08 October 2023
5 menit baca

Apa itu Flywheel Marketing? Yuk Terapkan di Bisnis Anda!

5 menit baca

Flywheel Marketing

 

Flywheel marketing telah menjadi sorotan dalam dunia pemasaran modern karena menghadirkan pendekatan yang segar dan efektif untuk mengembangkan bisnis. Terlepas dari apakah Anda seorang pengusaha pemula atau memiliki bisnis yang sudah mapan, memahami konsep flywheel marketing dapat membawa manfaat yang luar biasa untuk pertumbuhan bisnis Anda. 

 

Apa itu Flywheel Marketing?

 

Flywheel marketing adalah sebuah model pemasaran yang berfokus pada pengalaman pelanggan. Strategi ini mampu menunjukkan bagaimana bisnis mampu bertumbuh pesat jika mengedepankan kepuasan pelanggan alih-alih hanya menetapkan target penjualan.

 

Dalam dunia pemasaran tradisional, fokus utama adalah menghasilkan prospek baru dan mengarahkan mereka melalui tahap-tahap pembelian dalam suatu corong pemasaran (marketing funnel). 

 

Menariknya, flywheel marketing merubah paradigma tersebut dengan cara yang menarik. Konsep ini didasarkan pada hukum fisika yang menyatakan bahwa semakin besar gaya yang diberikan pada benda, semakin besar pula energi yang dihasilkan. Dalam konteks pemasaran, pelanggan dianggap sebagai “gaya dorong” yang dapat mendorong pertumbuhan bisnis.

 

Baca Juga: Riset Pemasaran: Definisi, Tujuan, dan Langkah-Langkahnya

 

Perbedaan Flywheel Marketing dan Marketing Funnel

 

Perbedaan antara flywheel marketing dan pendekatan tradisional seperti marketing funnel sangatlah penting untuk dipahami. Dengan demikian, Anda bisa menentukan mana yang bisa diaplikasikan pada bisnis Anda. Berikut beberapa poin perbedaannya.

 

  • Fokus Utama

Fokus utama flywheel marketing adalah mempertahankan pelanggan yang sudah ada dan membangun hubungan yang kuat dengan mereka. Pelanggan dianggap sebagai sumber daya berharga yang dapat memacu pertumbuhan bisnis.

 

Sementara itu, marketing funnel lebih berfokus mengarahkan prospek melalui serangkaian tahap pembelian dalam rangka mendapatkan konversi. Sayangnya, setelah pelanggan membeli barang yang diinginkan, perhatian terhadap pelanggan cenderung menurun.

 

  • Interaksi Pasca Pembelian

Dalam flywheel marketing, interaksi dengan pelanggan tidak berhenti setelah mereka melakukan pembelian. Malah, interaksi positif diteruskan untuk memelihara loyalitas, mendapatkan promosi alami, dan merangsang pembelian ulang.

 

Berbeda dengan marketing funnel, interaksi sering kali berfokus pada fase pra pembelian, dengan perhatian yang kurang pada pelanggan setelah mereka melakukan pembelian.

 

  • Tujuan Akhir

Tujuan utama flywheel marketing adalah menciptakan roda dorong pertumbuhan berkelanjutan melalui keterlibatan yang terus-menerus dengan pelanggan. Pelanggan yang puas dianggap sebagai kekuatan yang mendorong bisnis maju.

 

Sementara itu, tujuan utama marketing funnel adalah mendapatkan konversi dan penjualan sebanyak mungkin. Fokus lebih ditekankan pada angka-angka penjualan daripada hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

 

  • Siklus Hidup Pelanggan

Flywheel marketing memandang pelanggan sebagai aset jangka panjang yang memiliki potensi untuk terus berkontribusi pada pertumbuhan bisnis dari waktu ke waktu.

 

Sementara itu dalam marketing funnel, siklus hidup pelanggan sering kali berhenti setelah mereka melakukan pembelian, tanpa perhatian lebih lanjut terhadap interaksi atau loyalitas.

