09 March 2023
3 menit baca

Perbedaan Investasi dan Trading, Apa Saja?

3 menit baca

 

Perbedaan investasi dan trading dapat ditinjau dari beberapa faktor, mulai dari tujuan, pengambilan keputusan, tingkat risiko, profil risiko, keuntungan, hingga elemen pelindung aset. Pelajari perbedaannya agar tidak salah dalam mengambil keputusan!

 

Apa Itu Investasi?

 

Investasi adalah aktivitas penanaman uang atau modal (aset berharga) dengan tujuan memperoleh keuntungan. Aset yang biasa dibeli contohnya saham, obligasi, reksadana, hingga properti.

 

Dalam investasi, seseorang bersedia untuk mengalokasikan uang atau sumber daya berharganya saat ini, lalu menahannya hingga waktu yang ditentukan. Harapannya, nilai aset tersebut akan bertambah di masa mendatang.

 

Investasi sangat cocok dilakukan untuk kebutuhan jangka panjang di atas 5 tahun. Contohnya, jika Anda hendak merencanakan dana pensiun, maka Anda bisa menginvestasikannya lewat berbagai macam aset yang menguntungkan.

 

Baca Juga: Mengenal Instrumen Investasi, Jangka Waktu, Hingga Jenis-Jenisnya

 

Apa Itu Trading?

 

Sederhananya, trading adalah aktivitas jual-beli di pasar modal dengan tujuan mendapatkan keuntungan maksimal. Contoh barang atau objek yang ditransaksikan di sini seperti tanah, emas, hingga saham.

 

Kegiatan ini kerap dilakukan di pasar berjangka dan juga pasar valuta asing atau yang saat ini sering kita dengar sebagai forex (foreign exchange).

 

Banyak orang yang sudah melakukan trading untuk menambah penghasilannya. Hal tersebut dikarenakan kegiatan trading mampu mendatangkan keuntungan yang sangat menggiurkan akibat persaingan yang sangat kompetitif.

 

Perbedaan Investasi dan Trading

 

Pada dasarnya, baik investasi maupun trading sama-sama merupakan aktivitas jual-beli efek, khususnya di pasar modal. Namun, terdapat beberapa perbedaan antara trading dan investasi yang harus Anda pahami. Berikut ulasan selengkapnya!

 

1. Tujuan

Faktor pembeda pertama antara investasi dan trading adalah tujuannya. Dalam investasi, seseorang sengaja “mengendapkan” uangnya dalam waktu tertentu untuk mewujudkan tujuan keuangan di masa mendatang. Berbeda halnya dengan trading. Tujuannya adalah mendapatkan keuntungan dalam waktu yang singkat. 

 

Lalu, seorang investor biasanya menginvestasikan uangnya pada instrumen saham blue chip, reksadana, emas, hingga properti. Sementara itu, seorang trader punya kecenderungan memegang kepemilikan sahamnya dalam waktu pendek.

 

2. Pengambilan Keputusan

Perbedaan investasi dan trading kedua ditinjau dari segi pengambilan keputusannya. Seorang trader wajib memiliki kemampuan analisis yang mumpuni supaya tidak salah beli aset. Tak hanya itu, mereka juga harus lihai membaca tren pasar serta sentimen-sentimen yang memengaruhi harga di pasar.

 

Sementara itu, fluktuasi pasar tidak memberi banyak pengaruh bagi investor, khususnya yang menerapkan strategi dollar cost averaging (DCA). Dengan strategi ini, seseorang bisa tetap rutin berinvestasi tanpa peduli naik-turunnya harga suatu aset di pasar.

 

3. Tingkat Risiko

Setiap instrumen pada dasarnya punya keuntungan serta risikonya tersendiri. Meskipun begitu, aktivitas trading saham memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi dibandingkan berinvestasi. Hal itu dikarenakan aktivitas ini bergantung pada fluktuasi harga saham di bursa.

 

Investasi, khususnya pada instrumen saham maupun reksadana saham memang akan memberikan potensi keuntungan besar, tetapi baru akan terjadi dalam jangka panjang. Investasi dalam jangka pendek hanya akan memberikan imbal hasil yang rendah.

 

4. Profil Risiko

Pada umumnya, prinsip investasi adalah “high risk, high return”. Semakin tinggi risikonya, makin tinggi juga potensi imbal hasil yang kita dapat. Itu sebabnya, sangat penting untuk mengenali profil risiko terlebih dahulu.

 

Jika investor umumnya memiliki profil risiko konservatif, moderat, hingga agresif, trader masuk ke dalam orang-orang dengan profil risiko super agresif. Alasannya, mereka sudah tahu betul potensi kerugian dari kegiatan tersebut. Itu sebabnya, mereka harus punya kemampuan analisis yang matang. Tidak boleh melakukan spekulasi pasar, loh!

 

Baca Juga: Risiko Investasi: Pengertian dan Cara Meminimalisirnya

 

5. Keuntungan yang Didapat

Perbedaan trading dan investasi selanjutnya diukur dari keuntungan yang didapatkan. Contohnya, saat berinvestasi pada saham, investor akan mendapatkan beberapa keuntungan seperti bonus, pertumbuhan nilainya, dividen, stock split, dan sebagainya.

 

Sementara itu, dalam trading, keuntungan yang didapatkan hanya bersumber dari selisih harga beli dan jual suatu saham, atau disebut sebagai capital gain. Capital gain bisa didapatkan jika trader cermat dan teliti dalam mengamati pergerakan harga di pasar. 

 

6. Elemen Pelindung Aset

Elemen pelindung aset menjadi faktor terakhir yang membedakan investasi dan trading. Secara garis besar, tidak ada elemen pelindung saat berinvestasi, karena jikapun nilai aset turun pada periode tertentu, nilainya akan kembali naik di masa depan. Anda bahkan tidak perlu mencemaskan fluktuasi harga harian atau mingguan.

 

Sementara itu, elemen pelindung aset dari trading adalah stop loss. Stop loss merupakan batasan kerugian yang ditentukan sendiri oleh trader. Artinya, kalau pergerakan harga aset yang dimiliki trader tidak sesuai harapan, maka ia akan menjualnya saat batas stop lossnya tercapai.

 

Sementara itu, saat sedang untung, elemen pelindung trading adalah take profit. Take profit adalah acuan untuk membatasi keuntungan seorang trader

 

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa perbedaan investasi dan trading dapat ditinjau dari beberapa faktor, yaitu: 

 

  1. Tujuan 
  2. Pengambilan keputusan 
  3. Tingkat risiko
  4. Profil risiko investor 
  5. Keuntungan yang dihasilkan 
  6. Elemen pelindung aset

 

Dengan mempelajari keduanya, diharapkan Teman Bizharian mampu menganalisis dan melakukan riset mendalam sebelum membeli aset. Apalagi, berinvestasi langsung di pasar modal membutuhkan kemampuan analisis fundamental dan teknikal yang baik. Jika sampai salah pilih aset, Anda bisa merugi!

865 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
383 Suka