16 February 2024
4 menit baca

Supply Chain Management: Pengertian, Tujuan, & Prosesnya

4 menit baca

Supply Chain Management

 

Supply chain management (SCM) atau manajemen rantai pasok adalah aspek yang sangat penting dalam dunia bisnis. Seiring dengan perkembangan teknologi dan globalisasi, penting bagi perusahaan untuk mengoptimalkan proses mereka agar dapat bersaing dengan efisien di pasar yang semakin ketat. 

 

Apa itu Supply Chain Management?

 

Supply chain management (SCM) adalah proses pengelolaan dan pengawasan aktivitas yang terlibat dalam pergerakan dan penyediaan barang atau jasa, mulai dari pengadaan bahan baku hingga pengiriman produk akhir kepada konsumen. SCM melibatkan koordinasi antara berbagai elemen dalam rantai pasok, termasuk pemasok, produsen, distributor, pengecer, dan bahkan konsumen.

 

Tujuan utama dari supply chain management adalah untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Hal ini dapat dicapai dengan mengoptimalkan proses logistik, manajemen persediaan, dan aliran informasi di seluruh rantai pasok.

 

SCM melibatkan beberapa fungsi utama, termasuk perencanaan pasokan, pengelolaan persediaan, distribusi fisik, manajemen logistik, dan koordinasi dengan mitra bisnis. Pentingnya SCM semakin meningkat karena bisnis global dan persaingan yang semakin ketat, yang memerlukan ketepatan waktu, efisiensi biaya, dan responsibilitas yang baik dalam memenuhi permintaan pasar.

 

Baca Juga: 10 Usaha Sampingan Online yang Bisa Dilakukan di Rumah

 

Manfaat Supply Chain Management

 

Supply chain management (SCM) memainkan peran kunci dalam meningkatkan kinerja bisnis. Berikut adalah beberapa manfaat utama SCM.

 

  • Efisiensi Operasional

SCM membantu meningkatkan efisiensi operasional dengan mengoptimalkan aliran barang, informasi, dan dana di seluruh rantai pasok. Hal ini dapat mengurangi pemborosan dan biaya operasional, meningkatkan produktivitas, dan mempercepat siklus produksi.

 

  • Peningkatan Layanan Pelanggan

Dengan SCM yang efektif, perusahaan dapat merespons dengan cepat terhadap perubahan permintaan pelanggan. Ini dapat meningkatkan kepuasan pelanggan melalui pengiriman yang tepat waktu, peningkatan kualitas produk, dan pelayanan yang lebih baik secara keseluruhan.

 

  • Manajemen Persediaan yang Optimal

SCM membantu dalam pengelolaan persediaan dengan lebih baik, memastikan bahwa tingkat persediaan sesuai dengan permintaan pasar. Hal ini mengurangi risiko kelebihan persediaan atau kekurangan persediaan, yang dapat mengakibatkan biaya penyimpanan yang tinggi atau hilangnya pelanggan.

 

  • Peningkatan Kolaborasi dengan Mitra Bisnis

SCM mendorong kolaborasi yang lebih baik antara berbagai pihak dalam rantai pasok, termasuk pemasok, produsen, dan distributor. Dengan saling berbagi informasi secara efisien, semua pihak dapat bekerja sama untuk meningkatkan proses dan mengurangi risiko.

 

  • Manajemen Risiko yang Lebih Baik

SCM membantu mengidentifikasi dan mengelola risiko di seluruh rantai pasok. Ini termasuk risiko terkait dengan pasokan bahan baku, perubahan kondisi pasar, atau bahkan gangguan dalam proses produksi. Dengan memiliki rencana manajemen risiko yang baik, perusahaan dapat mengatasi tantangan dan mengurangi dampak negatifnya.

 

  • Penghematan Biaya

Dengan memahami dan mengelola rantai pasok dengan baik, perusahaan dapat mengidentifikasi peluang untuk menghemat biaya, baik melalui negosiasi dengan pemasok, pengoptimalan rute distribusi, atau peningkatan efisiensi operasional lainnya.

