19 June 2024
3 menit baca

Menteri Sandiaga Uno Nobar Film Malam Pencabut Nyawa

3 menit baca

Mas Menteri Nonton Malam Pencabut Nyawa

 

Pada tanggal 8 Juni 2024, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno hadir dan ikut nonton bareng dalam special screening film “Malam Pencabut Nyawa” bersama Bizhare hingga produser bersama seluruh cast. Keberhasilan film horor ini, selain berkat kerja keras sang sutradara Sidharta Tata, juga tak lepas dari suksesnya pendanaan film yang dilakukan secara crowdfunding melalui platform Bizhare. Berikut ulasan selengkapnya!

 

Menteri Sandiaga: “Fresh Banget, Ya!”

 

Dalam komentarnya, Menteri Sandiaga Uno memuji film “Malam Pencabut Nyawa” sangat fresh dan menyuguhkan tontonan berskala internasional. “Fresh banget, ya! Efek visual dalam film ini begitu memukau!”. 

 

Tidak hanya itu, beliau juga takjub dengan pencapain film horor Indonesia ini yang akan tayang di 10 teritori, mulai dari Asia, Eropa, hingga Amerika. “Kami akan terus dukung film-film Indonesia, dan bagi Anda yang belum tonton, silakan nonton di bioskop terdekat dan support film-film Indonesia.”

 

Film ini diisi oleh sederet aktor papan atas, mulai dari Devano Danendra, Keisya Levronka, Mikha Hernan, komedian Fajar Nugra, Ratu Felisha, Budi Ros, dan Kiki Narendra.

 

“Malam Pencabut Nyawa” bercerita tentang Respati (Devano Danendra), yang kerap mengalami gangguan tidur karena dihantui mimpi buruk.

 

Lalu, cuplikan film bergenre horor ini menampilkan Respati mendapati gangguan tidurnya menjadi semakin menakutkan ketika salah satu mimpi buruknya terjadi di kehidupan nyata.

 

Respati kemudian diberi tahu bahwa dia bisa masuk ke alam mimpi dengan kesadaran penuh dan kemampuan itu membuatnya menjadi incaran arwah misterius yang mengancam jiwa.

 

Sebagai informasi, film “Malam Pencabut Nyawa” diadaptasi dari novel karya Ragil J.P. yang berjudul “Respati“. Skenarionya ditulis oleh Ambaridzki Ramadhantyo bersama Sidharta Tata.

 

Sukses Gaet 300 Ribu Penonton

 

Sejak pertama kali ditayangkan di bioskop pada tanggal 22 Mei 2024 lalu, film “Malam Pencabut Nyawa” berhasil meraup lebih dari 300 ribu penonton di seluruh Indonesia. Selain itu, dengan meningkatnya permintaan jadwal tayang di berbagai bioskop menunjukkan antusias masyarakat yang begitu besar pada film bergenre horor. 

 

Keberhasilan film “Malam Pencabut Nyawa” tidak lepas dari kolaborasi antara Base Entertainment dan Wahana Kreator. Keduanya merupakan bagian dari ekosistem PT Benson Kapital Indonesia, perusahaan yang berfokus pada pengembangan media dan entertainment di Indonesia.

 

Base Entertainment telah menghasilkan beberapa film dan series populer, contohnya “Perempuan Tanah Jahanam“. Film ini yang meraih penghargaan Film Terbaik di Bucheon dan Festival Film Indonesia 2020, menunjukkan keberhasilan studio ini dalam membawa cerita dari Asia ke dunia. 

 

Sementara itu, Wahana Kreator berhasil menciptakan karya-karya terbaik yang laris di pasar, mulai dari film “Dua Garis Biru” yang terjual 2,5 juta tiket, serta serial seperti “Gadis Kretek”, “Club Kecanduan Mantan” dan “The Aces“.

 

Baca Juga: Kenapa Investasi Film Masih Berpeluang Untung di 2024?

 

Keberhasilan Pendanaan Film “Malam Pencabut Nyawa” melalui Platform Securities Crowdfunding Bizhare

 

Film “Malam Pencabut Nyawa” merupakan salah satu proyek dari program FIFTY yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

 

FIFTY (Fintech Financial for Tourism and Creative Economy) adalah salah satu program kementerian yang hadir untuk membantu pelaku usaha kreatif dalam mendapatkan pembiayaan berbasis financial technology, baik dari P2P lending maupun securities crowdfunding yang telah berizin dan diawasi oleh OJK.

 

Di sini, rilisnya “Malam Pencabut Nyawa” tak bisa dilepaskan dari keberhasilan pendanaan film yang dilakukan menggunakan skema crowdfunding melalui  platform Bizhare. 

 

Dengan tujuan untuk merubah tren industri media dan hiburan di Indonesia, PT Benson Kapital Indonesia menjalin kerja sama dengan Bizhare. Selain itu, kerja sama dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat Indonesia agar dapat berpartisipasi sebagai investor dalam dua proyek film sekaligus, yakni “Malam Pencabut Nyawa” dan “Tumbal Darah”.

 

Berkat program FIFTY yang berkolaborasi dengan Bizhare bersama Benson Capital, film “Malam Pencabut Nyawa” berhasil mendapat pendanaan dari 102 investor dengan total funding mencapai Rp1.255.000.000

 

Sebagai informasi, sudah beberapa film yang berhasil didanai melalui Bizhare, salah satunya adalah pendanaan proyek tiga film Adhya Pictures di tahun 2023 (baca di sini) dan pendanaan proyek “Glenn Fredly The Movie” pada tahun 2024 (baca di sini).

 

Dengan potensi yang begitu besar di industri film Indonesia, investasi dalam bentuk saham pada produksi film dapat menjadi pilihan yang menarik bagi para investor. Tak hanya mendapatkan keuntungan finansial, Anda turut berkontribusi dalam pengembangan industri kreatif nasional.

 

Bizhare sendiri sebagai platform securities crowdfunding nomor 1 di Indonesia hadir untuk membantu lebih banyak masyarakat merdeka secara finansial. Caranya adalah dengan berinvestasi di aneka UKM, bisnis, maupun proyek-proyek terbaik, salah satunya adalah investasi proyek film.

 

Jadi tunggu apalagi, segera #AmankanSahamBisnisMu dan mari berinvestasi di aneka bisnis dan proyek terbaik milik anak bangsa! 

 

Info lengkap mengenai bisnis dan proyek yang sedang listing di Bizhare, lengkap dengan proposalnya, bisa Anda lihat dengan mengeklik tombol berikut.

 

Investasi Sekarang

214 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
61 Suka