14 December 2022
4 menit baca

Mengenal Impulsive Buying, Faktor Penyebab, dan Cara Mengatasinya!

4 menit baca

 

Hi Bizharian!

 

Di kesempatan kali ini ada pembahasan seru, karena berkaitan dengan belanja, belanja, dan belanja! Tapi sebelum lanjut, Anda termasuk orang yang sering tergoda di tanggal cantik seperti 11.11 atau 12.12 yang membuat Anda kalap tidak nih? Kalau seperti itu Anda harus tahu tentang istilah impulsive buying, yang jadi gambaran saat seseorang bersifat cepat bertindak atau secara tiba-tiba ingin berbelanja tanpa berpikir berulang kali. Nah, Bizhare ingin bahas tuntas tema tersebut, simak artikel ini sampai habis ya!

 

Pengertian Impulsive Buying

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) impulsif adalah perilaku yang bersifat cepat dalam bertindak secara tiba-tiba mengikuti kemauan hati. Impulsive buying adalah perilaku belanja yang dapat menimbulkan perasaan menyesal dan kesulitan keuangan. Pada intinya belanja secara impulsif melibatkan pembelian barang-barang yang tidak direncanakan untuk dibeli. Ini sering terjadi secara tidak terduga seperti tiba-tiba menemukan barang-barang yang didambakan setelah sekian lama dan terlalu menggoda untuk dilewatkan.

 

Penyebab Impulsive Buying

Impulsive buying merupakan kebiasaan yang tentu memiliki faktor penyebab atau pemicunya. Penyebabnya bisa beragam, ada yang berasal dari internal atau dari dalam diri Anda sendiri maupun berasal dari eksternal. Dengan mengetahui faktor penyebab impulsive buying Anda nantinya bisa mencari solusi yang tepat untuk mengatasi masalah impulsive buying tersebut. 

 

Disebabkan oleh Strategi Pemasaran

Faktor pertama terjadinya implusive buying bisa saja dipengaruhi oleh strategi pemasaran dari penjual. Strategi pemasaran seperti promo, diskon, cashback dan program tanggal kembar mampu menarik minat dan perhatian Anda sehingga muncul keinginan untuk membeli dan memilikinya seolah-olah saat itu kesempatan terbaik untuk membeli barang.

 

Rasa Gengsi

Hal ini bisa terjadi karena berasal dari diri Anda, seringkali rasa gengsi memicu untuk mempunyai barang yang sedang tren dalam satu waktu. Jadi, demi bisa memamerkan sesuatu ke orang lain, Anda rela membeli apa saja yang menyokong tujuan tersebut. Bahkan, parahnya Anda memilih berhutang untuk memenuhi hasrat tersebut.

 

Branding  Idola

Bila Anda pernah mendengar ungkapan yang mengatakan bahwa rasa cinta dan pemujaan yang berlebihan itu tidak baik, hal itu ada benarnya lho! Cukup sering, karena nge-fans dan rasa cinta terhadap idola, setiap ada merchandise yang berkaitan dengan idola tersebut Anda tidak berpikir 2 kali untuk mengeluarkan uang. Sebenarnya, boleh saja kok, tapi sebaiknya diporsikan agar tidak hilang kendali menghabiskan uang.

 

Pertemanan atau Relasi

Bila saja Anda orang yang hemat, namun karena lingkungan dan relasi Anda memiliki jiwa-jiwa sosialita atau gemar flexing, mau tidak mau Anda melanggar prinsip hemat tersebut. Memang, sebagai manusia kita ingin diterima oleh sebuah lingkungan, namun Anda harus cari cara lain untuk diterima lingkungan pertemanan selain secara sukarela mengikuti glamor-nya hidup bestie-bestie Anda.

