10 June 2024
4 menit baca

Harga Saham BCA Terbaru 2024 + Data Historisnya

4 menit baca

harga saham bca

 

Harga saham Bank Central Asia (BBCA) hari ini adalah Rp9.525 per lembar. Dengan demikian, pada tanggal 10 Juni 2024, harga 1 lot saham BBCA adalah Rp952.500. Harus diingat, harga saham ini akan terus berfluktuasi dipengaruhi berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Pelajari data historis harga saham BCA dari tahun ke tahun serta analisis lengkapnya. 

 

Tentang Saham BCA

 

PT Bank Central Asia TBK (BCA) adalah bank swasta nomor satu di Indonesia yang diukur berdasarkan aset dan nilai pasar. Bank ini memiliki kode saham BBCA, di mana kinerjanya dan performanya menjadi salah satu yang terbaik di Bursa Efek Indonesia. 

 

Bahkan, saham BBCA berhasil mencatatkan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di Bursa Efek Indonesia, yaitu senilai Rp1.128 triliun per 12 Juni 2023. Hal ini membuat harga saham BBCA stabil dan punya risiko investasi yang terukur.

 

Sebagai informasi, BCA memiliki beberapa anak perusahaan dengan spesialisasinya masing-masing. Berikut daftar lengkapnya.

 

  • PT BCA Finance (Pembiayaan Konsumen, Sewa Guna Usaha dan Anjak Piutang)
  • PT BCA Finance Limited (Money Lending–Jasa Pengiriman Uang) 
  • PT Bank BCA Syariah (Perbankan Syariah)
  • PT BCA Sekuritas (Penjamin Emisi Efek dan Pialang Perdagangan Saham)
  • PT Asuransi Umum BCA (Asuransi Umum atau Asuransi Kerugian)
  • PT Central Capital Ventura (CCV), perusahaan modal ventura.

 

Baca Juga: 30+ Saham Blue Chip 2024 LQ45 Terbaik di Indonesia

 

Harga Saham BCA dari Waktu ke Waktu

 

Salah satu yang harus Anda pelajari saat berinvestasi saham adalah mengecek data historisnya dari masa ke masa. Hal ini juga berlaku bagi saham BBCA yang berhasil mencatatkan diri sebagai salah satu saham terbaik di Indonesia.

 

Pada tahun 2009, saham BCA mencapai level tertinggi 5.500 per saham dan terendah 2.275 per saham. Pada penutupan perdagangan tahun tersebut, saham BCA berada di posisi 4.850. Sepanjang tahun 2009, saham BCA mengalami kenaikan sebesar 49,23 persen, dengan volume perdagangan mencapai 5.664.967 saham. Nilai transaksi mencapai Rp20,9 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 205.084 kali.

 

Di tahun 2010, saham BCA naik 31,96 persen ke posisi 6.400 per saham. Saham mencapai level tertinggi 7.200 dan terendah 4.425 per saham dengan nilai transaksi Rp25,3 triliun. Total frekuensi mencapai 207.215 kali.

 

Pertumbuhan saham BCA pada tahun 2011 melambat, tumbuh 25 persen ke posisi 8.000. Saham BCA sempat berada di level tertinggi 8.850 per saham dan terendah 5.300 per saham. Nilai transaksi mencapai Rp26,6 triliun.

 

Tahun 2012, pertumbuhan saham BCA melambat lagi dengan kenaikan hanya 13,75 persen. Saham berada di posisi tertinggi 9.500 dan terendah 9.100 per saham. Total frekuensi perdagangan mencapai 240.956 kali dengan nilai transaksi Rp29,8 triliun.

 

Pada tahun 2013, saham BCA naik 5,49 persen ke posisi 9.600 per saham. Saham sempat berada di level tertinggi 12.500 dan terendah 8.450 per saham. Nilai transaksi harian saham mencapai Rp39,8 triliun, dengan total frekuensi harian saham sebanyak 370.064 kali.

 

Saham BCA mengalami kenaikan signifikan pada tahun 2014, melonjak 36,72 persen ke posisi 13.125 per saham. Saham sempat berada di level tertinggi 13.575 dan terendah 9.250 per saham. Nilai transaksi harian saham mencapai Rp51,8 triliun, dengan total frekuensi perdagangan sebanyak 651.272 kali.

