27 July 2023
4 menit baca

Solopreneur: Bangun Bisnis Tanpa Karyawan, Perhatikan Hal Ini Sebelum Mulai

4 menit baca

solopreneur adalah

 

Menyiapkan bisnis sebagai pemilik sekaligus satu-satunya karyawan, memang memiliki tantangan tersendiri. Anda akan bertanggung jawab terhadap pengelolaan operasional sampai menanggung risiko bisnis sendirian. Sebelum memilih untuk melakukan solopreneur, kenali sistem kerja hingga risikonya berikut ini.

 

Apa Itu Solopreneur?

 

Solopreneur adalah seseorang yang memulai dan membangun bisnis tanpa bantuan orang atau karyawan lain. Mereka bekerja seorang diri dan mengatur pengelolaan operasional hingga urusan kreatif dan promosi secara mandiri pula.

 

Sebagai seorang solopreneur, seluruh urusan bisnis akan dikendalikan penuh oleh satu orang. Ia memiliki tanggung jawab penuh terhadap semua hal yang terjadi, baik sukses maupun gagal.

 

Solopreneur berbeda dengan pebisnis pada umumnya yang biasa disebut entrepreneur. Mereka biasanya membangun dan mengembangkan bisnis dengan bantuan beberapa orang. 

 

Meskipun awalnya membangun bisnis sendirian, ketika bisnis tersebut berkembang, mereka akan mulai merekrut beberapa orang untuk membantunya bekerja. 

 

Baca Juga: 7 Cara Memulai Bisnis Online dari Nol untuk Pemula

 

Perbedaan Solopreneur dan Entrepreneur

 

Untuk penjelasan lebih lengkap terkait perbedaan solopreneur dan entrepreneur, simak uraian di bawah ini.

 

  • Skala Bisnis

Oleh karena hanya dikelola seorang diri, skala bisnis dari pengusaha yang bergerak sendirian ini biasanya bergerak dalam skala kecil. Solopreneur juga identik dengan bisnis berbasis internet atau bisnis yang mengandalkan passion atau skill di bidang tertentu.

 

Jangkauan bisnis yang dikelola oleh solopreneur biasanya adalah bisnis kreatif seperti penulis lepas, videografer, fotografer, desainer grafis, ilustrator, atau toko online dan konsultan. Jenis pekerjaan tersebut cenderung tidak membutuhkan bantuan orang lain dalam melakukan pekerjaannya. 

 

Sementara bagi entrepreneur, skala bisnis yang dimiliki cenderung dalam skala menengah hingga besar. Oleh sebab itu, mereka membutuhkan bantuan beberapa orang untuk membantu menjalankan bisnis.

 

  • Beban dan Tanggung Jawab

Solopreneur bertanggung jawab dalam semua proses, mulai dari operasional hingga promosi. Namun, bukan berarti mereka tidak akan melakukan kerja sama sama sekali. 

 

Saat terlalu sibuk, mereka mungkin akan membagi pekerjaan dengan pekerja lepas (freelancer) atau vendor dan kontraktor. Namun, hal ini hanya akan dilakukan sesekali dan tidak termasuk dalam proses bisnis sehari-hari.

 

Hal ini membuat solopreneur lebih mudah mengatur pekerjaan. Mereka memiliki kebebasan dalam menentukan ide dan eksekusi bisnis. Mereka juga tidak perlu meminta izin pemegang saham, direksi, atau mitra dalam membuat keputusan. 

 

Sementara itu, entrepreneur akan mendelegasikan tugas dan memberi arahan kepada karyawan. Mereka akan berupaya untuk mendorong kolaborasi tim agar tanggung jawab yang diberikan dapat terlaksana.

 

  • Tujuan Bisnis

Perbedaan solopreneur dan entrepreneur berikutnya adalah tujuan dan ambisi yang ingin dicapai. Solopreneur cenderung tidak memfokuskan diri pada perkembangan bisnis. 

 

Solopreneur biasanya melakukan pekerjaan berdasarkan hobi dan mengutamakan fleksibilitas. Mereka hanya akan fokus untuk memenuhi target atau permintaan proyek yang dikerjakan sambil terus menjaga keberlanjutan bisnis.

 

Sementara bagi entrepreneur, bisnis yang mereka bangun akan berkembang seiring berjalannya waktu. Para pebisnis umumnya memiliki ambisi untuk melakukan ekspansi bisnis, meningkatkan profit, menggaet investor, hingga melibatkan lebih banyak orang untuk terlibat dan membantu bisnisnya.

