23 May 2023
4 menit baca

Yuk, Pahami Legalitas dan Syarat Membuat Bisnis Franchise!

4 menit baca

 

Bisnis franchise menjadi salah satu model bisnis yang populer di Indonesia. Banyak pengusaha yang tertarik untuk memulai bisnis ini karena dapat memanfaatkan merek yang sudah dikenal dan sistem bisnis yang teruji. Namun sebelumnya, penting untuk memahami legalitas dan syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk membuat bisnis franchise

 

Syarat-syarat Mendirikan Usaha Franchise

 

Untuk mendirikan bisnis franchise, terdapat beberapa syarat yang perlu dipenuhi. Memahami dan memenuhi syarat-syarat ini akan membantu Anda membangun bisnis yang sukses. 

 

  • Memiliki Ciri Khas Menarik

Bisnis franchise yang sukses umumnya memiliki ciri khas atau keunikan tersendiri yang membedakan mereka dari pesaing. Ciri khas ini dapat berupa produk, pelayanan, konsep usaha, atau pengalaman yang unik bagi konsumen.

 

  • Memiliki Catatan Keuangan yang Baik

Sebagai calon franchisee, Anda perlu menunjukkan catatan keuangan yang baik dan stabil kepada franchisor. Ini akan memberikan keyakinan kepada franchisor bahwa Anda memiliki kemampuan finansial untuk menjalankan bisnis franchise dengan baik.

 

  • Memiliki SOP yang Jelas

Standard Operating Procedure (SOP) adalah prosedur operasional standar yang mengatur semua aspek bisnis franchise. Memiliki SOP yang rinci dan terstruktur akan membantu menjaga konsistensi dalam operasional bisnis dan memastikan kualitas produk atau jasa yang disediakan kepada konsumen.

 

  • Adanya Dukungan yang Berkesinambungan dari Pemilik Merek

Salah satu keuntungan utama bisnis franchise adalah adanya dukungan dari franchisor. Pastikan bahwa franchisor memberikan dukungan yang berkesinambungan, seperti pelatihan, bimbingan, dan pembaruan produk atau sistem yang diperlukan untuk menjaga daya saing bisnis franchise Anda.

 

  • Memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) yang Terdaftar

HAKI merupakan hak hukum atas kekayaan intelektual, seperti merek dagang, hak cipta, dan paten. Sebagai franchisee, penting untuk memastikan bahwa merek dagang yang digunakan dalam bisnis franchise telah terdaftar secara resmi dan dilindungi oleh hukum.

 

Baca Juga: 10 Bisnis Franchise Kuliner Terlaris 2023, Cepat Balik Modal!

 

Dokumen yang Dibutuhkan untuk Mendirikan Usaha Franchise

 

Mendirikan usaha franchise melibatkan persiapan dokumen yang penting sebelum memulai kerjasama antara franchisor dan franchisee. Dokumen-dokumen ini akan melengkapi legalitas bisnis franchise dan memastikan kerjasama yang saling menguntungkan. 

 

Syarat Pra-kontrak:

  1. Surat Permohonan: Sebagai calon franchisee, Anda perlu menyampaikan surat permohonan kepada franchisor yang berisi niat dan ketertarikan Anda untuk bergabung sebagai mitra bisnis.
  2. Surat Pernyataan Keuangan: Dokumen ini berisi laporan keuangan pribadi atau perusahaan yang mencerminkan kondisi keuangan yang sehat dan memadai untuk menjalankan bisnis franchise.
  3. Curriculum Vitae: Sertakan curriculum vitae yang mencakup pengalaman kerja dan latar belakang pendidikan Anda. Hal ini akan membantu franchisor dalam mengevaluasi kualifikasi Anda sebagai calon franchisee.
  4. Surat Referensi: Dalam beberapa kasus, franchisor mungkin meminta surat referensi dari pihak ketiga yang dapat memberikan penilaian tentang karakter dan kemampuan Anda dalam menjalankan bisnis.

 

Syarat Administratif:

  1. Perjanjian Franchise: Dokumen utama ini mengatur hubungan antara franchisor dan franchisee, mencakup hak dan kewajiban masing-masing pihak, durasi kerjasama, biaya, royalti, dan ketentuan lainnya yang perlu dipatuhi.
  2. Daftar Inventaris: Dokumen ini berisi daftar lengkap peralatan, mesin, bahan baku, dan barang-barang lain yang diperlukan untuk menjalankan bisnis franchise.
  3. Dokumen Perusahaan: Jika Anda memiliki perusahaan, lampirkan dokumen-dokumen perusahaan seperti akta pendirian, izin usaha, dan NPWP perusahaan.
  4. Surat Izin Usaha: Pastikan Anda memiliki surat izin usaha yang diperlukan sesuai dengan peraturan yang berlaku di daerah Anda.

