07 June 2023
3 menit baca

Potensi Keberhasilan Film Romantis, Komedi, & Horor di Indonesia

3 menit baca

Tiga Proyek Film Adhya Pictures

 

Industri perfilman Indonesia telah mengalami kemajuan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Film-film lokal mulai mendapatkan pengakuan internasional dan mendapatkan perhatian luas dari masyarakat. Hal ini membuat Adhya Pictures tertarik membuat beberapa film bergenre romantis, komedi, dan horor, mulai dari “Romeo Ingkar Janji”, “Tulang Belulang Tulang”, dan “Bolong (The Hole)”.

 

Potensi Keuntungan Film Romantis di Indonesia

 

Film romantis telah lama menjadi genre populer di Indonesia. Dengan kekayaan budaya dan cerita cinta yang kaya, film romantis Indonesia menarik hati penonton dengan kisah yang mengharukan dan menginspirasi. Selain itu, daya tarik utama dalam film-film romantis ini adalah chemistry yang kuat di antara aktor-aktornya. 

 

Peluang Keuntungan Film Komedi di Nusantara

 

Film komedi juga memiliki potensi besar di Indonesia. Penonton selalu mencari hiburan dan tawa dalam kehidupan sehari-hari, dan film komedi mampu memberikan hal itu. Dengan memadukan situasi kocak, dialog lucu, dan karakter yang menggelitik, film komedi Indonesia telah menarik minat penonton dalam jumlah besar. 

 

Peluang Keuntungan Film Horor di Indonesia, Dijamin Cuan Besar!

 

Film horor merupakan genre yang sangat populer di Indonesia. Negara ini memiliki kekayaan mitos dan cerita seram yang menjadi inspirasi bagi pembuatan film horor. 

 

Film horor Indonesia tidak hanya mendapatkan sambutan hangat dari penonton lokal, tetapi juga telah berhasil menarik minat pasar internasional. Keberhasilan film-film horor Indonesia seperti “Danur” dan “Impetigore” menunjukkan potensi besar dalam mencapai audiens yang lebih luas. 

 

Daftar Sumber Keuntungan Film di Indonesia

 

Pendapatan sebuah film tidak hanya berasal dari penjualan tiket bioskop saja. Dalam era digital yang semakin maju, industri film telah meluaskan jalur pemasaran dan mendapatkan keuntungan dari berbagai sumber. 

 

  • Penjualan Tiket Bioskop

Penjualan tiket bioskop merupakan sumber pendapatan tradisional bagi film. Ketika film baru dirilis, bioskop menjadi tujuan utama bagi para penonton yang ingin menikmati pengalaman menonton di layar lebar. 

 

Pendapatan dari penjualan tiket diperoleh berdasarkan jumlah penonton dan harga tiket yang berlaku. Faktor-faktor seperti popularitas film, bintang film yang terlibat, dan kampanye pemasaran yang efektif, dapat memengaruhi pendapatan yang dihasilkan melalui penjualan tiket bioskop.

 

  • Layanan Penayangan Daring (OTT)

Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas platform over the top (OTT) atau layanan penayangan daring seperti Netflix, Amazon Prime, dan Disney+ telah meningkat dengan pesat. Platform ini menawarkan akses mudah ke berbagai film dan serial TV melalui internet. 

 

Film-film yang tidak dirilis di bioskop atau sudah melewati periode tayangnya dapat diakses melalui OTT. Keuntungan yang diperoleh melalui layanan OTT dapat berasal dari pendapatan langganan bulanan, iklan, atau pembelian film secara individu.

 

  • Hak Siar Televisi

Film-film yang telah dirilis di bioskop biasanya memiliki kesempatan untuk menjual hak siar kepada stasiun televisi. Stasiun televisi kemudian menayangkan film tersebut kepada penonton mereka. 

 

Pembayaran yang diterima melalui penjualan hak siar dapat bervariasi tergantung pada popularitas film, lama periode tayangnya, dan wilayah geografis tempat film ditayangkan.

 

  • Penjualan DVD dan Blu-ray

Meskipun penjualan DVD dan Blu-ray menurun secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, masih ada pasar bagi kolektor film dan orang-orang yang ingin memiliki salinan fisik film favorit mereka. Pendapatan yang diperoleh dari penjualan DVD dan Blu-ray berasal dari penjualan langsung kepada konsumen atau melalui pengecer.

 

  • Produk dan Merchandise Terkait

Film-film populer sering kali menginspirasi penjualan produk dan merchandise terkait. Mulai dari mainan, pakaian, hingga aksesori, produsen dapat memanfaatkan popularitas film untuk meningkatkan penjualan produk mereka. Royalti dari produk dan merchandise terkait film juga bisa menjadi sumber pendapatan yang signifikan.

 

  • Penjualan Lisensi dan Hak Cipta

Film-film yang sukses memiliki potensi untuk menjual lisensi dan hak cipta mereka kepada pihak ketiga. Misalnya, soundtrack film dapat dijual secara terpisah, atau gambar-gambar dari film dapat digunakan untuk keperluan komersial, dan sebagainya.

 

Adhya Pictures Ajak Publik untuk Danai Tiga Proyek Film Bergengsi 

 

Untuk pertama kali dalam sejarah perfilman Indonesia, Adhya Pictures menggandeng masyarakat umum untuk berinvestasi dalam 3 proyek film prestisius, yakni “Romeo Ingkar Janji”, “Tulang Belulang Tulang”, dan “Bolong (The Hole)”. Keuntungannya ditaksir mencapai lebih dari triliunan Rupiah.

 

Baca Juga: Mengenal Tiga Proyek Film Adhya Pictures yang Siap Didanai Publik

 

Menariknya, Anda bisa ikut berkontribusi dalam menyukseskan film-film karya anak bangsa tersebut. Caranya, Anda bisa membeli saham Adhya Pictures dengan harga yang murah, yakni minimal Rp1 juta saja. Cek detailnya di sini.

 

Nah, agar Anda menikmati keuntungan investasi berupa biaya layanan dan nominal pembelian yang terjangkau, maka Bizhare membuat skema investasi berjenjang. Silakan cek detailnya di bawah ya!

 

Baca Lengkap: Skema Investasi Bisnis Adhya Pictures untuk Pembiayaan 3 Proyek Film

 

Dengan potensi yang begitu besar di industri film Indonesia, investasi dalam bentuk saham pada produksi film dapat menjadi pilihan yang menarik bagi para investor yang ingin mendapatkan keuntungan finansial sekaligus turut berkontribusi dalam pengembangan industri kreatif nasional.

 

Jadi, tunggu apalagi, mari berinvestasi pada film-film Indonesia dan bersama-sama memajukan industri kreatif di tanah air!

706 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
166 Suka