14 November 2023
5 menit baca

Waspada Penipuan Investasi Skema Ponzi, Kenali Ciri-Cirinya & Cara Kerjanya

5 menit baca

skema ponzi

 

Skema Ponzi adalah penipuan investasi yang telah merugikan banyak orang di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi lebih dalam tentang apa itu skema Ponzi, sejarahnya, ciri-cirinya, cara kerjanya, dan mengapa skema ini dilarang. Selain itu, kita akan melihat contoh-contoh skema Ponzi yang pernah ada di Indonesia. 

 

Apa itu Skema Ponzi?

 

Skema Ponzi adalah jenis penipuan investasi yang melibatkan pembayaran keuntungan kepada investor dari uang yang diinvestasikan oleh investor lainnya, bukan dari hasil investasi yang sebenarnya. 

 

Skema ini biasanya dijual dengan janji pengembalian investasi yang sangat tinggi dalam waktu singkat, sehingga menarik perhatian banyak orang. Namun, pada kenyataannya, uang dari investor baru digunakan untuk membayar keuntungan kepada investor yang lebih lama. 

 

Baca Juga: Mengenal Skema Ponzi, Cara Kerja, dan Tips Menghindarinya

 

Sejarah Skema Ponzi

 

Nama “Skema Ponzi” diambil dari seorang fraudster terkenal, Charles Ponzi, yang pada awal abad ke-20 mengembangkan skema penipuan ini. Charles Ponzi, seorang imigran Italia ke Amerika Serikat, menjanjikan pengembalian investasi yang sangat tinggi dalam waktu singkat kepada para investornya. Dia mengklaim bahwa dia akan menggandakan uang mereka dalam waktu singkat melalui investasi dalam surat pos internasional.

 

Namun, pada kenyataannya, uang dari investor baru digunakan untuk membayar pengembalian kepada investor yang lebih lama. Charles Ponzi tidak benar-benar melakukan investasi yang menguntungkan. Dia hanya menciptakan ilusi keuntungan besar untuk menarik lebih banyak investor.

 

Skema Ponzi yang dilakukan oleh Charles Ponzi pada akhirnya runtuh pada tahun 1920, menyebabkan kerugian besar bagi ribuan orang. Sejak saat itu, istilah “Skema Ponzi” telah menjadi sinonim dengan penipuan investasi semacam itu. Sejarah ini menjadi peringatan tentang bahayanya skema Ponzi dan mengapa kita harus berhati-hati ketika mengejar investasi yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.

 

Ciri-Ciri Bisnis/Investasi Skema Ponzi

 

Skema Ponzi memiliki beberapa ciri-ciri yang dapat membantu kita mengidentifikasinya dan menghindarinya. Berikut adalah beberapa ciri-ciri yang perlu Anda waspadai.

 

  • Janji Pengembalian Investasi yang Tidak Masuk Akal

Salah satu ciri utama dari skema Ponzi adalah janji pengembalian investasi yang tidak masuk akal. Para penipu akan menawarkan tingkat pengembalian yang jauh lebih tinggi daripada yang dapat diberikan oleh investasi sah lainnya. Mereka menggunakan taktik ini untuk menarik lebih banyak investor ke dalam skema mereka.

 

  • Keterbatasan Informasi Transparan

Bisnis atau investasi skema Ponzi seringkali tidak memberikan informasi yang jelas tentang bagaimana mereka menghasilkan uang. Mereka cenderung merahasiakan detail operasional mereka karena sebenarnya tidak ada investasi yang menghasilkan uang. Ketika Anda meminta penjelasan lebih lanjut, mereka mungkin tidak dapat memberikan jawaban yang memadai.

 

  • Penggunaan Uang Investor Lama untuk Membayar Investor Baru

Salah satu ciri yang paling mencolok dari skema Ponzi adalah penggunaan uang yang diinvestasikan oleh orang baru untuk membayar pengembalian investasi kepada orang lama. Ini menciptakan kesan bahwa investasi ini menguntungkan, padahal sebenarnya tidak. Skema Ponzi terus berlanjut selama mereka dapat menarik investor baru. Ketika aliran uang baru berhenti, skema ini akan runtuh, dan banyak orang akan kehilangan uang mereka.

 

  • Promosi Agresif dan Taktik Penjualan yang Mengecoh

Penipu skema Ponzi sering menggunakan promosi yang sangat agresif dan taktik penjualan yang mengecoh untuk memikat calon investor. Mereka mungkin menggunakan tekanan emosional atau janji-janji yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan untuk mendapatkan kepercayaan Anda.

 

  • Sistem Penghargaan untuk Merekrut Investor Baru

Dalam beberapa skema Ponzi, investor diberikan insentif untuk merekrut investor baru. Ini bisa berupa komisi atau bonus, yang mendorong orang untuk mengajak orang lain bergabung dengan skema tersebut.

 

Baca Juga: Apa itu Binary Option? Waspadai dan Simak Penjelasan Lengkapnya!

 

Cara Kerja Skema Ponzi

 

Skema Ponzi umumnya dimulai dengan penawaran investasi yang sangat menarik kepada calon investor. Berikut ulasan selengkapnya!

 

  • Penawaran Investasi Menggiurkan

Para penipu skema Ponzi akan menawarkan investasi dengan janji pengembalian yang sangat tinggi dalam waktu singkat. Mereka akan berusaha meyakinkan calon investor bahwa ini adalah peluang investasi yang luar biasa.

