29 July 2023
3 menit baca

7 Perbedaan Kebijakan Moneter dan Kebijakan Fiskal

3 menit baca

perbedaan kebijakan moneter fiskal

 

Dalam upaya mengatur perekonomian suatu negara, pemerintah seringkali menggunakan kebijakan ekonomi untuk mencapai tujuan tertentu. Dua jenis kebijakan ekonomi yang umum digunakan adalah kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. Meskipun keduanya bertujuan untuk mengelola perekonomian, terdapat perbedaan mendasar antara keduanya. 

 

Pengertian Kebijakan Moneter

 

Kebijakan moneter merujuk pada tindakan yang diambil oleh bank sentral suatu negara untuk mengendalikan pasokan uang di dalam perekonomian. 

 

Bank sentral menggunakan berbagai instrumen seperti suku bunga, cadangan wajib, dan operasi pasar terbuka untuk mempengaruhi likuiditas dan suku bunga. 

 

Tujuan utama kebijakan moneter adalah menjaga stabilitas harga dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang seimbang.

 

Baca Juga: Kebijakan Moneter: Pengertian, Tujuan, Jenis, & Instrumennya

 

Pengertian Kebijakan Fiskal

 

Kebijakan fiskal adalah kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah terkait pengaturan pendapatan dan pengeluaran negara. 

 

Pemerintah menggunakan instrumen seperti perubahan dalam pajak, belanja publik, dan subsidi untuk mempengaruhi kegiatan ekonomi. 

 

Tujuan utama kebijakan fiskal adalah mencapai keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran negara serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

 

Baca Juga: Kebijakan Fiskal: Pengertian, Tujuan, Jenis, & Instrumennya

 

Perbedaan Kebijakan Moneter dan Kebijakan Fiskal

 

Meskipun keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu mempengaruhi kegiatan ekonomi untuk mencapai pertumbuhan yang seimbang, terdapat perbedaan mendasar antara keduanya. 

 

  • Pengertian

Kebijakan moneter adalah kebijakan yang dilakukan oleh bank sentral suatu negara untuk mengendalikan pasokan uang dan suku bunga di perekonomian. Sementara itu, kebijakan fiskal adalah kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah terkait pengaturan pendapatan dan pengeluaran negara.

 

  • Pelaku

Bank sentral (misalnya Bank Indonesia) bertanggung jawab untuk menerapkan kebijakan moneter. Di lain sisi, Pemerintah (misalnya Pemerintah Indonesia) bertanggung jawab untuk menerapkan kebijakan fiskal.

 

  • Instrumen

Dalam menentukan kebijakan moneter, bank sentral menggunakan instrumen seperti suku bunga, cadangan wajib, dan operasi pasar terbuka untuk mengatur likuiditas dan suku bunga di pasar keuangan.

 

Sementara itu, dalam kasus kebijakan fiskal: Pemerintah menggunakan instrumen seperti perubahan dalam pajak, belanja publik, dan subsidi untuk mempengaruhi pendapatan dan pengeluaran negara serta kegiatan ekonomi.

 

  • Fokus

Fokus utama kebijakan moneter adalah menjaga stabilitas harga (inflasi) dan stabilitas sistem keuangan. Sementara itu, fokus utama kebijakan fiskal adalah mencapai keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran negara serta mendorong pertumbuhan ekonomi.

 

  • Waktu Penerapan

Kebijakan moneter dapat diterapkan dengan cepat dan lebih fleksibel dalam menanggapi perubahan kondisi ekonomi. Berbeda dengan kebijakan fiskal yang memerlukan waktu yang lebih lama untuk dirumuskan dan diimplementasikan karena melibatkan proses legislatif dan perencanaan anggaran.

 

  • Dampak

Kebijakan moneter memengaruhi suku bunga, investasi, dan inflasi. Perubahan suku bunga dapat mempengaruhi tingkat pinjaman dan tabungan masyarakat. Sementara itu, kebijakan fiskal mempengaruhi pendapatan dan pengeluaran negara, konsumsi masyarakat, serta kegiatan ekonomi secara keseluruhan.

 

  • Koordinasi

Kebijakan moneter perlu dikoordinasikan dengan kebijakan fiskal untuk mencapai keberhasilan dalam pengaturan perekonomian. Sementara itu, kebijakan fiskal juga perlu dikoordinasikan dengan kebijakan moneter untuk memastikan keselarasan dalam mencapai tujuan perekonomian.

 

Baca Juga: Investasi Publik: Pengertian, Jenis, dan Hambatannya

 

Kebijakan moneter dan kebijakan fiskal adalah dua pendekatan yang berbeda dalam mengatur perekonomian. Kebijakan moneter berkaitan dengan pengendalian pasokan uang dan suku bunga oleh bank sentral, sedangkan kebijakan fiskal berkaitan dengan pengaturan pendapatan dan pengeluaran negara oleh pemerintah. 

 

Meskipun keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu mencapai pertumbuhan ekonomi yang seimbang, instrumen, fokus, dan pelaku yang terlibat dalam keduanya berbeda. Koordinasi antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal sangat penting untuk mencapai hasil yang optimal dalam pengaturan perekonomian.

8740 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
370 Suka