 

  • Promosi Alami vs. Promosi Aktif

Flywheel marketing mengandalkan promosi alami melalui referensi dan pengalaman positif pelanggan yang dibagikan kepada orang lain. Sementara itu, marketing funnel memerlukan upaya promosi aktif untuk menarik prospek baru dan mendapatkan konversi.

 

  • Fokus pada Loyalitas

Loyalitas pelanggan menurut konsep flywheel marketing dianggap sebagai salah satu kunci utama pertumbuhan, dan upaya besar ditempatkan pada memelihara hubungan jangka panjang dengan mereka.

 

Hal ini berbeda dalam konsep marketing funnel, di mana loyalitas mungkin kurang diperhatikan, dengan fokus lebih besar hanya pada mendapatkan pelanggan baru.

 

Baca Juga: Strategi Pemasaran Digital untuk Bisnis Franchise

 

Manfaat dan Pentingnya Flywheel Marketing dalam Pengembangan Bisnis

 

Flywheel marketing menjadi pilihan yang menarik bagi bisnis yang ingin mengalami pertumbuhan yang berkelanjutan dan berfokus pada hubungan pelanggan yang kuat. Konsep ini memperoleh perhatian karena manfaat dan pentingnya yang signifikan dalam mengembangkan bisnis.

 

  • Memancing Interaksi Pelanggan

Salah satu hal yang paling menonjol dalam flywheel marketing adalah fokus pada interaksi terus-menerus dengan pelanggan. Hal ini melibatkan memberikan konten bermanfaat, merespons pertanyaan, memberikan solusi atas masalah, dan berkomunikasi secara aktif melalui berbagai saluran. 

 

  • Meningkatkan Prospek Berkualitas

Seiring dengan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan, Flywheel Marketing juga berkontribusi pada peningkatan prospek berkualitas. Pelanggan yang puas cenderung merujuk orang lain ke bisnis Anda, dan ini menghasilkan aliran prospek yang lebih berkualitas. 

 

Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Karena referensi dari pelanggan merupakan rekomendasi yang memiliki bobot yang lebih tinggi daripada promosi tradisional. Orang akan jauh lebih percaya apa kata orang terdekat dibanding promosi konvensional.

 

  • Membangun Hubungan Baik dengan Pelanggan

Bisnis yang mampu membangun hubungan yang baik dengan pelanggan cenderung lebih berhasil dalam jangka panjang. Dalam era di mana persaingan bisnis semakin ketat, faktor yang membedakan adalah pengalaman pelanggan. 

 

Selain itu, flywheel marketing membantu Anda menghadirkan pengalaman yang melebihi harapan, memastikan bahwa pelanggan merasa dihargai dan diperhatikan.

 

  • Meningkatkan Konversi Penjualan

Tidak ada yang lebih memuaskan daripada melihat penjualan meningkat secara berkelanjutan. Dengan flywheel marketing, pelanggan yang puas memiliki peluang besar untuk melakukan pembelian berulang. Lebih dari itu, mereka mungkin juga tertarik untuk mencoba produk atau layanan yang lebih canggih, menghasilkan konversi yang lebih tinggi.

 

Baca Juga: 7 Cara Menarik Konsumen Baru untuk Naikkan Omset Penjualan Anda

 

Tahapan Flywheel Marketing dalam Bisnis

 

Dalam strategi pemasaran yang berfokus pada pertumbuhan melalui interaksi dan hubungan yang kuat dengan pelanggan, ada beberapa tahapan kunci yang harus ditempuh. Tahapan ini membentuk landasan dari pendekatan flywheel marketing yang efektif. 

 

  • Attract

Tahapan pertama dalam flywheel marketing adalah menarik perhatian pelanggan potensial. Anda dapat melakukannya melalui berbagai cara, seperti menciptakan konten yang menarik dan relevan, menggunakan strategi media sosial yang efektif, dan memanfaatkan optimasi mesin pencari (SEO).

