09 May 2024
4 menit baca

Taper Tantrum: Pengertian, Sejarah, & Dampaknya

4 menit baca

Taper Tantrum adalah

 

Taper tantrum adalah salah satu gejolak ekonomi yang melanda Amerika Serikat di tahun 2013. Penyebabnya karena bank sentral Amerika memperketat kebijakan moneternya. Berikut ulasan lengkap mengenai fenomena ini.

 

Apa itu Taper Tantrum?

 

Taper tantrum adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan reaksi pasar keuangan terhadap pengurangan (tapering) atau penghentian stimulus moneter oleh bank sentral. Istilah ini pertama kali muncul pada tahun 2013 ketika Federal Reserve AS (The Fed) menyatakan niatnya untuk mengurangi pembelian obligasi sebagai bagian dari kebijakan pengendalian stimulusnya. 

 

Pengumuman tersebut menyebabkan lonjakan suku bunga obligasi, penurunan harga obligasi, dan volatilitas pasar yang signifikan. Taper tantrum mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap dampak pengurangan stimulus terhadap ekonomi dan keuangan global.

 

Baca Juga: Mengenal Bank Sentral serta Fungsi, Tugas, dan Wewenangnya

 

Sejarah Taper Tantrum 2013 di Amerika Serikat

 

Sejarah taper tantrum dimulai pada tahun 2013 ketika Federal Reserve AS (The Fed) di bawah kepemimpinan Ketua Ben Bernanke mengumumkan niatnya untuk mengurangi pembelian obligasi sebagai bagian dari kebijakan pengendalian stimulusnya. Sejak krisis keuangan global pada tahun 2008, The Fed telah meluncurkan program pembelian obligasi yang dikenal sebagai quantitative easing (QE) untuk merangsang pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan likuiditas pasar keuangan.

 

Pada tanggal 22 Mei 2013, dalam pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal Reserve, Bernanke pertama kali menyebutkan kemungkinan mengurangi pembelian obligasi, yang kemudian dikenal sebagai tapering. Pengumuman ini mengejutkan pasar keuangan, yang telah terbiasa dengan tingkat stimulus yang tinggi. Akibatnya, terjadi lonjakan suku bunga obligasi, penurunan harga obligasi, dan volatilitas pasar yang signifikan di pasar keuangan global.

 

Taper tantrum mencapai puncaknya pada bulan Juni 2013 ketika The Fed mengkonfirmasi rencananya untuk secara bertahap mengurangi pembelian obligasi. Hal ini menyebabkan gejolak lebih lanjut di pasar keuangan global, terutama di negara-negara berkembang yang mengalami arus modal keluar karena kekhawatiran atas dampak pengurangan stimulus tersebut terhadap likuiditas dan pertumbuhan ekonomi mereka.

 

Meskipun The Fed kemudian mengambil langkah-langkah untuk meredakan kekhawatiran pasar dan memberikan jaminan bahwa kebijakan moneter akan tetap akomodatif untuk jangka waktu yang lama, dampak taper tantrum terhadap pasar keuangan dan ekonomi global tetap terasa. Sejak itu, istilah taper tantrum telah menjadi bagian dari bahasa keuangan yang digunakan untuk menggambarkan reaksi pasar terhadap pengumuman atau tindakan yang mengindikasikan perubahan dalam kebijakan moneter yang longgar.

 

Dalam periode taper tantrum, indeks obligasi global jatuh sekitar 4,7% pada Mei-Juni 2013. Di negara-negara berkembang, mata uang melemah dan tingkat suku bunga obligasi naik secara dramatis, memicu kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi mereka. Di AS, pasar saham juga mengalami gejolak, meskipun dampaknya lebih ringan dibandingkan dengan negara-negara lain.

 

Baca Juga: Investasi Publik: Pengertian, Jenis, dan Hambatannya

 

Dampak Taper Tantrum bagi Indonesia

 

Dampak dari taper tantrum sangat terasa dalam perekonomian suatu negara. Berikut adalah beberapa dampak taper tantrum yang dirasakan oleh Indonesia.

 

  • Meningkatnya Suku Bunga

Salah satu dampak yang mungkin terjadi akibat krisis taper tantrum di Indonesia adalah kenaikan suku bunga. Suku bunga yang rendah saat ini membuat pembayaran cicilan lebih terjangkau bagi debitur.

 

Namun, ketika Amerika Serikat meningkatkan suku bunga acuannya karena pulih dari krisis namun mengalami inflasi, suku bunga di Indonesia juga bisa naik. Namun, Indonesia dapat menggunakan kebijakan 7 Day Reverse Repo Rate untuk tetap menarik minat investor.

 

  • Penurunan Kurs Rupiah

Dampak lain dari taper tantrum adalah penurunan kurs rupiah. Investor asing yang panik cenderung menarik investasinya dari saham dan obligasi dan mengalihkannya ke instrumen keuangan lain, memerlukan dollar AS untuk transaksi tersebut. 

 

Akibatnya, permintaan dollar AS yang tinggi akan menurunkan nilai tukar mata uang rupiah. Tak hanya itu, pada krisis taper tantrum tahun 2013, kurs Indonesia yang awalnya di posisi 9.700 dolar AS turun hingga 50% menjadi Rp14.700 dolar AS.

 

  • Dampak pada IHSG dan Investasi Saham

Taper tantrum juga dapat berdampak pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan investasi saham. Sebelum krisis 2013, pasar IHSG didominasi oleh investor asing, namun setelah krisis tersebut, partisipasi investor asing turun hingga 40 persen.

 

Baca Juga: Middle Income Trap: Pengertian, Penyebab, & Solusinya

 

Investasi Crowdfunding lewat Bizhare dan #AmankanMasaDepanMu Sekarang

 

Mengelola investasi dengan bijak menjadi semakin penting di tengah dinamika ekonomi yang makin tidak bisa ditebak. Salah satu cara untuk melindungi diri dari dampak risiko penyusutan nilai ekonomi adalah dengan melakukan investasi yang cerdas, cermat, dan terukur.

 

Apabila Anda menginvestasikan uang pada saham, sukuk, reksa dana, emas, berlian, atau bisnis franchise, Anda akan menghasilkan uang lewat passive income selama 24 jam, bahkan saat tidur sekalipun. 

 

Baca Lengkap: Skema Investasi Bisnis & Pendanaan di Bizhare, Transparan & Aman!

 

Dengan memiliki sumber passive income yang stabil, Anda dapat lebih siap menghadapi ketidakpastian ekonomi, khususnya selama resesi. Masa depan Anda akan terjamin damai, tenang, dan bahagia. 

 

Salah satunya, Anda bisa berinvestasi di aneka jenis platform crowdfunding seperti Bizhare. Bizhare menyediakan layanan investasi dengan jumlah mulai dari Rp10 juta. Secara eksklusif, Bizhare juga menawarkan investasi khusus dengan nilai mulai dari Rp50 juta, tentunya dengan jaminan dividend yield yang lebih besar.

 

Ada banyak keunggulan yang ditawarkan Bizhare, salah satunya adalah kenyamanan dalam berinvestasi dengan jumlah yang sesuai dengan kemampuan Anda. Selain itu, Bizhare telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang memberikan perlindungan tambahan bagi para investor.

 

Baca Lengkap: Panduan Berinvestasi di Bizhare

 

Bersama platform securities crowdfunding pertama Indonesia Bizhare, amankan masa depan Anda dengan kemerdekaan finansial seutuhnya. Jika Anda adalah salah satu orang yang ingin masa depannya cerah, silakan klik button di bawah ini.

 

#AmankanMasaDepanMu Sekarang

66 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
14 Suka