06 February 2024
3 menit baca

Kebutuhan Tersier: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

3 menit baca

kebutuhan tersier adalah

 

Kebutuhan tersier seringkali dikaitkan dengan pemenuhan barang mewah, yang bertujuan untuk memuaskan kesenangan pribadi. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi konsep kebutuhan tersier sebagaimana yang terkait dengan kemewahan, mengapa pemahaman terhadap aspek ini penting, dan bagaimana pemenuhan kebutuhan tersier dapat memberikan kepuasan pribadi.

 

Apa itu Kebutuhan Tersier?

 

Kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang identik dengan keinginan untuk memperoleh barang mewah. Tingkatan kebutuhan manusia ini biasanya muncul setelah kebutuhan primer (seperti makanan dan pakaian) dan sekunder (keamanan, pendidikan) terpenuhi.

 

Kebutuhan ini berfokus pada keinginan untuk mencapai kepuasan pribadi, pengakuan, serta hubungan sosial yang bermakna. Itu sebabnya, kebutuhan tersier selalu diasosiasikan dengan pemenuhan barang-barang mewah.

 

Baca Juga: Memahami Kebutuhan Primer, Sekunder, dan Tersier

 

Jenis Kebutuhan Tersier

 

Kebutuhan tersier mencakup beragam aspek psikologis dan emosional yang memengaruhi kepuasan pribadi seseorang. Berikut adalah beberapa jenis kebutuhan tersier yang perlu dipahami untuk memahami keinginan dan tujuan dalam memenuhi kebutuhan ini.

 

  • Estetika dan Gaya Hidup

Barang mewah sering kali diidentifikasi dengan desain yang elegan dan kualitas yang tinggi. Pemenuhan kebutuhan tersier melalui barang mewah dapat memberikan kepuasan estetika dan meningkatkan gaya hidup seseorang.

 

  • Status dan Pengakuan Sosial

Kepemilikan barang mewah sering dianggap sebagai simbol status dan keberhasilan. Ini dapat memenuhi kebutuhan tersier yang berkaitan dengan pengakuan sosial dan rasa prestise.

 

  • Kesenangan dan Hobi

Pemenuhan kebutuhan tersier juga melibatkan kesenangan pribadi, seperti mengumpulkan barang antik, berkendara dengan mobil mewah, atau menikmati liburan mewah. Hal ini dapat memberikan pengalaman dan kegembiraan tambahan dalam hidup.

 

Baca Juga: Analisis SWOT Diri Sendiri: Pengertian, Contoh, dan Cara Melakukannya

 

Contoh Kebutuhan Tersier dalam Kehidupan Sehari-hari

 

Dalam kehidupan sehari-hari, kebutuhan tersier tercermin dalam berbagai aspek aktivitas dan kepemilikan barang. Berikut adalah beberapa contoh nyata yang mencerminkan pemenuhan kebutuhan tersier:

 

  • Tas Desainer

Kebutuhan akan tas dari merek terkenal seperti Chanel, Louis Vuitton, atau Hermes dapat menjadi contoh nyata kebutuhan tersier. Pemilihan tas desainer seringkali bukan hanya untuk fungsi praktis, tetapi juga sebagai simbol status dan gaya pribadi.

 

  • Jam Tangan Bermerk

Kepemilikan jam tangan dari merek terkenal seperti Rolex atau Omega dapat memenuhi kebutuhan tersier terkait status dan prestise. Jam tangan bukan hanya alat untuk melihat waktu, tetapi juga lambang kemewahan dan keberhasilan.

 

  • Liburan Eksklusif

Menghabiskan liburan di resort mewah atau destinasi eksklusif merupakan contoh nyata pemenuhan kebutuhan tersier. Pengalaman liburan yang mewah tidak hanya memberikan ketenangan dan kesenangan, tetapi juga menciptakan kenangan yang berkesan.

 

  • Koleksi Barang Antik

Aktivitas mengumpulkan barang antik seperti lukisan klasik, furnitur zaman dulu, atau benda seni bersejarah adalah contoh pemenuhan kebutuhan tersier melalui aspek estetika. Kepemilikan koleksi ini dapat memberikan kepuasan dalam menyelami nilai seni dan sejarah.

 

  • Mobil Mewah

Memiliki mobil dari merek mewah seperti Mercedes-Benz, BMW, atau Ferrari mencerminkan pemenuhan kebutuhan tersier terkait gaya hidup. Selain fungsi transportasi, mobil mewah juga menjadi ekspresi diri dan status sosial.

 

Baca Juga: 10 Alternatif Investasi Menarik Selain Saham dan Emas

 

Faktor yang Memengaruhi Kebutuhan Tersier

 

Pemenuhan kebutuhan tersier dipengaruhi oleh berbagai faktor yang membentuk preferensi dan perilaku konsumen. Berikut adalah beberapa faktor utama yang memengaruhi kebutuhan tersier:

 

  • Pengaruh Budaya

Norma dan nilai-nilai budaya memiliki peran besar dalam membentuk keinginan untuk barang mewah. Budaya seringkali menentukan standar keberhasilan dan status sosial, yang dapat memotivasi individu untuk memenuhi kebutuhan tersier guna mencapai pengakuan dalam masyarakat.

 

  • Media dan Periklanan

Media, terutama iklan, berperan dalam membentuk persepsi terhadap barang mewah. Promosi melalui media massa dapat menciptakan aspirasi terhadap gaya hidup tertentu, mendorong individu untuk mencari pemenuhan kebutuhan tersier melalui produk atau layanan yang diiklankan.

 

  • Pengaruh Teman dan Keluarga

Lingkungan sosial, termasuk teman dan keluarga, dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap keputusan konsumsi. Tekanan sosial untuk mencapai standar tertentu atau gaya hidup dapat mendorong seseorang untuk memenuhi kebutuhan tersier agar sejalan dengan norma kelompoknya.

 

  • Tren Konsumen

Perubahan dalam tren dan gaya hidup konsumen dapat memengaruhi permintaan terhadap barang mewah. Keinginan untuk tetap terkini dan relevan dengan tren dapat menjadi dorongan kuat bagi individu untuk memenuhi kebutuhan tersier mereka.

 

  • Keuangan dan Ketersediaan Sumber Daya

Kemampuan finansial dan ketersediaan sumber daya memainkan peran kunci dalam pemenuhan kebutuhan tersier. Individu yang memiliki kestabilan finansial yang tinggi lebih mungkin untuk memenuhi keinginan untuk barang mewah, sementara keterbatasan finansial dapat membatasi akses terhadap pemenuhan tersebut.

 

Dengan memahami konsep kebutuhan tersier, kita dapat lebih baik memahami dinamika pemenuhan keinginan pribadi dan peran barang mewah dalam memuaskan aspek-aspek psikologis dan emosional dalam kehidupan sehari-hari.

393 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
97 Suka