21 November 2023
4 menit baca

Aktiva Lancar: Jenis Aktiva yang Wajib Diketahui Beserta Contohnya

4 menit baca

aktiva lancar adalah

 

Aktiva adalah bagian penting dari laporan keuangan suatu perusahaan. Aktiva lancar adalah salah satu komponen utama dalam aktiva perusahaan. Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian aktiva lancar, berbagai jenis aktiva lancar, contoh aset yang termasuk dalam kategori ini, serta cara menghitungnya. Selain itu, kita juga akan melihat perbedaan antara aktiva lancar dan aktiva tetap. Mari kita mulai!

 

Pengertian Aktiva Lancar

 

Aktiva lancar atau aset lancar adalah aset yang dimiliki oleh perusahaan yang mudah dicairkan dalam bentuk uang, di mana jangka waktu pencairannya tidak lebih dari 1 tahun. Ini mencakup berbagai aset seperti kas, rekening bank, piutang, persediaan, dan investasi jangka pendek.

 

Aktiva lancar memiliki peran yang sangat penting dalam mengukur likuiditas perusahaan, yaitu sejauh mana perusahaan mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Semakin tinggi jumlah aktiva lancar, semakin baik kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansialnya.

 

Baca Juga: Mengenal Jenis-jenis Investasi Jangka Panjang dan Tips Memulainya

 

Jenis–Jenis Aktiva

 

Ada berbagai jenis aktiva yang dapat ditemui dalam laporan keuangan perusahaan. Berikut beberapa jenis aktiva yang umumnya terdapat dalam laporan keuangan perusahaan.

 

  • Aktiva Lancar

Aktiva lancar adalah jenis aktiva yang memiliki tingkat likuiditas tinggi, yang berarti mereka dapat dengan mudah diubah menjadi uang tunai dalam waktu singkat. Contoh dari aktiva lancar termasuk kas, piutang dagang, dan persediaan.

 

  • Aktiva Tetap

Aktiva tetap adalah aset yang dimiliki perusahaan untuk penggunaan jangka panjang dan tidak diharapkan untuk dijual dalam waktu dekat. Contoh dari aktiva tetap termasuk tanah, bangunan, mesin, dan kendaraan.

 

  • Aktiva Tidak Berwujud

Aktiva tidak berwujud adalah aset yang tidak memiliki bentuk fisik dan nilainya seringkali sulit untuk diukur secara tepat. Ini termasuk hak paten, merek dagang, dan goodwill.

 

  • Investasi Jangka Panjang

Investasi jangka panjang adalah investasi dalam bentuk saham, obligasi, atau properti yang dimiliki oleh perusahaan untuk jangka waktu yang lebih lama, biasanya lebih dari satu tahun.

 

  • Aktiva Lainnya

Selain kelompok aktiva di atas, terdapat juga aktiva lainnya seperti investasi jangka pendek, piutang pajak, dan aset tetap yang masih dalam tahap konstruksi.

 

Baca Juga: 11 Jenis Investasi Terbaik untuk Keamanan Finansial di Masa Depan

 

Contoh Aset yang Termasuk Aktiva Lancar

 

Agar dapat diakui sebagai aset lancar atau aset lancar, kekayaan atau sumber daya tersebut harus bisa diukur menggunakan satuan mata uang. Berikut beberapa contoh aktiva lancar.

 

  1. Kas (Uang Tunai): Semua dana yang tersedia dalam kas perusahaan atau setara kas yang disimpan di bank yang dapat diambil kapan saja.
  2. Surat Berharga: Investasi dalam bentuk saham atau obligasi perusahaan lain yang bersifat sementara dan dapat dijual kembali sesuai kebutuhan.
  3. Piutang Dagang: Tagihan yang diberikan oleh perusahaan kepada pihak lain (debitur) sebagai hasil dari penjualan barang atau jasa secara kredit.
  4. Piutang Wesel: Surat perintah pembayaran kepada seseorang atau badan tertentu untuk membayar sejumlah uang pada tanggal yang telah ditentukan sebelumnya, kepada pihak yang namanya telah disebutkan dalam surat tersebut.
  5. Piutang Pendapatan: Pendapatan yang telah diperoleh perusahaan namun belum menerima pembayaran atasnya.
  6. Beban Dibayar di Muka: Pembayaran beban yang telah dilakukan di awal tetapi belum menjadi kewajiban pada periode yang bersangkutan.
  7. Perlengkapan: Semua perlengkapan yang digunakan untuk kelancaran operasional bisnis dan bersifat habis pakai.
  8. Persediaan Barang Dagang: Barang yang dibeli dengan tujuan dijual kembali untuk memperoleh keuntungan.