 

Syarat Teknis:

  1. Rencana Tata Letak: Dokumen ini berisi rencana tata letak toko atau tempat usaha franchise, termasuk desain interior, peralatan, dan area pelayanan.
  2. Manual Operasional: Manual operasional adalah panduan lengkap yang menjelaskan prosedur operasional harian, standar pelayanan, manajemen stok, dan aspek lain yang terkait dengan bisnis franchise.
  3. Panduan Identitas Visual: Ini mencakup panduan mengenai penggunaan merek dagang, logo, dan elemen visual lainnya yang harus diikuti secara konsisten oleh franchisee.
  4. Dokumen Pelatihan: Dokumen ini berisi materi pelatihan yang diberikan oleh franchisor kepada franchisee dan tim kerja untuk memastikan pengetahuan yang memadai dalam menjalankan bisnis franchise.

 

Baca Juga: 16 Cara Membuat Bisnis Franchise Sendiri yang Menguntungkan

 

Berapa Biaya yang Dibutuhkan untuk Mendirikan Usaha Franchise?

 

Salah satu syarat membuat bisnis franchise adalah biaya yang tidak sedikit. Biaya ini mencakup biaya awal dan biaya royalti yang harus dibayarkan kepada franchisor. Berikut adalah penjelasan mengenai biaya yang dibutuhkan untuk mendirikan usaha franchise!

 

Biaya Awal

Biaya awal merupakan biaya yang harus dibayar saat pertama kali memulai bisnis franchise. Biaya ini meliputi:

 

  1. Biaya Lisensi: Biaya lisensi adalah biaya yang harus dibayarkan untuk mendapatkan hak penggunaan merek dagang, sistem operasional, dan dukungan dari franchisor. Biaya ini biasanya merupakan persentase dari omset penjualan atau dapat berupa biaya tetap yang harus dibayarkan setiap bulan atau tahun.
  2. Biaya Pelatihan: Franchisor biasanya memberikan pelatihan kepada franchisee dan tim kerja mengenai operasional bisnis, pemasaran, dan standar pelayanan. Biaya pelatihan mencakup biaya instruktur, materi pelatihan, dan biaya perjalanan jika diperlukan.
  3. Biaya Pembelian Peralatan dan Inventaris: Anda perlu membeli peralatan, mesin, bahan baku, dan inventaris lainnya yang diperlukan untuk menjalankan bisnis franchise. Biaya ini akan bervariasi tergantung pada jenis bisnis franchise yang Anda pilih.
  4. Biaya Penyewaan atau Pembelian Tempat Usaha: Jika Anda perlu menyewa atau membeli tempat usaha, maka biaya ini juga perlu dipertimbangkan. Biaya ini akan tergantung pada lokasi, ukuran, dan kondisi tempat usaha.

 

Biaya Royalti

Biaya royalti adalah pembayaran berkala yang harus dibayarkan kepada franchisor sebagai bagian dari kerjasama bisnis. Biaya ini umumnya merupakan persentase dari omset penjualan yang harus dibayarkan setiap bulan atau per kuartal. 

 

Royalti ini merupakan imbalan atas hak penggunaan merek dagang, sistem operasional, dukungan, dan pengembangan merek yang diberikan oleh franchisor. Besaran biaya royalti dapat bervariasi antara bisnis franchise satu dengan lainnya. 

 

Sebelum memutuskan untuk memulai usaha franchise, penting untuk memahami dan menghitung biaya royalti yang akan dikeluarkan serta mempertimbangkan keuntungan yang dapat diperoleh dari bisnis tersebut.

 

Selain biaya awal dan biaya royalti, ada juga biaya lain yang perlu dipertimbangkan seperti biaya pemasaran, biaya operasional, dan biaya dukungan dari franchisor. Semua biaya ini harus diperhitungkan secara cermat agar dapat menjalankan bisnis franchise dengan sukses dan menguntungkan.

 

Baca Juga: 7 Rekomendasi Franchise Minuman Kekinian, Modal 1 Jutaan Saja!

 

Mendirikan bisnis franchise adalah pilihan yang menarik bagi para calon pengusaha yang ingin memanfaatkan konsep bisnis yang telah teruji dan dikenal di pasaran. Namun, penting untuk memahami legalitas yang terkait, termasuk syarat membuat bisnis franchise yang harus dipenuhi.

761 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
200 Suka