07 February 2024
5 menit baca

25 Aneka Makanan Khas Imlek dan Maknanya

5 menit baca

makanan khas imlek

 

Imlek adalah salah satu perayaan terpenting dalam budaya Tionghoa. Selain atraksi kembang api dan parade, makanan juga memegang peran sentral dalam merayakan momen ini. Berikut adalah daftar makanan khas yang biasa disajikan selama perayaan Hari Imlek, lengkap dengan makna dan sejarahnya.

 

  • Kue Keranjang

 

Kue Keranjang, atau lebih dikenal dengan nama nian gao dalam bahasa Mandarin, adalah salah satu makanan khas Imlek. Terbuat dari campuran tepung ketan dan gula, kue ini menyerupai dodol. Awalnya, kue keranjang tidak dimakan, tetapi digunakan sebagai sesaji. Setelah malam ke-15 perayaan Imlek (Cap Go Meh), kue ini baru boleh dinikmati. Teksturnya kenyal dan manis, melambangkan keberuntungan dan kemakmuran.

 

Baca Juga: Ramalan Keuangan 12 Shio di Tahun Naga Kayu 2024

 

  • Jeruk Mandarin

 

Jeruk Mandarin tidak hanya menjadi camilan, tetapi juga simbol kebahagiaan dan keuntungan dalam budaya Tionghoa. Bentuk bulatnya melambangkan kebahagiaan yang melimpah, sementara warna oranye diidentikkan dengan emas, sehingga jeruk Mandarin dianggap sebagai simbol keuntungan.

 

  • Kue Lapis Legit

 

Kue lapis legit memiliki lapisan berwarna kecokelatan yang begitu menggoda. Selain menjadi hidangan yang memanjakan lidah, kue ini juga menjadi simbol rezeki yang berlapis-lapis. Orang Tionghoa sering memberikan kue lapis legit kepada keluarga atau teman sebagai doa untuk keberuntungan dan rezeki yang melimpah.

 

  • Siu Mie

 

Siu Mie, atau chángshòu miàn, adalah makanan khas Imlek yang dikenal dengan mi panjang umur. Mi ini lebih panjang dari mi pada umumnya dan seringnya diolah dengan cara digoreng atau direbus. Cara mengonsumsi makanan khas Imlek inipun sangat unik, yaitu menyeruput mi tanpa terputus. Konon, mengonsumsi mie dengan cara seperti itu mampu membawa keberuntungan dan kelancaran rezeki sepanjang tahun.

 

Baca Juga: Daftar Ucapan Tahun Baru Imlek 2024 untuk Keluarga & Kawan

 

  • Jiaozi

 

Jiaozi, atau dumpling ala Tionghoa, terdiri dari adonan kulit pangsit berisi daging atau sayuran. Cara memasaknya dapat digoreng, direbus, atau dikukus. Bentuknya yang mirip dengan uang China zaman dulu melambangkan kekayaan dan keberuntungan.

 

  • Telur Teh Rebus

 

Telur teh rebus, atau cháyè dàn, terbuat dari telur yang direbus dalam teh dan rempah-rempah. Rasa gurih dan aroma yang menggoda menjadikan hidangan ini sebagai simbol kesuburan dan kesejahteraan dalam budaya Tiongkok.

 

  • Yu Sheng

 

Yu sheng adalah sejenis salad yang terdiri dari ikan segar (biasanya salmon atau tuna) dan irisan sayur. Saat menyantapnya, tradisi lo hei dilakukan dengan mengangkat piring setinggi-tingginya. Kegiatan ini melambangkan keberuntungan yang meningkat.

 

  • Lumpia Goreng

 

Lumpia goreng, atau chūn juǎn, dikenal sebagai spring roll, terbuat dari kulit lumpia yang berisi sayuran, daging, atau isian manis. Bentuk silinder dan warna kuning-keemasan dipercaya melambangkan batang emas, sehingga diharapkan saat memakan lumpia goreng akan membawa kemakmuran.

 

Baca Juga: Sejarah Imlek & Perkembangannya di Indonesia

 

  • Ayam/Bebek Utuh

 

Ayam atau bebek utuh menjadi hidangan khas Tahun Baru China. Kondisi utuhnya melambangkan persatuan, keutuhan, serta awal dan akhir yang baik untuk tahun yang baru.

 

  • Ikan

 

Hidangan ikan menjadi tradisi penting dalam perayaan Tahun Baru China. Jenis ikan yang sering digunakan adalah ikan bandeng. Sajian ini memiliki makna khusus karena dalam bahasa Mandarin, pengucapan kata “ikan” mirip dengan kata “rezeki” (yul). Duri yang banyak di ikan diartikan sebagai simbol cobaan hidup yang harus dihadapi dengan kesabaran.

 

  • Udang

 

Udang dianggap sebagai hidangan yang membawa keaktifan, kebahagiaan, dan keberuntungan dalam perayaan Imlek. Konsumsi udang dalam acara makan Tahun Baru China melambangkan harapan untuk mendapatkan kebahagiaan dan kesuksesan.

 

  • Eight Treasure Rice Pudding

 

Eight Treasure Rice Pudding, atau ba bao fan, adalah makanan penutup tradisional Tahun Baru Imlek yang populer di China Daratan dan Taiwan. Nama “Eight Treasure” berasal dari delapan jenis buah-buahan kering yang ada di dalamnya, seperti kismis atau manisan melon musim dingin. Simbolisnya, angka “delapan” melambangkan kekayaan, dan tampilannya yang cantik serta rasanya yang manis menunjukkan keberuntungan di tahun yang baru.

