07 October 2023
6 menit baca

Break Even Point (BEP): Arti, Manfaat, & Rumus Cara Menghitung

6 menit baca

 

Dalam bisnis, penting untuk memahami seberapa banyak Anda harus menjual produk agar dapat mencapai titik impas atau Break Even Point (BEP). BEP adalah titik di mana pendapatan yang dihasilkan sama dengan biaya yang dikeluarkan, sehingga keuntungan tidak dihasilkan atau rugi. Pelajari lebih lanjut di sini!

 

Apa Itu Break Even Point (BEP)?

 

Break Even Point (BEP) adalah titik di mana pendapatan yang dihasilkan sama dengan biaya yang dikeluarkan. Dengan kata lain, BEP adalah titik di mana bisnis tidak menghasilkan keuntungan maupun kerugian. 

 

BEP sendiri merupakan salah satu konsep dasar dalam analisis biaya-manfaat. Dengan memahaminya secara mendalam, Anda bisa terbantu untuk membuat keputusan yang lebih baik dalam bisnis dan berbagai usaha.

 

Baca Juga: Bisnis Afiliasi: Cara Mudah Mendapatkan Penghasilan dari Internet

 

Pengertian Break Even Point (BEP) Menurut Para Ahli

 

Beberapa ahli bisnis memiliki definisi yang berbeda mengenai BEP. Namun, pada dasarnya, BEP adalah titik di mana bisnis tidak menghasilkan keuntungan atau kerugian. Berikut daftarnya!

 

  • Mulyadi: BEP adalah keadaan impas di mana sebuah bisnis tidak mendapatkan laba, tapi juga tidak menderita kerugian. Hal itu terjadi apabila jumlah pendapatannya sama dengan jumlah biaya, atau tau jika laba kontribusi digunakan untuk menutup biaya jasa.
  • Harahap: BEP adalah kondisi atau kinerja perusahaan di mana tidak adanya laba dan tidak mengalami kerugian. Artinya semua biaya yang sudah dikeluarkan bisa tertutup dari pendapatan suatu produk.
  • Horngren, Sundem, dan Stratton: BEP merupakan titik di mana total pendapatan sama dengan total biaya.
  • Hansen dan Mowen: BEP adalah titik di mana total biaya sama dengan total pendapatan, sehingga perusahaan tidak mengalami kerugian maupun keuntungan.
  • Kieso, Weygandt, dan Warfield: BEP merupakan titik di mana perusahaan tidak mengalami keuntungan maupun kerugian.
  • Garrison dan Noreen: BEP adalah suatu titik di mana pendapatan sama dengan biaya total dan laba bersih sama dengan nol.

 

Tujuan dan Manfaat BEP

 

Bagi pemilik usaha, memahami tujuan dan manfaat BEP adalah kunci penting untuk merencanakan strategi bisnis yang efektif dan mengambil keputusan yang tepat. 

 

  • Menghitung Biaya Total Produksi

Sebelum menghitung BEP, pemilik bisnis harus memahami biaya total produksi. Biaya produksi terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap adalah biaya yang tetap tidak peduli berapa banyak produk yang diproduksi, seperti sewa gedung atau gaji pegawai tetap. Sedangkan biaya variabel adalah biaya yang berubah sesuai dengan produksi, seperti bahan baku atau upah pekerja produksi.

 

Untuk menghitung biaya total produksi, pemilik bisnis harus menjumlahkan biaya tetap dan biaya variabel. Misalnya, jika biaya tetap sebesar Rp10 juta dan biaya variabel sebesar Rp5 juta untuk memproduksi 100 unit produk, maka biaya total produksi adalah Rp15 juta.

 

  • Menghitung Besaran/Margin Laba

Setelah memahami biaya total produksi, pemilik bisnis dapat menghitung besaran/margin laba. Margin laba adalah selisih antara harga jual produk dan biaya produksi per unit. 

 

Untuk menghitung margin laba, pemilik bisnis harus mengurangi biaya produksi per unit dari harga jual per unit. Misalnya, jika harga jual per unit adalah Rp100 ribu dan biaya produksi per unit adalah Rp50 ribu, maka margin laba adalah Rp50 ribu per unit atau 50%.

 

  • Merencanakan dan Menghitung Kapan Balik Modal

BEP membantu pemilik bisnis untuk merencanakan dan menghitung kapan bisnis akan balik modal. Balik modal adalah saat pendapatan dari penjualan produk sama dengan biaya produksi dan operasional. Untuk menghitung kapan bisnis akan balik modal, pemilik bisnis harus menghitung BEP.