 

Tanda-Tanda Anda Impulsive Buying

Impulsive buying adalah suatu kondisi yang terjadi pada kebanyakan orang pada kesempatan tertentu. Beberapa tanda belanja impulsif mungkin saja Anda pernah rasakan dan alami, namun tidak menyadarinya. Beberapa tanda-tanda yang dirasakan oleh orang yang melakukan pembelian impulsif adalah sebagai berikut:

 

  • Merasa perlu membeli barang-barang yang sedang di obral dengan pemikiran terlalu bagus untuk dilewatkan.
  • Membeli sesuatu, kemudian menyesalinya, dan mengembalikan barang yang dibeli.
  • Membeli barang-barang tertentu dan merasa harus menyelesaikan setiap koleksinya agar puas.
  • Berbelanja untuk membantu meringankan perasaan tekanan emosional.
  • Berbelanja untuk menjaga citra diri sebagai orang yang kekinian dengan selera yang sempurna.
  • Selalu berburu barang-barang tertentu yang menimbulkan rasa harus dimiliki agar merasa bahagia.

 

Cara Mengatasi Impulsive Buying

Impulsive buying adalah sesuatu yang terjadi pada setiap orang dari waktu ke waktu. Sedangkan compulsive atau kompulsif bisa jadi lebih serius dan mungkin memerlukan bantuan terapis untuk mengelola emosi mendasar yang berkontribusi pada perilaku tersebut. Jika merasa perilaku belanja Anda menyebabkan masalah dalam hidup, sebaiknya gunakan beberapa strategi untuk membantu mengendalikan perilaku belanja tersebut.

 

Perhatikan Kebiasaan pengeluaran Anda

Lacak anggaran sehingga dapat melihat kemana uang pergi setiap bulan. Jika akhirnya Anda menyadari bahwa uang digunakan secara berlebihan untuk barang-barang tertentu atau terlalu banyak berbelanja secara impulsif, dapat ambil langkah-langkah untuk ubah kebiasaan belanja yang selama ini dilakukan.

 

Tetapkan Anggaran

Buat anggaran setelah gajian, rencanakan berapa banyak yang ingin belanjakan untuk berbagai keperluan konsumtif atau hiburan. Anda boleh saja sedikit kelonggaran untuk menetapkan uang hiburan, tapi harus diingat bila Anda sudah menghabiskan anggaran “hiburan” ini, Anda tidak boleh berbelanja konsumtif kembali sampai periode tertentu atau gajian berikutnya. 

 

Bayar dengan Uang Tunai

Menggunakan kartu kredit atau debit membuat pengeluaran lebih mudah. Menggunakan uang tunai bisa jadi solusi karena Anda dapat benar-benar “melihat” kepergian uang Anda, yang diharapkan mampu mempengaruhi psikologis Anda untuk nge-rem pengeluaran.

 

Minimalisir Godaan

Cara ini memang harus dilatih, hindari pergi ke toko tertentu jika tahu bahwa Anda cenderung mengeluarkan uang terlalu banyak di toko tersebut. Jika memang perlu berbelanja di sana, buatlah rencana, tetapkan anggaran yang ketat, batasi pembelian sesuai prioritas dan ajaklah seseorang untuk membantu Anda mengontrol belanjaan.

 

Buat Diri Menunggu

Jika punya keinginan untuk membeli sesuatu yang tidak direncanakan, katakan pada diri sendiri bahwa harus menunggu beberapa waktu sebelum dapat membeli barang tersebut. Cari cara untuk mengalihkan perhatian sementara waktu. Berpikir dua kali dan cek apakah Anda membutuhkannya atau tidak, cara ini biasanya cukup efektif bagi Anda yang sering kalap bila melihat barang-barang dengan diskon besar. 

 

Nah, dari berbagai cara di atas, mana nih yang kira-kira cocok bagi Anda? Belanja impulsif atau impulsive buying seringkali berasal dari godaan sesaat. Pemicu untuk belanja impulsif setiap orang bisa berbeda, begitupun juga dengan solusinya. Namun, Bizhare berharap dengan adanya artikel ini bisa membantu Anda untuk mengatasi permasalahan belanja impulsif tersebut. 

 

Kelola keuangan lebih bijak lagi ya, semangat Bizharian!

 

161 Reads
Author: Whisnu Kristianto
36 Suka