16 June 2023
3 menit baca

Perbedaan Peran Investor & Owner Operator dalam Bisnis Franchise

3 menit baca

Perbedaan Peran Investor & Owner Operator dalam Bisnis Franchise

 

Dalam bisnis franchise, terdapat dua peran penting yang berperan dalam mengembangkan dan mengelola bisnis tersebut, yaitu investor dan owner operator. Meskipun keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu meraih keuntungan, namun ada perbedaan peran dan tanggung jawab antara investor dan owner operator.

 

Apa Itu Owner Operator atau Investor Aktif?

 

Seorang owner operator atau investor aktif dalam bisnis franchise adalah seseorang yang secara aktif terlibat dalam pengelolaan bisnis sehari-hari. Mereka tidak hanya bertindak sebagai pemilik saham atau investor, tetapi juga terlibat langsung dalam operasional bisnis. 

 

Sebagai owner operator, mereka memiliki tanggung jawab penuh dalam menjalankan bisnis franchise, mulai dari manajemen, perekrutan karyawan, pengawasan operasional, hingga strategi pemasaran.

 

Apa Itu Investor Pasif?

 

Investor pasif dalam bisnis franchise adalah seseorang yang berinvestasi dalam bisnis tersebut namun tidak terlibat secara langsung dalam pengelolaan operasional. Mereka hanya berperan sebagai pemilik saham atau mitra investasi. 

 

Sebagai investor pasif, mereka memberikan modal atau dana untuk mendukung bisnis franchise tanpa terlibat dalam pengambilan keputusan sehari-hari atau pelaksanaan strategi bisnis.

 

Baca Juga: 10 Daftar Investor Terkaya di Indonesia yang Bisa Dijadikan Panutan

 

Keuntungan Menjadi Owner Operator

 

Menjadi owner operator dalam bisnis franchise memiliki beberapa keuntungan, antara lain:

 

  • Kendali Penuh atas Bisnis

Sebagai owner operator, Anda memiliki kendali penuh atas bisnis franchise yang Anda jalankan. Anda dapat mengambil keputusan strategis, mengatur operasional harian, dan mengimplementasikan ide-ide kreatif yang sesuai dengan visi bisnis Anda.

 

  • Keuntungan Lebih Besar

Dibandingkan dengan menjadi investor pasif, menjadi owner operator memiliki potensi keuntungan yang lebih besar. Anda dapat langsung mengelola dan mempengaruhi kinerja bisnis, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan laba.

 

  • Pengalaman dan Pembelajaran

Sebagai owner operator, Anda akan terlibat langsung dalam mengelola bisnis franchise. Hal ini memberi Anda kesempatan untuk belajar dan mengembangkan keterampilan manajemen, kepemimpinan, dan kewirausahaan yang berharga.

 

Baca Juga: Yuk, Pahami Legalitas dan Syarat Membuat Bisnis Franchise!

 

Keuntungan Menjadi Investor Pasif

 

Menjadi investor pasif dalam bisnis franchise juga memiliki sejumlah keuntungan, di antaranya:

 

  • Minim Keterlibatan Operasional

Sebagai investor pasif, Anda tidak perlu terlibat langsung dalam pengelolaan operasional bisnis franchise. Anda dapat fokus pada kegiatan lain atau memiliki bisnis lain yang dapat memberikan sumber pendapatan pasif.

 

  • Diversifikasi Investasi

Dengan menjadi investor pasif dalam bisnis franchise, Anda dapat melakukan diversifikasi investasi Anda. Anda dapat berinvestasi dalam beberapa bisnis franchise yang berbeda, sehingga meminimalisir risiko kegagalan satu bisnis.

 

  • Potensi Keuntungan

Meskipun tidak terlibat dalam pengelolaan operasional, sebagai investor pasif Anda masih memiliki potensi mendapatkan keuntungan dari bisnis franchise yang sukses. Anda akan mendapatkan dividen atau bagian dari pendapatan bisnis sesuai dengan kesepakatan investasi.

 

Risiko Menjadi Investor Aktif

 

Menjadi investor aktif dalam bisnis franchise juga memiliki risiko yang perlu diperhatikan, seperti:

 

  • Tanggung Jawab dan Beban Kerja

Sebagai owner operator, Anda akan memiliki tanggung jawab penuh dalam mengelola bisnis franchise. Anda harus siap menghadapi beban kerja yang lebih besar, tanggung jawab yang lebih luas, dan tekanan yang mungkin terkait dengan menjalankan bisnis sendiri.

 

  • Risiko Finansial

Mengelola bisnis franchise sebagai owner operator juga memiliki risiko finansial. Anda perlu menginvestasikan modal yang cukup besar untuk memulai dan mengoperasikan bisnis, serta menghadapi risiko kerugian jika bisnis tidak berjalan sesuai harapan.

 

  • Keterbatasan Waktu

Menjadi owner operator berarti Anda harus menghabiskan banyak waktu dan energi untuk mengelola bisnis. Ini dapat mengakibatkan keterbatasan waktu untuk kegiatan pribadi atau keluarga.

 

Risiko Menjadi Investor Pasif

 

Meskipun menjadi investor pasif memiliki keuntungan, ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan, antara lain:

 

  • Keterbatasan Kontrol

Sebagai investor pasif, Anda memiliki keterbatasan kontrol atas pengelolaan bisnis franchise. Anda tidak dapat mengambil keputusan strategis atau mengubah arah bisnis tanpa persetujuan dari owner operator atau manajemen bisnis.

 

  • Potensi Kerugian Investasi

Investasi dalam bisnis franchise memiliki risiko kegagalan dan kerugian. Meskipun Anda tidak terlibat secara langsung dalam pengelolaan bisnis, Anda tetap berisiko kehilangan modal atau tidak mendapatkan dividen sesuai harapan.

 

  • Ketergantungan pada Kinerja Bisnis

Sebagai investor pasif, Anda sangat bergantung pada kinerja bisnis franchise. Jika bisnis tidak berhasil atau mengalami kesulitan finansial, investasi Anda juga akan terpengaruh.

 

Dalam bisnis franchise, peran investor dan owner operator memiliki perbedaan yang signifikan. Sebagai owner operator, Anda memiliki kendali penuh atas bisnis dan berpeluang mendapatkan keuntungan yang lebih besar, tetapi juga menghadapi risiko yang lebih tinggi. 

 

Baca Juga: 10 Cara Memulai Bisnis Franchise Bagi Pemula, Nomor 10 Wajib!

 

Di sisi lain, menjadi investor pasif memungkinkan Anda untuk tidak terlibat secara langsung dalam operasional bisnis, tetapi Anda juga memiliki keterbatasan kontrol dan risiko potensial.

 

Pilihan antara menjadi owner operator atau investor pasif dalam bisnis franchise tergantung pada preferensi, tujuan, dan kemampuan Anda. Penting untuk mempertimbangkan dengan hati-hati faktor-faktor tersebut sebelum membuat keputusan investasi.

4996 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
815 Suka