perusahaan yang ingin melakukan akuisisi.

 

  • Akuisisi bisa menciptakan benturan budaya yang berbeda di antara kedua perusahaan awal.
  • Akuisisi bisa menjadi distraksi dalam bisnis, apalagi jika terlalu banyak bisnis yang diakuisisi.
  • Akuisisi dapat menciptakan kebingungan di dalam pasar karena terlalu luas.
  • Akuisisi dapat menciptakan kejatuhan internal karena pergantian kepemimpinan dan restrukturisasi organisasi.
  • Akuisisi dapat menghambat kekuatan brand.
  • Akuisisi bisa meningkatkan pengangguran dan kesenjangan karyawan karena adanya penyesuaian gaji antar jabatan. 

 

Baca Juga: 10 Bisnis Franchise di Bawah Rp5 Juta, Auto Cuan!

 

Alasan Perusahaan Melakukan Akuisisi

 

Alasan sebuah perusahaan melakukan akuisisi tak bisa dilepaskan dari tujuan dan manfaatnya. Secara umum, tujuan utama akuisisi adalah untuk menyelamatkan perusahaan atau bisnis yang sedang bermasalah, biasanya dipicu masalah keuangan.

 

Selain itu, tujuan akuisisi dalam sebuah perusahaan adalah untuk mendapatkan pasar yang lebih luas. Akuisisi juga mampu meningkatkan sinergi perusahaan dari hulur ke hilir agar memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dan mengurangi biaya operasional.

 

Contoh akuisisi yang paling terkenal di Indonesia dilakukan oleh Gojek atau PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa. Pasca mendapat suntikan investasi dari pemodal asing maupun domestik, Gojek melakukan investasi besar-besaran sebelum akhirnya melakukan merger & akuisisi dengan Tokopedia menjadi GoTo Group.

 

Contoh lainnya dilakukan oleh Disney terhadap Pixar dan Marvel. Pada tahun 2006, Walt Disney Co. secara resmi mengakuisisi Pixar senilai 7,4 miliar USD. Kemudian, pada tahun 2009, Disney mengakuisisi Marvel Entertainment senilai 4 miliar USD. Berkat strategi ini, bisnis Disney menjadi sangat besar dan menggurita di dunia hiburan.

 

Dengan melakukan strategi akuisisi, perusahaan akan mendapatkan beragam manfaat, mulai dari mendapatkan peningkatan yang signifikan dan pertumbuhan perusahaan yang lebih cepat, serta memiliki pangsa pasar baru untuk melakukan penjualan produk bisnis. Selain itu, akuisisi membantu pengelolaan aset-aset yang terbengkalai.

 

Dari artikel di atas, bisa disimpulkan bahwa akuisisi sangat dianjurkan untuk dilakukan apabila perusahaan sedang mengalami krisis atau butuh melakukan ekspansi secara masif. 

 

Bagi Teman Bizharian yang memiliki usaha dan tertarik melakukan akuisisi bisnis, semoga tulisan ini bisa memberikan gambaran mengenai keuntungan maupun kekurangannya.

 

15351 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
658 Suka