 

Misalnya, jika biaya total produksi per bulan adalah Rp500 juta dan harga jual per unit adalah Rp1 juta, maka BEP adalah 500 unit per bulan. Jika pemilik bisnis dapat menjual 500 unit produk per bulan, maka bisnis akan balik modal.

 

  • Analisis Kelayakan/Profitabilitas Bisnis

Analisis kelayakan atau profitabilitas bisnis membantu pemilik bisnis untuk mengetahui apakah bisnis mereka layak dan menguntungkan. Analisis ini dapat dilakukan dengan menghitung BEP dan margin laba. Jika BEP tinggi dan margin laba rendah, maka bisnis mungkin tidak layak dan tidak menguntungkan.

 

Namun, analisis kelayakan atau profitabilitas bisnis tidak hanya berdasarkan BEP dan margin laba saja. Pemilik bisnis juga perlu mempertimbangkan faktor lain seperti pasar, persaingan, dan tren pada bisnis itu sendiri. 

 

Misalnya, jika pasar sangat kompetitif dan permintaan terhadap produk rendah, maka bisnis mungkin tidak menguntungkan meskipun BEP dan margin laba tinggi. Sebaliknya, jika pasar sedang booming dan persaingan rendah, bisnis mungkin menguntungkan meskipun BEP dan margin laba rendah.

 

Baca Juga: 10 Prinsip Etika Bisnis, Wajib Diketahui Seorang Pengusaha Sukses!

 

Elemen/Komponen Break Even Point (BEP)

 

Dalam menghitung Break Even Point (BEP), terdapat beberapa elemen atau komponen yang harus diketahui. Berikut daftarnya!

 

  • Biaya Tetap

Biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah meskipun jumlah produksi atau penjualan mengalami perubahan. Biaya tetap meliputi biaya gaji karyawan, sewa gedung, dan biaya administrasi.

 

  • Biaya Variabel

Biaya variabel adalah biaya yang berubah sesuai dengan jumlah produksi atau penjualan. Biaya variabel meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya pengiriman.

 

  • Harga Pokok Penjualan

Harga pokok penjualan adalah total biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi dan menjual suatu produk atau jasa. Harga pokok penjualan meliputi biaya tetap dan biaya variabel.

 

  • Margin Pendapatan/Laba

Margin pendapatan/laba adalah selisih antara harga jual produk atau jasa dengan biaya variabel yang dikeluarkan. Margin pendapatan/laba yang dihasilkan harus mencukupi untuk menutupi biaya tetap dan mencapai titik impas atau BEP.

 

Baca Juga: Perbedaan Profit dan Omzet dalam Bisnis, Tingkatkan dengan Cara Ini

 

Rumus Cara Menghitung BEP

 

Untuk menghitung Break Even Point (BEP), terdapat beberapa rumus yang bisa digunakan. Berikut beberapa di antaranya!

 

  • Rumus Menghitung BEP Unit

Rumus untuk menghitung BEP unit adalah sebagai berikut:

 

BEP Unit = Biaya Tetap / (Harga Satuan – Biaya Variabel Satuan)

 

  • Rumus menghitung BEP Rupiah

Rumus untuk menghitung BEP Rupiah adalah sebagai berikut:

 

BEP Rupiah = Biaya Tetap / Margin Kontribusi

 

Margin kontribusi sendiri adalah selisih antara harga jual dan biaya variabel satuan.

 

Contoh Menghitung BEP Unit

 

Misalnya sebuah perusahaan menjual produk dengan harga satuan Rp20.000 dan biaya variabel satuan Rp10.000. Biaya tetap yang dikeluarkan oleh perusahaan sebesar Rp50.000. Maka, berapa jumlah produk yang harus terjual agar perusahaan mencapai BEP?

 

BEP Unit = Biaya Tetap / (Harga Satuan – Biaya Variabel Satuan)

BEP Unit = 50.000 / (20.000 – 10.000)

BEP Unit = 5.000 unit

 

Jadi, perusahaan harus menjual minimal 5.000 unit produk agar mencapai BEP.

 

Contoh Menghitung BEP Rupiah

 

Misalnya sebuah perusahaan memiliki biaya tetap sebesar Rp300.000.000 dan margin kontribusi sebesar 30%. Berapa nilai penjualan yang harus dicapai perusahaan untuk mencapai BEP?

