04 July 2023
4 menit baca

Investasi di Film: Peluang Keuntungan yang Menjanjikan

4 menit baca

investasi di film adhya pictures bizhare

 

Dalam dunia investasi, ada berbagai instrumen yang dapat dipilih oleh para investor untuk mendapatkan keuntungan. Salah satu instrumen yang semakin populer belakangan ini adalah investasi di film. Investasi di film menawarkan peluang keuntungan yang menjanjikan dibandingkan dengan instrumen lainnya.

 

Mengapa Investasi di Film Menguntungkan?

 

Dilansir KATADATA.co.id, Ketua Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Triawan Munaf menyatakan bahwa investasi di film punya value yang lebih menguntungkan di era modern ini. Bahkan, film bisa menjadi instrumen investasi yang menjanjikan dengan potensi keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan startup. 

 

Alasannya, investor akan tetap mendapat uang kembali sekalipun jumlah penonton tidak sesuai target. Bila penonton melebihi target, investor mendapat untung. “Ini tidak seperti investasi di startup yang valuasinya besar tetapi belum untung,” kata Triawan Munaf saat membuka acara Akatara di Djakarta Theater, Jakarta pada 18 September 2018.

 

Tak hanya itu, menurut Triawan Munaf, jumlah penonton terus bertambah dari tahun ke tahun. Meskipun pada tahun 2020 hingga 2021 angkanya menurun karena terdampak pandemi, namun di tahun 2022 hingga kini, grafiknya terus melonjak. Bahkan dilansir KOMPAS, data penonton bioskop Indonesia di tahun 2022 mencapai 54,07 juta orang, memecahkan rekor penonton di bioskop Indonesia pada tahun-tahun sebelumnya.

 

Potensi Keuntungan dari Investasi di Film

 

Dari data di atas, bisa disimpulkan bahwa investasi di film terbukti menyimpan potensi keuntungan yang signifikan. Agar lebih jelas, berikut beberapa poinnya!

 

  • Pasar yang Luas 

Film adalah bentuk hiburan yang populer di seluruh dunia. Dengan adanya kemajuan teknologi dan aksesibilitas yang lebih baik, film dapat dengan mudah diakses oleh khalayak global. Ini membuka peluang bagi investor untuk mendapatkan keuntungan dari pasar yang luas.

 

  • Peningkatan Industri Film 

Industri film terus berkembang dengan pesat. Banyak negara, termasuk Indonesia, telah melihat peningkatan jumlah produksi film dan minat penonton. Dengan pertumbuhan ini, ada potensi bagi investor untuk mendapatkan keuntungan yang signifikan.

 

  • Pendapatan Beragam

Investasi di film dapat memberikan pendapatan dari berbagai sumber, seperti penjualan tiket bioskop, penjualan DVD, hak tayang televisi, hak penayangan digital, dan produk merchandise terkait film. Diversifikasi pendapatan ini dapat membantu mengurangi risiko dan meningkatkan potensi keuntungan.

 

  • Mendukung Industri Kreatif 

Investasi di film juga memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan industri kreatif. Dukungan finansial kepada industri ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru.

 

Baca Juga: Potensi Keberhasilan Film Romantis, Komedi, & Horor di Indonesia

 

Risiko Investasi di Film dan Cara Mengelolanya

 

Seperti instrumen investasi lainnya, investasi di film juga memiliki risiko yang perlu diperhatikan. Namun, dengan manajemen risiko yang tepat, risiko tersebut dapat diminimalisir. 

 

  • Risiko Finansial

Produksi film dapat melibatkan biaya yang tinggi. Ada risiko bahwa film yang diinvestasikan tidak akan mencapai kesuksesan komersial yang diharapkan. Untuk mengelola risiko ini, investor dapat melakukan analisis pasar dan memilih proyek film dengan potensi keberhasilan yang tinggi.

 

  • Risiko Kualitas

Kualitas film sangat penting untuk menarik penonton. Ada risiko bahwa film yang dihasilkan tidak sesuai dengan harapan dari segi kualitas cerita, akting, atau produksi secara keseluruhan. Untuk mengelola risiko ini, investor dapat melakukan penelitian mendalam tentang proyek film yang akan diinvestasikan dan melibatkan profesional di industri film.

 

  • Risiko Pemasaran 

Pemasaran film merupakan faktor penting dalam mencapai kesuksesan komersial. Ada risiko bahwa film yang diinvestasikan tidak mendapatkan pemasaran yang efektif, sehingga sulit menarik penonton. Untuk mengelola risiko ini, investor dapat memastikan bahwa produser film memiliki strategi pemasaran yang kuat dan terintegrasi.

 

  • Risiko Perubahan Tren

Industri film dapat dipengaruhi oleh perubahan tren dan preferensi penonton. Ada risiko bahwa film yang diinvestasikan menjadi tidak relevan atau ketinggalan zaman. Untuk mengelola risiko ini, investor dapat mengikuti perkembangan tren dan melakukan diversifikasi investasi di berbagai jenis film.

