10 February 2024
4 menit baca

Infant Industry: Definisi, Ciri-ciri, & Contohnya

4 menit baca

infant industry adalah

 

Infant industry adalah sektor industri yang masih dalam tahap awal perkembangannya. Konsep ini memiliki dampak besar terutama dalam konteks kebijakan ekonomi suatu negara. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang apa itu infant industry dan mengapa pengembangannya menjadi krusial dalam pertumbuhan ekonomi.

 

Apa itu Infant Industry?

 

Infant industry adalah suatu sektor industri yang masih dalam tahap awal pengembangan dan pertumbuhannya. Biasanya, industri ini baru mulai berkembang dan belum mampu bersaing secara efektif dengan industri serupa di pasar global. Konsep ini seringkali digunakan untuk mendukung perlindungan dan dukungan pemerintah terhadap industri tersebut agar dapat tumbuh dan menjadi kompetitif.

 

Perlindungan terhadap infant industry dapat melibatkan kebijakan tarif proteksionis, subsidi, atau regulasi tertentu yang bertujuan untuk melindungi industri dalam fase pertumbuhan ini. Tujuan utamanya adalah memberikan waktu dan peluang bagi industri tersebut untuk meningkatkan efisiensi, inovasi, dan daya saing sehingga nantinya dapat bersaing di pasar global tanpa ketergantungan perlindungan pemerintah.

 

Baca Juga: Holding Company: Pengertian dan Contohnya di Indonesia

 

Ciri-ciri Infant Industry

 

Infant industry memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari industri yang sudah mapan. Berikut adalah beberapa ciri-ciri dan karakteristik infant industry.

 

  • Masih Berada pada Tahap Awal Perkembangan

Infant industry umumnya berada pada tahap awal perkembangan. Mereka belum mencapai tingkat efisiensi dan produktivitas yang setara dengan pesaing internasional. Dukungan diperlukan untuk memperbaiki proses produksi, mengembangkan produk inovatif, dan membangun basis pelanggan yang kuat.

 

  • Produksi Kurang Efisien

Salah satu ciri khas infant industry adalah produksi yang kurang efisien dibandingkan dengan industri yang sudah mapan. Keterbatasan sumber daya, teknologi kurang canggih, atau skala produksi kecil dapat menyebabkan biaya produksi yang tinggi dan rendahnya efisiensi dalam menghasilkan barang dan jasa. Dengan perlindungan dan dukungan yang tepat, infant industry dapat meningkatkan efisiensi produksi mereka.

 

  • Rentan terhadap Tekanan Persaingan dari Luar

Infant industry rentan terhadap tekanan persaingan dari luar. Tanpa perlindungan yang memadai, mereka mungkin tidak mampu bertahan dan mengalami kegagalan. Perlindungan sementara diperlukan agar infant industry dapat tumbuh dan berkembang tanpa terlalu terbebani oleh persaingan yang tidak seimbang.

 

  • Permintaan Pasar Belum Solid

Infant industry sering menghadapi tantangan dalam menghadapi permintaan pasar yang belum solid. Karena masih baru dan belum dikenal di pasar global, mereka mungkin mengalami kesulitan dalam memperoleh pangsa pasar yang signifikan. Pada beberapa kasus, pasar domestik yang relatif kecil juga dapat menjadi kendala dalam mengembangkan infant industry.

 

  • Memiliki Daya Saing yang Rendah

Infant industry adalah konsep dengan daya saing lebih rendah dibandingkan dengan industri mapan di pasar internasional. Keterbatasan sumber daya, skala produksi yang kecil, dan kurangnya pengalaman dalam beroperasi di pasar global menjadi faktor penyebab. Perlindungan diperlukan untuk memberikan kesempatan kepada infant industry untuk meningkatkan daya saingnya melalui investasi dalam teknologi, pelatihan tenaga kerja, dan pengembangan pasar.

