07 March 2023
3 menit baca

Deposito On Call: Pengertian, Keuntungan, Cara Hitung Bunganya

3 menit baca

 

Dalam dunia perbankan, ada beberapa produk deposito yang cukup populer. Salah satunya adalah deposito on call. Nah, kira-kira apa yang membedakannya dengan deposito biasa? Di bawah ini, selain mempelajari ciri-ciri dan keuntungannya, Anda akan mempelajari simulasi perhitungan bunga deposito on call.  

 

Pengertian Deposito On Call

 

Deposito on call atau DOC adalah salah satu jenis layanan deposito yang bisa dicairkan dalam waktu singkat, yakni mulai dari 3 hari sampai 1 bulan saja. Tentu produk ini sangat berbeda dengan deposito berjangka, di mana waktu pencairannya lebih lama, yakni antara 3 sampai 24 bulan.

 

Jenis deposito skema satu ini sering dikatakan sebagai privilege tertinggi bagi para nasabah. Alasannya, tidak semua nasabah mendapat penawaran deposito tersebut. Tidak hanya proses administrasinya yang panjang, saldo minimum untuk membuka deposito jenis ini sangatlah besar, bahkan di atas Rp100 juta.

 

Secara garis besar, konsep deposito on call menggabungkan skema rekening giro dan deposito berjangka. Bunga yang diberikan pun relatif lebih tinggi ketimbang giro, deposito, bahkan tabungan konvensional, sehingga sangat cocok bagi orang-orang yang hendak melakukan investasi jangka pendek

 

Perbedaan Deposito dan Deposito On Call

 

Perbedaan utama deposito dan deposito on call terletak pada jangka waktu pencairannya. Deposito punya jangka waktu pencairan yang lebih lama, mulai dari 1, 3, 6, 9, 12, hingga 24 bulan. Sementara deposito on call lebih singkat waktu pencairannya, yakni 1 hari, 3 hari, 7 hari, hingga 1 bulan saja.

 

Perbedaannya juga terletak pada besaran saldo minimum. Untuk membuka rekening deposito, seseorang harus menyetor minimal Rp10 juta. Sementara itu, dalam kasus ini, besaran saldo yang harus disetor berkisar antara Rp100 juta hingga Rp500 juta.

 

Ciri-Ciri Deposito On Call

 

Ada beberapa ciri deposito on call yang harus Anda pelajari. Dengan demikian, Anda bisa membuat pemetaan investasi dengan tepat dan cermat. Berikut penjelasan lengkapnya!

 

1. Setoran Minimal Jauh Lebih Besar

Ciri-ciri deposito on call pertama adalah setoran minimalnya yang lebih besar dibanding deposito berjangka, yakni mulai dari Rp100 juta hingga Rp500 juta. Tentu saja, besaran nominal ini bergantung dengan kebijakan masing-masing bank.

2. Bisa Dicairkan Lebih Cepat Daripada Deposito Berjangka

Jangka waktu pencairan deposito on call jauh lebih cepat dibandingkan deposito berjangka, yakni antara 1 hari, 3 hari, 7 hari, hingga 1 bulan saja. Tentu keuntungan ini bisa dimanfaatkan oleh investor untuk berinvestasi jangka pendek.  

3. Suku Bunga yang Besar

Suku bunganya lebih tinggi daripada tabungan konvensional. Hal ini terjadi karena perputarannya yang cepat biarpun disimpan dalam waktu yang singkat. Selain itu, nominal uang yang disimpan sangat besar sehingga mampu berkembang dengan maksimal.

 

4. Produk Perbankan Kena Pajak

Sama seperti deposito berjangka, deposito on call merupakan produk kena pajak. Biasanya, pajak yang dikenakan berkisar hingga 20% dan dipotong saat melakukan penarikan dana.

 

Cara Menghitung Bunga Deposito On Call

 

Ada rumus yang digunakan untuk menghitung bunga deposito on call. Berikut adalah simulasi perhitungan yang bisa dipahami bersama.

 

Dana tersimpan: Rp500 juta

Jangka waktu: 15 hari

Suku bunga: 5 persen

Pajak: 20%

 

Berdasarkan data di atas, rumus penghitungan bunga keuntungan deposito on call bisa dijabarkan sebagai berikut. 

 

Bunga DOC sebelum pajak:

 

(Tenor DOC/30 hari) X suku bunga X saldo pokok =

(15 hari / 30 hari) X Rp500 juta X 5% = Rp12,5 juta

 

Bunga DOC setelah pajak:

 

Bunga DOC sebelum pajak – pajak =

Rp12,5 juta – 20% = Rp10 juta

 

Dengan demikian, bunga yang diterima dari tabungan deposito skema on call adalah sebesar Rp10 juta.

 

Keuntungan Deposito On Call

 

Ada banyak keuntungan dari deposito dengan menggunakan skema on call. Tak heran, skema investasi ini sangat cocok digunakan untuk banyak kepentingan. Berikut ulasannya!

 

Tetap Cuan Walau Jangka Waktunya Pendek

Produk deposito dengan skema on call mampu menghasilkan keuntungan dari bunganya, biarpun sudah ditarik dari hari ke-3. Jadi, walaupun berjangka pendek, menyimpan dana di layanan ini tetap bisa memberikan keuntungan menjanjikan.

 

Cocok untuk Menyimpan Uang Jangka Pendek

Deposito jenis ini sangat cocok digunakan bagi orang-orang yang punya tanggungan pembayaran di waktu dekat. Sambil menunggu, tentu lebih menguntungkan jika ditanamkan pada deposito dulu agar bisa menikmati profit dari bunganya.

 

Keamanan yang Terjamin

Salah satu keuntungan utama dari skema on call adalah terjamin keamanannya. Tentu saja, Anda harus memilih perbankan yang sudah terdaftar secara resmi dalam Otoritas Jasa Keuangan maupun program penjaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan.  

 

Suku Bunga Bisa Dinegosiasikan

Keuntungan deposito on call lainnya adalah suku bunga dapat ditawar. Betul! Tujuannya adalah memperoleh return dengan hasil maksimal. Tentu saja, hal ini harus dibicarakan lagi dengan pihak bank mengenai persyaratan yang diperlukan. 

 

Investasi dengan Risiko Rendah

Sama seperti deposito berjangka, skema on call termasuk ke dalam instrumen berisiko rendah. Alasannya, keuntungan serta pengembalian saldo pokok terjamin dan pasti akan sesuai dengan kesepakatannya. Pengaruh fluktuasi dari suku bunga maupun faktor ekonomi lain juga sangat minim.

 

Baca Juga: Risiko Investasi: Pengertian dan Cara Meminimalisirnya

 

Itulah penjelasan mengenai cara menghitung bunga deposito on call, lengkap dengan pengertian, ciri-ciri, dan keuntungannya. Bagaimana, Teman Bizharian? Tertarik untuk berinvestasi dengan skema ini? Selamat mencoba!

6543 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
839 Suka