 

Rumus dan Cara Menghitung Aktiva Lancar

 

Penghitungan aktiva lancar adalah langkah penting dalam menganalisis situasi keuangan suatu perusahaan. Untuk menghitungnya, gunakan rumus berikut.

 

Aktiva Lancar = Kas + Piutang Dagang +Perlengkapan + DDM (Dividend Discount Model)

 

Mari kita berikan contoh sederhana untuk mengilustrasikan penghitungan aktiva lancar:

 

  • Kas (Cash): Perusahaan memiliki uang tunai sebesar Rp10.000.000 di kas.
  • Piutang Dagang: Terdapat tagihan piutang dagang dari pelanggan yang belum dibayar sebesar Rp5.000.000.
  • Perlengkapan: Nilai perlengkapan yang digunakan dalam operasional perusahaan adalah Rp3.000.000.
  • DDM (Dividend Discount Model): Perusahaan menggunakan Dividend Discount Model untuk menghitung nilai saham investasinya, yang saat ini memiliki nilai sebesar Rp2.000.000.

 

Sekarang, kita dapat menggunakan rumus untuk menghitung aktiva lancar:

 

Aktiva Lancar = Kas + Piutang Dagang +Perlengkapan + DDM (Dividend Discount Model)

Aktiva Lancar = 10.000.000 + 5.000.000 + 3.000.000 + 2.000.000 = Rp20.000.000

 

Jadi, total aktiva lancar perusahaan adalah Rp20.000.000. Ini menunjukkan sejauh mana perusahaan memiliki aset yang dapat dengan cepat diubah menjadi uang tunai untuk memenuhi kewajiban finansial dalam jangka pendek. Dengan pemahaman ini, perusahaan dapat mengelola keuangan mereka dengan lebih baik.

 

Baca Juga: 10 Cara Mengelola Keuangan Bisnis atau Perusahaan agar Tetap Stabil

 

Perbedaan Aktiva Lancar dan Aktiva Tetap

 

Penting untuk memahami perbedaan antara aktiva lancar dan aktiva tetap dalam konteks keuangan perusahaan. Berikut adalah perbedaan antara keduanya:

 

Aktiva Lancar

  • Likuiditas Tinggi: Aktiva lancar memiliki tingkat likuiditas yang tinggi, artinya mereka dapat dengan cepat diubah menjadi uang tunai jika dibutuhkan.
  • Jangka Waktu Pendek: Aset ini diharapkan dapat diubah menjadi uang tunai dalam jangka waktu satu tahun atau siklus operasional normal perusahaan.
  • Contoh: Kas, piutang dagang, persediaan, investasi jangka pendek.
  • Tujuan Utama: Membantu perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansial dalam jangka pendek.

 

Aktiva Tetap

  • Likuiditas Rendah: Aktiva tetap memiliki tingkat likuiditas yang lebih rendah dibandingkan dengan aktiva lancar karena mereka tidak dapat dengan mudah diubah menjadi uang tunai.
  • Jangka Waktu Panjang: Aset ini digunakan dalam operasi perusahaan untuk jangka waktu yang lebih lama dan tidak diharapkan untuk dijual dalam waktu dekat.
  • Contoh: Tanah, bangunan, mesin, kendaraan.
  • Tujuan Utama: Membantu perusahaan dalam operasional jangka panjang dan produksi barang atau jasa.

 

Aktiva lancar adalah komponen penting dalam laporan keuangan perusahaan yang mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansialnya dalam jangka pendek. 

 

Dengan memahami pengertian, jenis, contoh, rumus, dan perbedaan antara aktiva lancar dan aktiva tetap, Anda dapat memiliki wawasan yang lebih baik tentang keuangan perusahaan.

4248 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
159 Suka