 

Namun, pada tahun 2015, saham BCA kembali mengalami pertumbuhan terbatas, hanya naik 1,33 persen ke posisi 13.300 per saham. Saham sempat berada di level tertinggi 15.600 dan terendah 11.000 per saham. Nilai transaksi mencapai Rp61 triliun.

 

Pertumbuhan saham BCA kembali double digit di tahun 2016, meroket 16,54 persen ke posisi 15.500 per saham. Saham berada di level tertinggi 16.200 dan terendah 12.625 per saham. Nilai transaksi harian saham mencapai Rp263,9 triliun, dengan total frekuensi perdagangan saham sebanyak 980.756 kali.

 

Tahun 2017 menjadi tahun gemilang bagi saham BCA, dengan pertumbuhan sebesar 41,29 persen ke posisi 21.900 per saham. Saham berada di level tertinggi 22.750 dan terendah 14.950 per saham. Nilai transaksi mencapai Rp130,3 triliun, dengan total frekuensi mencapai 1.072.690 kali.

 

Pada tahun 2018, saham BCA masih mencatat pertumbuhan meski hanya naik 18,72 persen ke posisi 26.000 per saham. Saham berada di level tertinggi 26.975 dan terendah 20.600 per saham. Nilai transaksi mencapai Rp113,4 triliun, dengan total frekuensi perdagangan saham sebanyak 1.421.975 kali.

 

Tahun 2019, saham BCA menguat 5,77 persen ke posisi 27.500 per saham pada 23 Januari. Saham sempat berada di level tertinggi 33.425 pada akhir tahun dan terendah 25.575 per saham.

 

Tahun 2020 menjadi tahun penuh tantangan akibat pandemi COVID-19, di mana saham BCA pernah berada di level terendah 25.850 per lembar saham pada April 2020, namun mengalami kenaikan di akhir tahun di level 33.850 per lembar saham.

 

Pada tahun 2021, BCA melakukan pemecahan nilai saham atau stock split dengan rasio 1:5. Harga saham perusahaan terpecah menjadi Rp7.320/saham pada Oktober 2021 dari posisi sebelumnya yaitu Rp36.600/saham. Langkah ini diambil untuk menjaga soliditas fundamental BCA melalui pertumbuhan kinerja yang berkesinambungan, memberikan nilai tambah kepada pemegang saham.

 

Hingga pertengahan tahun 2022, pertumbuhan harga saham BBCA mencapai 23,29% dengan level terendah yakni Rp7.000. Pada tahun tersebut, BBCA juga mencatatkan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang naik 9,3 persen year-to-date menjadi Rp46,1 triliun.

 

Baca Juga: Kenapa Harga Saham Bisa Naik dan Turun? Ini Penyebabnya!

 

Harga Saham BCA Hari Ini

 

Harga saham Bank Central Asia (BBCA) per 10 Juni 2024 adalah Rp9.525 per lembar. Seperti yang Anda tahu, 1 lot sama dengan 100 lembar saham. Dengan demikian, harga 1 lot saham BBCA adalah Rp952.500.

 

Performa saham selama sebulan terakhir, berdasarkan data historis, menunjukkan fluktuasi yang signifikan. Pada tanggal 12 Desember 2023, harga pembukaan dan penutupan sama-sama berada di level 8.700. Volume perdagangan lebih tinggi mencapai 87,59 juta saham, namun saham mengalami penurunan sebesar 0,57%.

 

Pada 7 Desember 2023, terjadi kenaikan yang cukup signifikan meskipun dengan fluktuasi, dengan harga pembukaan 8.825 dan penutupan 8.725. Volume perdagangan cukup tinggi, mencapai 91,32 juta saham, dan saham mengalami kenaikan sebesar 0,28%.

 

Namun, pada 6 Desember 2023, terlihat penurunan signifikan dengan harga pembukaan 8.800 dan penutupan di level yang sama. Meskipun volume perdagangan mencapai 81,85 juta saham, saham mengalami penurunan sebesar 1,12%.

 

Pola fluktuasi ini terus berlanjut dengan variasi kecil dalam harga pembukaan dan penutupan pada tanggal-tanggal sebelumnya, menunjukkan ketidakpastian dan volatilitas dalam performa saham. Meskipun terdapat kenaikan pada beberapa hari, penurunan juga terjadi dalam periode tersebut. Oleh karena itu, investor perlu memperhatikan dengan cermat pergerakan harga saham dan faktor-faktor yang dapat memengaruhi pasar.

48062 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
336 Suka