 

  • Inovasi Produk

SCM dapat mendorong inovasi produk dengan memfasilitasi kolaborasi dan komunikasi yang lebih baik antara pihak-pihak yang terlibat. Ini membuka peluang untuk mengembangkan produk baru atau meningkatkan produk yang sudah ada.

 

Baca Juga: 10 Bisnis Franchise Kuliner Terlaris 2024, Cepat Balik Modal!

 

Proses Supply Chain Management

 

Proses supply chain management (SCM) melibatkan serangkaian langkah-langkah yang dirancang untuk mengelola aliran barang dan informasi dari pengadaan bahan baku hingga pengiriman produk akhir kepada pelanggan. Berikut adalah beberapa tahapan utama dalam proses SCM.

 

  • Perencanaan Pasokan (Supply Planning)

Tahap ini melibatkan perencanaan kebutuhan bahan baku dan sumber daya untuk memenuhi permintaan pelanggan. Pada level ini, perusahaan mengidentifikasi kebutuhan persediaan, mengelola proyeksi permintaan, dan mengkoordinasikan dengan pemasok.

 

  • Pengadaan (Procurement)

Proses pengadaan melibatkan pemilihan dan akuisisi bahan baku, komponen, atau layanan dari pemasok. Pemilihan pemasok yang handal, negosiasi kontrak yang menguntungkan, dan manajemen hubungan dengan pemasok adalah aspek penting dalam tahap ini.

 

  • Produksi (Production)

Tahap produksi melibatkan konversi bahan baku menjadi produk jadi. Manajemen produksi yang efisien, perencanaan kapasitas, dan kontrol kualitas adalah elemen-elemen kunci dalam memastikan produksi yang lancar dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

 

  • Distribusi (Distribution)

Setelah produk selesai diproduksi, langkah selanjutnya adalah mendistribusikannya ke titik-titik penjualan atau konsumen akhir. Ini melibatkan pengelolaan gudang, pengelolaan persediaan di pusat distribusi, dan pemilihan rute pengiriman yang optimal.

 

  • Manajemen Persediaan (Inventory Management)

Pengelolaan persediaan yang baik adalah kunci dalam SCM. Ini mencakup pemantauan dan kontrol terhadap persediaan barang di setiap titik dalam rantai pasok untuk menghindari kelebihan atau kekurangan persediaan.

 

  • Manajemen Transportasi (Transportation Management)

Proses ini melibatkan perencanaan dan pengelolaan transportasi barang dari satu titik ke titik lainnya. Ini termasuk pemilihan moda transportasi yang sesuai, pengelolaan rute, dan pemantauan pengiriman untuk memastikan ketepatan waktu.

 

  • Manajemen Informasi (Information Management)

Aspek ini mencakup pengumpulan, analisis, dan distribusi informasi di seluruh rantai pasok. Sistem informasi yang baik memungkinkan berbagai pihak dalam rantai pasok untuk berkomunikasi dengan efisien, memantau kinerja, dan merespons perubahan dengan cepat.

 

  • Manajemen Pengembalian (Reverse Logistics)

Tahap ini melibatkan pengelolaan barang yang dikembalikan dari konsumen, seperti pengembalian produk yang rusak atau tidak sesuai. Proses ini mencakup inspeksi, perbaikan, atau penggantian barang, serta pemrosesan kembali ke rantai pasok.

 

Baca Juga: Instrumen Investasi untuk Dana Pensiun Terbaik, Yuk Siapkan!

 

Supply chain management adalah elemen kunci untuk mencapai keberhasilan bisnis dalam lingkungan yang terus berubah. Dengan mengoptimalkan setiap tahap dalam rantai pasok, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya, dan memberikan layanan pelanggan yang lebih baik. 

 

SCM bukan hanya tentang pengelolaan logistik, tetapi juga tentang membangun kolaborasi yang kuat dengan pemasok dan pelanggan untuk mencapai tujuan bersama.

1155 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
57 Suka