 

Baca Juga: Tertarik Menjadi Freelancer? Simak Cara Menjadi Freelancer Sukses dan Kaya Raya!

 

Kelebihan dan Kekurangan Solopreneur

 

Mendirikan usaha seorang diri memang memiliki kelebihan dan tantangan tersendiri. Untuk itu, sebelum memutuskan menjadi solopreneur, pertimbangkan beberapa hal berikut.

 

  • Siap Bertahan Sendirian

Sebagai satu-satunya orang yang bekerja, solopreneur hanya bisa mengandalkan diri sendiri. Ketika terjadi sesuatu, maka ia akan bertanggung jawab sepenuhnya, baik berhasil maupun gagal. Solopreneur juga tidak memiliki teman diskusi satu tim untuk melakukan brainstorming. 

 

  • Berani Mengambil Keputusan

Oleh karena dilakukan sendiri, maka seorang solopreneur diharapkan dapat memiliki kemampuan manajemen krisis dan pengambilan keputusan yang baik. Meski jika mengalami keraguan karena tidak adanya rekan diskusi, namun ketepatan meraih peluang dan mengambil sikap dengan cepat dan tepat tetap harus menjadi prioritas.

 

  • Skill Manajemen Waktu yang Baik 

Beberapa orang yang menjadi solopreneur menginginkan fleksibilitas waktu dan beban kerja. Mereka dapat menentukan sendiri berapa lama bekerja dan berapa banyak pekerjaan yang dilakukan. Untuk itu, penting sekali memiliki manajemen waktu yang baik agar dapat memaksimalkan diri dan penghasilan.

 

  • Dapat Menyeimbangkan Pekerjaan dengan Kehidupan

Kemampuan manajemen waktu yang baik akan sangat berguna untuk jenis pekerjaan yang memerlukan fleksibilitas waktu dan beban kerja. Hal ini memungkinkan Anda menyeimbangkan waktu antara pekerjaan dan kegiatan lain di luar itu. Solopreneur tidak terikat dengan orang lain atau tim, sehingga bisa mengatur semuanya sesuai kebutuhan sendiri.

 

  • Memahami Teknologi

Bantuan teknologi dapat memudahkan para solopreneur dalam menjalankan pekerjaan mereka. Jika melakukan segala hal dengan manual, dipastikan akan kewalahan. Untuk itu, memahami teknologi akan memudahkan para solopreneur mengelola bisnis hingga melakukan promosi di media sosial.

 

  • Tidak Berhenti Belajar

Biasanya, seorang solopreneur akan memulai bisnis berdasarkan kemampuan atau hobinya. Baik di bidang kuliner, bidang kreatif, penjualan barang online, atau jasa layanan tertentu. Namun, di luar penguasaan bidang ini, Anda juga harus mempelajari beberapa hal dasar dalam bisnis, seperti; pengelolaan keuangan, akuntansi, dan pemasaran agar bisnis berjalan optimal.

 

Jadi, dapat disimpulkan bahwa seorang solopreneur memiliki beban dan tanggung jawab tersendiri yang harus dipikulnya, meskipun mereka memiliki fleksibilitas lebih dalam bekerja. Apakah Anda tertarik untuk mencoba membangun bisnis sendiri sebagai seorang solopreneur berdasarkan hobi atau passion Anda? 

 

Baca Juga: 15 Faktor Penyebab Kegagalan Usaha dan Solusinya

 

Informasi terkait solopreneur di atas semoga bisa memberikan wawasan baru dan membantu Anda dalam memulai hingga mengelola bisnis yang dibangun seorang diri.

 

Nah, jika Anda adalah pemilik bisnis yang ingin memiliki kemudahan dalam membuat laporan keuangan berstandar akuntansi keuangan atau PSAK, legalitas, hingga membutuhkan solusi dan pengembangan terkait bisnis, konsultasikan secara GRATIS dengan MBN Consulting.

 

MBN Consulting adalah agensi konsultan dengan berbagai layanan konsultasi dan perencanaan bisnis terpercaya. Telah berpengalaman dalam membantu para pelaku usaha dalam mengembangkan bisnis dan kualitas kinerja. MBN Consulting memiliki misi untuk dapat memberikan bantuan layanan yang berkesinambungan terhadap peningkatan kualitas bisnis dan UKM di Indonesia.

 

MBN Consulting

1393 Reads
Author: Bizhare Contributor
234 Suka