24 July 2023
3 menit baca

Arti Yield to Maturity Beserta Cara Menghitungnya, Yuk Simak!

3 menit baca

yield to maturity

 

Ingin memahami lebih dalam tentang yield to maturity dan bagaimana cara menghitungnya? Artikel ini akan memberikan penjelasan lengkap mengenai arti yield to maturity beserta metode perhitungannya. Yuk, simak penjelasan di bawah ini!

 

Apa itu Yield to Maturity Menurut Para Ahli

 

Para ahli keuangan dan investasi memberikan pemahaman yang berbeda mengenai yield to maturity. Berikut adalah beberapa pendapat para ahli tersebut.

 

  • I Made: Yield to maturity adalah tingkat keuntungan jika suatu obligasi dipegang sampai dengan jatuh tempo. 
  • Investopedia: Yield to maturity adalah tingkat pengembalian yang diharapkan oleh investor jika obligasi dipegang hingga jatuh tempo.
  • The Balance: Yield to maturity adalah metrik yang digunakan untuk menghitung tingkat pengembalian tahunan yang diharapkan dari sebuah obligasi jika dipegang hingga jatuh tempo.
  • The Wall Street Journal: Yield to maturity adalah angka persentase yang mencerminkan tingkat pengembalian yang diharapkan oleh investor jika obligasi dipegang hingga jatuh tempo.

 

Perlu diingat bahwa definisi dan pemahaman tentang ini dapat bervariasi di antara para ahli. Penting untuk memahami konsep ini dengan baik sesuai dengan sumber informasi yang dapat dipercaya dan mempertimbangkan konteks spesifik investasi Anda.

 

Baca Juga: Mau Mulai Investasi? Pahami Keuntungan Investasi dan Risikonya Berikut Ini!

 

Cara Menghitung Yield to Maturity

 

Untuk menghitung yield to maturity, ada beberapa metode yang dapat digunakan, salah satunya adalah metode perhitungan menggunakan rumus matematika yang disebut dengan rumus yield to maturity

 

  • Menentukan Nilai Pasar Obligasi

Langkah pertama dalam menghitung yield to maturity adalah mengetahui nilai pasar obligasi saat ini. Nilai ini dapat diperoleh melalui pasar sekunder atau melalui informasi dari lembaga keuangan atau platform investasi.

 

  • Menentukan Harga Beli Obligasi

Setelah mengetahui nilai pasar obligasi, langkah selanjutnya adalah menentukan harga beli obligasi. Harga beli ini mencerminkan harga yang investor harus bayar untuk memperoleh obligasi tersebut.

 

  • Menentukan Nilai Nominal Obligasi

Nilai nominal obligasi adalah nilai pokok atau nilai utama dari obligasi tersebut. Nilai ini biasanya tercetak di obligasi dan merupakan jumlah yang akan dibayarkan kepada pemegang obligasi pada saat jatuh tempo.

 

  • Menentukan Jatuh Tempo Obligasi

Jatuh tempo obligasi adalah tanggal di mana obligasi tersebut akan jatuh tempo atau tanggal ketika pemegang obligasi akan menerima pembayaran nilai nominal obligasi.

 

Setelah memiliki data-data tersebut, rumus dapat digunakan untuk menghitung yield to maturity dengan mengikuti langkah-langkah berikut:

 

Rumus YTM = [(C + (F – P) / n) / ((F + P) / 2)] * 100%

 

Keterangan:

 

YTM: Yield to Maturity

C: Kupon yang diterima setiap tahun

F: Nilai nominal obligasi

P: Harga beli obligasi

n: Jumlah tahun hingga jatuh tempo

 

Contoh Perhitungan Yield to Maturity

 

Untuk memahami lebih baik tentang perhitungan yield to maturity, berikut adalah contoh sederhana yang akan mengilustrasikan langkah-langkah yang telah dijelaskan sebelumnya.

 

Contohnya, Anda memiliki sebuah obligasi dengan nilai nominal Rp1.000.000, kupon tahunan sebesar Rp50.000, dan harga beli obligasi sebesar Rp950.000. Jatuh tempo obligasi tersebut adalah dalam 5 tahun.

 

Dalam kasus ini, kita bisa menghitung yield to maturity menggunakan rumus yang telah dijelaskan sebelumnya.

 

YTM = [(50,000 + (1,000,000 – 950,000) / 5) / ((1,000,000 + 950,000) / 2)] * 100%

= [(50,000 + 10,000) / 975,000] * 100%

= 60,000 / 975,000 * 100%

= 0.0615 * 100%

= 6.15%

 

Dengan demikian, yield to maturity dari obligasi tersebut adalah sebesar 6.15%.

 

Faktor yang Memengaruhi Yield to Maturity

 

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi yield to maturity suatu obligasi. Beberapa faktor tersebut antara lain:

 

  • Kondisi pasar keuangan

Perubahan kondisi pasar keuangan, seperti naik turunnya suku bunga pasar, dapat mempengaruhi yield to maturity obligasi. Jika suku bunga pasar naik, maka yield to maturity obligasi cenderung meningkat, dan sebaliknya.

 

  • Kualitas kredit emitennya

Kualitas kredit emitennya juga dapat mempengaruhi yield to maturity obligasi. Obligasi yang diterbitkan oleh emiten dengan kualitas kredit yang rendah cenderung memiliki yield to maturity yang lebih tinggi karena dianggap lebih berisiko oleh investor.

 

  • Jatuh tempo

Jatuh tempo obligasi juga dapat mempengaruhi yield to maturity. Obligasi dengan jatuh tempo yang lebih jauh biasanya memiliki yield to maturity yang lebih tinggi dibandingkan dengan obligasi yang jatuh tempo lebih dekat.

 

  • Kupon

Besaran kupon yang dibayarkan oleh obligasi setiap tahunnya juga mempengaruhi yield to maturity. Semakin tinggi kupon, semakin rendah yield to maturity, dan sebaliknya.

 

Baca Juga: Perbedaan Obligasi Syariah dan Konvensional, Mana yang Lebih Cuan?

 

Dalam investasi obligasi, yield to maturity merupakan konsep yang penting untuk dipahami. Yield to maturity mencerminkan tingkat pengembalian yang diharapkan oleh investor jika obligasi tersebut dipegang hingga jatuh tempo. 

1845 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
289 Suka