 

Baca Juga: Mengenal Shio Naga Kayu: Tahun Lahir & Karakteristik

 

  • Kuaci Putih

 

Kuaci putih, disukai oleh etnis Tionghoa, dianggap sebagai simbol kesuburan untuk mendatangkan keturunan. Makanan khas Imlek ini sering disantap selama perayaan Tahun Baru Imlek dengan harapan mendapatkan keberuntungan dan kelimpahan.

 

  • Kue Ku

 

Kue ku berwarna merah dan memiliki motif seperti tempurung kura-kura. Orang Tionghoa percaya bahwa memakan kue ini akan membawa keberuntungan dan panjang umur di tahun yang baru.

 

  • Manisan Imlek

 

Manisan adalah makanan khas Imlek yang disusun dalam wadah berbentuk segi delapan, dengan setiap jenis manisan memiliki arti khusus. Misalnya, manisan melon melambangkan kesehatan, dan sajian ini juga dikenal sebagai “tray of happiness” atau “nampan kebahagiaan.”

 

  • Permen Kacang

 

Permen kacang, atau huā shēng táng, terbuat dari kacang tanah dan sirup gula. Selain menjadi camilan yang lezat, permen ini dianggap sebagai makanan yang dipersembahkan untuk Dewa Tungku, melambangkan kesuburan.

 

Baca Juga: Sejarah, Makna, & Aturan Pemberian Angpao saat Imlek

 

  • Sayur

 

Sayuran juga menjadi bagian penting dalam perayaan Imlek. Budaya Tionghoa melihat sayuran sebagai simbol musim semi, pembaharuan, energi, kemajuan, dan kekayaan. Jenis sayur yang sering dikonsumsi termasuk selada, pakcoy, dan kailan.

 

  • Shi Zi Tou

 

Shi zi tou, atau bakso kepala singa, merupakan hidangan khas Imlek yang populer di Shanghai. Meskipun namanya menunjukkan daging singa, hidangan ini biasanya terbuat dari daging babi. Adonan bakso dikukus atau direbus, lalu disajikan dengan sayuran dan disiram dengan saus manis. Simbolnya adalah kekuatan dan persatuan.

 

  • Olahan Daging Babi

 

Hidangan khas Imlek selanjutnya adalah olahan daging babi, biasanya disajikan dalam bentuk babi panggang atau perut babi kukus. Konsumsi hidangan ini di Tahun Baru China diyakini membawa kemakmuran dan menjauhkan sifat malas seperti seekor babi.

 

  • Ronde atau Tang Yuan

 

Tang yuan, atau ronde, adalah sajian berkuah dengan bola-bola berwarna-warni yang terbuat dari tepung ketan dan diisi kacang atau wijen hitam. Selain sebagai makanan lezat, tang yuan mengandung makna simbolis kebersamaan dalam keluarga. Bentuk bulatnya juga menunjukkan arti “selamanya”, menggambarkan hubungan yang langgeng.

 

  • Mochi

 

Mochi, selain dikenal di Jepang, juga disantap selama perayaan Tahun Baru China. Selain sebagai makanan lezat, mochi memiliki makna keluarga yang selalu berkumpul di tahun baru dalam budaya Tionghoa.

 

  • Onde-onde

 

Onde-onde adalah bola-bola wijen yang terbuat dari tepung ketan dengan isi pasta kacang merah dan baluran wijen putih. Teksturnya renyah di luar dan lembut di dalam. Sajian ini menjadi simbol kepuasan bagi orang Tionghoa, dan memakannya diharapkan membawa keberuntungan. Onde-onde sering menjadi hidangan yang disantap selama perayaan Tahun Baru Imlek.

 

Baca Juga: Cara Pindah Kewarganegaraan dari WNI ke WNA

 

  • Tanghulu

 

Tanghulu terbuat dari buah yang dilumuri gula cair dan ditusuk seperti sate. Meskipun berbagai buah bisa digunakan, versi tradisional menggunakan buah hawthorn sehingga dikenal sebagai bing tanghulu. Kudapan ini sangat populer dan telah menjadi simbol keberuntungan.

 

  • Untir-untir

 

Untir-untir, atau ma hua, terbuat dari adonan panjang yang dipelintir dan digoreng. Konon, kudapan ini muncul untuk mengusir kalajengking beracun di wilayah Daying, Provinsi Sichuan. Saat ini, ma hua dimakan selama perayaan Imlek dan dipercaya membawa keberuntungan.

 

  • Kembang Loyang

 

Kembang Loyang, meskipun berasal dari India, telah menjadi bagian dari perayaan Tahun Baru Imlek di rumah-rumah etnis Tionghoa. Terbuat dari campuran tepung beras, tepung terigu, gula, dan santan, kembang loyang memiliki tekstur renyah dan tampilan yang mirip dengan bunga, sehingga sering disebut sebagai “rose cookie“. Orang Tionghoa meyakini bahwa memakan kue ini akan membawa keberuntungan di tahun yang baru.

 

Akhirnya, hari raya Imlek tidak berbicara tentang berbagai hidangan lezat, tetapi juga menghormati warisan budaya dan tradisi yang telah terjalin selama berabad-abad. Semoga perayaan Imlek ini membawa keberuntungan dan kebahagiaan bagi kita semua.

386 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
114 Suka