 

Baca Juga: 10 Cara Mengelola Keuangan Bisnis atau Perusahaan agar Tetap Stabil

 

Tujuan Infant Industry

 

Tujuan dilakukannya infant industry adalah untuk memberikan dukungan dan perlindungan kepada sektor industri yang masih dalam tahap awal perkembangan. 

 

  • Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Dengan memberikan dukungan kepada infant industry, pemerintah bertujuan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi melalui pembentukan dan perkembangan sektor industri baru.

 

  • Meningkatkan Daya Saing

Perlindungan terhadap infant industry memberikan kesempatan kepada mereka untuk meningkatkan daya saingnya di pasar global. Ini mencakup investasi dalam teknologi, pelatihan tenaga kerja, dan pengembangan inovasi.

 

  • Penciptaan Lapangan Kerja

Pertumbuhan infant industry dapat menciptakan lapangan kerja baru, membantu mengurangi tingkat pengangguran, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

  • Diversifikasi Ekonomi

Infant industry juga dapat membantu dalam diversifikasi ekonomi suatu negara. Dengan mendukung berbagai sektor industri, negara dapat mengurangi ketergantungannya pada satu jenis industri atau sumber pendapatan.

 

  • Peningkatan Infrastruktur

Untuk mendukung pertumbuhan infant industry, pemerintah seringkali perlu meningkatkan infrastruktur, termasuk transportasi dan energi. Ini dapat memberikan dampak positif pada pengembangan ekonomi secara keseluruhan.

 

  • Penguatan Daya Tawar Negara

Dengan membangun industri yang kuat, suatu negara dapat meningkatkan daya tawarnya di pasar internasional. Hal ini dapat membantu negara tersebut mendikte kondisi perdagangan dan menjaga keseimbangan ekonomi.

 

  • Pengembangan Kapasitas Produksi

Melalui perlindungan dan dukungan, pemerintah berharap infant industry dapat mengembangkan kapasitas produksi mereka sehingga dapat bersaing secara lebih efektif di pasar global.

 

  • Menciptakan Kemajuan Teknologi

Investasi dalam industri bayi seringkali melibatkan pengembangan dan adopsi teknologi baru. Hal ini dapat menciptakan kemajuan teknologi yang bermanfaat untuk sektor industri dan ekonomi secara keseluruhan.

 

Baca Juga: Peran Konsultan Bisnis untuk Pengembangan Bisnis

 

Contoh Infant Industry di Indonesia

 

Salah satu contoh infant industry di Indonesia dapat dilihat pada sektor industri otomotif nasional. Pada beberapa dekade yang lalu, industri otomotif di Indonesia berada dalam tahap awal pengembangan dan menghadapi persaingan global yang ketat.

 

Pemerintah Indonesia mengambil langkah-langkah untuk mendukung pertumbuhan industri otomotif dalam negeri. Beberapa kebijakan yang diterapkan melibatkan insentif fiskal, perlindungan tarif, dan regulasi yang mendukung produsen mobil lokal. 

 

Tujuan dari kebijakan ini adalah memberikan kesempatan kepada industri otomotif nasional untuk tumbuh, mengembangkan kemampuan produksi, serta meningkatkan daya saingnya.

 

Seiring berjalannya waktu, beberapa perusahaan otomotif lokal seperti Astra, Toyota-Astra, dan lainnya berhasil mengalami pertumbuhan yang signifikan. Industri ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga meningkatkan kontribusi sektor manufaktur dalam perekonomian Indonesia.

 

Infant industry bukan hanya tentang melindungi sektor industri dalam negeri, tetapi juga menciptakan landasan bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. 

 

Dukungan dan perlindungan yang bijak dari pemerintah dapat membantu industri yang masih muda untuk berkembang, bersaing secara global, dan akhirnya menjadi motor penggerak ekonomi yang kuat. 

 

Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang konsep ini menjadi kunci untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang seimbang dan berkelanjutan.

57 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
10 Suka