18 September 2023
3 menit baca

Apa Itu IHSG: Pengertian, Fungsi, dan Cara Membacanya

3 menit baca

 

IHSG adalah istilah yang sudah tidak asing lagi bagi telinga para pelaku pasar modal. Bagi Anda yang ingin belajar berinvestasi khususnya dalam dalam dunia saham, mempelajari cara membaca IHSG sangatlah penting. Untuk informasi lebih lengkap, silakan baca artikel Bizhare berikut ini.

 

Apa Itu IHSG?

 

IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan adalah grafik yang mengukur kinerja harga semua saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Melalui IHSG, para investor mendapat gambaran mengenai kondisi pasar pasar modal di BEI tanpa perlu menganalisa saham satu persatu.

 

Sementara itu, dilansir situs resmi BEI, IHSG adalah indeks yang mengukur kinerja semua saham tercatat di Papan Utama dan Papan Pengembangan BEI. Dalam bahasa Inggris, IHSG disebut juga sebagai Indonesia Composite Index (ICI) atau IDX Composite.

 

IHSG diperkenalkan pertama kali pada tanggal 1 April 1983 sebagai indikator pergerakan harga saham di BEI, dahulu bernama BEJ (Bursa Efek Jakarta). Indeks tersebut mencakup pergerakan harga seluruh saham biasa dan saham preferen.

 

Setiap hari, sejak pagi hingga sore, pergerakan indeks grafik diperbarui secara real-time. Dengan fluktuasi angka yang berubah-ubah, hal ini menjadi gambaran mengingat banyaknya emiten yang mencatatkan sahamnya di BEI.

 

Baca Juga: Bisnis Sistem Bagi Hasil: Pengertian & Cara Pembagian Keuntungan

 

Fungsi IHSG

 

IHSG menjadi indikator utama bagi investor untuk memantau pergerakan saham. Berikut beberapa fungsi utama IHSG yang tidak boleh diabaikan. 

 

1. Menjadi Tolok Ukur Kinerja Portofolio

Fungsi IHSG pertama adalah menjadi tolok ukur bagi kinerja portofolio. Bagi Anda yang sudah sering melakukan investasi reksadana ataupun saham, pasti sudah familiar dengan portofolio dan dipantau terus perkembangannya.

 

2. Penanda Pergerakan Pasar

IHSG bisa menjadi rujukan yang dapat dipercaya untuk melihat kondisi bursa saham saat ini. Jika tren IHSG sedang naik, artinya harga saham di BEI juga sedang mengalami tren peningkatan.

 

Sebaliknya, apabila posisi IHSG sedang melemah, berarti harga-harga saham di BEI secara keseluruhan juga sedang menurun. Namun, bisa saja ada saham yang trennya berkebalikan dengan pergerakan IHSG saat itu.

 

3. Melihat Pertumbuhan Ekonomi

IHSG juga menjadi salah satu faktor utama yang dilihat untuk mengukur perkembangan ekonomi suatu negara. Meskipun masih ada faktor lainnya yang lebih penting, namun IHSG punya peran penting dalam menentukan arah kebijakan pemerintah.

 

4. Mengukur Tingkat Keuntungan

Fungsi IHSG selanjutnya adalah membantu mengukur rata-rata keuntungan dari investasi yang telah Anda lakukan. Hal ini tak lepas dari perkembangan portofolio yang sudah Anda miliki.

 

5. Acuan untuk Melakukan Investasi

Fungsi terakhir dari IHSG adalah sebagai acuan bagi pelaku pasar modal dalam melakukan pembelian saham. Harga saham gabungan mempresentasikan bagaimana kondisi pasar modal sendiri. Keberadaannya dapat membantu investor mengambil keputusan untuk membeli atau menjual sahamnya.

 

Cara Membaca IHSG

 

Cara membaca grafik IHSG sebenarnya cukup mudah. Secara khusus, Anda perlu sering-sering membuka website BEI untuk mendapatkan informasi IHSG secara akurat dan real-time.

 

Sebelum tampil di layar resmi bursa pasar modal, BEI akan melakukan perhitungan IHSG menggunakan Market Capitalization Weighted. Baru setelah itu hasilnya akan dimuat pada halaman resmi BEI. 

 

Nah, hasil dari perhitungan IHSG tersebut bisa digunakan oleh para investor untuk mengambil langkah melakukan transaksi di pasar modal.

 

Adapun rumus IHSG itu sendiri, yaitu:

 

Indeks = (nilai pasar/nilai dasar) x 100

 

Keterangan: 

 

  • Nilai pasar: Hasil perkalian jumlah saham yang tercatat di BEI dengan harga pasar.
  • Nilai dasar: Hasil perkalian jumlah saham pada hari dasar dengan harga pada hari dasar. 

 

Cara membaca dan menganalisis IHSG yang bisa Anda lakukan adalah dengan memahami pergerakan tersebut. Misalnya, jika kenaikan terjadi dalam satu hari dan begitu tinggi, sebaiknya Anda tidak membeli saham tersebut.

 

Sementara itu, apabila IHSG mengalami penurunan yang signifikan, maka sebaiknya Anda membeli saham tersebut. Tentunya, keputusan pembelian ini harus bersamaan dengan analisis fundamental lainnya.

 

Baca Juga: Tips Investasi untuk Pemula Supaya Tidak Salah Langkah

 

Istilah-Istilah dalam IHSG

 

Terdapat beberapa istilah yang harus Anda ketahui untuk memahami data IHSG. Berikut daftar lengkapnya!

 

  • Cut loss: Kondisi saat investor menjual aset dengan tujuan menghindari kerugian.
  • Buyback: Pembelian kembali saham perusahaan oleh perusahaan itu sendiri.
  • Fluktuasi: Naik turunnya harga saham dalam pasar modal secara kolektif.
  • Portofolio: Kumpulan aset yang dimiliki oleh perorangan atau perusahaan berbentuk saham.
  • Likuiditas: Besarnya jumlah transaksi saham di pasar modal pada waktu tertentu.
  • Bubble: Kenaikan saham yang tinggi secara tiba-tiba.

 

Selain IHSG, terdapat istilah lain yang digunakan BEI untuk menggambarkan indeks saham, antara lain:

 

– IDX BUMN20

IDX BUMN20 merupakan indeks saham yang mengukur harga saham pada perusahaan BUMN, BUMD, serta afiliasinya. Total sebanyak 20 saham yang termasuk di dalamnya.

 

– IDX80

Merupakan indeks yang digunakan untuk mengukur saham dengan likuiditas tinggi serta kapitalisasi pasar besar, total sebanyak 80 perusahaan.

 

– LQ45

Indeks yang digunakan untuk mengukur kinerja harga 45 perusahaan saham yang memiliki likuiditas tinggi serta kapitalisasi pasar besar.

 

– Jakarta Islamic Index 70 (JIII70)

Merupakan indeks saham yang mengukur 70 saham syariah dengan kinerja dan likuiditas yang baik.

 

Itulah tadi pembahasan mengenai apa itu IHSG, fungsi, serta cara membaca dan menganalisisnya. Semoga setelah membaca artikel ini, Teman Bizharian jadi makin paham dan berani untuk memulai investasi di pasar modal. Selamat mencoba!

2517 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
551 Suka