08 June 2023
3 menit baca

Merasa Boros? Pahami Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan!

3 menit baca

perbedaan kebutuhan keinginan

 

Apakah Anda pernah merasa bingung antara kebutuhan dan keinginan? Atau mungkin sering membingungkan keduanya dalam membelanjakan uang? Kebutuhan dan keinginan adalah dua konsep yang seringkali dipertukarkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, perbedaan antara keduanya sangatlah penting untuk dipahami, terutama dalam mengelola keuangan dan menentukan prioritas dalam hidup.

 

Apa itu Kebutuhan?

 

Kebutuhan adalah suatu hal yang sangat diperlukan untuk mempertahankan kehidupan manusia. Hal ini dapat berupa kebutuhan fisik seperti makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, dan kesehatan. 

 

Selain itu, kebutuhan juga dapat berupa kebutuhan psikologis seperti kasih sayang, keamanan, rasa memiliki, dan penghargaan. Kebutuhan adalah hal yang harus dipenuhi oleh setiap manusia agar dapat bertahan hidup secara layak.

 

Apa itu Keinginan?

 

Keinginan adalah sesuatu yang diinginkan oleh seseorang untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Keinginan seringkali berhubungan dengan kemewahan atau barang-barang yang tidak diperlukan untuk mempertahankan hidup. 

 

Contohnya, mobil mewah, gadget terbaru, liburan ke luar negeri, dan sebagainya. Keinginan adalah hal yang tidak harus dipenuhi, tetapi dapat memberikan kepuasan tersendiri bagi si pemilik.

 

Baca Juga: Perbedaan Growth Mindset dan Fixed Mindset, Anda Tipe Mana?

 

Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan

 

Kebutuhan dan keinginan adalah dua konsep yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi seringkali orang tidak memahami perbedaan antara keduanya. Berikut perbedaan antara kebutuhan dan keinginan lebih rinci.

 

  • Kebutuhan Bersifat Objektif, Keinginan Bersifat Subjektif

Kebutuhan bersifat objektif, artinya setiap orang membutuhkan hal yang sama untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia, seperti makanan, minuman, pakaian, dan tempat tinggal. Sedangkan keinginan bersifat subjektif, artinya setiap orang memiliki keinginan yang berbeda-beda. 

 

Sebagai contoh, seseorang mungkin menginginkan sebuah mobil mewah, sementara orang lain hanya membutuhkan mobil sederhana untuk berpergian.

 

  • Keinginan Datang dari Kebutuhan

Keinginan seringkali berasal dari kebutuhan. Ketika seseorang merasa bahwa kebutuhannya telah terpenuhi, mereka mungkin mulai mengembangkan keinginan-keinginan tersembunyi. 

 

Sebagai contoh, setelah memenuhi kebutuhan dasar seperti makan dan minum, seseorang mungkin mulai menginginkan makanan dan minuman yang lebih enak atau lebih mahal.

 

  • Kebutuhan Mengutamakan Fungsi, Keinginan Mengutamakan Kepuasan

Kebutuhan biasanya dipenuhi untuk memenuhi fungsi dasar manusia, seperti makanan yang menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Di sisi lain, keinginan seringkali dipenuhi untuk memuaskan keinginan atau kepuasan pribadi, seperti memiliki barang-barang mewah atau pergi berlibur ke tempat yang indah.

 

Dalam kehidupan sehari-hari, kebutuhan dan keinginan seringkali saling berkaitan. Seseorang mungkin memiliki keinginan untuk membeli pakaian yang mahal, tetapi hal itu hanya dapat terpenuhi jika kebutuhan dasar telah terpenuhi terlebih dahulu. 

 

Tips Mengedepankan Kebutuhan daripada Keinginan

 

Ketika berbicara tentang mengedepankan kebutuhan daripada keinginan, kita berbicara tentang mengendalikan diri agar tidak mudah tergoda untuk membeli barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Banyak dari kita sering kali tergoda dengan barang-barang yang sebenarnya tidak penting, dan dalam jangka panjang, kita dapat mengalami masalah finansial. Oleh karena itu,berikut tips efektif untuk mengedepankan kebutuhan daripada keinginan.

 

  • Lihat Urgensi Kebutuhan

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengevaluasi apakah suatu kebutuhan itu penting atau tidak. Sebelum membeli sesuatu, pastikan bahwa barang tersebut memang benar-benar diperlukan dan sangat dibutuhkan. 

 

Jangan terlalu mudah tergoda dengan barang yang sebenarnya tidak penting dan akan membuat kita mengeluarkan uang yang tidak perlu.

 

  • Jangan Sampai FOMO dan YOLO

FOMO (Fear Of Missing Out) dan YOLO (You Only Live Once) adalah dua prinsip yang sering kali menjadi alasan seseorang untuk membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. 

 

Jika Anda tergoda untuk membeli sesuatu hanya karena ingin merasakan pengalaman atau merasa tertinggal dari orang lain, sebaiknya Anda coba untuk lebih sabar dan berpikir ulang.

 

Baca Juga: Mindset & Gaya Hidup YOLO: Dampak dan Cara Mengendalikan YOLO

 

  • Utamakan Kebutuhan Pokok

Kebutuhan pokok seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal harus selalu menjadi prioritas utama. Jangan terlalu fokus pada barang-barang yang hanya memberikan kepuasan sesaat seperti gadget atau aksesori yang tidak begitu penting. Pastikan bahwa kebutuhan pokok terpenuhi terlebih dahulu sebelum membeli barang yang lain.

 

  • Pikir berulang-ulang untuk Menunda Keinginan

Jika masih merasa sulit untuk menahan diri dari membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan, cobalah untuk mempertimbangkan kembali keputusan tersebut. 

 

Coba pikirkan lagi apakah barang tersebut benar-benar diperlukan atau hanya ingin saja. Tunda pembelian barang tersebut selama beberapa waktu dan lihat apakah masih ada keinginan untuk membeli barang tersebut setelah beberapa waktu.

 

  • Buat List Kebutuhan dan Keinginan

Cara terakhir yang dapat dilakukan adalah dengan membuat daftar kebutuhan dan keinginan. Buatlah daftar barang-barang yang benar-benar diperlukan dan urutkan berdasarkan prioritasnya. Kemudian, buat daftar barang-barang yang hanya ingin saja dan pikirkan kembali apakah benar-benar diperlukan atau tidak.

 

Baca Juga: Menabung atau Investasi, Mana yang Lebih Penting?

 

Di sini bisa disimpulkan bahwa kebutuhan adalah sesuatu yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia, sedangkan keinginan adalah sesuatu yang diinginkan tetapi tidak diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia.

 

Dalam keadaan tertentu, keinginan dapat menjadi kebutuhan yang sangat penting untuk memenuhi tujuan hidup seseorang, seperti ketika seseorang menginginkan pendidikan yang lebih tinggi untuk meningkatkan karir mereka.

1853 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
Tags: Tips Mindset
341 Suka