 

  • Engage

Setelah Anda berhasil menarik perhatian, langkah berikutnya adalah mengikutsertakan pelanggan dalam interaksi yang bermakna. Ini bisa berupa merespons pertanyaan atau masukan mereka dengan cepat, memberikan solusi atas masalah yang mereka hadapi, atau berbagi konten yang memberikan nilai tambah.

 

  • Delight

Saat pelanggan telah melakukan pembelian, tahap “Delight” menjadi kunci. Anda harus terus memberikan pengalaman yang luar biasa kepada mereka. Hal ini bisa melalui layanan pelanggan yang responsif, memberikan program loyalitas yang menguntungkan, atau menghadirkan konten yang menghibur dan informatif.

 

Kelebihan dan Kekurangan Flywheel Marketing

 

Setelah membahas pengertian dan seluk beluk flywheel marketing, kini Anda harus mempelajari kelebihan serta kekurangannya. Dengan demikian, Anda bisa menentukan apakah metode ini cocok untuk bisnis Anda atau tidak.

 

Kelebihan Flywheel Marketing:

  1. Loyalitas yang Kuat: Fokus pada pelanggan yang sudah ada dan interaksi positif membantu membangun loyalitas yang kuat. Pelanggan yang puas cenderung tetap setia pada bisnis Anda dan bahkan menjadi pendukung setia.
  2. Promosi Alami: Pelanggan yang puas cenderung berbagi pengalaman positif mereka dengan orang lain. Testimoni positif dan referensi ini memiliki dampak yang lebih besar daripada promosi berbayar.
  3. Peningkatan Kualitas Prospek: Pelanggan yang puas cenderung merujuk prospek yang lebih berkualitas, karena mereka sudah memiliki pengalaman positif dengan bisnis Anda. Ini menghasilkan prospek yang lebih cenderung untuk berkonversi.
  4. Dampak Jangka Panjang: Dalam jangka panjang, flywheel marketing membangun fondasi pertumbuhan yang berkelanjutan. Ketika pelanggan terus puas dan berinteraksi positif, roda dorong pertumbuhan semakin kuat.

 

Kekurangan Flywheel Marketing:

  1. Waktu dan Kesabaran yang Dibutuhkan: Membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan memerlukan waktu dan kesabaran. Metode ini bukan pendekatan yang menghasilkan hasil instan dalam jangka pendek.
  2. Keterlibatan yang Intensif: Flywheel marketing membutuhkan tingkat keterlibatan yang intensif dalam memelihara hubungan dengan pelanggan. Ini bisa memerlukan sumber daya manusia dan waktu yang lebih besar.
  3. Tidak Cocok untuk Bisnis dengan Siklus Pendek: Jika bisnis Anda memiliki siklus penjualan yang sangat singkat atau berfokus pada penjualan sekali pakai, Flywheel Marketing mungkin tidak seefektif dalam hal ini.
  4. Tidak Mengatasi Kelemahan Produk: Meskipun Flywheel marketing dapat membantu membangun hubungan yang lebih baik dengan pelanggan, jika produk atau layanan Anda memiliki kelemahan mendasar, penerapan ini mungkin tidak dapat sepenuhnya mengatasinya.

 

Baca Juga: 21 Peluang Usaha yang Belum Banyak Pesaing, Cepat Cuan!

 

Menerapkan flywheel marketing dalam bisnis Anda bisa menjadi langkah cerdas untuk meningkatkan pertumbuhan dan keberhasilan jangka panjang. 

 

Dengan fokus pada pelanggan dan interaksi positif, Anda dapat membangun fondasi yang kokoh bagi bisnis yang sukses. 

 

Jadi, jangan ragu untuk mengadopsi pendekatan inovatif ini dan rasakan perubahan positif yang dihadirkannya.

663 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
133 Suka