 

Simulasi Keuntungan Investasi di Film

 

Contoh investasi di film yang saat ini sedang berjalan adalah investasi 3 proyek film Adhya Pictures di Bizhare. Investasi yang dilakukan melalui skema crowdfunding ini bertujuan untuk melancarkan pengerjaan proyek 3 film garapan Adhya Pictures, yakni “Romeo Ingkar Janji”, “Tulang Belulang Tulang”, dan “Bolong (The Hole)”.

 

Baca Juga: Mengenal Tiga Proyek Film Adhya Pictures yang Siap Didanai Publik

 

Nantinya, ketiga film tersebut akan mendapatkan keuntungan/revenue dari berbagai sumber, mulai dari penayangan di bioskop, aplikasi streaming film (OTT), FTA (free to air), sponsorship, hingga international distribution

 

Nah, dilansir Adhya Pictures, estimasi revenue dapat dispesifikkan melalui data simulasi di bawah ini.

 

Average penjualan tiket genre romansa dan drama  

1.098.562 Tiket x Rp15.000* = Rp16.478.430.000

 

Average penjualan tiket genre drama komedi

585.372 Tiket x Rp15.000* = Rp8.780.585.000

 

Average penjualan tiket genre horor

1.357.517 Tiket x Rp15.000* = Rp20.362.755.000

 

*harga tiket yang didapatkan setelah bagi hasil dengan pihak bioskop.

 

Angka tersebut masih belum memperhitungkan pendapatan dari sumber lain seperti sponsorship, OTT, dan FTA dengan detail estimasi sebagai berikut:

 

  • Sponsorship: Rp2.800.000.000
  • OTT: Rp2.400.000.000
  • FTA: Rp280.000.000
  • International Distribution: Rp600.000.000

 

Dari data di atas, bisa disimpulkan bahwa estimasi total revenue dari ketiga film adalah sebagai berikut:

 

Rp45.621.770.000 x 20% (saham investor) = Rp9.124.354.000

 

Estimasi pendapatan yang akan didapatkan oleh investor dari tiket, layanan streaming (OTT), sponsor FTA, dan distribusi internasional, dengan kepemilikan saham sebesar 20%, adalah sebesar Rp15.204.354.000

 

Jumlah ini kemudian dikurangi dengan nilai investasi awal sebesar Rp7.758.500.000, menghasilkan pendapatan bersih sebesar Rp7.445.854.000

 

Dari jumlah ini, Rp3.722.927.000 merupakan keuntungan untuk production house dan investor Bizhare menggunakan skema bagi hasil 50:50. Dengan demikian, return bagi investor sebesar Rp3.722.927.000 atau 47,9% return of investment.

 

Sebagai catatan, data historis yang tertulis di atas dihitung berdasarkan rata-rata penjualan tiket pada masing-masing genre film. Realitanya, nilai return of investment bisa berada di bawah ataupun di atas, melampaui estimasi yang diprediksi sebelumnya.

 

Jika salah satu film kurang mendapat animo masyarakat, Adhya Pictures memberikan solusi untuk melakukan subsidi silang. Hal ini bisa diterapkan untuk menutupi potensi kerugian yang kemungkinan muncul.

 

Adhya Pictures Ajak Publik untuk Danai Tiga Proyek Film Bergengsi 

 

Untuk pertama kali dalam sejarah perfilman Indonesia, Adhya Pictures menggandeng masyarakat umum untuk berinvestasi dalam 3 proyek film prestisius, yakni “Romeo Ingkar Janji”, “Tulang Belulang Tulang”, dan “Bolong (The Hole)”. Keuntungannya ditaksir mencapai lebih dari triliunan Rupiah.

 

Menariknya, Anda bisa ikut berkontribusi dalam menyukseskan film-film karya anak bangsa tersebut. Caranya, Anda bisa membeli saham Adhya Pictures dengan harga yang murah, yakni minimal Rp1 juta saja. 

 

Nah, agar Anda menikmati keuntungan investasi berupa biaya layanan dan nominal pembelian yang terjangkau, maka Bizhare membuat skema investasi berjenjang. Silakan cek detailnya di bawah, ya!

 

Baca Lengkap: Skema Investasi Bisnis Adhya Pictures untuk Pembiayaan 3 Proyek Film

 

Dengan potensi yang begitu besar di industri film Indonesia, investasi dalam bentuk saham pada produksi film dapat menjadi pilihan yang menarik bagi para investor yang ingin mendapatkan keuntungan finansial sekaligus turut berkontribusi dalam pengembangan industri kreatif nasional.

 

Jadi, tunggu apalagi, mari berinvestasi pada film-film Indonesia dan bersama-sama memajukan industri kreatif di tanah air. Cek detailnya dengan mengeklik button di bawah ini.

 

Cek Detail Bisnis

1742 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
204 Suka