 

BEP Rupiah = Biaya Tetap / Margin Kontribusi

BEP Rupiah = 300.000.000 / 0,3

BEP Rupiah = 1.000.000.000

 

Jadi, perusahaan harus mencapai penjualan sebesar Rp1.000.000.000 agar mencapai BEP.

 

Faktor yang Meningkatkan Masa BEP

 

Ketika bisnis telah mencapai BEP, maka perusahaan akan mulai mencapai keuntungan. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan masa BEP, yaitu:

 

  • Produksi Barang Bertambah

Jika perusahaan memutuskan untuk meningkatkan produksi, maka biaya produksi akan semakin besar. Sebagai hasilnya, akan meningkatkan masa BEP. Hal ini karena semakin banyak barang yang diproduksi, maka semakin banyak pula biaya produksi yang dikeluarkan.

 

  • Biaya Bahan Produksi Naik

Kenaikan biaya bahan produksi dapat berdampak besar pada masa BEP. Jika biaya bahan produksi naik, maka biaya produksi keseluruhan akan meningkat dan memerlukan waktu yang lebih lama untuk mencapai BEP.

 

  • Perbaikan Alat

Jika mesin atau peralatan yang digunakan dalam produksi mengalami kerusakan dan memerlukan perbaikan atau penggantian, biaya produksi akan meningkat. Hal ini dapat meningkatkan masa BEP karena biaya produksi akan meningkat.

 

Cara Mempercepat Masa Break Even Point (BEP)

 

Dalam bisnis, semakin cepat masa BEP tercapai, semakin baik juga kondisi keuangan perusahaan. Berikut adalah beberapa cara untuk mempercepat masa BEP minimal per poin.

 

  • Meningkatkan Jumlah Penjualan Produk

Salah satu cara untuk mempercepat masa BEP adalah dengan meningkatkan jumlah penjualan produk. Semakin banyak produk yang terjual, maka semakin cepat BEP tercapai. 

 

Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan strategi pemasaran yang efektif dan efisien agar produk dapat dikenal oleh konsumen dan memperoleh minat dari mereka.

 

  • Menaikkan Harga/Memperbanyak Margin Laba

Selain meningkatkan penjualan, cara lain untuk mempercepat masa BEP adalah dengan menaikkan harga produk atau memperbanyak margin laba. 

 

Namun, perlu diperhatikan bahwa kenaikan harga harus disesuaikan dengan kondisi pasar dan kemampuan daya beli konsumen. Jangan sampai kenaikan harga malah membuat konsumen beralih ke produk pesaing yang lebih murah.

 

  • Menekan Biaya Produksi

Cara lain yang bisa dilakukan untuk mempercepat masa BEP adalah dengan menekan biaya produksi. Biaya produksi yang rendah akan membuat perusahaan bisa mencapai BEP lebih cepat. 

 

Perusahaan bisa melakukan efisiensi biaya produksi dengan mencari bahan baku yang lebih murah namun tetap berkualitas, mengoptimalkan penggunaan energi listrik dan air, serta meminimalisir kerusakan dan kegagalan mesin produksi.

 

  • Efisiensi Tenaga Kerja

Tenaga kerja merupakan salah satu faktor penting dalam produksi suatu produk. Untuk mempercepat masa BEP, perusahaan perlu memastikan bahwa tenaga pekerja yang dimiliki efisien dan efektif dalam menjalankan tugasnya. 

 

Perusahaan bisa memberikan pelatihan atau training bagi tenaga kerja agar mereka dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas kerja, sehingga waktu produksi bisa lebih cepat dan biaya produksi dapat ditekan.

 

Baca Juga: 7 Ide Bisnis UMKM yang Bisa Jadi Inspirasi Usaha Anda

 

Dari ulasan di atas, bisa disimpulkan bahwa BEP dapat memengaruhi keputusan bisnis secara krusial. Alasannya, BEP dapat memberikan informasi yang akurat tentang kesehatan keuangan bisnis. 

 

Dengan mengetahui BEP, pengusaha dapat menentukan strategi yang tepat untuk meningkatkan penjualan dan mengurangi biaya. Semoga artikel ini bisa memberi wawasan kepada Teman Bizharian tentang apa itu BEP dan perannya dalam bisnis.

35841 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
808 Suka