 

  • Pendaftaran Investor Baru

Calon investor yang tertarik akan mendaftar dan menginvestasikan uang mereka ke dalam skema tersebut. Ini adalah langkah yang membuat skema Ponzi terus berjalan.

 

  • Tidak Ada Investasi Sebenarnya

Di balik layar, uang dari investor baru tidak diinvestasikan dengan benar. Sebenarnya, tidak ada investasi yang menghasilkan uang. Uang tersebut akan digunakan untuk membayar pengembalian investasi kepada investor yang lebih lama.

 

  • Menggunakan Uang Orang Baru untuk Membayar Orang Lama

Pengembalian investasi kepada investor lama dibayar dengan uang dari investor baru. Ini menciptakan ilusi bahwa investasi ini menguntungkan dan dapat dipercaya.

 

  • Snowball Effect

Semakin banyak orang yang bergabung dengan skema Ponzi, semakin besar kerugian yang ditimbulkan saat skema ini akhirnya runtuh. Ketika aliran uang baru berhenti, dan tidak cukup uang untuk membayar pengembalian investasi kepada semua orang, skema ini akan kolaps.

 

  • Runtuhnya Skema

Skema Ponzi biasanya runtuh ketika tidak lagi dapat menarik investor baru atau ketika otoritas menginvestigasi kegiatan ilegal ini. Pada saat itu, banyak investor akan mengalami kerugian besar, sementara hanya sedikit orang yang akan mendapat untung.

 

Kenapa Skema Ponzi Dilarang?

 

Skema Ponzi dilarang karena merupakan bentuk penipuan finansial yang sangat merugikan. Ada beberapa alasan mengapa skema Ponzi dianggap ilegal dan tidak etis:

 

  • Merugikan Banyak Orang

Skema Ponzi merugikan banyak orang, terutama mereka yang bergabung belakangan. Ketika skema ini runtuh, investor terakhir yang bergabung akan kehilangan uang mereka. Ini berarti banyak orang yang mungkin tidak bisa mengembalikan uang yang mereka investasikan.

 

  • Merusak Kepercayaan

Skema Ponzi merusak kepercayaan dalam sistem keuangan. Ketika orang menjadi korban penipuan semacam ini, mereka mungkin kehilangan kepercayaan mereka pada investasi dan pasar keuangan secara umum. Hal ini dapat mempengaruhi keputusan investasi mereka di masa depan.

 

  • Ilegal dan Tidak Etis

Skema Ponzi adalah tindakan ilegal di banyak yurisdiksi karena melibatkan penipuan dan penggelapan uang. Selain itu, secara moral, menjanjikan pengembalian investasi yang tidak masuk akal kepada orang lain dengan niat untuk mengambil uang mereka adalah tindakan yang sangat tidak etis.

 

  • Menghambat Pembangunan Ekonomi

Skema Ponzi dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dengan merampok dana dari investasi yang seharusnya digunakan untuk proyek-proyek yang produktif dan perkembangan bisnis yang sebenarnya.

 

  • Kerugian untuk Investor

Investor yang terlibat dalam skema Ponzi umumnya mengalami kerugian finansial yang signifikan. Mereka mungkin kehilangan semua uang yang mereka investasikan, yang dapat memiliki dampak serius pada keuangan pribadi mereka.

 

Baca Juga: Risiko Investasi: Pengertian dan Cara Meminimalisirnya

 

Contoh Skema Ponzi yang Pernah Ada di Indonesia

 

Di Indonesia, telah terjadi beberapa kasus skema Ponzi yang merugikan banyak orang. Berikut beberapa contohnya:

 

  • PT. First Travel

Kasus ini menjadi salah satu yang paling mencolok. PT. First Travel menawarkan paket perjalanan wisata dengan janji pengembalian investasi kepada para investor. Mereka menawarkan paket-paket yang menarik dan mengklaim bahwa investasi dalam bisnis mereka akan menghasilkan keuntungan besar. 

 

Namun, pada kenyataannya, uang dari investor baru digunakan untuk membayar keuntungan kepada investor lama. Ketika skema ini akhirnya terungkap, banyak orang kehilangan uang mereka, dan pemiliknya dihukum karena praktik penipuan ini.

 

  • PT. Murni Teguh Gemilang (MTG)

Kasus MTG adalah contoh lain dari skema Ponzi di Indonesia. Perusahaan ini menawarkan investasi dengan imbal hasil yang sangat tinggi melalui program perkebunan kelapa sawit. 

 

Mereka berjanji pembagian keuntungan setiap bulan kepada para investor. Namun, uang dari investor baru juga digunakan untuk membayar pengembalian kepada investor lama. Akibatnya, banyak investor yang mengalami kerugian ketika skema ini runtuh.

 

  • PT. JJPRO (JJ Prima Indonesia)

JJPRO adalah perusahaan yang menawarkan investasi dalam bisnis pertambangan. Mereka menjanjikan pengembalian investasi yang tinggi dalam waktu singkat. 

 

Namun, bisnis ini tidak memiliki izin yang sah, dan uang dari investor baru digunakan untuk membayar investor yang lebih lama. Akhirnya, PT. JJPRO dinyatakan sebagai skema Ponzi ilegal oleh otoritas yang berwenang.

 

Skema Ponzi adalah bentuk penipuan investasi yang harus diwaspadai. Penting untuk selalu memeriksa keabsahan investasi sebelum Anda berinvestasi. Jangan terjebak dalam janji-janji pengembalian investasi yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, dan selalu cari informasi yang transparan tentang cara investasi tersebut menghasilkan uang.

1042 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
130 Suka