09 August 2023
3 menit baca

Tips Cara Menjadi Sleeping Investor, Anti Ribet Tetap Cuan!

3 menit baca

sleeping investor adalah

 

Dalam dunia investasi yang penuh dengan aktivitas dan perubahan, ada sekelompok investor yang memilih jalur yang berbeda. Mereka disebut sleeping investor, yang dengan bijak memilih untuk mengamati dan membiarkan investasi mereka berkembang tanpa campur tangan yang berlebihan. Dengan kesabaran dan fokus pada jangka panjang, mereka mencari keuntungan dalam ketenangan.

 

Apa itu Sleeping Investor?

 

Dalam dunia investasi, sleeping investor adalah seorang investor yang berinvestasi jangka panjang tanpa melakukan banyak perubahan atau intervensi pada portofolio investasinya. 

 

Mereka cenderung membeli saham atau aset investasi lainnya dan membiarkannya berkembang seiring berjalannya waktu, tanpa terlalu aktif mengamati pasar atau sering melakukan transaksi jual-beli.

 

Baca Juga: Mengenal Instrumen Investasi, Jangka Waktu, Hingga Jenis-Jenisnya

 

Tipe-Tipe Investor

 

Sebelum memutuskan menjadi sleeping investor, penting untuk mengetahui beberapa tipe investor yang ada. Setiap tipe investor memiliki karakteristik dan gaya investasi yang berbeda. Berikut ini beberapa tipe investor yang umum ditemui:

 

  • Investor Konservatif

Investor konservatif cenderung memiliki toleransi risiko yang rendah. Mereka lebih memilih instrumen investasi yang stabil dan aman, seperti obligasi atau deposito. 

 

Tujuan utama dari investor konservatif adalah mempertahankan modal mereka dan memperoleh pengembalian yang konsisten dalam jangka panjang. Mereka menghindari investasi yang berisiko tinggi dan lebih fokus pada keamanan dan perlindungan modal.

 

  • Investor Moderat

Investor moderat memiliki tingkat toleransi risiko yang sedang. Mereka mencari keseimbangan antara pertumbuhan dan keamanan. Investor ini cenderung melakukan diversifikasi portofolio.

 

Caranya adalah dengan mengalokasikan sebagian kecil dana untuk instrumen investasi yang memiliki potensi pertumbuhan yang lebih tinggi, seperti saham atau reksa dana ekuitas. Namun, mereka juga tetap mempertahankan sebagian besar investasi mereka dalam instrumen yang lebih stabil.

 

  • Investor Agresif

Investor agresif adalah mereka yang memiliki tingkat toleransi risiko yang tinggi. Mereka siap mengambil risiko yang lebih besar untuk memperoleh keuntungan yang lebih tinggi. 

 

Investor ini cenderung berinvestasi dalam instrumen investasi berisiko tinggi, seperti saham individual atau pasar valuta asing. Mereka berpikir jangka panjang dan bersedia menerima fluktuasi nilai investasi mereka dalam rangka mencapai pertumbuhan yang signifikan.

 

Keuntungan Menjadi Sleeping Investor

 

Menjadi sleeping investor memiliki beberapa keuntungan yang dapat Anda pertimbangkan. Berikut beberapa di antaranya!

 

  1. Minim stres: Dengan menjadi sleeping investor, Anda tidak perlu terus-menerus mengamati pergerakan pasar atau melakukan transaksi jual-beli yang sering. Anda dapat menghindari stres yang terkait dengan fluktuasi harga harian.
  2. Waktu yang lebih luang: Dengan tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk menganalisis pasar, Anda akan memiliki lebih banyak waktu luang untuk kegiatan lain yang Anda sukai.
  3. Potensi keuntungan jangka panjang: Sleeping investor cenderung berinvestasi dalam jangka panjang, yang memberi potensi bagi aset investasi untuk berkembang secara stabil seiring berjalannya waktu. Dengan demikian, Anda dapat memaksimalkan potensi keuntungan jangka panjang Anda.

 

Baca Juga: Apa Profil Risiko Anda? Kenali Lebih Jauh Sebelum Berinvestasi!

 

Cara Menjadi Sleeping Investor

 

Bagaimana cara menjadi sleeping investor? Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda ikuti.

 

  1. Tetapkan tujuan investasi jangka panjang: Tentukan tujuan keuangan Anda dan berapa lama Anda ingin berinvestasi. Hal ini akan membantu Anda dalam memilih instrumen investasi yang sesuai dengan tujuan tersebut.
  2. Diversifikasi portofolio: Sebagai sleeping investor, penting untuk memiliki portofolio yang terdiversifikasi. Diversifikasi membantu mengurangi risiko dengan menyebar investasi Anda ke berbagai jenis aset, seperti saham, obligasi, dan properti.
  3. Rencanakan investasi Anda: Buatlah rencana investasi yang jelas dan ikuti dengan disiplin. Tentukan alokasi aset yang tepat berdasarkan profil risiko Anda, dan tetap patuhi rencana tersebut.
  4. Minimalkan intervensi: Hindari melakukan intervensi yang terlalu sering pada portofolio Anda. Biarkan investasi Anda tumbuh seiring waktu tanpa terlalu banyak perubahan.
  5. Tahan godaan untuk spekulasi: Sebagai sleeping investor, hindari terjebak dalam spekulasi atau pergerakan harga jangka pendek. Fokus pada tujuan investasi jangka panjang Anda dan tidak terpengaruh oleh fluktuasi pasar harian.
  6. Lakukan evaluasi berkala: Meskipun Anda menjadi sleeping investor, tetaplah melakukan evaluasi berkala terhadap portofolio investasi Anda. Pastikan aset yang Anda pegang masih sesuai dengan tujuan dan kebutuhan Anda.

 

Baca Juga: Pentingnya Diversifikasi Investasi untuk Keberhasilan Finansial Anda

 

Menjadi sleeping investor adalah strategi investasi yang dapat membantu Anda mencapai tujuan keuangan jangka panjang dengan lebih tenang. 

Dengan memahami konsep sleeping investor, memilih tipe investor yang sesuai, dan mengikuti tips-tips yang telah disebutkan, Anda dapat mencoba menjalankan strategi ini untuk memperoleh keuntungan jangka panjang.

1080 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
285 Suka